
🍀Kartu mati🍀
Arumi terdiam dan menatap Gilang, suatu benda yang sudah saling menempel. begitu saja sirna karna melupakan Jam dimana Danzel selalu menghampirinya ke kamar.
"Aku lupa, ini jam Danzel Honey."
"Kita selesaikan dulu, bagus kamu sudah menguncinya sayang!" Arumi hanya tersipu malu.
Setengah jam berlalu mereka membersihkan diri, dan mengganti pakaian renang. dengan berjalan kebawah anak tangga. Gilang merengkuh pinggang dan mengecup jahil dibibir Arumi."Honey, cukup!" alhasil Gilang mengenggam tak melepas tangan Arumi yang lentik dan putih susu itu.
Dady...,, Mama. kenapa lama sekali? tanya Danzel. Eeehummm... Clara mendeheum, memutar mata dan mecelupkan dirinya kedalam kolam. ia melirik Arumi dengan jail,Kaka pasti habis bergulat latihan senam ya?
"Clara, apa sih." mata Arumi padam sayu,pipinya merona merah menahan malu.
"Memang Mama senam apa, kenapa Danzel tak diajak. Dady jahat!" Danzel memukul telapak tangan Gilang. Arumi mencerna kata apa yang logis untuk menjawab pertanyaan Danzel.
"Heii, Aunty Clara itu berbohong sayang!"sementara Clara tertawa sangat dan mencelupkan tubuhnya kedalam air. sesekali ia menatap sang kaka kebingungan akan pertanyaan Danzel yang merengek dan bingung meminta ikut, Jika kedua orangtuanya senam. terlebih pintu kamar tak biasa, kini selalu dikunci. sehingga Danzel merajuk.
Beberapa menit kemudian, Oma Seiyen ikut bergabung, dan dibuntuti wanita dengan bikini.
Arumi tak kalah terkejut, ia menatap Gilang yang merasa risih,"Sayang, andai tidak ada Oma. aku sudah mengusirnya. maafkan aku!"
"Tak apa Honey.aku Fine."senyum Arumi.
Clara memutar mata malas, ia segera menyudahi. Arumi juga ingin ikut,tapi ia tak bisa karna tak ingin melukai Danzel yang masih berenang."Ka, aku duluan ya. sedikit merinding aura hantu seperti dekat, Kaka jagain keponakanku dan kaka ipar ya!"titah Clara.
Dasar abg labil, dia pasti aku selalu jaga. Istri dan anakku adalah prioritas! Clara pun tersenyum dan saling Tos pada Gilang. tapi di sudut Oma memanggil.
"Kamu mau kemana Clara, temani bantu Oma. ajak Sadiya. dia ingin...?" belum selesai Oma berbicara, tapi Clara sudah bye...dan berkata.
"Maaf Oma, aku ada janji ke perpus hari ini!"sehingga tak terlihat, Oma menatap kesal karna Clara pergi begitu saja.
__ADS_1
"Sadiya tunggu disini ya,sebentar Oma kembali!" Ya Oma, balasnya.
Sadiya yang telah memakai bikini merasa menjadi patung. ia kembali menutupinya dengan piyama handuk. menatap Gilang yang bermain air ditemani Anak yang dibanggakan oleh keluarga syahzanet. "Anak mahal itu, andai aku tidak mandul. mungkin aku bahagia disana."
Gilang merangkul pinggang Arumi, namun tangannya masih memegang kedua tangan sang anak yang berenang. Sehingga cemburu kesal jelas diwajah Sadiya, ia pun melangkah pergi meninggalkan kolam renang.
"Kenapa Aunty itu tidak jadi berenang Mama?"tanya Danzel.
"Mama ga tau sayang," Dady Aunty itu siapanya Dady, kenapa dia setiap bertemu Danzel. ia bilangnya Mama Danzel? pertanyaan itu terlintas membuat Arumi dan Gilang saling menatap, ia bingung harus jawab jujur atau tidak.
"Dia hanya keluarga Oma sayang, kelak dewasa Danzel akan mengerti ok!"ucap Gilang.
............
Sudah hampir melewati sepekan, sadiya masih tinggal di kediaman oma Seiyen.
Arumi meski sedikit risih, tapi ia tak bisa berbuat apapun. Gilang selalu mencari akal agar membujuk Oma untuk Sadiya tak berlama tinggal di kediaman barunya. bagaimanapun dia pernah menjadi istrinya dahulu, sehingga ia tak ingin melukai perasaan sang istri yang merasa risih akan selalu kehadirannya yang tiba saja mengganggu.
