
🍀 Pertemuan 🍀
Arumi, Gilang dalam Perjalanan menuju kediaman Keiiyra.Sang putra menatap manis kehadapan kaca jendela, ia memperhatikan akan perjalanan panjang.sementara di berbeda mobil Owzie dan keluarga pun ikut bahagia.
pertama kalinya Merlin sang adik dari Erico mengunjungi, terlebih project anak perusahaan yang dikembangkan oleh Tuan Tristan. Menyangkut nama sang suami, dan ada keterlibatan Erico. Merlin tetap percaya penuh akan suaminya yang telah melupakan Keiiyra.
ia selalu mengesampingkan egois dan kecemburuannya karna tak ingin kehilangan Owzie sang suami.
"Mom..., sebentar lagi aku akan bertemu sang kaka terbaik, Kaka Kaico. apa dia menyukai ku, apa dia akan senang berteman denganku yang masih kecil." Danzel memperagakan jari kelingkingnya.
"Pasti handsome, Kaico sangat baik bukankan kalian sering bertatap komunikasi jauh?"Heuum.. yes mom. Tapi ini pertama kalinya aku mengunjungi.
Arumi yang ikut bersandar di kursi mobil, sebuah jemputan dari orang Erico membuat mereka duduk bertiga saling bersandar. Keluarga yang lengkap dan bahagia seperti ini rasanya. gumam Gilang,sementara Arumi tersenyum balik menatap sang suami.
Satu jam berlalu, Arumi telah sampai di kediaman Keiiyra.
"Waah.. besar sekali, kediaman Tante maya. amat sangat besar juga ya?"
Beberapa asisten menghampiri dengan baju hitam putih ala nona di iklan susu kaleng.
Arumi terpana menatap sekeliling Halaman terdapat Orang yang berjaga berjas hitam dan earphone di satu telinganya. "Seperti layar film dunia nyata saja." lirih Arumi.
Merlin menghampiri dan berdiri sejajar pada Arumi."Ternyata rumah papaku disini Jauh lebih luas,pantas saja Keiiyra merasa betah.sungguh terlihat rumah surga dunia,dibanding kediaman ibuku istri pertama papa."
Mereka pun masuk dengan langkah lembut. seorang asisten memandunya agar tak salah Jalan dan menyasar.
.......
"Tuan Erico, tamu sudah berada di ruang tamu sekarang,apa saya harus membangunkan Tuan Besar?" Tidak perlu, papa akan segera menyambutnya tak perlu dibangunkan ! ucap Erico.
Baiklah terimakasih pak toto. Tetap awasi dan cari info yang saya berikan. balas Owzie. ia menyapa asisten orang kepercayaan Erico. akan sebuah Rahasia yang Keiiyra tak ketahui, mereka sengaja menyembunyikan agar keiiyra tak larut dalam kesedihan dan syok yang mendalam.
"Sayang, bangunlah sahabatmu telah berada di ruang tamu. Juga ada Merlin adikku, apa kau ingin tetap beristirahat?"
"Hubby.. ak- aku merasa tak sanggup, aku masih bersedih akan bayi kita ervin telah tiada.aku akan segera menyusul setelah selesai memerah Asi untuk baby Kaiyna!"
Baiklah sayang. Erico mengecup kening istrinya. betapa tidak ia amat terpukul menatap sang istri yang melahirkan anak sepasang anak kembar tapi salah satu harus tiada dan Hilang,
__ADS_1
namun sebuah kebakaran di rumah sakit ada yang menukar bayi mereka, Keiiyra hanya mengetahui bayi nya memang telah tiada karna sulit pernapasan.Tapi Erico, dan Keluarga Stevanus telah mengetahui Jika itu bukan bayi mereka.. namun karna psikis sang istri tak terlalu baik, ia menyembunyikan hingga kondisi nya benar stabil untuk mengungkap kebenaran.ia berharap anak mereka yang hilang akan kembali suatu saat nanti.
"Hello.. anak papa, Merlin Terimakasih sudah ikut berkunjung. Oowh cucu opa, Keiysha dan Neiysha sudah besar rupanya."
Di ujung, Kaico menghampiri Keiiysa lebih besar usianya sudah menginjak 11 tahun sedang Kaico 9 tahun. serta Neiysa dan Danzel berusia 5 tahun.
"Arumi, selamat atas pernikahanmu om ikut bahagia." Terimakasih Om.., Dimana Keiiyra dan Tante Maya?" tanya kembali Arumi.
Satu jam berlalu Arumi, berbincang ia merasa ikut bersedih akan musibah sang sahabat. Tak lama mama Maya ikut bergabung dan makan bersama tanpa terlihat Keiiyra menyambut.
