Dady Danzel

Dady Danzel
BAB 60


__ADS_3

🍀 Tamasya Terjebak lift 🍀


Foto siapa lagi ini? Aaaakh.. Zack tidak salah,dia mengirim undangan pernikahan.


lalu ia mengirim chat meminta maaf,"Apa yang terjadi pada pria gorila itu.berubah drastis?"


Tak lama Arumi menatap sosmed sang sahabat,ia menatap galeri dan mencoba chatting."Keiiyra aku kangen,terlebih karti semakin jauh saja.Aku jadi rindu ingin mengunjungimu ke malaysia!"


Arumi termenung di kolam ikan,ia merenung


mengapa takdir ku aneh sekali?


Apa baiknya aku minta bantuan pada keiiyra untuk bekerja kembali. Ya Pak beni


bagaimanapun tabungan ku pasti akan habis,mengelola pabrik pak bagas rasanya aneh.Aku harus bekerja kembali untuk Danzel.Memikirkan cinta membuatku semakin merana.


"Baiklah kita coba buat surel,mungkin pak beni masih mau membutuhkan karyawan seperti ku yang antik ini!"


Sementara di ujung Fandi,mendengar kan perkataan Arumi yang sibuk berkutat dengan


jari dan ketikan di laptopnya.Ia pun memberi kabar pada Gilang.Antusias dengan cepat Gilang menghubungi Keiiyra jauh keluar dari rumah Arumi.Agar tidak terdengar rencana baru nya.


.......................


Satu jam kemudian.


"Sayang mengapa kembaran mantan mu itu,sering sekali membuat surel dan meminta tolong? tidak adakah selain dirimu.Atau ia bicara pada yang lain!"tutur Erico.


"Hubby.. dia bukan owzie.Karti kan di New Zealand,bagaimanapun Gilang memang sedang berjuang agar Arumi membuka hatinya selain dia ayah biologis Danzel.Aku juga baru


tau jika Arumi membutuhkan pekerjaan baru,dia bertanya apa Paman Beni masih membutuhkan tenaga di kantor?"


"Lalu apa lagi sayang ?"ucap Erico.menatap sang istri dan menyuapi nya potongan buah apel.


"Aku belum jawab hubby,Gilang meminta bantuan bagaimana caranya,ia tidak jadi Artis model kembali,ia menginginkan Arumi bekerja diperusahaan nya!"


Erico diam sejenak menatap sang istri."Owh..


sulit suatu saat akan jadi boomerang untuk mu sayang,akan canggung dimana sahabat dan persaingan bisnis suamimu!"


"Maksudmu hubby, boomerang apa?"tanya Keiiyra.


"Sudahlah tak perlu di pikirkan,aku akan melihat Danzel apa sudah kembali,putra kita selalu semangat jika diajak oleh Papa stevanus."


Keiiyra mengangguk senyum,dan menarik selimut beristirahat.ia memikirkan sang suami.


Apa karna perusahaan Ka tristan dan suaminya bersaing dengan perusahaan Gilang.Sehingga cemas,tapi itu masalah perusahaan mengapa harus dicampur adukan pribadi.Huuft... Keiiyra menarik nafas."Suatu saat jika Arumi menerima pinangan Gilang,ia akan menjadi istri dari dua pesaing apa Erico mencemaskan itu!"


"Hubby kamu terlalu berpikir jauh,kenapa aku kini jadi perantara comblang sahabatku ya? haah.. Keiiyra memutar mata merenung.Semua pasti demi balas budi Jika bukan karna tragedi Arumi,aku tak mungkin berjodoh dengan Erico.


Aku juga tak tega pada sahabatku Arumi yang patah hati karna Dani!" Sahabatku lebih baik dari pada sahabatmu hubby. Ucap nya.

__ADS_1


.


.


.


Satu bulan kemudian.


"Sudah siap pangeran mama?"yes mom.


Tiba Arumi bertamasya di Taman Mini.


ia mengajak bi yani,dan suster lani.Tampak gembira dan senyum lebar pada wajah sang putra.


"Mama terimakasih hari ini aku senang,Apa dady tak ikut bersama?"tanya Danzel.


Arumi terdiam kaku,ia bingung harus berkata apa lagi."Euum.. kita hanya ber'empat sayang,next jika ada kesempatan kita akan ajak dady!"ucap Arumi. pada sang Anak dan ia pun bingung,Dady yang mana.


"Danzel bisa ajak,uncle Dady kok!"


Suara itu tiba saja terdengar,Danzel dan oma Yani menatap arah belakang Arumi.ia pun menoleh kebelakang tak menyangka.


