Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 86


__ADS_3

🍀Hari Pernikahan🍀


Oma seiyen dan keluarga shahzanet telah tiba mendampingi Arumi. Mereka menyaksikan pernikahan secara sederhana dan hanya kerabat, keluarga terdekat.


Dari sudut ketika Arumi telah duduk bersanding dengan Gilang. ia amat grogi dan panas dingin berkucuran akan ketakutannya dalam menjalani bahtera keluarga.lalu dari pintu terlihat satu keluarga yang tak asing ia kenal, Arumi tersenyum.


"Owzie...ka Merlin datang?"tutur Arumi. ia menatap senyum ke wajah Gilang.


"Heuum.. aku mengundangnya,adik kembarku sekaligus teman baik mu juga kan?"


"Selamat Arumi, aku turut bahagia. percayalah Ka Gilang tak akan pernah berkhianat, Jika tidak dimulai.., Eeuum senyumnya dengan cool.percayalah ! sebagai teman baik,sahabat dari segalanya aku menjamin itu. Aku orang pertama yang akan membaku hantam serbu kakakku ini jika ia menyakitimu." bisik Owzie.


ia menepuk pundak Gilang.


"Terimakasih Zie, aku ga nyangka ternyata Ka gilang adalah.. dan kini menjadi pendampingku."balas Arumi,tersenyum menatap pria di sampingnya.


"Arumi, percayalah kamu bisa meluluhkan hati oma.ia hanya punya kenangan buruk di masa lalu pada menantu,wanita yang terkenal."bisik Owzie.


Proses akad berjalan dengan Lancar. bagi Gilang memang ini bukanlah yang pertama. tapi ia bahagia karna pernikahan ini pertama kalinya saling cinta dan mencintai. Selama empat jam pula proses acara akad selesai dengan jamuan keluarga.


"Hai.. ka Merlin, makasih aku gak nyangka kaka akan hadir dan dua putri yang lucu ini sudah besar menggemaskan."


"Ya Arumi,selamat ya, berbahagialah. andai Keiiyra ada pasti seru juga Karti tambah komplit." ucap Merlin.


"Ya ,tapi ia dalam masa pemulihan juga."


Ketika mereka mengobrol panjang,ia pun menyuruh semua pekerja dirumah cepat selesai ia menatap Gilang dan Owzie.Sekilat wajah mereka amat identik. tapi Arumi yang paham dalam segala hal.Gilang pun merangkul sang adik.


Besok pagi, aku telah membeli tiket malaysia.


gilang pun menghampirinya.


"Besok.. kita sekeluarga berlibur ke malaysia. Apa kau tak masalah.Jika kembali bertemu dengan..?" lirih Gilang pada Owzie.


"Tak masalah kak, setidaknya kejutan surprise. Arumi pasti senang ia bertemu dengan sahabatnya." balas Owzie.


"Apa kau yakin telah berdamai, ku dengar Keiiyra itu kenangan terindah yang sulit kamu lupakan dan dia menikah dengan..?" Gilang menatap Merlin.


"Sudahlah jangan memulai kak, kau akan lihat betapa dia wanita berbeda.Tapi aku sudah berdamai dan kini hanya ada istriku saja."


"Benarkah...?"ledek Gilang.


ia semakin penasaran seperti apa wanita yang sulit dilupakan oleh sang adiknya.sebab ia hanya mendengar jika Keiiyra adalah sahabat dari sang istrinya kini. ia dekat dengan Narti satu sekolah sang sepupu tapi tak sedetikpun pernah bertatap muka.


Meski begitu dalam hati Owzie termenung menatap tiket. dalan batin nya ia menginginkan.

__ADS_1


Jika ditakdirkan ia ingin berada kembali pada masa lalu dan wanita bernama Keiiyra di kehidupan berikutnya.


Malam itu sama hal seperti pengantin biasanya, Mom Seiyen dan Clara berkunjung kerumah kerabat. Danzel lebih lengket pada oma Seiyen dan Clara jika ia ada. sementara Owzie dan keluarga berada di kamar tamu di rumah Gilang bersama Fandi dan asisten lainnya.


Gilang berada di rumah Arumi.tepatnya disebelah Rumah gilang. Hanya ada mereka berdua layaknya pengantin.Tak dapat dipungkiri apa yang mereka lakukan setelah sah menjadi suami istri, Gilang semakin merajalela untuk memiliki Arumi.


"Sayang, tidak kah kau merubah untuk memanggil suamimu ini?"


"Heuum..haruskah?"tanya Arumi.


"Jika tidak, aku akan melahapmu hingga pagi."


hingga Arumi tersenyum tawa dengan Geli. kini ia menatap wajah pria yang ia cinta begitu dekat, wajah kaka kelas yang ia kejar dahulu mati matian kini menjadi bagian kehidupannya.


tapi ketika mereka bercanda mesra wajahnya tersenyum sedikit dan merunduk menatap bingkai foto keluarganya.


