
๐ Meluapkan kesedihan ๐
Maaf anda siapa? Arumi yang sedikit pusing terheran, karna pertama kalinya ada yang ingin menemuinya,tapi ia tak mengenal namun tak asing.
"Dia fandi ndok.. Ingin menemui mu sebentar saja !"
Bibi yani pun masuk sementara arumi,dipersilahkan masuk mobil untuk bertemu seseorang.
"Bu,pak, bibi mii tinggal sebentar ya !"
Sementara pak bagas,antusias langsung kedalam menemui sang cucu."Apa nyonya erico sudah menghubungimu ?" tutur Fandi pada Arumi berbincang di taman rumah.
Tak begitu lama dering ponsel Arumi bergetar, terpampang jelas nama sahabatnya itu. Arumi pun meminta maaf untuk menerima panggilan pada fandi.
"Ya silahkan nona saya akan menunggu!" balas fandi.
.
.
.
Di kediaman villa.
Bella antusias gembira ketika saingan nya tak ada, ia bebas menikmati apapun dirumah besar itu. Tak seperti apartment sesak.ia pun senang bisa tidur di kamar utama, meski para asisten menatap tak sedap dilihat,Bagaimanapun aku istri Dani ia tak memperdulikan celoteh para pekerja yang ia tinggali.
Dikantor dani tak bisa konsen akan meeting bersama klien. Terlihat jelas wajah pucat dan tak cerah di wajah nya.
"Kau tak enak badan pulanglah, istirahatlah dani !" Ucap zezii.
Namun dani menarik dasi dan kerah kemeja nya, ia berlari ke arah toilet khusus.Setelah meeting selesai.
Zezi yakin jika terjadi sesuatu pada dani,ia pun
menghubungi Erico soal klien yang terhambat. Karna situasi Dani yang tak konsen dan tertunda bertemu kembali di akhir pekan.
"Baiklah Presdir Erico ferdian stevanus,saya akan menghandle agar proyek tak terhambat dan berjalan dengan lancar semestinya!" Ucap Zezii yang tertawa karna penat segala tumpukan pekerjaan.
Erico yang mendengar bahasa kaku sahabat,seolah kebingungan.
"Kaku sekali kau memuji dan memanggilku sangat panjang. Kau tidak sedang sakit hati atau Jatuh cinta kan?"
Eeekh kau itu bos tidak berterimakasih, bahkan aku tak ada waktu untuk mencari pasangan karna .. ? Sambungan pun berakhir.
Zezii mencoba menghubungi Erico kembali namun terdengar dering bunyi.
"Maaf pulsa anda habis segera isi kembali saldo anda, mohon untuk tidak nge-bon karna tunggakan saldo pulsa anda telah over. Tuuut...tuuut... "
__ADS_1
"Owh.. dari ponsel ku ya mati,untung saja bukan dari Erico!"Cengingis Zezii menatap ponselnya.
Dani pun kembali ke villa.
Satu minggu tak terasa ia sudah lewati. Namun entah mengapa, ia merasa tak enak hati. Arumi sulit di hubungi dan hanya sesekali membalas pesan.
"Apa yang kamu lakukan sayang, Danzel dady rindu?"
Bella Menghampiri dan memeluk tubuh Dani dari belakang, ia amat agresif dalam sikap jika sudah menatap sang suami. Ia bahkan tak peduli rasa cinta nya yang sendiri mendalam.
Karna ia yakin suatu saat Dani akan bisa mencintainya seutuhnya. Meski harus melewati badai untuk menghapus kenangan Arumi di memori suaminya kini.
"Honey bunny sweety... kenapa wajahmu ditekuk seperti itu, aku sudah menyiapkan air hangat untuk mandi, aku akan menyiapkan makan malam!"
Dani pun menyentuh tangan bella dan menciumnya.
Terimakasih bella sayang,apa kah baby kita nakal hari ini? Dani pun mengecup perut bella, sehingga perasaan bella berbunga dan tersenyum lebar pada sang suami.
.
.
.
Kediaman jogja.
Bu bagas pun memeluk anak angkatnya dan meminta Arumi untuk tetap sabar,ikhlas dan tawakal. Ia pun berjanji akan selalu merahasiakan keberadaan nya dan tak masuk kedalam permasalahan nya.
"Ndok tapi janji ada apa apa kabari kami ya!" tutur pak bagas dan bu bagas memeluk erat sang anak.
Arumi pun menitipkan satu helai kertas dan satu kotak suatu benda berharga. Ia yakin jika nanti Dani datang dan ia pasti akan tau kebenarannya. Sungguh tak menyangka jika pernikahan nya kembali berpisah.
"Maafkan aku dani. Aku tak bisa menjadi istri yang baik selama bersama mu." lirih Arumi dan Danzel pun memeluk sang mama dengan jari kecilnya, ia mengusap air mata sang mama.
Arumi terkejut menatap sang anak, yang kini lagi lagi ia terpergok menangis.
"Mama menangislah Jika itu membuatmu lebih baik, tapi setelah itu Danzel tak ingin mama menangis lagi. Danzel akan hadapi orang yang membuat mama menangis!"
Semua mata memandang Danzel dengan tersenyum, karna begitu lucu. Danzel yang sebentar lagi berumur lima tahun sudah berpikir layaknya orang dewasa.
Ke esokan harinya, mobil Dani berlawanan dari mobil yang di tumpangi oleh Arumi yang di antar oleh fandi.
Menuju pemakaman. Sementara Dani dari arah berlawanan akan pergi ke Jogja kediaman sang istri.
Satu jam berlalu.
Fandi berbicara melalui earphone, ia menjelaskan kegiatannya sebelum tiba di kediaman rumah baru. Ia pun memvideokan Arumi yang sedang menangis dan mengirim doa serta perpisahan. Tentu saja video itu untuk dikirim ke Tuan Gilang.
__ADS_1
"Sudah selesai Nona Arumi?"
"Ya, Fandi terimakasih."
Dengan berat Arumi melangkah, ia masuk ke dalam mobil bersama Danzel dan bibi Yani. Serta suster Lani yang akan menemani ketika bibi sendiri, ia bersandar dalam kursi mobil, ditemani sang anak yang menyandarkan kepalanya di pundak sang mama dan menatap jalan.
"Entah sampai kapan aku merasa dipermainkan oleh takdirku. Apa garis kebahagian tidak akan pernah ada, apa aku harus selalu sendiri dan kembali meniti karier model ku setelah semua berakhir. Lambat laun aku pasti akan kehilangan Danzel. Ia anak pewaris dari keluarga Agil yang memang telah jelas tertulis kontrak.Jika usia lima tahun aku akan kehilangannya!"
Mama apa mama sedang bersedih? tanya Danzel. Arumi pun tersenyum dan mencium peluk erat sang anak.
.
.
.
Kediaman Jogja.
Dani turun dari mobil membawa mainan kesukaan danzel dan kue tart. Ia berjalan penuh rindu. Namun pak bagas menyambutnya dan mengajak nya duduk. Setengah jam berlalu
Dani menanyakan istri dan sang anak. Namun pak mereka terdiam.
.
.
Apa maksud semua ini pak? Tanya Dani yang menerima satu lembar surat.
Dady Danzel berterimakasih atas dukungan kalian, nantikan terus update selanjutnya. like, kritik, saran dan vote.
Curcol. Author masih belum revisi letak tulisan yang masih berantakan. Maaf Ya !!
.
.
All Mampir New karya baru.
Yang berjudul .
๐Wanita Seperti Dia
beri like dan vote dukungan ya !
Makasih
๐น Happy Reading ๐น
__ADS_1