Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 96


__ADS_3

πŸ€Tak sengaja Berbohong πŸ€


Beberapa hari kemudian, Arumi dan Karti telah pamit ke tempat tinggal negara mereka masing masing.Keiiyra memeluk sang sahabat, Merlin dan Owzie yang menatap Erico dan Keiiyra tak seperti biasanya.


"Kak, ada masalah?"tanya Merlin. Tidak aku hanya sedikit lelah saja, sudah suamimu menunggu di sana. balas Keiiyra.


Sehingga semua mobil berlalu menyisakan mereka, Keiiyra yang melamun seolah sedang menatap pria masa lalunya yaitu Owzie.


"Sayang mengapa tatapanmu seperti itu?"tanya Erico. Keiiy yang tersadar pun segera masuk berlalu tak menjawab. Keiiyra tak berani berdebat di kediaman Mama mertua, ia hanya bisa diam dan menghindar dari tatapan sang suami.


"Sayang.., setelah sampai rumah apa yang ingin kamu lakukan?"tanya Gilang.


"Entahlah, aku ingin mengurus Danzel dan membuka usaha agar waktu luang banyak dan tidak terikat, tapi aku belum tau apa?"


Gilang pun mencium kening sang istri, Lalu tiba saja ponselnya berdering. Selama sepuluh menit Gilang mengakhiri dan menatap raut wajah yang bingung menatap sang istri.


"Ada apa honey?"ucap Arumi.


"Tidak sayang, hanya urusan kantor."balas sang suami membuat Arumi terdiam penuh tanya. perasaannya semakin berdebar, apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku suamiku.aku berhak tau jika ada masalah.


Betapa tidak ia sempat menyatukan pertengkaran masalah sahabatnya Keiiyra.


Tapi ia keras kepala dan tak bisa luluh begitu saja. ia akan memberi pelajaran dan menata hatinya, jika itu memang salah paham atau sengaja. ia pernah bercerita untuk tidak percaya penuh akan pria yang rupawan, begitu banyak luka yang harus kita tutupi meski itu semacam bisnis Ladang suami kita mencari nafkah. tapi bukan berarti batin dan ia menutupinya.


Seorang istri benarkah, karna kita tak berhak mengetahuinya. tapi seorang suami berhak mengetahui semua tentang istrinya.sukar di cerna kehidupan dalam menjalin bahtera dua insan.


"Keiiyra, aku tidak tau apa yang akan kamu alami saat ini.Semoga luka mu benar benar sirna. aku yakin Erico sangat mencintaimu dan ia tak sengaja akan kejadian di malam itu.Tapi aku percaya padamu dan tak memihak Pria. benar katamu lebih baik kita ditakdirkan dengan pria biasa saja, asalkan ia tak pernah membuat kita menangis dan luka sehingga membekas yang sulit di sembuhkan."


"Sayang, kamu melamun apa?"sapa Gilang.


"Tidak...honey. aku hanya lelah dan ingin bersandar di bahumu sejenak."balas Arumi.


Danzel yang dipeluk sang Mama tertidur pulas. Arumi yang bersandar pada bidang dada tubuh sang suami. "Semoga ujian rumah tanggaku kelak tak sesulit yang aku pikirkan, semoga aku bisa melewatinya jika itu terjadi." batin Arumi. ia pun memejamkan mata untuk rileks.sementara tangan suami membelai usap rambutnya.


.......


Ke esokan harinya, Arumi menjalani peran sebagai istri biasanya. ia tak ditugaskan bekerja di perusahaan Gilang. bagaimana mungkin seorang pengusaha tapi istrinya masih bekerja. ia mengurus Danzel, mengantarnya pergi ditemani babysister kemanapun. ia mengantar sang suami hingga ke depan rumah saat ingin berangkat kerja.


