
🍀 Dilema 🍀
"Arumi... sayang apa mama boleh ikut duduk bergabung denganmu?"Arumi terkejut,ia menoleh menatap seseorang wanita paruh baya mendekatinya.dan ikut duduk di hadapannya.
"Mama... sedang apa disini?"tanya Arumi.
Mama le'un memeluk Arumi.ia meminta maaf akan segala hal yang telah menyakiti luka sang papa,ia melakukan segala hal bodoh agar sang putra bahagia.Namun karna kesalahannya dani tak teratur meski ia menikahi bella.
Arumi pun mendengarkan penjelasan ketika Dani telah mengabaikan Bella.bulir air mata tak tertahan sehingga ia pun tak bisa menyembunyikan air mata.sudah banyak tisue basah oleh kedua wanita di kedai seven.
Dua jam berlalu,"Mama tidurlah sementara di kediaman arumi!"mama leun menatap wanita yang dicintai sang putra.ia memang salah telah gagal menyakiti dan membiarkan dani menikahi bella,andai dahulu ia mencegah.dan berbicara pada arumi mungkin ia akan berlapang.Mungkin kondisi putra semata wayangnya kini tak akan sakit parah.
"Mama.. jangan memikirkan hal buruk,arumi sudah melupakan dan memaafkan tentang dani dan soal papa dahulu.hanya saja saat itu ada bella dan bayi dikandungan bella tak bersalah.setiap pria yang ditinggal istri terlalu lama,dengan masalah mii ia pasti akan jatuh cinta kembali bukan?"
Mama leun semakin menangis sendu,ia mendengarkan perkataan arumi.mengingatkan dirinya dahulu namun ia bersalah akan aroma racun yang dibubuhkan kedalam bubur tjin saksono.ia adalah papa dari arumi,juga kisah masa kelamnya."Apa kamu mau kembali pada dani sayang,pikirkanlah mama mohon padamu arumi sayang."
"Maaf.. mii tidak bisa memutuskan untuk membantu dani sembuh,hanya saja keberadaan mii pada dani hanya sebatas peduli.Arumi harap mama tidak memaksa lagi.tapi mii janji akan membantu dani dimasa sulit!"
Mama le'un tersenyum dan mengerti.Jika kini dihati arumi sudah bukan putranya.tapi ia akan berusaha untuk mendekatkan kembali arumi pada dani agar kondisi sang putra sangat baik.
dan keberadaan arumi adalah obat dari segala kesembuhan sang anak tercintanya.
Arumi pun mengantar mama le'un kerumah sakit.dimana dani dirawat,karna ia tak ingin menginap di kediaman arumi.sesampainya arumi pamit dan berjanji jika pagi sekali akan kerumah sakit untuk mengantar perpindahan dani ke rumah sakit terbaik di jakarta.Sekedar perpisahan dan janjinya sebatas peduli.
.
.
.
Sampai dirumah Arumi menatap rumah sebelah,rumah yang di tinggali Gilang.ia melihat amat sepi.ia mendongak dan melirik kearah rumah itu.ia pun mencoba mengetuk pintu sekedar menyapa dan bertemu dengan Gilang.kejadian beberapa hari lalu membuatnya yakin jika dirinya akan sepenuhnya berjuang mendapat restu dari oma.
"Fandi..apa gilang ada didalam?"
"Arumi..Gilang sedang kurang sehat.cobalah esok karna sedang istirahat."
"Apa..kalau begitu bisa aku masuk kedalam?" Arumi menatap Fandi.Kenapa aku tak boleh masuk.apa ada oma seiyen didalam?Fandi pun menggeleng.Aku mohon ada hal yang ingin ku bicarakan penting.pinta Arumi memohon.
"Besok saja datang lebih awal.sudah tidur ku mohon jangan mempersulit keadaanku sebagai bawahan nona arumi!"
Arumi terdiam,tidak biasanya Fandi bicara seserius itu padanya.ia pun melangkah kembali kerumah.lalu ia menatap pintu,sesekali menatap balkon menatap jendela kamar Gilang.kamar yang biasanya terang kini padam."Apa perusahaan sedang tidak baik.
__ADS_1
sehingga ia tak ingin menemuiku padahal ia telah kembali dari siang?"gumam Arumi.
Arumi membersihkan diri,ia pun berlalu menyiapkan esok untuk pergi kekantor.
kali ini ia pergi ke kamar Danzel.ia memeluk sang putra dan mencium keningnya.
"Maaf kan mama yang selalu sibuk sayang,mama akan mencoba membuka bisnis agar seharian penuh mama tak pulang larut dan meninggalkan pertumbuhan emas dan melewati masa lucu indahmu sayang."lirih Arumi.ia tak sanggup akan beban yang menumpuk.tapi ia mencerna segala hal.
Gilang sang kaka kelas terpopuler dikelas 12 bukanlah yang ia kenal.tak seluruhnya ia mengetahui kebiasaan buruk,baik dan kesukaannya.karna saat itu ia begitu angkuh dan menolak.ia pun mencoba mengirim pesan pada sang sahabat.lalu ia tidur dengan memeluk sang putra.
Keesokan paginya.arumi yang telah bersiap rapih jam enam telah sibuk,ia membuatkan bekal untuk sang anak."Mam..kenapa kita datang lebih awal kesekolah?"
