
"Saya Mohon Maaf. Awal Operasi sedikit pendarahaan hingga begitu Lama. tapi kini kondisi pasein telah stabil. kami akan mengupayakan semaksimal mungkin. Kami berusaha Agar tumor yang telah diambil tidak terjaring dan berkembang lagi. itupun ada pola yang harus Nyonya Arumi lakukan. Operasi berjalan dengan Lancar." Dokter Amir menjelaskan.
Puji syukur, Gilang memeluk Oma. ia bahagia dan bersyukur. Tak lama dokter berkata.
"Tuan Gilang, bisa ikut keruangan saya sebentar!" titah Dokter.
Semua orang tawa, senyum bahagia, Tiba saja jadi menyempit akan senyuman kembali khawatir.
"Tidak perlu risau, saya hanya akan membahas pola hidup Arumi dan kelanjutan bagi pasangan ini saja bu. Tidak perlu menatap tajam seperti ingin memakan sesuatu!" tutur Dokter.
Hahaaahaaa... Oma Seiyen, Mama Retna, Clara yang tegang jadi tertawa seolah tak lucu tapi cengingisan. terlebih Gilang menggatal kening yang halus tak gatal itu, ia menitipkan Danzel pada Clara dan pamit.
Berbeda jauh, Fandi yang pergi kesuatu tempat melacak dan menemukan seseorang dengan tak sabar dan terkejut.
"Elvira. dari mana saja. Aku telah lama menunggumu. sudah berapa tahun aku rindu padamu."
Fandi memeluk sang tunangannya. tapi wajah tubuh Elvira terdiam kaku. ia mengepal dengan rasa sedih dan tak terbayangkan.
"Fandi, aku minta maaf. aku sulit dan tak bisa menghubungimu karna satu hal. Maaf aku berpisah pada Bundamu. aku menyesal telah meninggalkannya sebentar ke toilet saat di negri sebrang. Lalu aku...,, Eeumh aku"
Fandi terdiam menatap wajah Elvira. "Ada apa katakanlah. mulai saat ini kamu ikut denganku ya!"
"Fandi. aku telah memutuskan kita untuk berakhir.. karna aku telah menikah dengan pria pilihan papa!"
"Jauhkan tangan anda dari istri saya!"
Fandi menoleh dan menatap pria yang ia kenal, Aris kamu sahabat sialan, teganya kamu merebut tunangan ku.
BRAAAGH.. BRIIIGH... BRUUUGH.
perkelahian hingga sepuluh menit tak berhenti.
Elvira melerai, cukup kalian tak perlu berkelahi. Hentikan Fandi. AKU BILANG HENTIIKAAAN...!!
"Apa maksudmu Elvira?" tanya Fandi.
ia memegang bibir yang terluka dan sedikit memar.
Dengan berat dan terpaksa Elvira harus melakukan seolah Fandi percaya. Maaf aku harus melakukan ini, demi kita dan bundamu baik baik saja disana. Suatu saat kenyataan akan terungkap. aku minta maaf Fandi. aku mencintaimu masih seperti dulu tak berubah.batin Elvira.
"Karna aku yang berkhianat darimu dan mencintai Aris. Ya aku mencintai Aris Al berto. karna dia lebih segalanya dari kamu yang hanya kacung Fandi!"
Deeeugh.... Fandi terdiam kaku.
Jika saja oranglain ia akan melupakan. tapi bagaimana bisa seorang yang ia cintai berkata seperti itu.
"Elvira, aku mengingat kata katamu saat ini. aku salah menunggu, mengharapkanmu hingga kini. baiklah selamat atas pernikahan kalian."
Seperginya Fandi tak menoleh kebelakang. Elvira jatuh duduk tersungkur ia menangis sederasnya. ia menyesal akan perkataannya itu, sudah berapakali ia menahan untuk berontak. tapi keluarganya dan Bunda Fandi ada ditangannya.
"Maaf, Fandi aku minta maaf."
Elvira sedih sejadi jadinya. aku berharap nafasku terhenti agar tidak semakin parah.
PROOK.. PROOK...
"Sudahlah baby, ayo kita pulang. Jangan menangis atau aku akan menamparmu lagi. ingat kau akan habis jika semua terbongkar!"
Elvira ditarik paksa oleh Aris. Sementara Fandi mengencangkan mobil yang ia kendarai dengan melaju kecepatan diatas maxsimal.
tak lama ia menerima pesan dari Clara dan ia membalas pesan jika ia akan menjemputnya dan mengantarnya terlambat.
.....
"Udah dihubungi nak Fandinya. Clara?" tanya Oma Seiyen.
"Udah, tapi dia sibuk sedang ada urusan. gak apa Oma. Clara tinggalin ya. soalnya Cla harus kejar kuliah Cla. dan Fandi juga..."
"Ya, dia itu anak baik. sangat bisa diandalkan perusahaan oleh Fandi. pasti sama seperti kakakmu yang pandai!" tambah Oma.
