Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 73


__ADS_3

🍀 Keringat Panas 🍀


Arumi telah sampai dirumah kediamannya.nampak pula Gilang pamit,ia masuk ke rumah sebelahnya.terlihat oma yani menghampiri."Mii.. kamu sudah pulang?"terlihat kondisi yang sedikit pucat.dan terbatuk nafas tak beraturan.


"Oma yani gak apa kan?beberapa hari lagi Danzel tiba.pasti ia juga rindu dengan oma nya disini."lirih Arumi.


"Gak apa.. kamu ga perlu khawatir,udah kedokter juga sama sus lani.hanya perlu istirahat,kesehatan oma hanya penyakit tua."


sudah sana bersihkan dirimu dulu mii! Arumi pun menurut.


Beberapa jam kemudian,ia mendapat chat dari sang sahabat.ia pun segera membalasnya.ia bulatkan tanggal melingkar."Baiklah..mungkin aku bisa ajak oma,dan suster ke malaysia. Sambil menunggu Danzel tiba.Arumi pun segera membalasnya.ia pasti akan hadir di acara aqiqah sang putri dari sahabatnya itu.dengan begitu Danzel akan akrab bersama Kaico.ia menginginkan sang putra kelak dewasa bisa akrab dan bersahabat juga bersama Kaico.sama hal sepertinya dengan Keiiyra.


Seminggu kemudian,Arumi telah bersiap ke kantor.seperti hal biasa ia mengerjakan tugas dan hari seperti biasa,ketika jam makan siang ia makan,ia antusias ingin membelikan kado untuk sang putra dari paris.ia melihat jam yang melingkar masih satu jam.ia pun segera berjalan ke mall terdekat.karna jarak kantor tak jauh dari mall hanya waktu dua puluh menit ia berjalan.


"Ada yang bisa saya bantu nona?"tanya kasir.


"Ya..terimakasih saya akan melihat dulu beberapa mainan mobil!"


Arumi pun terperanjat menatap mobil yang bisa berubah menjadi robot.dengan remote control berwarna hitam doop.saat seorang kasir menjelaskan ini adalah mainan edisi terbaru dan belum banyak terjual karna stok yang tak banyak.


ia pun meminta kasir membungkus dengan paper bag dan dibuatkan kotak kado.sehingga ia menunggu sekitar lima belas menit.saat itu arumi menatap boneka teddy dengan topi ala sarjana.ia mengingat akan sebuah impian yang belum tercapai.ia pun mengambilnya.namun ketika ia ingin mengambil boneka tersebut.sebuah tangan bersamaan mengambil mendahuluinya."Maaf saya lebih dulu!"ucap seorang wanita muda.sehingga ia pun tersenyum dan mengalah.


"Astaga.. kau sedang apa disini?"tanya Arumi.


saat ia membalikkan tubuhnya.


ia menatap terkejut akan Gilang sudah berada di belakang tubuhnya.


"Ponsel mu rusak ya,untuk apa punya ponsel tapi sulit di hubungi?"ponselku.. maksudnya.segera ia melihat ponsel di tasnya.dan ternyata lowbatt dan benar saja.


"Kau mau ajak aku kemana?"Ayo ikut ke mobil.sudah tidak ada waktu ikut saja!pinta Gilang.


Arumi mengambil pesanan untuk Danzel.ia pun terdiam tak banyak bicara ketika dalam mobil.rasanya sedikit canggung dan takut ketika Gilang mengajaknya.ke bandara menjemput Danzel.tak terbesit ia akan ikut menjemput ke bandara.ia pikir akan membuat surprise dirumah dengan hadiah kecilnya.


"Aku sebaiknya pulang saja,bolehkan?"

__ADS_1


"Tidak ku ijinkan!"


"Tapi..nanti oma,aku tak bisa Gilang."


Striith...rem mendadak mobil pun terhenti dan menepi.Gilang memberikan sebuah minum agar wanitanya rilexs.ia menggenggam tangan Arumi."Percaya padaku,selagi ada aku.oma tidak akan marah.aku harap kamu bersabar dan buat hati oma luluh untuk menerimamu!"


Perkataannya membuat Arumi tersenyum.Jika tidak ingin membuat sang anak bahagia.ketika kedua orangtuanya bersama dan dekat juga untuk perkembangan pertumbuhannya.ia tak ingin Danzel tumbuh kurang kasih sayang dari kedua orangtuanya.


Tiba di bandara,Arumi antusias dan berdebar.


ia ingin sekali memeluk sang putra.lima belas menit kemudian,tampak seorang anak memanggilnya.ia pun berlari kecil dengan memanggil.


"Mama...teriak danzel."tak menunggu lama ia mendapat pelukan hangat,tetesan air mata kerinduan jatuh.


Tak lama danzel bersuara kecil."Aku rindu mama.."Mam juga sayang,handsome mama kau tumbuh begitu cepat,apa kau bahagia.bersenang senang?"Danzel mengangguk.lalu ia menatap Gilang.yang memang ia tersenyum dan perlahan ia telah diberitau secara perlahan."Dady aku ingin peluk dady dengan Mom apa boleh?"Tentu sayang.ucap Gilang ia pun merangkul peluk.


Arumi merasa sedikit gugup.sebuah mata mereka saling memandang.memeluk danzel yang berada ditengah.sedangkan Gilang memeluknya dan menyentuh bahu tubuhnya. meski terhalang sang putra.Hingga lima belas menit mereka menatap kerinduan.


"Eheuuum..."Oma seiyen menyadarkan.Arumi segera merapat jarak postur tubuhnya dan berdiri.ia hanya bisa tersenyum karna yakin oma seiyen didepan Gilang dan danzel.ia tak akan bersikap kasar.


