
🍀 Seperti tak asing 🍀
Arumi tak dapat menahan, ingin rasanya terjatuh. "Aku, aku.. kenapa. apa aku kelelahan aaakh...,," Saat ia ingin terjatuh menunggu taxsi. Seorang wanita paruh baya menolongnya. Arumi terkejut akan wajah wanita itu sedikit terluka bakar namun di tutupi selendang hitam dan kacamata.
"Hati - hati nak!"
"Terimakasih bu, saya sudah tak apa."
Arumi masuk ke dalam taxsi, tersenyum pada wanita paruh baya yang terlihat menutupi dengan selendang hitam disebelah pipi kiri dan menunduk. ia tak lupa membawa satu keranjang bunga besar lalu membalikan tubuhnya berlalu. menjauh hingga tak terlihat.yang ada di pikiran Arumi adalah wanita itu berkunjung ke makam sang suami, ia beruntung ketika di saat membutuhkan selalu ada pertolongan.
Di taxsi Arumi sedikit sakit akan punggung, mata yang semakin berkunang dan pusing membuatnya bersandar memejamkan mata.
hingga menunggu tiba tujuan sampai, ia mengambil sebuah permen Jahe sekedar membuang rasa sakit yang ia tahan.
Beberapa hari kemudian, Gilang dan Erico berjabat tangan akan suksesnya kerjasama perusahaan mereka. Sehingga menjadi perusahaan nomor urut ketiga terbesar. Awalnya persaingan semakin tidak sehat, adanya para istri mereka yang bersahabat kental bagai adik dan kakak mereka urungkan dan terlibat. Terlebih Erico dan Gilang mempunyai kelebihan masing - masing yang saling melengkapi bagi anak perusahaan yang mereka bina. Tak sedikit wawancara di berbagai stasiun televisi meliput aksi dua pria tampan yang selalu kerap tersorot.
"Pria sukses ada wanita yang berada di belakangnya." lirih Erico, Gilang tersenyum dan berjabat tangan di layar tv yang terpampang.
"Lihatlah Keiiy, suami kita semakin terkenal saja!"
Namun Keiiyra mencibik senyuman tak suka dan berbisik pada Arumi. "Ya, dengan lihai mudah berkata kesuksesan mereka ada wanita dibelakangnya. tapi kau tau Mii...,"
"Apa Keiiy...?" Arumi mendekat dengan kepo.
"Ada banyak juga wanita di depan nya,!"
bisik Keiiyra dengan lantang.
Ciiiieh, Keiiy kau selalu saja mematahkan kegundahan perasaan khawatirku. Arumi duduk dan lemas menunggu aksi wawancara suami mereka hingga selesai. Tapi Keiiyra yang suka akan wajah sahabatnya pias, ia memang selalu berterus terang kemungkinan terburuk, Agar romantis impian Arumi bagai dongeng itu harus bisa sadar, Jika para suami mereka bukanlah pangeran dongeng yang selalu indah.
__ADS_1
"Aakh.., sudahlah Keiiy. jangan mematahkan perkataan seperti itu lagi,!"
"Hiihii, sahabatku ini lucu sekali. aku hanya ingin mengingatkanmu. Agar khayalanmu bagai peran drama romantis di layar kaca dulu untuk segera bangun dari mimpi. Kau harus tau siapa pria suamimu kini, menyadarkan...!" Keiiyra mencubit pipi gemas Arumi.
Beberapa jam kemudian, Mereka berpeluk hangat dan berpisah. Keiiyra dan Erico kembali tinggal ke malaysia. Sedang Arumi dan Gilang kembali tinggal di bandung, kerap mereka berpindah kota demi mendampingi dan menemani para suami mereka yang bertugas.
.........
Erico memakaikan seat belt pada sang istri. lalu mengecup kening sang istri dan berkata,"Bukalah dashboard sayang!"
