
🍀 Terpesona 🍀
"Kamu.. kenapa bisa sampai disini,tau dari mana kediamanku?"tanya Arumi.pada Zack.
"Bisa kita bicara sebentar!"
"Arumi yang masih sedikit lembab,pakaian yang terpecik hujan.ia pun meminta nya menunggu.tunggulah sebentar Zack,aku akan segera kembali!"
Oma yani memberikan teh hangat,dan camilan.serta menanyakan kabar dan segala hal,Juga menayakan kabar Herdaus sang papa dari Zack."Kesehatan nya mulai tak begitu baik,tapi Zack tak bisa memaksa untuk Arumi menerima hati Zack,sekaligus meminta maaf dan mengirim Undangan."
Oma yani tertegun,dan menatap undangan itu.Setengah jam kemudian Arumi kembali,dengan rambut yang basah melingkar handuk kecil berwarna hitam.Lama Zack berdua bercerita amat serius.Arumi merasa lega di endingnya Zack bisa menjadi lebih baik,"Sudahlah Zack itu hanya masa lalu,mendengar dirimu jauh lebih baik aku sudah senang."tutur Arumi.
Danzel pun mendekat ke arah Zack,ia memang anak yang supel pada siapapun,Arumi merasa cemas.karna sampai saat ini Danzel belum tau akan siapa ayah sebenarnya,perasaan khawatir dan perkataan yang tepat untuk usia Danzel memang sulit."Ya,Zack aku belum memberitaunya.karna pemikiran usia Danzel pasti banyak pertanyaan lain,kau kan tau konflik ku seperti Apa?"ucap Arumi.menjelaskan pada Zack.
"Maaf Arumi,semua terjadi karna akulah penyebabnya.aku minta maaf!" Zack menggerutug kesalahan fatalnya.Ya aku sudah memaafkanmu dari jauh sebelum kau datang Zack,sudahlah tak usah dibahas.itu membuat luka menjadi basah.karna permasalahan itu aku jadi ingat tentang Dia.
Zack pun terdiam,ia baru mendengar jika Arumi telah resmi berpisah,"Aku pernah meminta Keiiyra,untuk menghancurkan resepsimu saat itu,tapi terhalang oleh Erico."
"Ya.. Aku sudah tau,keiiyra cerita dan memang terlambat.tapi semua sudah jadi bubur Zack.aku hanya fokus pada Danzel untuk saat ini.belum memikirkan kembali berkeluarga,meski suatu saat nanti Danzel mengetahui dady biologisnya."
Selepas Arumi mengantar Zack pergi.terlihat di halaman.Gilang menatap pria itu datang dan disambut oleh arumi,"Beraninya pria itu datang,mau apa dia?"Gilang melangkah tanpa sepengetahuan Arumi.ketika ia masuk kedalam rumah,Gilang mengejar langkah Zack dengan mobilnya.
"Untuk apa kau datang,apa kau ingin mengacau?"Heuumh.. aku datang untuk niat baik.tak ada niat buruk apapun,sudah membaik tulang kakimu Gilang?tanya kembali Zack.
dipersimpangan mereka berdebat dengan mobil yang menyilang.Hingga mereka beradu argumen.
.
.
"Mii.. ke supermarket dulu ya oma,ada yang mau titip?"tanya Arumi.tidak ada sayang aakh ya belikan vitamin C saja.
Tak lama Arumi memakaikan seat belt Danzel.
ia menyetir dan bercerita.
"Mam.. aku ingin ice cream,apa aku boleh memakannya?"Heuum tentu sayang.mama juga menginginkan mie panas,bagaimana kita ngemil di kedai seven?Danzel mengangguk mau,karna saat di malam dan hari libur lah waktunya bisa bersama.Arumi pun menyetir namun ia terperanjak ketika melihat dua mobil berlater L di sisi jalan persimpangan.
"Mama..itu uncle dady,dan uncle Eek kan?"uncle Zack nak! Danzel akan panggil ya mam.Un...!Sssst... Danzel stop untuk berteriak memanggil! Mam Jangan tutup mulutku dengan cepat,Danzel tak suka!Maaf handsome mama spontan,seperti nya uncle itu sedang sibuk,mama akan mengambil kunci pagar pada uncle Gilang ya.
__ADS_1
Perlahan mobil Arumi melewati dan membuka sedikit kaca,tapi mereka masih serius.Arumi terkejut dengan perkataan Gilang dan Zack.
sehingga ia yang berjalan lambat.terhenti segera menepi di belakang mobil Zack.
"Danzel..tunggu disini sebentar ya,mama akan segera kembali!"
Arumi mengendap dari balik celah belakang.
ia ingin menyapa,mengapa Gilang mengenal Zack ?namun karna perkataan mereka yang berdebat,membuatnya mengurungkan dan kembali kedalam mobil.lima menit ia mendengarkan,kini ia menyetir dengan pikiran kacau dan berlalu.
"Ada apa mam.. apa mama sudah ambil kunci pagar yang dibawa uncle Dady?"Gleek.. Arumi tersenyum... Euum sudah nak,seperti nya mama lupa kunci itu tidak ada pada Uncle Dady.
Danzel tersenyum menatap wajah sang mama.
sementara Arumi terdiam."Apa yang baru saja aku ucap?"Mama Danzel senang,apa boleh kita menyebutnya Dady.
