
🍀Salah paham🍀
Toook...toook.
Arumi mengetuk pintu,ia masuk dengan beberapa map berkas hitam yang ia bawa.ia pun masuk ketika fandi memintanya segera menemui Gilang.
"Apa rapatnya sudah selesai fandi?"tanyaArumi.
"Heuum..selesaikanlah,ada rapat yang belum selesai antara dirimu dengan bosmu!"
"Bosmu..kamu menunjuk itu pada aku,dia kan atasanmu juga.arumi menarik langkah Fandi.
katakan ada apa didalam..?"Segeralah masuk.tenangkan Gilang karna suasana nya tidak baik.
Arumi terdiam,membiarkan Fandi melangkah jauh.hingga ia masuk dan tepat dimeja kebesaran Gilang.meski ia duduk membelakanginya.ia menatap tablet rusak.
"Owh..pasti database di ponsel itu penting,
namun rusak sehingga rapat tertunda."
"Aku datang untuk membawa ini Gilang.ini yang kamu perlukan kan nanti,maaf aku ijin terlambat datang.dan siang nanti aku ijin untuk menemui teman,aku harap kamu mengijinkannya.tapi setelah selesai semua.aku akan kejar pekerjaan yang tertunda!"
Gilang memutar kursi,disaat sedang berdua arumi memang memanggilnya nama.ia menatap wajah wanita itu dengan tajam.ia merasa ada yang aneh dengan tatapan Gilang,jauh berbeda semenjak kembali dari paris."Apa ada masalah,apa tekanan klien perusahaan yang korupsi membuat hatimu sulit tidak tenang saat ini ?"tanya Arumi.
Gilang berdiri mendekat ia menatap wanita itu hanya itungan jengkal.ia rengkuh pundak wanita itu dan berkata,"Ya aku ijinkan,kembali lah ke ruanganmu.aku sedang sibuk dan untuk beberapa saat aku akan sibuk dikantor,tetaplah dirumah biarkan aku nanti yang menemuimu!"
Arumi tertegun,ia tak mengerti akan sikap Gilang yang drastis 180º.ia melangkah dan berlalu hingga di depan lift.ia pun lupa ada hal yang ingin ia bicarakan soal pertemuan kemarin malam dengan Dani.ia berusaha ingin menjelaskan agar Gilang...,kelak ia paham jika apapun itu ia akan terbuka dan berbagi padanya.Arumi pun kembali keruangan.namun saat berbelok ia menatap Gilang berjalan cepat dengan dua orang klien serta Fandi.ia melewati arumi dalam sekejap.ia masuk kedalam lift bersebelahan tak menyapanya.
"Ada apa dengan Gilang?"arumi sejenak berfikir di ruangan kerja.ia tak konsen akan sikap Gilang.ia merasa kecewa setelah malam panas,
mengapa pria itu sangat berbeda dan tak manis tak seperti biasanya.
Jam makan siang,pertemuannya dengan heru dan agent.ia pun menyepakati jika akhir pekan ia akan kejakarta untuk mengurus segala hal rumah yang ia akan jual.Terlebih jam pertama kalinya ia akan menemani dani kemo bersama mama le'un.
"Kemana lagi dia?"tanya Gilang.
Fandi menjelaskan,jika Arumi kini telah bertemu dengan seorang agent.tapi heru sahabatnya tak menjelaskan dan bicara jika ada bisnis baru.arumi pun melarangnya untuk berbicara alasan detail.Gilang semakin kesal,rasa perasaan semakin berkecamuk,
wanita yang ku cintai kini bertindak sendiri dan tak terbuka padaku.itu sangat real bagus..ia tak menganggap keberadaan aku.
Bruugh...kepalan tangan ia tinju kembali pada sebuah meja.sehingga fandi selalu berusaha tenang,meski ia selalu merasa tak aman jika tabiat sahabat dan rekan kerjanya itu kembali marah dan emosi seperti semula.
__ADS_1
Fandi hanya memutar mata,jelas dia yang menolak arumi untuk menemuinya.Tapi fandi paham akan emosional yang berlebih,ia juga khawatir jika arumi mengetahui sifat buruk Gilang.ia akan pergi semakin jauh.sungguh ia bingung akan posisi kedua pasangan yang dimabuk asmara,karna jujur fandi belum pernah menjalin hubungan serius.
Arumi telah sampai dirumah,ia memeluk sang anak.dan terlihat Clara serta oma seiyen ada didekatnya.
"Oma.. selamat sore,apa kabar ?"tanya Arumi.
"Baik..ka kami baik,owh ya danzel ikut kerumah ya.ka arumi tenang saja danzel akan aman.Jika ka arumi lelah istirahatlah dan jika ingin ke rumah sakit,Clara akan menjaga Danzel."
