
🍀 Kepanikan 🍀
"Arumi..maafkan aku!"ucap Dani.ia telah siuman.sementara arumi menatap jam sudah pukul tiga pagi.ia pun tersenyum dan meminta dani untuk banyak beristirahat.
"Apa aku boleh meminjam ponselmu,aku akan hubungi bella agar ia menemanimu,aku akan menguhubunginya!"ucap Arumi.
Namun dani,menghela nafas ia menatap lurus dan mengeluarkan airmata."Apa ada masalah,kamu kenapa?"Euum..maaf aku sebaiknya keluar dulu.aku tak berhak bertanya.aku hanya memintamu istirahatlah sejenak!
Arumi pun hendak keluar,namun dani berkata.
"Bella sudah tiada,aku mencarimu untuk menyampaikan pesan dari almarhum."
"Apa maksudmu,bella tiada?"arumi kembali duduk dan mendengarkan segala cerita.satu jam berlalu ia meneteskan airmata.lalu ia menaruh kertas dari Dani.ia belum ingin membacanya karna tak ingin semakin banjir air mata di ruangan rumah sakit.
"Aku turut prihatin akan meninggalnya bella,aku harap kamu kuat dan siapa nama putrimu."
"Putriku bernama Lali.usianya sudah satu tahun,ia tumbuh bersama oma le"un.mama ku!"
"Lali..ia teringat akan nama lupa.cieeh kau memberi nama sembarang pada putrimu.
orang mengira itu adalah nama lupa dani?"
Dani pun tersenyum,bukalah pesan surat dari bella.nama putriku adalah Laliana putri daniela.
yang artinya ia adalah putri aku dan bella."Owh...ya masuk akal.aku kira baiklah aku panggil putrimu iana saja.lebih cantik!"
Dani pun mengiyakan,ia tak keberatan akan panggilan untuk nama anaknya.Tak lama pesanan driver makanan tiba.Arumi sengaja memilih makanan yang rendah untuk imun dani.karna ia yakin makanan di rumah sakit pasti sulit."Aku meletakkan buah dan bubur terenak disini.aku mohon makanlah!"
"Bisakah kamu menyuapiku arumi sekali ini saja?"arumi pun terdiam.ia tak bisa terlalu dekat,perlakuan kali ini hanya sebatas kepedulian.ia mencoba menghubungi Gilang.guna meminta ijin tapi sangat sulit.
"Baiklah,aku akan temani setelah ini istirahatlah.aku harus menjemput Danzel dan melihat kondisi oma yani dirumah yang tak baik juga kesehatannya."dani pun tersenyum senang.ia berharap di sisa kehidupannya ia bisa bersama kembali dengan Arumi.
Satu jam berlalu,arumi membantu dani meminum obat.ia menunggu dani terpejam akan suster yang memberi suntikan cairan.ia pun pergi meninggalkan.ia berjalan melangkah dengan lemas.Saat itu pun ia termenung ketika taxsi berjalan menuju arah pulang.
"Mohon untuk dijaga.kondisi kanker hati Tuan dani sudah stadium tiga!"ucap Dokter.sebuah penyesalan,arumi tak bisa berkata,ia tak mungkin selalu bisa menemani Dani.hak nya telah sepenuhnya milik Gilang.tapi kondisi ini ia sulit dan lemas ketika mengetahui hal yang ia tak inginkan.
Dikamar, ia melihat oma yani masih terlelap.begitupun menatap sang danzel di kamar bersama babysistser.ia beranjak mandi dan membersihkan diri.mengingat masih terlalu pagi,ia pun segera masak hingga pukul tujuh pagi kini ia menatap laptop.
__ADS_1
Arumi membuka website.penyebab kanker hati dan bisakah pasein sembuh.namun ia melihat kolom komentar,Jika bisa sembuh dengan keajaiban dukungan dari orang terkasih.arumi tak bisa berbuat banyak.ketika tadi Dani meminta kembali,ia ingin menebus rasa bersalahnya.tapi ia tak mungkin membantu kemo Dani demi sang putri.karna dirinya sudah terikat pada Gilang.
"Kau bodoh arumi,terlalu terbuai asmara kini Dani membutuhkanmu.meski ini kepedulian karna dani memilik sang anak.ia berfikir jika posisi itu ada pada dirinya.aku harus bagaimana menyikapinya."lirih Arumi.
ia menatap layar ponsel,memencet tombol nama Gilang.Tapi masih saja sulit di hubungi.
ia mengirim pesan dan email,belum ada jawaban juga.
Satu jam arumi tertidur di meja makan.Oma yani terbangun dan membangunkan arumi.
"Mii..kamu baru saja pulang?pindahlah ke kamar!"Tak lama danzel yang sudah mandi dan harum.ia mencium dan meminta babysister untuk menjaganya.karna ia baru saja tidur,lelah dan ingin beristirahat sejenak.hal itupun tak masalah.Danzel mengambil laptop untuk video call pada sang oma,dady,aunty clara.karna itu adalah hal terbiasa ketika ia ingin makan setiap pagi.Babysister pun mengajaknya ditepi halaman taman belakang.
.
.
.
Diparis Fandi dan Gilang sedang mengurus klien yang bermasalah.ia masih belum bisa menghubungi Arumi dan sang anak.karna pekerjaan yang padat.