"Tidak sayang, mama salah tadi itu mama salah,mungkin karna Danzel selalu menyebut itu mama jadi latah,baiklah Danzel mulai saat ini ucap Uncle.Bukan Uncle Dady oke! No.aku tak mau mama.balas nya,dengan gaya kedua tangan menyelingkap dan merajuk menatap arah depan,seolah menatap jalan.
Sepuluh menit berada di kedai seven,Arumi
menatap sang anak masih duduk tak menatap wajahnya."Danzel mama minta maaf,oke mulai saat ini Danzel boleh memanggil uncle Gilang,Uncle Dady atau apapun!"
Dua puluh menit berlalu,Danzel yang senang memakan ice cream dan bercerita panjang.Arumi yang mendengarkan dengan makan mie panas yang pedas.membuat matanya berair.Seolah makanan ini hanya satu satunya,membuat ia terhindar dari stres dan terlalu banyak yang ia pikirkan untuk cepat berakhir.menurutnya makanan pedas bisa membuat air mata jatuh tanpa sakit di dalam hati dan suasana buruk menjadi lebih baik.
Sampai di depan rumah,Danzel yang di sambut oma yani.Ia segera memeluk dan bercerita.lalu melaju ke kamar."Good night mom,love you mom."ucap Danzel. Arumi tersenyum dan membalas dan mencium kening sang anak.
Ketika ia masuk,dan mengambil belanjaan.lalu ia menutup kembali pintu mobil.Namun ia terkejut seseorang sudah menatapnya."Haaah... ya ampun kau mengagetkan berdiri,minggir menghalangi jalan saja!"ucap Arumi.ia begitu kaget ketika gilang berdiri dari belakang tubuhnya dengan mata yang diam,wajah tanpa expresi dan memakai sweater putih berkerah tinggi dan celana putih.menatapnya tanpa berbicara melihat dirinya dari ujung kepala dan meninggalkannya.
"Pria aneh berdiri,datang,pergi semaunya tanpa suara."
Bruugh... !!
pintu pun Arumi tutup,ia tak menghiraukan keberadaan Gilang.baginya ia hanya tetangga dan atasan nya kini.dan sampai kapanpun.
ia berjalan menuju dapur meletakkan semua belanjaan dan ke kamar bergerutu dengan perkataan yang amat kesal.sementara suster lani yang mengambil minum pun tertegun kebingungan.
.
.
__ADS_1
.
ke esokan harinya.
Arumi yang telah berada dalam kantor,ia berangkat dari rumah amat pagi.Guna menghindar dari tetangga sebelah.Ia pun melirik jam yang melingkar masih amat pagi.
hanya security dan resepsionis yang sudah datang bersamanya.Ia pun mengecek segala berkas dan statistik namun ia sedikit kebingungan,table ini naik turun seperti monitor nyawa manusia ketika sedang sekarat.
ia pun memencet tombol chat pada sahabat.
"Keiiyra maaf sepagi ini aku sudah berhumor,apa kamu tau tentang ini!"
Arumi mengirim gambar tentang hari pekerjaannya.lima menit pun dibalas.
"Mii sayang,sebentar aku kirim surel ke emailmu ya!bagaimana pekerjaanmu hari ini,apa kabar nya,apa Gilang mempersulitmu?"
"Dia selalu menjadi pria yang aneh menyebalkan keiiy! Gleek.. Arumi terdiam dan menutup ponsel dan membalikkan layar ponselnya.ia letakkan di meja samping laptop.
Sebuah wajah sudah mendekat kewajahnya dari arah belakang,Gilang menatap monitor laptop tepat merangkul bersejajar dengan wajah sampingnya.ia berbicara menjelaskan letak kesalahan nya dalam data dan grafik.
Arumi merasa sedikit kering,rasanya ingin berlalu mencari minum ketika wajah Gilang amat dekat,bagaimana tidak ia menoleh ke sumber arah suara itu.tapi wajah gilang dekat dengan pipinya.yang ia pikir Gilang datang mengintip ponselnya karna ia sedang chatting dengan Keiiyra dan membicarakannya.
"Seperti ini,jika kamu kesulitan fandi akan memberikan data untuk kamu pelajari Arumi! Satu lagi buatkan kopi Americano jangan terlalu manis.antar ke ruangan saya sekarang!"
"Aku, buat kopi,yang benar saja?hei... tapi!" Arumi terdiam ketika Gilang menoleh menatap Arumi dan menaiki alis nya.Apa ada yang salah aku memintamu membuatkan, sekretaris baru?balas Gilang.
ia pun berlalu ke pantry guna menghindar berdebat.Ia sadar karyawan baru dan bekerja kantor dalam ruangan.dasar pria menyebalkan.
kakak kelas yang selalu menindas,dari dulu hingga sekarang kenapa selalu berurusan kembali.Semoga Heru memberi kabar,rasanya rindu dunia akting.bekerja seperti ini amat kaku.aku bisa cepat memutih ubanan jika seperti ini.
Arumi pun mengantar coffe.lalu meletakkannya di meja.kini sudah ada beberapa karyawan yang berdatang dan ia terpana dan tersenyum
dengan dua orang yang tak asing.siapa mereka..?
.
.
Happy reading,terimakasih readers dan selalu beri dukungan.like,vote,dan hati tanda love agar tak tertinggal. sekali lagi tekan tanda love diklik.
__ADS_1
---Bersambung---