Clara mengangguk, karna ka Gilang tak akan pergi ke kantor selama ka Arumi benar benar pulih sehat sediakala. ia masih akan menemani, menjalani terapi kesehatan di penang. sampai Arumi dinyatakan bebas dan sehat dari kangker yang mengerikan itu.
BEBERAPA MINGGU KEMUDIAN.
Arumi dinyatakan sehat dan kondisi yang stabil. ia di nyatakan bisa pulang kerumah saat ini. Hanya saja pengobatan tetap masih berlanjut untuk terapi sel yang mematikan tidak tumbuh kembali.
__ADS_1
"Selamat Arumi. kamu berhasil melewatinya!" Dokter Erland berjabat tangan.
"Terimakasih akan kornea donor. hingga kini istriku bisa kembali sempurna lebih baik."
Bung.. kita sebagai pria Gentle. harus bisa ikhlas akan semua takdir. Jaga dan titip teman kecil terbaik ku ya !! Arumi selamat atas kesembuhan Awalmu. ingat jaga pola makan ya dan satu lagi, jika sembuh aku harap suamimu tau diri untuk tidak menggempurmu setiap malam. Karna kamu..,,
"Eeekh.. diam Dokter. jangan dilanjutkan jangan bicara seperti tadi. Saya tau diri dan paham, tapi perkataan dokter membuat pikiran saya bercabang dan traveling kemana mana."
"Bukan begitu Tuan Gilang.. saya hanya..,,"
Stoop... anda bisa keluar. jangan diteruskan lagi !!
Dokter Erland tertawa puas, ia hanya menggoda Gilang suami dari temannya itu seolah mengingatkan dibalik pintu. Saat pintu tertutup rapat. ia hanya menggelengkan kepala dan berharap temannya yang telah berjuang dari sakitnya bisa cepat kembali normal.
"Honey, apa sih yang kalian bicarakan. aku sampai bingung?"
"Tidak apa. Sayang aku bantu merapihkan baju semua ini. Danzel sudah menunggu kita. dia pasti senang karna sang Mama telah sembuh dan lebih baik bukan?"
"Tapi jawab dulu. apa kata Traveling dan Gempur yang dibicarakan Erland padamu Honey?"
Gilang menaikan alis, apa karna sel otak nya sedikit terambil bersama Tumor ganas.sehingga sang istri tidak peka akan keinginan hasratnya yang lama tertunda. Jika melihat sang istri sudah membaik sudah pasti ia tak sanggup manahannya. tapi apalah daya ia selalu menuntaskan sendiri ketika menginginkan.
Heii jangan tertawa kalian ya !!
Bukankah Aku Pria Normal.
Hai Readers yang setia dan budiman. apa yang kalian pikirkan? Lirih Gilang menyapa Readers.
"Honey.. kamu kok bengong?" Arumi melambai tangan ke wajah sang suami.
"Tidak apa. buka hal yang serius dan berat untukmu sayang. hanya saja berat untuk aku. sudah lupakan ya!"
ARUMI DAN GILANG.
Mereka telah sampai dan disambut oleh beberapa asisten dan pegawai Gilang.
Termasuk Mama Retna yang ikut menemani dan Oma Seiyen yang menyambut peluk Arumi. hanya saja Clara dan Fandi tak ada. akan Studi misi yang harus mereka jalani saat ini.
Arumi pun dibuat terkejut akan sahabat yang datang bersama. "Keiy, Karti dan Narti serta Merlin kalian di sini?"
Terlihat mereka mengobrol panjang Antara Oma Seiyen dan Mama Retna yang berkumpul pada semua wanita di sudut kanan.
Sementara dibalik arah berlawanan, Ada Alvin, Owzie, Ricky dan Erico saling bersulang kopi dan membahas masalah bisnis. Pria apalagi selain membicarakan pundi untuk keluarganya.
"Sayang, ayo aku bantu merapihkan ini semua ke kamar!" Terimakasih Honey. aku bahagia senang sekali hari ini.
Saat berjalan Arumi pun menatap beberapa anak kecil dan beranjak remaja sekitar tiga belas tahun.
Anak dari Owzie tiga. dua perempuan dan satu laki laki keponakan Gilang dan cucu Oma Seiyen.
Anak dari Keiyra empat terlebih anak angkat dari mama mertua serta anak dari suami Arumi dahulu. yaitu iana peri kecil yang malang. ia kagum akan sang sahabat yang mendirikan sebuah asrama panti untuk anak yang terbuang. dan mereka semua merawat dan memberikan hidup yang layak.
Sementara Karti dan Narti mereka hanya mempunyai satu anak. yaitu perempuan saja.
"Kamu sedang menghitung dan nama mereka ya sayang?" tanya Gilang. Arumi tersenyum dan berpapasan dengan Keiy saat mengambil nampan berisi buah.