"Sayang, sudahlah janganlah berlarut sedih,esok kita akan berlibur dan honeymoon. dirimu pasti menyukainya."


"Benarkah ...euum dady danzel."


"Lebih halus lagi, aku ingin dengar !"


"Apa ya, dady handsome."


"No.. lebih lembut."


Gilang semakin gemas akan senyum ucapan halusnya."Oke..cukup bagus." mereka pun saling berpeluk dan bercerita satu sama lain, hingga tak sadar lelahnya mereka tertidur bersama.


Keesokan harinya.


Arumi telah menyediakan sarapan, dan ia pun


memesan beberapa makanan. Karena pagi ini mereka sarapan bersama keluarga besar. ini sungguh menakjubkan ia merasakan adanya kehangatan mempunyai keluarga kembali.


Seperti mimpi ia mengingat sang papa, mama, bibi Yani,Paman dan keluarga lainnya.andai tak terjadi kebakaran kala itu, mungkin akan seramai ini mereka makan bersama. dua keluarga saling bertatap bersama. Tragedi itu hanya menyisa oma Yani dan sang Papa yang jatuh sakit akan hilangnya mama.


"Uhuuuuk...uhuuuuk..." Arumi terbatuk ia lupa sedang memanggang ayam, karna ia amat bahagia tapi mengingat akan keluarganya ia jadi melamun.


"Sayang... apa yang kamu lakukan?" tanya Gilang. ia menghampiri dapur yang penuh asap. ia membuka jendela agar asapnya keluar.


"Maaf.. honey aku melamun. menyiapkan makanan untuk kita makan bersama, aku teringat papa, mama, oma yani."


"Sayang sudahlah.. jangan seperti ini, baiklah aku bantu kamu ya."


Satu jam kemudian Owzie,Merlin dan kedua putrinya datang. Tak lama Clara dan danzel serta Oma seiyen dan Fandi ikut datang. di hari pertama menikah Oma seiyen lebih banyak diam.

__ADS_1


ia tak ketus mungkin menghargai pernikahan dan keputusan Gilang yang masih hitungan Jam.


"Baiklah.. terimakasih sudah datang, Seperti ini setiap hari pasti rasanya bahagia bukan?" ucap Gilang.


"Benar.. aku bahkan lupa kapan kita selalu makan bersama seperti ini." timpal Owzie.


semua tersenyum dan saling bercerita.


"Mom... aku mau disuapin momy dan dady boleh?"pinta Danzel.


"Oke.. Handsome ..aaaak satu suapan terbang ke goa raja." Gilang menyuapi sang anak. Semua mata tertuju akan kebahagaian pasangan suami istri.Arumi dan Gilang saling berganti akan menyuapi makanan ke mulut kecil sang putra.


Oma seiyen,mengelap bibir dengan tissue. ia menatap Gilang yang tersenyum lebar dan wajah yang berbeda."Pernikahan ini memang bukan yang pertama, apa aku egois karna tak merestui pernikahan mereka berdua. Aku akan lihat seberapa baik dan tulus serta tekad istrimu untuk mendapat restu Oma Gil...!" batin Oma Seiyen.


Bandara Malaysia.


Arumi yang menggandeng Danzel. ia menatap ponselnya yang berdering. Sementara Gilang dan Owzie sedang antri menunggu koper mereka. Danzel yang berbisik bicara pada Kaka keiysa dan neiysa.


"Arumi.. apakah kamu tau kabar soal.Keiiyra?"


"Soal apa, ka Merlin ?" tanya Arumi.


"Heuuum... tidak apa, hanya ingin bertanya. Tapi sepertinya tidak penting, karna itu aku jadi lupa ingin bicara apa."


Arumi menatap Merlin sangat aneh,ingin membicarakan tapi tidak jadi. Apa karna Gilang tiba saja menghampiri.


"Ayo sayang, mobil jemputan sudah siap.. lihatlah orang pesuruh sahabatmu itu!" ucap Gilang. mereka menatap anak buah Erico datang menjemputnya.


Tak lama... Arumi mendapati seseorang yang lewat ia kenal, namun samar ia mengingat ngingat.Karna tiba saja ia jalan lebih dulu lebih cepat hingga Arumi tak bisa mengejarnya. Kenapa dia memperhatikan kami, tapi ia bergegas jalan cepat tak menentu.


Kira kira siapa ya ? Jika Readers membaca dari season 1 pasti akan hafal.


Next ditunggu selanjutnya ya.


.


.


.


Jangan lupa mampir.


"Wanita seperti Dia."


"Salah jodoh "

__ADS_1


"Love my flaws hubby." end.


🌹 Happy Reading 🌹


__ADS_2