
🍀Dokter Erland🍀
Satu bulan kemudian, Arumi dan Gilang rutin saling suport menjaga dan kemo rutin. sudah 24x dalam satu bulan Arumi terlihat lelah.
Di temani sang Mama, Suami dan anaknya tercinta yang saling bergantian. ia merasa kuat dan jauh lebih baik.
Dokter Amir chang, memperkenalkan salah satu rekan Srs Brackhtherphy membantunya, untuk merawat Pasein bernama Arumi. pelayan disana sangat memuaskan selain terkenal, dirumah sakit Orkologi Penang. baru kali ini ia menangani kasus Arumi yang terbilang kemo mendapat keajaiban akan perkembangan lebih membaik meski 5% setiap kemo, itu sudah menunjukan hal semakin baik untuk proses operasi kelak.
Baiklah, saya akan perkenalkan rekan saya, ia spesialis kemo dan pemulihan. setelah nanti operasi berhasil pada Nyonya Arumi.
Tuan Gilang, kami akan berusaha sebaik mungkin, terimakasih sudah mempercayakan kami!"Kenalkan dia Dok. Srs. Erland bralien Chang."
Gilang berjabat tangan, mengobrol dan masuk bersama keruangan sang istri yang ditemani sang Mama. tapi saat masuk dokter Erland mengenalkan diri, ia tak asing dengan pasien dan ibu paruh baya dihadapannya kini.
"Apa, anda momy Retna, ini Arumi saksono kan ?" Dokter Erland memeriksa biodata pasein dan hasilnya akurat.
Sementara masih samar mama Retna pun sedikit lupa. Sedikit ia yang bingung, lima menit mereka berjabat sungkem. Gilang menatap diam dan bertanya.
"Baiklah, kalau begitu karna sudah kenal. jadi pasein dan keluarga jadi tak canggung bukan?" ucap Dokter Amir. ia pamit dan meminta dokter Erland membantu menanganinya karna masih ada pasein yang harus diselesaikan.
Satu jam kemudian, semua selesai sementara dokter Erland keluar berbicara pada mama Retna setelah pamit pada menantu dan anaknya. "Mama sekalian pamit pulang ya, kasian Danzel dirumah!" Makasih mah, hati hati dijalan ya. kabari Gilang jika ada hal apapun. Ya nak itu pasti, titip Arumi ya! balas mama Retna.
"Jadi Arumi mengidap penyakit ganas ini, sama seperti adik ..?" Ya nak Erland, itu benar ! Erland menguatkan mama Retna, ia meyakinkan Arumi pasti sembuh. setelah mengobrol panjang berpamitan, mama Retna melambaikan pamit saat taxsi telah datang menjemput.
Gilang yang berkutat serius dengan sebuah laptop di sofa, dan menyuapi sang istri buah. Arumi berusaha menjelaskan agar tak ada kebohongan, karna ia jelas sang suami terlihat tak karuan tapi disembunyikan amarahnya.
"Honey, aku bisa bicara?"
__ADS_1
"Ya, kamu sedang bicara sayang. makanlah buahnya!"
Arumi terdiam, jelas suaminya terlihat berbeda ketika sang mama langsung akrab pada Dokter itu. penuh tanya tapi ia menyembunyikan karna kondisi ku tak ingin terjadi sesuatu.
"Honey aku cuma mau bilang, mama mengenal baik dokter Erland, hingga tadi begitu akrab!"
Gilang terdiam, ia tenang saat sang istri berusaha menjelaskan. karna ia tak ingin menanyakan dan berpikir buruk, tapi setelah Arumi mau menjelaskan ada rasa khawatir dalam pikirannya. Lalu mengklik Beres. oke selesai!! Baiklah aku mendengarkan Sayang, apa yang kamu ingin katakan? Gilang menyelipkan rambut sang istri kebelakang telinga putih susu itu.
"Honey berjanjilah tidak marah!"
"Mana mungkin aku marah pada istri manisku ini, ayo aku mendengarkan sayang?"
Arumi menjelaskan. jika Erland Bralien Chang adalah pria keturunan eropa chinese satu marga sama papa. Lalu kami pernah tinggal bersama saat kecil, tapi semenjak kelas 8 kami berpisah karna dia meneruskan sekolah diluar negri. aku ga pernah kontak lagi, tapi aku juga ga nyangka kita bertemu lagi disini. dia pernah deket sama aku, aku anggap dia kakak karna orangtuanya pernah meminta kami dijodohkan tapi kami berpisah karna fokus pada pendidikan kala itu. Honey apa kamu marah mendengar aku bercerita.