"Lihat, kita menyambut Arumi dengan krucil yang membuat seisi rumah menjadi kapal pecah bukan?" tutur Keiy tersenyum. Erico menghampiri masih setia merangkul sang istri dengan manis.
"Ya benar. kalau begitu biarkan kami yang membereskan. Arumi dan Gilang kalian istirahatlah di kamar lebih dulu." tambah Merlin.
Gilang menaikan alis, idenya Adik ipar.sangat menguntungkan baginya. tapi rumah seramai ini apa bisa aku menuntaskannya ?
"Honey, kamu berpikir apa?" Tidak Sayang. bukan apa apa.
Tak lama Danzel menghampiri dan menyambut sang mama. ia mengantar mama Arumi ke kamar dan ikut menemani bersama Dady Gilang.
.
.
.
Hari itu suasana ramai penuh ceria, ada suka, duka,sedih dan kecewa. Gilang yang bersandar dan Danzel tertidur ikut memeluk di malam hari. Tak lama Gilang memindahkan Danzel ke kamarnya. lalu ia kembali merangkul peluk kehadapan sang istri.
Gilang mematikan lampu, tapi rasa gerah, gundah gulana itu membuatnya bergejolak. Sehingga ia terbangun dan saat memakai sandal dan berdiri. Gilang terkejut akan sebuah tangan kokohnya di sambut tarik oleh Arumi.
__ADS_1
"Honey... jangan pergi. aku tau kamu menahannya. aku akan membantumu. dekatlah disini!"
"Apa sayang, kamu pasti bermimpi. aku hanya ingin mencari angin karna gerah. tidurlah kamu harus istirahat sayang!"
Arumi tersenyum, ia berdiri dan memeluk sang suami. perlahan tangannya gatal untuk meraba seluruh bidak dada berbulu halus. Hal itu membuat belaian yang tak tertahan.
Tak lama Gilang terbawa suasana, ia perlahan menatap sang istri menciuminya hingga kebawah pusar dan sampai di benda tajam yang melekat sempurna itu dari sudut hingga ke ujung.
"Saa.. sayaang. Oooowh....,, syiiet...Eeeumh."
Jangan lakukan lagi. jika tidak kamu harus menuntaskannya hingga selesai!
"Honey. jangan berisik aku tau kamu tidak akan tega menggempurku. karna imun tubuhku belum stabil didalam. tapi aku akan membantumu menuntaskan dengan cara lain. agar dirimu lebih rileks."
Gilang tersenyum lebar, ia merelakan keperjakaan yang telah teraniaya oleh sang istri itu diremas, kecup, dicelupkan lalu dimakan 😂😂😂 Hahahaaa Oreo kali Aaakh...,,
Kalian Jangan Traveling ya. Biarkan Gilang saja yang Traveling disana dengan suasana menggebu gebu.
Malam yang panas mereka lalui begitu saja, meski tubuhnya tak tersentuh kontak atau tidak. Author tidak tau biarkan mereka yang tanggung saja lah.
Bye The Way.
Tunggu selanjutnya Kisah
-~~ Suami Diatas Kertas~~-
Kisah Clara dan Fandi akan ada Arumi dan Gilang yang masih satu keluarga akan hadir.
-~~ TAMAT ~~- END
Terimakasih Atas Dukungan dan Jempol jejak Koment kalian. Apalagi mendukung Vote serta hadiah lainnya untuk Dady Danzel.
Next kita Jumpa lagi Ya. !!
Sayang Kalian Semua 😊😘
Di Tunggu Pengumuman di sini Ya.
Beri Author Tiga Hari Untuk Merapihkan Sinopsis dan Covernya.
Jari Author lelah ngejar ngetik di Apk lain.
Tetap setia memberikan cerita tanpa Koin berbayar di sini. Karna Author berterimakasih atas dukungan Readers semua. Aku harap selalu berikan Like dan Vote agar tetap bersemangat.
Karna Readers di sini menanti cerita dengan Apresiasi Kuota. aku terenyuh akan like kalian di karya lain Author. Terimakasih Ya.
Boleh lah Author minta Apresiasi Like, komen,dan Vote nya. 😚
Heeeeh.. Jadi Curcol Author Maaf Ya !!
---Stay Terus Cerita New---
Setelah up Selanjutnya. 👉
Bye.. Bye.. See You Next Cerita Terbaru.
.
.
.
Jika belum Mampir.
Yuuks baca.
"Wanita Seperti Dia." end
"Love My Flaws Hubby." end
"Salah Jodoh." Masih ngegantung akan berpisah mereka.
Aku bingung, karna karya itu temen ku yang buat udah tiada. Sinopsis dan alur ceritanya juga ilang, aku hanya mengetik saja. Minta doanya agar ia tenang amiin. Ditunggu aja next lanjut atau di tamatkan cerita "Salah Jodoh." koment jika berkenan.
🌹 **Happy Reading** 🌹
__ADS_1