"Huuh..oma dicuekin,Danzel sayang cucu oma.


sementara Gilang mengusap pundak Arumi.untuk bersabar karna tatapan omanya tadi.Memang terlihat tak senang.tapi oma seiyen tak akan bersikap arogan ketika didepan umum.


Tiga jam berlalu Gilang mengajak Danzel bersama Arumi ke apartmentnya.diluar dugaan karna oma seiyen melaju pergi ke singapore mendampingi Clara.hal ini sungguh membuat Gilang amat beruntung sehingga ia memerintah satu hal dikantor.


"Fandi..kosongkan jadwal siang ini,dan esok tak ada meeting.Tunda pertemuan beberapa hal yang mendesak.saya tidak akan ke kantor hingga besok!"ucap Gilang.


Dimalam hari,Arumi yang membuat nasi goreng seafood dengan daging mozarella.


ia membuat dengan lihai.ia taburkan beberapa sayuran brokoli,tomat,timun dan sosis.ia hias seperti wajah teddy tersenyum.


"Yeeiy...handsome selesai.ayo sayang kita makan bersama!"


"Oce.. mam,aku panggil Dady ya?"Arumi pun terdiam,ia hanya tersenyum dan ia lupa jika seharian ini Gilang bersamanya.ia fokus pada Danzel akan kerinduannya.sehingga ia melupakan,mengabaikan kehadirannya.

__ADS_1


"Dady..ayo ikut kita makan.masakan mam sangat enak!"teriak Danzel.ia menggelayut dipundak sang Dady ketika mendapat telepon.Gilang pun membungkuk dan menggendong sang putra.menghampiri Arumi


dengan berjalan ala kapal yang sedang kehilangan keseimbangan.sontag membuat Arumi tertawa lebar,akan tingkah dua pria Handsome di hadapannya.


Gilang merasa bahagia,ia amat senang ketika menatap pertama kalinya,ia tak pernah melihat Arumi tertawa lebar,bahagia terpancar dari raut expresinya."Aku pastikan aku akan membahagiakan kalian,arumi kamu adalah pelabuhan terakhirku."lirih Gilang.


Mereka pun makan bersama,saling suap ketika Danzel menyuapkan sebuah daging pada sang Mama.lalu ia kembali menyuapkan pada Dady.


"Mam suapkan daging ini untuk Dady,ini perintah!" Uuuw...arumi menatap nanar,ia merasa gugup terkejut akan sang putra.


Hingga larut,danzel pun lelah terlelap tak sadar ketika menonton film thomas bersama diruang tv."Aku saja yang mengangkat Danzel ke kamar!"ucap Gilang.Baiklah terimakasih aku akan buatkan coffe untukmu,apa kau ingin melanjutkan berkas dari pt scx yang bermasalah?Eheeum..balas Gilang.


Setengah jam berlalu,arumi mengantar coffe untuk Gilang.ia pun meletakkannya di samping laptop.ia terpana akan wajah serius dengan kacamata dan jari yang mengetik dengan cepat.Arumi pun berlalu ingin kembali keluar dari ruangan itu.Namun sebuah tangan menariknya.


"Tunggulah temani aku,jangan menghindar masalah cinta kita harus selesaikan,aku tulus ingin membahagiakanmu dan kamu seorang wanita terakhir pelabuhanku!"


"Tapi aku tak ingin,oma seiyen tak akan menyetujuinya.aku mohon kedekatan kita hanya sebagai orangtua utuh untuk Danzel!"


Gilang berdiri,ia mendekat dan memeluk arumi.sesekali arumi mengibas tangan Gilang,ia memberontak tak ingin terlena dan jatuh kedalam asmara tanpa restu.


"Ku mohon lakukanlah.jangan terus menyakiti dan membohongi perasaanmu,kita harus jalani demi kebahagian kita dan Danzel!"


Arumi pun terdiam,ia memang tak bisa membohongi perasaannya.semakin ia kesal ingin menjauh,tapi perasaan itu kuat dan sakit.Gilang mendekat dan berbisik,"Aku tak ingin penolakan,kamu adalah wanitaku.ibu dari anakku.aku pastikan seluruh dunia tau,Jika kamu adalah istri satu satunya,terakhir pelabuhan kebahagianku yang paling berharga aku cintai !"


Gilang mendekat ranum bibir arumi,sebuah tangan menggerilya kedalam punggung Arumi.


debaran gejolak itu memanas,Arumi tak bisa menolak.ia pun menginginkan sosok pelindung.semakin dekat Gilang mencium bibirnya,ia sulit menolak hanya bisa menerima.Gilang merasa tak ada penolakan ia segera memainkannya.rasa manis permint.sebuah permen didalam mulutnya.ia masukan kedalam mulut Arumi.ia terus memainkannya hingga perment itu berada diruang dua mulut manis dan hangat bergantian.Gilang memainkannya dengan lihai,Arumi jatuh dan terbaring kedalam sofa ruang kerja,ia terkejut akan ciuman panas Gilang yang berbeda dan pertamakalinya.meski ia bukan pria pertama tapi gerakan ciuman itu.. ini hal pertamakalinya baginya yang berbeda.sehingga semakin panas air hangat didalam mulut bercampur permint itu semakin menipis.semakin basah dan semakin berkeringat.sebuah tangan membuka kancing kemeja Arumi.sontag arumi menahannya.


"Kenapa,kau menolak tak menginginkannya?"tanya Gilang.ia menatap bola mata Arumi tertunduk penuh pucat,keringat dingin.


"Kira kira apa yang terjadi Antara Gilang dan Arumi?"


Semoga tidak panas dingin di episode selanjutanya ya.


.

__ADS_1


.


🌹Thanks happy reading🌹


__ADS_2