
๐ Tetangga sebelah ๐
"Bella... kau disini ?" Tanya zezii,sementara teman disampingnya masih tak sadar dengan normal.
"Ya aku disini !" Sekali lagi terimakasih,aku melacak gps di ponsel,ternyata dia di klub ini
padahal aku telah menunggu,hingga hampir pagi.Dani kau keterlaluan membiarkan ibu hamil mencarimu sepagi ini !
"Soal Dani suamiku,Aku akan mengurusnya,terimakasih!"
"Baguslah,aku tak perlu repot mengantar suamimu,dan selamat sebentar lagi,menjadi nyonya Dani satu satu nya."ia pun tersenyum dan meninggalkan sepasang kekasih itu.Sementara bella merasa bingung akan perkataan Zezii.
Dani pun di bopong oleh sang supir,Bella menemani disampingnya,ia mengusap dengan
tisue basah kewajah Dani yang lengket dan berkeringat."Honey apa yang terjadi padamu kenapa kamu seperti ini !"gerutu Bella menatap pias dengan sedih.
.
.
.
Satu minggu kemudian.
Ndok biar bibi siapkan,bagaimana pengurusan sekolah danzel apa sudah siap berkas nya ?.Arumi pun terdiam bagaimana mungkin,ia
mengurus nya,Akte kelahiran Danzel masih harus di selesaikan berkasnya,bahkan masih bercampur dengan nama orangtua angkatnya.
"Bi,Arumi ijin ke Jogja mungkin akan pulang Larut Atau pagi.Mii mau siapkan berkas Data danzel yang masih bercampur dengan Pak bagas !" Bibi yani pun turut prihatin,karna ia harus serba mengurus segala hal sendiri.Baiklah hati hati dan soal danzel bi yani akan selalu Jaga dengan erat,tak perlu risau bersiaplah.
Arumi pun keluar rumah sekedar mencari Danzel untuk sarapan pagi.Namun ia terkejut ketika sang anak sedang bermain lempar bola,
dengan tetangga sebelah.Sudah pasti pria yang memakai kursi roda.Juga terlihat wanita yang amat muda menemani dan memegang nampan berisi buah."Pria itu sepertinya familiar,tapi wanita itu apa istri pertama atau istri muda ya ?"kenapa aku jadi berfikir jauh,lagi pula apa hubungan nya denganku.Aku terlalu mendalami kehidupanku sehingga menatap pasangan orang lain sama seperti ku.
__ADS_1
"Mama.. ayo ikut danzel,!" Arumi tersadar dari lamunan,ia mengekor kemana langkah sang anak menuntunnya.Clara tetangga baru itu tersenyum dan menatap senyum pada Arumi.
"Hello tetangga baru...sudah hampir seminggu aku baru melihat,mama danzel keluar dari rumah ?"Arumi begitu malu dan sungkan.
Terimakasih tapi memang baru sempat dan masih banyak beberes didalam jadi belum sempat menyapa tetangga baru.Maaf ya Clara.
"Ia baiklah tak apa, Mari mampir ke rumah ku Arumi, kita tetangga mulai sekarang.Jangan sungkan !" Arumi mendapat ajakan,merasa malu,apalagi ia merasa tak pantas Jika bertamu sering kedalam rumah yang sudah berpasangan,Apa jadinya aku tak ingin bernasib menjadi Bella ke dua.
"Mama kenapa diam... Aunty Clara sedang bertanya mam ?"Ucap danzel.Ia pun meminta maaf dan menolak secara halus.
"Maaf Clara next mungkin lain waktu,sebab saya harus pergi !" Danzel sayang Mama akan tinggal kan danzel,danzel jadi anak baik nurut sama oma yani oke...,mama ingin ambil berkas yang tertinggal di rumah opa bagas.
Mendapat penjelasan pun, Danzel memeluk sang mama dan pamit pada aunty ?Clara.
Danzel memanggil pria di kursi roda itu.
"Uncle dady, danzel masuk dulu ya!" ucap polos danzel,membuat mata sanga mama membulatkan penuh matanya.
"Danzel sayang, Jangan bicara Uncle dady !"dengan wajah malu Arumi menatap pada tetangga baru itu.
"Euumh dia, dia sudah mati, maksudnya ditelan bumi mungkin,Maaf saya pamit hanya bergurau,lupakan saja!" jawab spontan Arumi.
Mendengar ucapan itu Clara menahan tertawa menatap sang kaka,Melihat wajahnya pucat terlebih mendengar lontaran Arumi berkata tadi.
Gilang ingin rasanya mengutuk dirinya dan menarik Arumi dan berkata.Jika aku adalah ayah biologis Danzel dan memaksa ia mengingat semua hal dengan paksa saat itu juga, Namun ia tak bisa saat ini. ia mendengus kesal,memutar kursi roda dan berlalu masuk ke dalam rumah.
Sementara Clara masih tertawa lepas dengan menelan buah,melihat expresi sang kaka.
"Kasihan kakak,setelah bercerai ingin mengambil anak nya,sekaligus memenangkan hati wanita nya, harus kucing kucing an,menahan hasrat dan batin bergejolak. pasti dia akan mengurung di kamar setelah mendengar lontaran Arumi tadi !"gumam Clara.
Sementara danzel memeluk dalam pelukan gendongan Arumi,"Mama memang dady dani sudah tak ada,artinya menyusul sama seperti uncle bayu ya ?" Pertanyaan Arumi menjadi boomerang untuk menjawab nya.Ia bingung untuk menjelaskan pada sang anak terlebih ia tadi hanya menjawab asal dan spontan.
"Tidak Dady Dani sedang tersesat dan Tak akan kembali,Danzel jangan bicara Uncle dady pada setiap Yang danzel kenal dan baru kenal ya,Apalagi tetangga baru di sebelah rumah tidak enak sayang !" Heuumh ... Ya mam, danzel mengerti maafin danzel.
__ADS_1
Satu jam kemudian Arumi pamit dan menyetir kembali.ia menatap dibalik celah kaca dengan berat meninggalkan Danzel.Tapi ia menatap Fandi yang berada di sebelah rumahnya sedang serius berbicara dengan menatap ke arahnya.
"Tidak mungkin ia membicarakanku, Jangan terlalu pede kamu Arumi !" Gumam Arumi. bicara sendiri.
Cepat bantu dan uruskan sekolah untuk Danzel !! Fandi aku tidak ingin dia kesulitan mencari sekolah karna status dan Akte lahir,bantu tiap kesulitan Arumi dan keluarga dirumah ini,Arumi masih tidak sadar dan ingat denganku.bagaimanapun awasi dan bantu kesulitannya!"perintah Gilang pada Fandi.
"Baik Tuan gilang."
Menjelang sore,Arumi telah sampai dirumah pak bagas.Ia sedang berbincang dan hujan tak terasa amat lebat,sehingga ia menunda kepulangan nya.
Namun tak disangka seseorang datang mengejutkan membuatnya terdiam.Dan semua mata pun menoleh ke arah Arumi dan Pria itu.
Siapa dia ?
.
.
.
Next lanjut bab berikutnya ! Semoga kalian suka,dan selalu beri like,rate,vote terbaik untuk mendukung karya receh author ini.
.
.
All Mampir New karya baru.
Yang berjudul .
๐Wanita Seperti Dia
beri like dan vote dukungan ya !
__ADS_1
Makasih
Happy Reading All Terimakasih atas dukungannya.