
🍀 Luka Sang Anak 🍀
Arumi menatap diam dan kesal. kali ini ia harus membuang perasaan cinta untuk pria manapun. Setelah gagal nya pernikahan ini, ia tak ingin kembali merajut asmara. Baginya cinta hanya omong kosong.
"Arumi sayang, akhirnya aku bisa menemukan mu?"tutur Dani.
"Kau untuk apa, meninggalkan istrimu dan jauh datang kesini mencariku?"Bisa kita bicara di cafe itu sayang! Dani memohon.
Arumi menuruti, hingga satu jam ia berbicara serius dan mendengarkan. Dani tak patah arang untuk meminta agar pernikahan tetap utuh. ia menjelaskan mengapa ia berbohong dan mengkhianati pernikahan, ia pun berkata jika menikahi bella hanya karna kasihan dan kesalahan.
"Cukup Dani, ku mohon Bella seorang wanita, ia akan menjadi seorang ibu yang utuh untuk anak anakmu kelak. hentikan bualan yang membuatku menjadi luluh. kau bukan menyakiti ku saja,Tapi mama juga!"
"Sayang... percayalah Arumi, aku mohon beri aku kesempatan.Aku akan menceraikan Bella setelah ia melahirkan!"
Deuuugh...
sakit hati dan Jantung Arumi akan perkataan Dani."Jadi pria semacam dirimu aku harus pertahankan, aku sadar aku di butakan oleh cinta. aku benci dengan dirimu saat ini!"
Baik,persepsi mu jika menolak, Tapi jika kau mempersulit, bukan dirimu yang terseret dalam masalah kita. Aku akan memperpanjang keterangan soal mama. Aku tau siapa yang menaruh tetesen obat agar nyawa papaku hilang. Mama le'un kan? Aku tanya sekali lagi jawab... Jawab Dani!!
Dani terdiam membisu,"Dari mana kamu tau, sayang semua karna masa lalu mama dan papa mu. Aku tidak terlibat."
"Hah...,maka dari itu akhiri agar kita tak saling menyakiti, Kenangan manis aku berterimakasih. Aku mohon kehidupan ku tanpa restu papa disana, membuat hidup takdirku berantakan, ku mohon akhiri. Aku tak akan membawa mama dalam kasus perpisahan kita, kau tau aku begitu menyayangi papa. sakit ketika mendapat kebenaran. Aku juga sakit mendapat kebenaran aku yang kotor karna hilang ingatan. Aku mengkhianati pernikahan kita. Demi bayi tabung,aku telah melahirkan seorang anak yang aku pikir adalah anak kita. aku belajar dari hal siapa diri kita yang sesungguhnya, ku mohon!"
Arumi menangis dengan derai air mata yang sesenggukan. Bagai menerima pil pahit takdir
ia membutuhkan sandaran pria di saat seperti ini.Tapi kini ia harus rela melepas orang yang ia cintai. tak lama Dani membelai tangan sang istri dan menciumnya. ia merunduk bersujud karna di saat luka, ia tak bisa melindungi sang istri. kini Arumi telah menggugatnya.
"Maaf kan aku Arumi!"
Arumi menebas pelukan erat tangan Dani dan pergi."Setelah ini ku mohon, jangan pernah ikuti aku dan ganggu kehidupan ku Dani!"
Dani menatap sang istri pergi, ia bagai pria yang runtuh akan jati diri nya sebagai pria. Ia pria pengecut dan benar gagal. menjaga orang yang ia cintai. Dilema ia harus melepaskan atau berjuang. Lalu Arumi kembali menghampiri nya.
"Aku mohon Berbahagialah bersama bella, jika dirimu menyayangiku berlebih, Jaga bella.
Penjelasan apapun. Aku tak akan pernah kembali padamu!"
__ADS_1
"Arumi apa kau akan menikahi Ayah biologis Danzel?"tanya Dani.
Omong kosong.. kau pikir aku wanita yang mudah jatuh cinta.seperti pria yang aku anggap segalanya kini.Arumi pun melangkah tanpa menjawab pertanyaan Dani, baginya ia telah amat sakit dan tak sanggup bertatap lama.
"Mengapa rasanya tak rela aku berpisah,tapi sulit untuk bersama."batin Arumi.