Erico tersenyum ketika kotak love yang terbuka, oleh jentik jari sang istri. Kalung istimewa dengan tanda huruf nama mereka yang menyatu. tak lupa ia memakaikan di leher tinggi putih nan indah sang istri.
"Terimakasih hubby." liontin bulan sabit berlogo inisial huruf mereka membuat Keiiyra tersenyum. Erico mencium jentik jemari sang istri dan memeluknya erat.
Sayang, meski perlakuan papa yang membuatmu tak nyaman akan hadirnya Ka Trist, percayalah aku hanya menginginkan dirimu satu satunya istri dan orang terpenting dalam hidupku sampai maut memisahkan. Aku tak akan menyiakan dan menodai cinta pernikahan kita.
Keiiyra tersenyum dan mencium pipi suami tercinta, bisikan perkataannya ia menatap bola mata yang jujur, mereka menikmati kecupan indra pengecapan entah berapa lama di dalam mobil dan saling menikmati.
.......
Sesampainya di pertengahan kediaman. Gilang dan Arumi menepi ketempat sekolah sang putra. Gilang meminta untuk Clara tak menjemputnya. Arumi pun duduk dan terdiam sebatas menyembunyikan sakit pusing yang ia rasakan beberapa saat, rasa itu tiba hadir tanpa di undang.
"Aku tidak boleh terlihat sakit,!" lirih Arumi.
Arumi menatap Gilang yang pergi membeli sebuah minuman. Ada rasa percaya ia takut sebuah kemungkinan tak sesuai harapan. ia takut suatu penyakit serius menghampirinya. kepala yang sakit semakin pusing, punggung yang sedikit remuk. Arumi terdiam menunduk menutupi wajahnya menempel pada dashboard.
"Sayang, ada apa?"
"Tidak honey, aku sedikit lelah dan mengantuk!"
__ADS_1
"Bersabarlah, sebentar lagi kita sampai rumah sayang," Arumi tersenyum dan berkata baiklah.
Beberapa hari kemudian.
Hari seperti biasanya sebelum mengantar Gilang berangkat ke kantor. Ritual pagi selalu tak pernah terlewati. Kebiasaan Gilang adalah selalu menghapus noda di bibirnya agar semakin sexsi dan selalu merindu akan hal kecil.
"Sudah rapih honey, ayo aku antar keluar!"
Arumi menyapa oma Seiyen, namun balasan selalu masih seperti biasanya. Gilang mengusap pundak dan jemari sang istri agar bersabar.
Di meja sarapan bersama Danzel. putra semata wayangnya menatap sang mama dengan raut wajah yang berbeda. Seolah ia tau ada yang disembunyikan pada sang mama. mungkin ikatan seorang anak pada mama.
"Mam, are you oce..?" sedikit cadel.
"Heuumph.. handsome mama. mom ok sayang."
"Tapi, mam ada yang disembunyikan dari putlamu ini, ceritalah saat Dady pelgi mam!"bisik Danzel. Arumi terpaku menatap sang putra.
"Ada apa ini, Dady tak boleh tau Handsome. Bisik - bisik membuat Dady iri saja?"
"No, bisikan rahasia. hanya aku dan mama yang boleh!" Danzel melingkar kedua tangan menatap tajam pada Dady.
Gilang menaikan alis, sementara Arumi tersenyum menatap tingkah Anak dan suami yang saling beradu pandang di meja makan. seolah tak ingin kalah dan saling berdekat duduk merapat padanya. Arumi memandang Danzel agar selalu happy dan tersenyum ketika melihat aksi mereka di meja makan. ia berharap Danzel kelak dewasa menjadi pria yang bijak, dermawan menembar kebaikan.
"Kenapa, aku bisa berfikir seperti ini?"batin Arumi.
Tak lama pandangan Arumi semakin kabur dan...,,
----bersambung---
__ADS_1
🌹 **Happy Reading** 🌹