Gilang tersenyum ia pun membukanya, bermaksud ingin melihat berapa isi didalamnya. ia ingin membelikannya lagi. Tapi begitu tutup botol itu ia buka, ia terkejut akan pil berwarna putih susu besar, kapsul dan bulat berwarna coklat pekat bulat ini...,,?
"Fandi keruangan saya!" setelah beberapa saat, ia meminta Fandi membawa dua butir obat untuk dicek, Kau tau aku selalu tau vitamin apa saja yang selalu istri saya konsumsi. aku ingin kau cek obat atau vitamin apa yang dikonsumsi. cek keaslian dan adakah ketergantungannya nanti!
Seperginya Fandi, ia memutar botol kecil itu. ia tak bisa berkata, dan mengapa hal kecil ini saja. ia bisa kecolongan tak tau. bagaimana jika sang istri salah meminum vitamin,"Apa yang kamu lakukan sayang, obat itu bukan isi yang aku biasa lihat meminumnya?"
.
.
.
Arumi berada dalam taman, ia sedang menyirami tanaman. Sementara Danzel dan sang pengasuh pergi ke sebuah acara ulang tahun cucu dari teman Oma Seiyen.
__ADS_1
Saat Arumi menyiram tanaman dan bunga itu,seseorang menghampiri dengan alat tajam.
ia berjalan mengendap endap. Hingga menghampiri amat dekat, tapi saat Arumi menoleh seseorang memanggilnya.
"Arumi...,,"
Sadiya terdiam dan menyumputkan gunting tajam itu disakunya, ia menatap sebuah mobil sudah berada dihalaman. Terkejut seorang wanita memanggilnya. ia pun segera berlari dan masuk kedalam rumah, sementara Arumi sedikit melirik merasa aneh. Kenapa dia?
"Mii, aku datang..., tapi aku tak membawa Kaico. karna ia sedang pelatihan bersama Oma dan Opa!"
Arumi memeluk Keiiy,dan mengucapkan terimakasih sudah mengunjunginya. Erico berjabat tangan, lalu ia pamit pada Arumi dan mengecup kening sang istri.
"Jaga dirimu ya, aku akan pulang sore nanti!" titah Erico. Ya hubby, aku baik baik saja. hati hati, jaga hati dan matamu ya! bisik Keiiy.
"Tentu sayang." kembali mengecup bibir istrinya didepan Arumi. sehingga ia menutup mata dan membuat Keiiyra malu. Arumi pun mengajak Keiiyra masuk.ia bercengkrama dan bertukar cerita hal banyak. tapi satu hal, Keiiyra menanyakan wanita yang berlari ke rumah sebelah. Karna jujur ia seperti melihatnya sebelumnya."Siapa, yang mana Keiiy, mungkin itu Clara!" Bukanlah Mii, aku tau keponakan Gilang yang bernama Clara. tapi wanita tadi seperti ga asing, aku kaya pernah lihat dimana gitu. balasnya.
Arumi terdiam, ia mengalihkan pertanyaan. Jujur ia juga malas menjawab soal Sadiya. apalagi jika Keiiy tau dia mantan istri Gilang, entah apa jadinya sahabat nya itu datang disaat time tidak tepat, ia tak ingin membahas dan berhadapan dengan wanita menyebalkan itu.
Menjelang sore, Keiiyra memeluk Danzel yang baru pulang. ia menyapa Oma Seiyen. antusias Oma pun tersenyum senang, ia mengajaknya kerumah sebelah dengan paksa. sehingga ia ijin pada Arumi untuk ikut Oma sebentar.
Sementara Arumi mengurus Danzel untuk membersihkan dirinya yang baru saja keluar aktifitas.
Tepat diruang tamu, Oma Seiyen mengenalkan seseorang. "Keiiy, kenalkan ini kerabat Oma. dulu dia pernah ada di kehidupan Gilang, tapi sayang sudah tak berjodoh. dan sekarang wanita itu menempatinya!"
Keiiy terdiam, sebegitunya ia menjelekkan Arumi."Ciiieh...,, kenapa Oma tak menyukai Arumi?" Oma hanya menggeleng dan mengajaknya duduk bersantai cerita, mengalihkan topik lain. Tak lama wanita itu ikut bergabung.
"Hai, kenalkan aku Sadiya!"
Keiiyra menatap diam, ia mengingat nama dan wajah itu tak asing. beberapa saat ia mencerna dan berdiri tegap, ia menatap wanita yang pernah menjadi bubuyatannya dahulu, terlebih ia pernah bertemu kembali dan membuatnya kesal terkena masalah olehnya.
"Jadi kau...,,?" Keiiy menatap tajam, sementara Sadiya kembali menatap dengan terkejut karna baru sadar siapa wanita yang dikenalkan Oma Seiyen.
__ADS_1
🌹Happy Reading🌹