"Kaico dimana momy Keiiy ?"ucap Keisha.
"Mom.. mungkin masih dikamar bersedih, masih mengurung diri."
Kaico,meletakkan sendok dan garpu.ia langsung berlari ke kamar. Semenjak momy melahirkan ia tak pernah menatap sang momy tersenyum dan makan bersama, ia merasa tak di perhatikan sang papi selalu sibuk.
Semua mata memandang akan pemandangan tak sedap di ruangan ini."Sayang.. selesaikan makanmu nak!"tutur sang Oma.
Arumi sesaat terdiam, ia mengambil gelas untuk menarik nafas. Gilang mengusap pundak Arumi kala itu,"Aku terlalu bicara ingin kebahagian, tapi sahabatku kini ditimpa ujian yang begitu hebat. Aku kehilangan Oma Yani dan keluarga ku saja amat bersedih,Tapi Keiiyra
ia kehilangan anaknya tapi ia hanya tau jika sang anak telah tiada.bagaimana jika ia tau yang sebenarnya,ia pasti akan terpukul." batin Arumi.
Arumi melangkah ke anak tangga ia mengetuk pintu kamar Keiiyra."Apa ini sopan, aku masuk ke kamar pribadinya?"lirih Arumi.
"Tak apa Mii.. masuklah, bicaralah dari hati ke hati. ku harap ia mau mendengarkan darimu, biar Danzel dan keponakanku bermain bersama Kaico di kamar!" tutur Erico.
Sepuluh menit berlalu, Arumi masih mengetuk pintu tak ada Jawaban. ia merasa putus asa. Sementara Gilang, Owzie ,dan Erico di sudut anak bawah tangga sedang mengobrol serius bersama Papa Stevanus. Sementara Merlin yang mengobrol dengan Sang Mama sambung.
semenjak istri pertama telah tiada, keadaan keluarga mereka yang berselisih telah berdamai. Rasanya seperti mimpi aku bersanding bersama Gilang. lalu Owzie sang teman baik juga berakhir dia adalah mantan Keiiyra yang terindah dimasa itu, kini kami berkumpul sebagai keluarga dan rekan terbaik.
Toook....toook."Keiiyra... ini aku Arumi, apa aku boleh masuk?"
Pintu pun terbuka lebar, mereka saling memeluk di depan pintu kamar. Erico menatap sang istri ia berharap keadaanya membaik setelah bertemu Arumi.
Arumi di dalam kamar saling bercerita, dua jam berlalu Keiiyra menghapus air matanya. mereka saling menatap baby Kaiyna yang sudah masuk Tiga bulan.
"Maaf saat itu tidak datang di acara penting syukuran."
__ADS_1
"Mii.. aku juga ikut prihatin, dan berduka semoga pernikahanmu dengan Gilang berjalan dengan lancar. Ku harap kamu lama disini. aku telah mengirim email pada Karti akhir pekan ia akan mengunjungi dan mampir bertemu."
"Aaakh.. benarkah Keiiy, aku rindu kita bertiga kumpul. owh ya bagaimana Narti?"tanya Arumi.
"Aaakh.. si biang lala itu, sudah dua bulan aku tak mendengar kabarnya, tapi aku yakin dia akan hadir. Aku akan bicara nanti pada Erico. Merlin datang kan ? Jika kedatangan akan bisnis papa yang terhambat sudah pasti dia akan datang bersama Narti."
Erico hadir dan mengetuk pintu, namun tak ada jawaban ia masuk. ia terkejut dan tersenyum ini pertama kalinya ia menatap sang istri tersenyum lebar bersama Arumi. ia pun mengurungkan untuk masuk dan segera keluar
kembali.Tapi sang istri telah melihatnya.
"Hubby..." teriak sapa Keiiyra.
Arumi menatap dan seisi ruangan ini merasa jadi canggung."Keiiy aku tunggu dibawah ya, aku akan segera menemui Gilang dan danzel sebentar."
"Thanks Mii.. aku akan menyusul."
Erico mendekat kehadapan sang istri,setelah Arumi tiada di kamar itu. ia memegang tungku sang istri dan membelai rambutnya.
Kira kira ada yang tau apa yang mereka lakukan ?
.
.
.
Terimakasih untuk readers setia. Maafkan jika sedikit lambat update karena Author sedang berada di lokasi susah sinyal.
Jangan Lupa Mampir ke karya new :
"Salah Jodoh."
"Wanita seperti dia."
Tekan tombol love menjadi biru.
"Love my flaws hubby." end kisah awal Keiiyra dan Arumi.
__ADS_1
🌹 Happy Reading 🌹