Arumi pun masuk dan tersenyum,sementara menatap oma seiyen.ia masih diam dan membuang wajah.rasa ketidak sukaannya selalu ditampilkan secara terbuka.Clara pun berbisik."Ka.. rileks ya,jangan ambil hati sikap dan perkataan oma yang tajam!"
Heuum..arumi tersenyum."Clara ayo masuk!"ucap Oma seiyen.
"Mam..aku ikut aunty dan oma ya?"Ya sayang mama...jangan nakal.
Arumi merasa jauh,tapi kesibukannya mencari pundi tak bisa ditolak.ia pun harus selalu tegar,Jika kasih sayangnya dan Danzel adalah penerus kelak untuk perusahaan keturunan oma seiyen.sehingga ia berendam dan mencoba yoga dimalam hari dengan aromatherphy.
Dua jam berlalu,arumi merasa sepi dan sendiri.
ia pun menerima notif email sahabat keiiyra."Mii.. sayang apa kamu baik disana?maaf aku baru bisa balas..aku akan berikan surel email baru owzie,kamu tanyakan langsung padanya ya.aku coba chat Narti.
dia sepupunya juga tidak dekat,hanya owzie yang paham.Bagaimanapun kamu dengan Owzie dan Gilang lebih akrab,paham kebiasaan mereka.aku tak begitu dekat dengan Gilang.
Arumi mengerutug bodoh,jelas kala itu ia dekat dengan narti.meski narti juga tak paham kebiasaan buruk saudaranya itu,tapi saat itu masih terlalu dini untuk memahami sikap dan sifat..terlebih sudah lama owzie dan Gilang terpisah.oma seiyen hanya menganggap Gilang sang pewaris dari keluarga,dan hanya keturunan gilang dan clara yang mendapatkan
kekayaannya kelak.
..........
"Fandi..dimana Gilang?"tanya Arumi.
"Dia sedang berlatih."
ia menghela nafas,dan menjelaskan.
Setengah jam Arumi sampai digedung Cgx.
ia khawatir akan lebam tangan Gilang.terlebih ia datang untuk melatih tinju. ia ingin tau apa yang terjadi pada Gilang,sehingga ia merasa pria yang kemarin manis sekarang terasa menjauh dan ingin menghindar.Arumi pun berlari dari lantai ke lantai sudut ruangan,ia ingin menjelaskan perihal ia bertemu dengan Dani.
"Gilang... maafkan aku yang tak peka,jika fandi tak menjelaskan.aku akan merasa bersalah.aku tidak ingin kamu salah paham perasaanku pada Dani hanya kepeduliaan tidak lebih."lirihnya.
Fandi pun masuk kedalam rumah, ia menghubungi seseorang untuk menanyakan.
__ADS_1
hal yang terjadi pada dani apakah benar ia sakit parah.Sehingga ia bisa memberi penjelasan pada Gilang akan video dan photo yang membuat Gilang emosi memuncak,jika semua benar - benar salah paham.
Arumi berlari,ia menatap satu sudut ruangan.terlihat Gilang sedang berteriak dan memukul tinju pada sebuah alat.arumi tersenyum dan melangkah ingin memeluknya dari belakang.tapi saat tiga langkah ia terperanjat mundur,ia mengintip dibalik dingding pembatas.hatinya terkejut akan seseorang wanita yang tiba saja datang,mendekat pada gilang.
"Baby.. sudahlah istirahat,amarah emosionalmu akan sia - sia.tidakah kalian saling bicara?"tanya Wanita.
"Haah.. dasar pria sudah mencicipi,pasti akan melupakan. Jadi seperti ini sifat aslimu!"
Arumi pun mundur melangkah, ia berlari kencang di setiap sudut dengan pipi yang basah.Berlari dengan memegang dada yang sedikit sakit,berharap Gilang tak menyadarinya jika malam ini ia menyusulnya.
.
.
.
Kira kira siapa wanita itu,readers setia apa ada yang tau ?
Jangan lupa mampir karya.
"Wanita seperti Dia."
"Salah Jodoh." karya new.
berhubung Author mau ikut lomba season 5.
mohon dukungannya.
Sebenarnya ini naskah setelah dady danzel tamat. tapi Author akan konsisten selalu untuk new novel update setiap hari.Kisah ini pasti akan ada dikehidupan sehari hari dan sudah tak asing.ikutin terus kelanjutannya ya ! Makasih.
"love my flaws hubby." yang sudah end.
Dukung karya Author.semoga dapat diterima dan Readers setia klik tombol love jangan lupa !
ikutin update selanjutnya.
Klik vote.poin dan tinggalkan jejak.
untuk mendukung karya Author.
🌹 Happy Reading 🌹
__ADS_1