Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 103


__ADS_3

🍀Rahasia Tersembunyi🍀


Mohon bijak dalam membaca part ini.


21+ lewati jika tak berkenan dan belum cukup umur.


"Honey, apa ada masalah?" tanya Arumi.


Gilang pun terdiam dan menatap Arumi tanpa ekspresi.


.............


Menjelang malam di kediaman tante Maya.Keluarga besar Erico makan malam bersama. Keiiyra yang dari tadi menggendong baby kayna, ia memberikan pada babysister untuk membawanya ke kamar. Perbincangan pun semakin hangat dimulai dari bisnis Erico yang lancar ketika di geluti. Berbeda dengan Tristan. sehingga Keiiyra terasa serat jika mengingat nama itu.


"Keiiy, mama dengar kamu mampir ke rumah Dani?" Ia pun menceritakan detail, sehingga semua merasa iba dan tersentuh sedih.


"Padahal Dani, anak baik. teman terbaik Erico. mengapa harus mempunyai sakit serius." tanya Mama.


Erico menatap sang istri dengan Wajah berbeda. ingin Rasanya ia memeluk sang istri.Karna dalam benak Erico, jika istrinya sedang memendam dan menyembunyikan sesuatu.


"Apa istriku mengetahui acara seleb?" batin Erico. ia pun menyantap kembali makanan. dengan mata yang tak henti dan berkedip memandang Keiiyra. Tak lama seseorang datang, suara yang tak asing bagi Keiiyra. Semua menatapnya sehingga Keiiyra tersedak mencari minum.


Erico pun antusias memberikan satu gelas air dan membantu istrinya minum.


"Makasih hubby."


"Sudah datang Nak, kemarilah bergabung bagaimana perjalananmu. Ayo makan bersama!" tutur Papa Stevanus.


Semua pun terdiam dan tegang menatap exspresi wajah Keiiyra dan Erico. Keiiyra merasa tak karuan, ingin sekali ia berlari lebih dulu ke kamar tak bergabung akan pembicaraan bisnis mertua yang baru saja launching.


Erico paham akan ketidaknyamanan


sang istri. meski ia sadar tragedi masa lalu belum sepenuhnya Keiiyra melupakan.


bagai dilema, bagaimanapun ia adalah kaka tertua di keluarganya.


........


Kamar 431xxx lantai lima.


Gilang membuka Jasnya, dan meletakkan jam yang melingkar pada tangan eksotisnya, di dekat lampu meja disamping sofa bed.

__ADS_1


"Honey, kenapa tidak ke apartment saja?"


Arumi menoleh ke arah belakang menatap sang suami. Namun Gilang telah merengkuh tubuh sang istri dan memeluknya sebelum membalikan tubuh.


"Heuumph, aku ingin suasana yang berbeda. lagi pula Apartment Clara. aku tak mempunyai akses cardnya."


"Kenapa begitu?"


"Karna apartment, baru baru ini telah disewakan. Agar ada yang merawatnya."


Arumi pun membulat dengan ekspresi O.


ia merangkul pundak Gilang dan memainkan jari jemarinya seperti memainkan piano. di bidang tubuh sang suami yang berbulu itu.ia menggerayangi bidak dada sang suami yang membuatnya tertegun dan malu.


"Honey, apa favorite Oma Seiyen?"


"Heuump... Oma, ada apa memangnya?"


Gilang menaiki alis, namun masih membiarkan jemari sang istri menggerayangi bidak dada yang luas.


Aksi mereka pun saling menatap dengan nafas yang terasa, karna wajah mereka amat dekat.


.....


Rasa kesal, panas dingin membuatnya tak karuan. ia hanya menatap ke arah makanan dan selalu minum untuk mengubah debaran panik.


ia tak ingin menatap wajah ke arah samping papa mertuanya. Tristan selalu menatap istri Erico, dimana cinta segitiga antara adik dan kakak tiri. "Sayang, lebih dulu ke kamar kayna. lihatlah apa dia telah terlelap!"


"Ya, sayang mama hampir lupa. ada kotak kecil untuk Kayna di kasur box, coba kamu lihat ya!"


Mendengar perintah suami, serta sang mama mertua, ia tersenyum dan pamit bergegas tanpa menatap arah Triistan. Syukurlah mama maya dan suamiku menolong, mengapa kejadian itu masih membuatku takut tak bisa lupa, merusak mood makan saja.