"Uncle Dady di sini juga? Main dengan Danzel ya!"Danzel merangkul tangan pria dewasa itu.


dan berjalan lebih dulu melewati Arumi yang masih diam tak berkata.


"Permisi oma yani,saya ajak Danzel dan ijin bergabung.Kebetulan ada proyek Fandi sedang mengurus dan sudah selesai kami juga ada disini,tak menyangka jika bertemu."


uncle ya!"Oke oma siap.


Arumi tak percaya,Gilang sudah sembuh dan bisa berjalan.sangat kebetulan sekali ia berada di tempat yang sama."Apa ini hanya akal- akal an dia saja, terlebih sebentar lagi Danzel lima tahun.Ia pasti akan berterus terang pada bibi yani."


"Mii.. Kok diam,ayo sebentar lagi acara dimulai,Danzel tak ingin terlewat!" Aaaa.. ia bi


maaf mii... jadi melamun,mi terkejut Kenapa tetangga sebelah kita tiba- tiba muncul.


Danzel berada di Teater 4D.Arumi pun mencari sang anak.Ia menatap bangku kursi,sementara Oma yani dan suster Lani duduk bersebelahan.


ia mencari kursi nomor,tak lama ia menelan saliva ketika nomor kursi di duduki oleh orang


lain."Maaf pak.. ini nomor kursi saya,nomor kursi bapak berapa!"Arumi menatap nomor tiket dan memang tertukar.


"Mii.. sudah lah,duduk di depan suster lani saja.


lagi pula Nak Gilang beli tiket dua untuk Fandi.Tapi dia tidak datang!"Tak apa mii akan duduk di tempat semestinya.


Tak lama,tangan Danzel menarik tangan sang mama.Hingga terkejut Arumi menatap Gilang.


ia duduk di sampingnya,dan bahu nya sedikit jatuh pada tubuh Gilang."Aauw.. maaf!"


sementara Gilang tersenyum menatap Arumi.

__ADS_1


"Tak apa,berhati- hatilah.!"


Arumi membenarkan posisi untuk,duduk. seketika ia diam. Sementara melirik danzel,bi yani,suster lani sudah serius.Ia pun tak bisa memakai kacamata dimensi, tak lama tangan gilang dengan sekejap membantu dan tangan mereka bersentuhan.


"Seperti ini pakai nya,tanganmu dingin Arumi!"


arumi pun menunduk,rasanya sulit bernafas.


namun tak lama ia bergegas ketoilet.Lima belas menit Gilang menitipkan Danzel,pada oma yani dan suter lani.guna mengecek Arumi karna khawatir.Sehingga mereka bepindah duduk dan sejajar.


Arumi berlari melangkah,ia berusaha menjauh berjaga jarak pada Gilang.Hingga masuk lift sekedar menemui seseorang untuk kepentingan esok ia mulai bekerja.


"Aku temani ya?"


"Tidak usah,sebaiknya cepat kembali saja anda tak perlu mengikuti saya!"ucap Arumi.Gilang mengekor ketika masul lift.


Arumi yang malas menolehkan wajah tak menghiraukan di sisinya.Tak lama Lift terhenti mendadak dan lampu mati."Ada apa ini,Danzel mama,aku harus keluar dari sini! hei tolong buka.. bantu lift nya.seseorang disana ku mohon buka!"


"Arumi tenang,tolong tenang!"


"Tidak bisa, menyingkirlah singkirkan tanganmu."


Lima belas menit Arumi mengetuk pintu lift.


ia khawatir akan Danzel dan bi yani."Ya tuhan aku mohon Danzel ku masih di luar,maaf harusnya mama tidak meninggalkanmu nak!"


Tak lama Arumi sesak,kesulitan nafas tubuhnya melemas dan ia terjatuh.Sementara


Gilang merangkul tubuh Arumi menyangga agar tidak terjatuh,ia memeluknya.ia beruntung di saat urgent lift yang macet.bukan mengatasi dirinya untuk selamat,tapi ia memikirkan yang diluar.Jelas Danzel dan bi yani pasti akan baik baik saja.


"Arumi semakin kamu dingin acuh padaku,aku semakin menyayangi dan mengagumimu.Andai dulu aku lebih dulu tak mengabaikanmu.


mungkin kita jauh lebih bahagia dan takdir yang selalu kau bicarakan tidak seburuk yang kamu pikirkan."


Gilang pun mengambil ponsel,dan menghubungi Fandi untuk membantunya keluar dari lift.


-----Bersambung-----


🌹 Happy Reading 🌹


.


.


.


Makasih buat semua,jangan lupa mampir.


"Wanita Seperti Dia."


lanjutan cerita yang tertunda.

__ADS_1


__ADS_2