Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 82


__ADS_3

🍀 Kejutan Gilang part 2 🍀


Arumi tiba di hotel tak jauh dari rumah sakit.ia mengatur nafas,ia sengaja menjauh tak berani bertemu tatap pada gilang.Aksi nekatnya membuat ia malu,ia pasti akan dicap wanita yang selalu mengejar pria."Lagi lagi dona kaka kelas itu,selalu saja membuat ulah.bahkan dikehidupan ku kembali lagi.bagai dejavu dan flashback beda tipis kembali kedunia nyata ku kini."gumam Arumi.


Dua jam berlalu arumi yang telah berendam,ia mandi menghilangkan rilexs nya.menghilangkan debu dan kekesalan pertaruhan tadi.apa yang harus aku katakan nanti ketika Gilang kembali dihadapan.selesai ia mandi ia makan dan mencoba berbincang pada danzel di paris lewat vcall ponselnya.


ia pun merebahkan diri,tak lama pesan mama le'un.Jika satu jam lagi.Dani akan kemo yang kedua kalinya.arumi menghela nafas ia lupa akan janjian pada mama le'un.padahal baru saja ia ingin memejamkan mata.saat itupun arumi bergegas.


Ketika arumi masuk lift dari pintu kanan dan tertutup.Tiba saja gilang keluar lift dari pintu kiri.ia tak mengetahui jika arumi dan dirinya sama sama menginap dihotel dan lantai yang sama."Mungkin itu jodoh...hehee author merencanakan seperti itu takdirnya...hihii jangan dibuly ya!"


"Fandi..kau coba cari dimana arumi menginap sekarang juga,sepuluh menit waktumu.Jika tidak kau akan tau bulan depan dan bulan ini.kau tak akan menerima gaji sepeserpun dan lembur dalam masa kesalahan!"


"Haaah..atasan dan sahabat yang terlalu.padahal aku sudah membantunya tapi dia masih saja selalu menyalahkan.kau tak bisa mengejar coba lah untuk diet agar tubuhmu sedikit tinggi untuk melangkah mengejar Arumi!"lirih Fandi.


"Kau bilang apa Fandi?"tanya Gilang.


fandi pun terkejut karna masih tersambung.dan ia mematikan ponselnya.sementara gilang kesal mengetuk pukul layar ponsel dengan jelas tertulis Fandi,karna ia bisa bisanya bicara seperti tadi menceramahinya untuk diet.


Arumi telah sampai,kini ia berada diruangan kemo bersama Dani.satu jam berlalu menemani.arumi yang hendak pergi tangannya dipeluk erat oleh dani."Jangan pergi ku mohon!"ucap Dani.suara tipis itu membuat arumi duduk diam menunggu.


Setengah jam berlalu,arumi berhasil melepas erat tangan Dani.ia menarik selimut untuk dani.


"Maafkan aku dani,aku hanya bisa menemanimu hanya sisi kepedulianku saja.ku harap kamu sembuh dan kembali melanjutkan hidup demi putrimu iana!"


Tak lama,mama le'un mengetuk pintu."Sayang maaf mama terlambat.sebentar lagi ada suster pribadi yang menjaga Dani.jadi kamu besok bisa kembali bekerja dengan tenang!"


"Ya..mama terimakasih.tapi mii janji akan meluangkan waktu sering berkunjung.kabari Arumi jika ada suatu hal.kita tetaplah keluarga bukan.arumi anggap mama itu bukan sekedar mama mertua dahulu.mii anggap mama sendiri."


"Ya sayang..mama bersyukur mengenal kamu."


lalu arumi menatap satu helai kertas resep obat."Biar mii saja yang tebus,mii akan kembali sebentar lagi!"Mam le'un pun tersenyum.


setidaknya kini ia tau perasan arumi sekarang yang sudah move on.ia tak bisa memaksa Arumi untuk menerima Dani.setelah perkataan arumi tadi bicara ia mendengarkan tak sengaja.mama le'un berharap Dani bisa tegar melanjutkan hidup sehatnya,setidaknya demi putri kecilnya.

__ADS_1


Selepas arumi menebus obat untuk Dani.ia teperanjat kaget ketika seseorang menariknya.ia masuk menatap ruangan kamar kosong pasein yang tak ada."Gilang kamu disini?"


"Heuumph..kenapa kamu lari dan bersembunyi,


apa kamu malu?"ucap Gilang.