Rumah yang ia tinggali hanya ada mereka dan asisten rumah tangga. Sedangkan Fandi tinggal di sebelah rumahnya dengan Clara dan oma Seiyen. Meski sesekali setiap saat mereka selalu bersama karna jarak rumah mereka bersebelahan.


"Ka Arumi, siang nanti ikut ke mall bisnis parfum aku mau gak?"tanya Clara.

__ADS_1


"Heuumph, kaka tanya Ka Gilang dulu ya, boleh atau tidak. setidaknya kita mampir sehabis jemput Danzel."


"Oke, baiklah aku tunggu ya. nanti Clara sharelock janjian di tempat aja.semoga Ka Gilang mengijinkan."teriak Clara. ia berlalu dengan taxsi untuk kuliah pagi.


Arumi pun selalu tersambung chat akan group bersama Keiiyra dan Karti. ia sekedar ingin menanyakan kabar Keiiyra dan Karti. tapi chat mereka sudah sepekan tak ada balasan.


"Karti, Keiiy. kenapa aku jadi khawatir sih." namun tak berapa lama, Arumi mendapat pesan dari Mama le'un. ia mengucapkan selamat hari pernikahan. namun ia mengabarkan jika Dani kondisinya semakin memburuk.


Apa yang harus aku lakukan, bagaimana bisa aku harus pergi menjenguk Dani. jika aku terus terang apa aku akan di ijinkan oleh Gilang. Jika aku pergi dengan alasan lain, itu artinya aku berbohong. Huuuft apa yang harus aku lakukan. Kepeduliaanku adalah sebuah janji pada Dani. Tapi Gilang pasti tak mungkin berfikir jernih.


Arumi mundar mandir, sehingga ia lupa akan pertemuan dengan Clara. ia menyetir mobil untuk menjemput Danzel. lalu menunggu hingga setengah jam berlalu. ia mengetuk ponsel ke keningnya, "Aku harus bilang apa, apa aku bilang ingin ke makam papa aja, ijin pada Gilang. lalu aku bisa mampir menjenguk Dani." batin Arumi. tak lama ia menatap sang anak berlari telah selesai dalam sekolahnya.


"Hello, anak mama. ayo sayang kita pulang, tapi..., euum kita mampir ke kantor Dady ya!"


"Euuum.. oke mom.Danzel mau banget."


"Anak mama yang pinter, kamu pasti di kelas paling handsome dan membanggakan."


Mendapat pujian, Danzel tersenyum. ia pun memintanya untuk ke Jogja sekedar liburan bertemu oma dan opa Bagas. ia rindu akan kakak angkatnya Kaka Taya dan Naya. sehingga Arumi pun mempunyai ide untuk meminta ijin pada Gilang.


"Oke, sayang kita lanjut ke kantor Dady ya!"


Satu jam berlalu, mereka disambut dengan baik. Seluruh kantor amat senang dan mengetahui sosok Arumi adalah nyonya Gilang, namun Arumi bertemu dengan Oma Seiyen. Sehingga ia menyapa sang oma." Oma disini juga, Arumi mau..?"


"Maaf oma, maksud Arumi tidak seperti itu, tapi..."


Tak lama Danzel berlari dengan babysister. sehingga perdebatan Oma seiyen dan Arumi terhenti. "Haloo.. Oma, Danzel senang bertemu oma."


"Hai, cucu oma sayang, Danzel ikut oma ke lantai atas mau ya?"


Arumi pun tersenyum, ia ikut mengangguk sehingga Danzel dan babysister berlalu pergi. menyisakan ia sendiri. Arumi pun menunggu hingga setengah jam. Gilang yang keluar dari meeting menghampiri sang istri.


"Sayang, kamu sudah lama disini?" tanya Gilang.


"Heuumph, honey ada hal yang mau aku katakan."balas Arumi.


Gilang pun menggenggam tangan sang istri keruangannya. ia meminta OB untuk segera mengantar teh hangat ke ruangannya.