......
Danzel duduk diteras, mendapati sang mama
pulang dengan Taxsi.ia segera memeluk sang mama."Mam...are you okey?"
"Mama baik baik saja, pangeran maafkan mama pulang terlambat!"
Danzel memeluk, Arumi pun membalas eratan pelukan dan menggendongnya.Satu jam berlalu, Arumi telah membersihkan diri dengan piyama tidur. ia mengajak Danzel ke ruang tamu guna bersantai dan bercerita dengan segelas susu untuk sang anak.
"Pangeran mama, Danzel apa yang kamu lakukan saat tak ada mama,apa kamu merepotkan oma yani sayang?"
"No... aku hanya merepotkan pada oma, kapan mama kembali itu saja mam! Danzel sepi tak ada teman mam?"
"Baiklah...,besok kita akan seharian full ke mall terdekat, ajak oma dan suster lani ya!"Yes ok mam.
Danzel tunggu di sini ya sayang! Arumi terkejut ketika Gilang dan Fandi datang.
"Ada apa ya?"
"Hanya ingin bertamu dan ada urusan penting pada oma yani, bisa kami masuk!"
"Tidak ini sudah malam?"Arumi terkesiap menolak sedikit menutup pintu.Karna di pikiran nya,ia khawatir takut jika dua pria ini akan mengambil paksa Danzel dan berterus terang.
"Hanya sebentar saja, ku mohon nona Arumi!" pinta Fandi.
Tak Lama bibi Yani keluar bersama Danzel.
"Lho Nak gilang ayo masuk,udah dari tadi ditunggu!" Apa bibi udah janjian sama mereka.
tanya Arumi.
__ADS_1
"Huush...,yang sopan mii, kamu pasti kaget bibi Ada bisnis home made penting, membutuhkan Nak gilang dan Nak Fandi. Ayo masuk Nak gilang,Nak fandi!"
Fandi menatap Arumi tersenyum,permisi nona
kami tamu penting,mohon tidak mempersulit!
Ditambah Gilang,Maaf saya duluan,saya datang untuk oma yani. bukan....?Euum ... satu lagi,jika.tidak keberatan panggil nama saja.Agar terlihat santai di dengar.
"Memang sedekat itu,kita tak akrab kan!"
ketus Arumi.tapi Gilang hanya tersenyum dan
memajukan kursi rodanya.
"Heeuh dasar dua makhluk aneh, tetangga menyebalkan,"Arumi meremas tangan mengepal jarinya.Andai tak kecelakaan mungkin kuliah nya kini telah lulus, dan tak mudah ditindas atau mudah di bohongi.
Arumi masih menatap dan mengawasi
pembicaraan serius oma yani dengan Gilang, Sementara Danzel ketika Gilang ada. ia merasa terabaikan."Cieeh... Danzel sejak kapan, mengapa akrab sekali.Tak akan ku biarkan,puas puaslah malam ini kalian,besok tidak akan terbuka pintu ini!"
Fandi mendekati menghampiri Arumi.
"Nona Arumi akan memisahkan ikatan Ayah dan Anak, apa tidak terlalu egois?"tanya Fandi.
"Kau menguping?"eheum tidak hanya sedikit mendengar saja.Tapi saya punya saran yang ampuh.
"Saran...apa itu Fandi?"
"Nona Arumi baiknya menikah dengan Tuan Gilang, jadi saling melengkapi dan benar utuh. ikatan antara Anak dan dua orangtua yang asli,
perkembangan Danzel akan semakin baik!"
"Cieh..,dasar gila. ide saran yang tidak menguntungkan." Arumi pun melangkah ke dapur dan mengambil air minum. Ia menengguk satu gelas air hingga kering. memikirkan perkataan Fandi,dan pikiran yang kacau akan pernikahan dan cinta nya pada Dani.
"Kau bisa saja ambil hak Gilang,tapi masih aku yang melahirkan.Tak akan mudah,kalian pikir aku wanita apa ?mudah menerima tawaran dan mudah bisa menerima cinta!"gumam Arumi.
"Siapa ini ?"Arumi terkejut akan seseorang yang mengirim foto ke ponsel miliknya.
__ADS_1
🌹 **Happy Reading** 🌹