Untuk apa aku malu,memang aku buat apa padamu sehingga malu benak arumi."Kamu tadi bertaruh pada Dona,demi aku ya mii.. ?"


Gilang mengkrilit alis,"Tidak untuk apa.memang kamu perlu untuk aku pertaruhkan?"balas Arumi menyangkal.


"Baiklah..lihat video ini!"video durasi lima menit percakapan arumi saat selesai bertaruh.


membuat ia tak bisa berkata apapun.ia terdiam dengan bingung untuk alasan apalagi karna jelas pertikaian nya pada dona amat jelas.


"Sepertinya itu wajah arumi lain,atau wanita yang mirip.tadi aku tidak kesana aku di rumah sakit terus."ucap Arumi.nafas tersenggal ia tak berani menatap Gilang terlalu lama.debaran itu semakin kencang saat tubuhnya sangat dekat dengan aroma tubuh Gilang.


"Benarkah...?kalau begitu aku harus menghukumnya,aku harus menghukum wanita yang berpura pura menjadi arumi.


ia tak punya waktu lama rasa rindu itu,dengan beberapa menit.Gilang merengkuh kedua tangan arumi,menghimpitnya dan mencium ranum bibir arumi yang manis dan seksi.


"Kau..mau apa aaakh.."arumi hanya bisa menerima,ia juga sangat rindu akan pria dihadapannya itu.ia membiarkan Gilang mengexplore ranum bibirnya selama tiga menit.


Sudah..pergilah.aku tidak ingin kamu terlihat cantik dengan warna bibirmu.aku tau kau menemani dan peduli pada mantan suamimu itu.tapi ingat jangan pernah berdandan cantik.


kau hanya milikku !


Gilang pun menggandeng arumi keluar.ia menunggu didepan pintu dimana Dani dirawat.


segera mungkin ia bertemu mama le'un.sepuluh menit ia pamit.terlihat dani yang sedang disuntik tenang.ia juga segera pamit padanya.


"Kamu pasti lelah arumi,wajahmu pucat?"ucap Dani.nada pelan dan halus.


"Ia..aku pamit ya,karna esok aku harus mulai bekerja.semangat sembuh untuk iana.kamu pasti akan sembuh." ucap Arumi.

__ADS_1


Hatinya berdetak,jelas ia pucat karna perlakuan tiba Gilang.saat itupun ia mengekor dan menuruti kemana gilang menggenggam tangannya.Tiba disatu hotel ia terkejut,"Kau mengapa ajak aku kesini?"jelas arumi berfikir gilang mengetahui ia menginap disini


Tak lama..beberapa staff tertunduk dan menyapa."Selamat sore tuan gilang,kami akan memberikan pelayanan dan makanan bintang lima dihotel ini.sungguh istimewa tuan gilang memilih tinggal dan menginap dihotel ini,sungguh penghormatan bagi kami sangat senang,berikan komentar masukan jika tidak nyaman!"


Gilang membalas dengan ramah, sementara arumi tersenyum.tak lama dilantai yang sama.ia terkejut akan kamar yang bersebelahan dengannya."Kamar ku disana gilang!"


Gilang menatap bingung.sungguh kebetulan dilantai yang sama tapi fasilitas berbeda.


"Baiklah kau harus ke kamar ruangan ku tinggal,aku tak ingin penolakan.akan ku suruh staff hotel mengemasi barangmu dan memindahkannya tanpa tertinggal!"


Tapi..aku ..tapi gil..?Arumi belum selesai berbicara.pintu card telah terbuka.ia pun telah ditarik sudah masuk kedalam kamar.ia hanya terdiam kaku di balik pintu.sementara Gilang telah bergegas ke kamar mandi.ia menyalakan air sangat kencang.lalu mengabaikan keberadaannya yang masih gugup dan bingung.


"Gilang..hah..kunci cardnya dimana dia letakkan.aku ingin mandi dikamar ku saja.sungguh pemborosan jika aku tetap berada di kamar ini!"


"Arumi kemarilah...aku menunggumu!"


Gleuuk...apa katanya ia bilang apa tadi ?


Arumi menoleh dan berteriak berusaha untuk sadar jika ia salah dengar.


.


.


.


Nah lho..kira kira ada tragedi apa lagi ya...


pasti readers sudah bercabang memikirkan nya kan?


Ditunggu update selanjutnya ya !!


🌹 Happy Reading 🌹

__ADS_1


__ADS_2