Dalam ruangan besar, Gilang duduk ia merangkul peluk sang istri."Honey, jangan seperti ini, ga baik ini dikantor!"


"Heuumph, aku rindu denganmu sayang. ayo apa yang ingin kamu katakan."

__ADS_1


Gilang menyandarkan sang istri untuk duduk di kursi kebesarannya. ia membungkuk menatap sang istri. Arumi pun menatap sang suami ingin jujur apa adanya jika ia ingin ijin pergi menemui Dani dan kabar Mama Leun.


"Honey, aku ingin ijin untuk ke jakarta karna ada hal mendesak. karna aku ingin ..."


Bruugh.., pintu ruangan terbuka. Arumi mendapati Oma seiyen dan sang anak tiba saja masuk.Arumi menjadi buyar karna tak mungkin ia bicara jujur jika ada Oma seiyen.


"Masih siang, kalian sudah intim sekali. Arumi Danzel harus segera pulang.kegiatan Gilang sibuk akan meeting!"ketus Oma seiyen.


"Oma, lagi pula istri Gilang tak setiap hari. tadi Arumi kesini hanya ingin meminta ijin.Sayang kamu tadi mau ijin apa?"tanya Gilang.


Arumi terdiam, ia menatap oma Seiyen dengan sorot mata yang tajam."Aku.. aku ingin ke makam papa honey." Arumi menarik nafas, karna ia gugup untuk berbohong. padahal ia ingin sekali berkata jujur. meski ia akan ke makam sang papa.tapi jika oma Seiyen mendengar ia pasti murka, Karna ia menyetujui pernikahan dengan Gilang tapi ia tak ingin aku berhubungan dengan keluarga atau mantan sang suami dahulu dengan penjelasan apapun.


bahkan sikap oma Seiyen masih ketus tak menyukai, bagaimana jika ia tau aku diam diam bertemu dengan Dani.


"Tenanglah Arumi,sampai dirumah kamu harus berkata jujur pada suamimu." batin Arumi.


.......


Bruuugh.. Arumi terdiam ketika Danzel dan babysister telah masuk kedalam rumah. ia bersama Oma seiyen satu mobil. pintu mobil pun dengan kencang di hempaskan, Arumi terkejut akan sikap Oma Seiyen. ia menatap oma dengan tatapan menunduk.


"Maaf, oma apa Arumi buat kesalahan?"tanya Arumi.


"Kamu ingat, jika tidak karna meeting pertemuan Gilang sore ini ke paris. Oma minta kamu menolak untuk ikut bersama Gilang, meski Gilang memaksa oma harap kamu mempuyai alasan tak mencolok.Jangan selalu membuntuti kegiatan Gilang!"


"Tapi, oma.. Arumi kenapa tidak boleh ikut menyusul?"


Oma Seiyen berlalu meninggalkan Arumi, ia bingung akan sikap untuk mendapat Restu yang ikhlas. bahkan ia belum sempat untuk menjelaskan untuk bertemu Dani. lusa nanti. tapi Gilang sudah pergi bersiap untuk ke paris. Meski ia meminta untuk menyusulnya kelak.


.


.


.


Kira kira apa yang di lakukan Arumi untuk mendapat perhatian Oma Seiyen, Lalu jika Gilang tau alasan Arumi menemui Dani, apa yang akan ia lakukan?


Next ditunggu updatenya ya.


Lanjut dua bab di mulai senin ya Readers.


Author sedang mempersiapkan karna sinyal dan sinopsis buku catatan yang tertinggal. Terimakasih Antusias nya selalu mengikuti cerita kelanjutan Dady Danzel. Aku sebagai penulis selain hobi. sangat senang sekali akan jejak kalian dan dukungan poin nya. Terimakasih banyak 😚.

__ADS_1


Semoga jalan ceritaku kalian selalu semakin menyukainya.


🌹 Happy Reading 🌹


__ADS_2