"Pantas saja, dia pria tampan dariku sayang. bagaimana bisa dia menangani dan mengecek, lalu menyentuhmu nanti!" lirih Gilang.
"Honey, apa katamu. menyentuh apa ?"
"Ya, jika disingkat sama saja kan?" ucap Gilang. memasang wajah tak sukanya saat sang istri menjelaskan nama lengkap dan detail.
"Baiklah, terserah kamu saja honey. jujur aku lucu melihat wajah kamu. terus terang aku mencintaimu makin bertambah 1000%."
"Bahkan aku mencintaimu tidak ada persen, karna tak terkalahkan sayang!" baiklah. aku mengalah aku kalah honey. maafkan aku ya! balas Arumi menyandarkan di peluk dada indah sang suami. Gilang pun membalas rangkul eratan sang istri yang manja.
Arumi tak percaya, kondisinya yang lemah seperti ini. Gilang menunjukan cemburu saat menyebut teman kecilnya Erland Brilien menjadi dokter Elien.
..........
__ADS_1
"Apa..,, Oma ini berlebihan. kenapa harus menerima ka Sadiya sebagai Hrd. akan menyulitkan Clara nanti. lalu aaakh pokonya ga bisa dijelaskan, kenapa Oma ga percaya kata kata Cla sih?" menutup wajahnya.
"Kalau gitu, Oma minta dalam waktu tiga hari. pacarmu untuk menikahimu serius. dan membantu kelola perusahaan keluarga. gimanapun kamu penerus bersama Gilang. Clara dengarkan Oma. Klien akan memandang rendah kalau kamu terus menerus meminta Fandi mengurusnya. jangan buat Hasil Gilang sia sia Clara!"
Clara bingung harus gimana, pacar Cla ninggalin tanpa berita, gimana caranya menghubungi. dia aja pergi ga ada kabar, Clara pun menutup berkali kali ponselnya. Sementara Oma sudah pergi ke kamar.
"Gimana ini, habislah sudah!"
Fandi melihat Clara memukul ponsel ke keningnya, "Sudah tau pacar palyboy. ga serius mana bisa dipercaya. soal gitu aja berani ninggalin tanpa kabar Clara." ketusnya.
Clara pun melirik Fandi."Jangan asal bicara, Franstino tuh perfect tiada tara. dibanding ka Fandi, huuuft.. dia pasti bisa diandalkan. ga kaya ka Fandi kerja terus ga normal ga punya pacar."
Enak aja, emang udah pernah nyoba, tau bener dari mana kalau tau ka Fandi ga normal. dasar cewe ceroboh, manja. udah sana mending hubungi lagi si Tino itu, jangan jangan dia pemilik es krim bocah kaya kamu sering makan ya Cla. sampai kamu terhipnotis tergila gila?
"iiiikh.. apaan sih, itu es pino. namanya Frans jangan bilang Tino. panggil nama lengkap!"
Clara berlari kesal, sementara Fandi hanya tertawa dan membuka laptop dengan segelas cangkir kopi. Sruuupuut...tak lama membuatnya kaget ketika seseorang berdiri di hadapannya.
"Oma, Fandi pikir siapa. ada yang bisa Fandi bantu?"
Oma terdiam sejenak, ia mengetahui sisi anak dari sahabatnya ini. "Oma, butuh bantuan kamu nak Fandi. setelah mendengar percakapanmu tadi. Oma jadi berfikir keras, dan Oma yakin ini pilihan Oma yang terbaik!"
Uhuuuuk...uhuuuk. Fandi terbatuk. ia berusaha mencerna, apa yang didengar Oma. terlebih ia tak tau sejak tadi, ia hanya bicara pada Clara tak ada serius." Owh tidak, perasaan ku jadi ga tenang. melihat wajah Oma Seiyen, wajahnya berubah pucat pias dan dingin seakan Oma Seiyen ingin memakannya. meski hanya ingin sebatas bicara."
.
.
__ADS_1
Hayoo ada yang tau, kira kira apa ya yang terjadi antara Oma dan Fandi.
🌹Happy Reading🌹