.


.


Arumi melangkah mundur, karna Gilang memeluknya amat erat. Ia berjalan mundur menuju satu lemari. Gilang membuka lemari itu mengambil gaun tidur berwarna merah menyala.


"Apa ini, honey?"


"Pakai ini, aku menunggumu membantuku mengusap punggung!" bisiknya.

__ADS_1


Gilang pun meninggalkan, Arumi terdiam mematung, menatap suami yang melepas seluruh baju tanpa sehelai apapun menuju bathroom. Sehingga mata nakal Arumi membulat sempurna. ia yang menatap wajah suami dan tersenyum, ia pun segera berlalu mengganti bajunya.


"Eeeum.., sudah pasti gaun ini akan robek dalam sekejap!"


Genangan air yang mengguyur di atas shower.


Arumi hanya bisa menelan saliva, Karna menatap suaminya yang sempurna baginya. bagaimana tidak ia berdiri polos, di atas kepala yang mengocor air dan aroma percikan aromatherapy yang membuatnya rileks. Setelah ia mengganti gaun yang diberikan Gilang. Arumi pun mendekati hingga di ujung pundak.


Ketika ia menyentuh pundak Gilang, sebuah tangan kokoh amat kilat menyentuh tangannya.


Sehingga Arumi terkejut dan berada di hadapannya. Percikan yang basah Gilang menatap Arumi yang polos tanpa sehelai pakain dalam. ia meminta sang istri memakai gaun merah transparan. Jika tubuh Arumi terguyur air, seluruh tubuhnya menjiplak, membulat dengan sempurna.


Gilang tersenyum ketika mata sayu Arumi yang gugup. Sebuah benda itu telah sempurna bangun. Hingga Arumi hanya menoleh dan menatap wajah Gilang dengan nafas yang tak teratur. Tanpa aba - aba, ia meraup bibir manis Arumi dengan tangan yang melingkar, dan meraba keseluruh kepemilikan sang istri.


"Sayang, ingin pelan atau...?"


"Pelan saja honey!"


Sebuah gerakan ritme halus hingga semakin cepat. Nafas Arumi semakin tersenggal senggal. ia melewati setiap gerakan yang di inginkan oleh Gilang. "Honey.. aku.., aaakh."


Arumi tak bisa melanjutkan pembicaraan, dan bertanya akan aksi Gilang yang membuatnya lepas dengan sempurna. tubuh yang lemas dan gontai. ingin rasanya cepat berakhir, Tapi ia tak punya kuasa untuk menolak.


Pergulatan itu pun semakin cepat, permainan yang dilakukan sang suami tak bisa hanya dengan satu kali, mereka melanjutkan dengan berendam di bath up dan melanjutkan kembali dikasur. Gaun itu hanya satu kali dalam satu hentakan tangan kokoh Gilang dalam menarik dan merobeknya. Tubuh lemas Arumi serasa sudah ingin pergi ke alam mimpi, ia berteriak manja antara rasa yang bercampur. Sehingga dibatas ujung Gilang pun menyelesaikannya.


"Honey,,, aku sudah...?" Aaakh... Gilang pun mengakhiri. ia bersandar dan saling memeluk dalam balutan selimut putih.


"Terimakasih sayang."


"Sudah jadi tugasku Honey, aku mencintaimu."balas Arumi tersenyum. Gilang pun membalas dengan senyuman, betapa ia mencintai Arumi namun selalu ditunjukan dengan sikap. Hingga mereka membersihkan bersandar dan terlelap bersama.


Hayoo, jangan baper dan meracau ya. Author buatkan semoga lolos di malam hari, dan Readers membacanya menjelang malam telah berbuka. hihiii.. maafkan bab part ini ya. Mohon bijak dalam membaca 21+.


---bersambung---


Next. maafkan Author, yang masih belum bisa update perhari 2 bab.


Bukan ingin ingkar janji, karna Author hanya hobi membuat cerita remahan,selain bekerja juga,dan ibu rumah tangga juga. Tapi aku suka dan senang ketika membuat cerita dan Readers selalu setia menunggu. 😊


Jadi sebaik mungkin akan selalu update cepat. 😉 Jangan lupa tekan love, kisah cerita lain.


#Wanita seperti dia.

__ADS_1


#Salah Jodoh. Terus ikutin kelanjutannya Ya!


🌹 **Happy Reading** 🌹


__ADS_2