Setengah jam berlalu,Gilang meremas jari dan mengepal tinju pada tembok celah pintu kantor.ia masuk dengan mendobrak pintu sehingga Fandi terkejut dan menatap penuh dengan bola mata yang hampir saja jatuh.
Jantungnya hampir saja copot.sama hal seperti kemarahan bos yang arogan ketika mendapat pengkhianatan oleh istri pertama Sadiya,dan pertikaian kecelakaan yang menyeret nama sadiya.sehingga tuan gilang menceraikannya.
"Apa ada masalah tuan Gilang?"
"Percepat meeting,kita harus segera kembali kerumah!"Tak lama kemarahan gilang berahli dengan ketukan seseorang pun tiba.
"Maaf tuan Gilang,ini hasil data jika Nona Arumi membantu mantan suami nya.ia menemui nona Arumi.saya meminta cctv dari apotik.semua ada pada video rekaman difile memori ini!"
Gilang pun membuka dan menatap semua isi percakapan dani bersama arumi.ia meremas kertas yang mempunyai sisi tajam,dan helaian gunting mengenai tangannya.tangan yang begitu saja berdarah membuat Fandi.bersekiras untuk mengambil obat p3k dan mengobatinya.
"Biar saya,obati dulu kita bisa tanyakan nanti pada nona arumi,bisa saja ini salah paham!"ucap Fandi.menenangkan Gilang.
"Cari tau mengapa arumi,menemui dan mengantar serta menunggunya semalaman dirumah sakit.dan pastikan beli kedua ponsel untuk ponsel ku dan kau Fandi.minta agar segala database di ponsel ku kembali pindah!"
Fandi hanya menurut,karna saat itu kedua ponselnya memang tercelup kolam sehingga mati.Fandi memikirkan bisa saja,arumi telah meminta ijin namun sulit untuk menghubungi.
__ADS_1
terlebih kondisi menghadapi Klien yang bertindak adanya kecurangan karna proses korupsi dan melibatkan banyak orang penting.
"Arumi ketika aku sampai,kau harus menjelaskan.rasa sakit tangan ku berdarah,lebih sakit jika melihatmu dekat kembali dengan mantan suamimu itu!"
Sore harinya,Arumi mencoba menghubungi keiiyra sang sahabat.
Lama arumi menghubungi keiiyra,dengan bertatap wajah di laptopnya.bersama sang putra.ia membiarkan Danzel berbicara pada Kaico.sehingga ketika putra mereka bosan,ia ingin menanyakan perihal Dani.karna ia penasaran.sudah pasti Keiiyra tau,karna ia bekerja pada Erico.ia paham pasti keiiyra menyembunyikannya.karna pada dasarnya aku pernah bicara,jika aku tak ingin mendengar apapun tentang Dani.
"Oma..ada apa ?"teriak Arumi.ia beranjak ketika suster lani saat melihat.oma yani pingsan.ia pun segera meminta bantuan,menggotong oma yani kedalam mobil.babysister yang panik membawa perlengkapan Danzel.serta suster lani membawa perlengkapan oma yani.mereka semua meninggalkan rumah.dan menuju rumah sakit.Arumi yang panik ia segera melaju berusaha agar tetap tenang.Danzel terlihat menangis memanggil oma..."Oma ..jangan sakit.ayo bangun...akhir pekan kita berlibur.danzel akan kenalkan pada kaka baikku Kaico!"ucapnya.
Sementara arumi yang panik,ia ditenangkan oleh suster lani yang mencoba memberi minyak angin."Suster...sebenarnya oma sakit apa..kenapa hanya batuk tapi tak sembuh?"ucap Arumi.suster lani tertunduk takut.ia dan dokter sengaja menutupi agar Arumi tak bersedih.
"Sebenarnya... baiknya nanti non arumi,bertanya langsung saja pada dokter.maafkan suster lani ya!"Haah...apa selama ini kalian menyembunyikan itu dari arumi,bagaimana bisa harusnya mi lebih dulu dan berhak tau!"
"Maaf semua permintaan oma yani non arumi."ucap suster Lani.
Semakin deras mengeluarkan airmata tak bisa dibendung.ia segera menepi.membuka pintu mobil dan meminta suster di rumah sakit segera menghampirinya untuk menangani oma yani.
Tak lama,oma yani dibawa dan didorong oleh beberapa perawat keruang ugd.sementara Arumi duduk dan memeluk danzel diruang tunggu.Arumi menatap ruang Ugd dengan sedikit rasa takut.namun danzel memeluk sang mama."Mam..oma pasti baik dan sembuh,aku akan selalu menemani mama..dan tak akan membiarkan mama menangis!"ucap Danzel.
Air mata semakin menangis,ia takut kehilangan.bagaimana tidak ia hanya mempunyai hubungan darah hanya oma yani.adik dari ibu kandungnya dan danzel yang lahir dari rahimnya.meski melalui caesar dan suntik sperm* proses bayi tabung.
Tak lama ia terkejut akan dokter yang keluar dan membuatnya ingin terjatuh dan pingsan.
.
.
.
Heuuumph...maaf author jadi ikut sedih,
kebawa kisah arumi semoga readers juga tak mengeluarkan air mata ya.maafkan yang menaruh bawang di bab ini...semoga Arumi kuat tak apa -apa.
----bersambung---
🌹Happy Reading 🌹
__ADS_1