"Danzel sayang,mam.. akan menemui pihak sekolah sekedar berkunjung.lalu mam akan kerumah sakit..karna ada teman mama yang membutuhkan mama dan menunggu.mam akan antar Danzel dengan suster ya! Maaf jika hari ini membuatmu sibuk lebih awal sayang."
Setengah jam berlalu mereka tertawa dan sarapan,arumi bersiap dengan mobilnya.
ia mengantar sang putra sekolah ditemani babysister.ia pun menitipkan Danzel sampai tiba ia dirumah.
"Dah.. sayang semangat belajar nya ya nak!"
"Ya..mam danzel akan pintar dan cepat dewasa.sehingga mama tak perlu lelah lagi."
Arumi pun berlalu bersama suster lani,karna ia akan menunggu oma berjaga dirumah sakit.
sekaligus menemui dani dan mama le'un.
"Sus,mii akan terlambat pulang.. tolong jangan biarkan oma yani tau.jika mii menjual rumah peninggalan papa.sekaligus Gilang tolong bantu rahasiakan!"Ya mii.. sus akan berjanji.
.........
Gilang yang telah keluar dari rumah menuju kantor."Kemana penghuni sebelah,apa terlambat.putraku danzel apa belum berangkat karna sang mama yang sibuk?"tanya Gilang.
"Tidak.. bi asih pembantu dirumah berkata,jika semua penghuni rumah telah berangkat satu jam lalu."
Gilang menatap jam yang melingkar."Apa ada hal yang mendesak sepagi itu?cari tau ada apa dengan Arumi fandi!"
Fandi pun menjelaskan,jika arumi akan telat sampai kantor karna ada urusan.ia menjelaskan akan kerumah sakit,fandi pun sudah menyuruh orang untuk memantau kegiatan arumi dari jauh.Gilang terdiam dan menatap ponsel,ingin sekali ia menghubungi arumi.namun kekesalannya ia tak sanggup jika masih dalam keadaan amarah.janjinya pada Danzel untuk tak ingin membuat arumi menangis,berbalik untuk memendam dan mengontrolnya dengan menyibukkan dan melukai dirinya adalah obat untuk meluapkam amarahnya.
Setengah jam berlalu arumi memeluk oma le'un.ia pun menatap dan mendekat pada Dani.
"Berjuanglah..aku akan mencoba datang untuk kemo menemani mama le'un.aku akan mengurus cuti,dan membawa danzel pergi
__ADS_1
bersama.jadi berjuanglah untuk sembuh demi putrimu iana!"
Dani tersenyum,ia berterimakasih dan spontan Dani memeluk arumi.ia begitu syok akan pelukan dani yang tiba saja.meski ia adalah mantan suami,semua ia lakukan agar dani berjuang sembuh untuk putri yang membutuhkannya. Arumi dihati dan pikirannya tak berniat untuk kembali pada dani.
ia lakukan kini karna janjinya pada mama le'un agar Dani terdorong dan semangat untuk sembuh dan mengikuti prosedur kemo.
Dikantor.
Arumi menatap seisi karyawan,terutama antie dan bibie menanyakan mengapa ia terlambat.
tak lama notif ponsel dari heru jika ada seseorang yang akan membeli rumahnya dengan harga yang sepakat meski melalui agent.
Arumi menatap ruang meja gilang tak ada,ia pun melihat secarik berkas untuk meminta arumi datang kelantai 7 menemui meja rapat.
segera ia berlalu dan menyiapkan dan meminta ijin jam makan siang akan terlambat sampai kantor,karna ia akan menemui agent perumahan dan heru sang sahabat.tapi ia memikirkan cara agar Gilang tak curiga.sehingga ia akan berbohong dan membuat alasan yang tidak jujur.
Braagh...sebuah ponsel tablet Gilang lempar.dengan cekatan pesuruh Fandi segera meninggalkan ruangan itu.Fandi pun mengambil sebuah ponsel itu dan meletakkannya kemeja dengan pecah.ia menatap foto yang membuat Gilang tak konsen dan mengepal jarinya.ia meninju tangan nya ke pintu kaca sehingga retak dan meninggalkan memar.
"Beraninya Arumi berpelukan pada mantan suami yang telah mengkhianati?"tanya Gilang.
Fandi hanya menghela nafas,sebagai sahabat diluar kantor. ia tau benar watak dan sikap emosi berlebih,"Tenangkan dirimu Gil, bisa saja semua salah paham. Lagi pula kau hanya melihat video tanpa suara Arumi dan Dani!"
.
.
Hadeuuh... author jadi nervous takut.kira kira Gilang marah karna sebuah photo.
Apa yang akan terjadi nanti..aku juga belum tau tapi... harap readers tunggu update selanjutnya ya.
Makasih udah selalu ikutin jalan cerita receh ini.
Ditunggu update kembali senin.Tetap menunggu ya !
.......
Author mau refresh di hari libur, cicilan bab Author buat di hari senin karna hari ini 3bab meluncur dijam yang berbeda.Sengaja biar Readers penasaran Apa yang dibuat gilang dan Arumi nanti 😁.
Tunggu dan intip selalu,tekan love agar ga ketinggalan.
🌹 Happy Reading 🌹
__ADS_1