
🍀 Tergoda 🍀
"Clara,kau disini sedang apa?"
Mereka pun lama berbicara,clara mengajak ka arumi ke apartmentnya tak jauh dari jaraknya kini.ia pun memasang sosmednya dengan caption."Bertemu wanitanya yang dicari hilang,kejarlah aku memihakmu!"tulis nya.
ia pun tak ragu mengexspos.karna akun nya tak berteman pada Arumi.karna ia yakin ka Gilang mengintip dan pasti mencarinya.
"Maaf soal oma ya ka arumi,clara paham jadi kaka saat ini.tapi jika yakin rebut hati oma saja.."Clara ga berani cerita pada ka Gilang berharap ka gilang tau sendiri akan ancaman yang membuat ka arumi..?"
"Sudah tidak perlu dibahas Clara,kamu ga salah,memang sudah seharusnya.ka Arumi dan ka Gilang hanya ikatan orangtua bagi danzel.
Tapi tak terikat pada keluarga Syahzanet bukan?"
Mendengar ucapan Arumi.clara begitu sedih.ia juga tak menyangka jika oma.masih selalu membedakan marga dan status untuk menerima di keluarga.padahal rasa cinta yang kuat itu utama tanpa mengenal status.
"Jadi kamu tinggal disini clara?"ucap Arumi.ia bagaimana lagi ka,jika aku sedang project iklan aku menginap disini.tenang saja oma ga akan kesini.lagi pula oma sudah kembali ke paris.
lalu akhir pekan kembali bersama cucu kesayangan putra ka arumi.keponakan ku yang handsome."teriaknya.
Arumi menerima panggilan ponsel,ia menatap layar terlihat paman beni.ia pun mengobrol panjang dan menatap email di laptopnya.ia begitu bahagia,baginya ia akan memulai kembali pindah bekerja.dan menjauh dari kehidupan Gilang.namun Clara menatapnya dari belakang dan memfotokan nya.
"Wah..ka Arumi benar ingin pindah bekerja,terus serius ingin menjauh dari ka Gilang?"tanya Clara.begitu saja spontan bicara tanpa berfikir.
"Kamu ngintip aja,ia benar tapi tolong jangan bahas ini dengan Gilang ya.semua demi kebaikan ka gilang mu dan oma mu yang nomor satu.bagi kaka.. eeeum sudah pernah mencintai,menikah,dan pernah bahagia sudah cukup."Tapi ka Arumi yakin tak mempunyai perasaan sedikit pada ka Gilang gtu?"tanya kembali Clara.
"Ada."
Lontaran begitu saja membuat arumi terdiam kaku,dan tersenyum menatap Clara,dua menit kemudian diam.Tliith..bunyi rekaman suara dikirim ke gilang begitu saja.
"Tidak bukan begitu Clara.tolong jangan hubungi ka Gilang.itu perkataan yang salah tadi,maksud kaka bukan begitu.jangan kirim pada gilang pesan suara itu!"mereka pun saling megejar bak adik dan kakak yang merebut mainan.sehingga tak tersadar Arumi terpeleset kedalam kolam.
Aaaaakh.. tidak Byuuuur....!!
Ka Arumi.. Clara pun membantunya."Maaf ka,aku ga bermaksud."apalah daya ia tak membawa salinan.tak lama Clara membawakan baju pendek miliknya dan handuk.
"Haaah..ini pendek sekali apa tidak ada yang sedikit panjang?"Ya cuma ada baju sabrina dan celana jeans pendek ini kak.tapi aku ada selendang jika kak arumi ingin memakainya.tinggal di ikat menutupi paha.
bagaimana?senyum Clara.mau tidak mau Arumi pun memakai sedikit aneh.tampilan gaya Abg banget. dan terlihat baju itu mengatung perut nya terlihat seksi.
"Clara jika ada paket,kasih tau ka arumi ya?"ka arumi sedang pesan seseorang untuk mengantar koper kecil.
"Baiklah..oke ka.aku tau ka Arumi tak nyaman pakai baju itu kan?"senyum.
Satu jam kemudian bel berbunyi,biar ka Arumi saja yang buka Clara!Baiklah dan ia yakin jika itu adalah paket seseorang yang ia minta untuk membawakan koper kecilnya.
__ADS_1
Cekleeg...Arumi terdiam.hatinya berdegub tak karuan.berusaha menutup kembali pintu namun di halang oleh tangan kekar sang pemilik.Arumi pun berlari dan melaju sofa guna menutup kaki yang mulus itu dengan bantal sofa besar.dan mengutak ngatik ponsel nya,sehingga terlihat sibuk.
"Clara cepat pesan kan,makanan yang banyak pesanan kaka tadi!"ucap Gilang.
"Oke baiklah."ucap Clara.Arumi pun membulat menatap penuh,ia khawatir jika hanya berdua saja."Eeum..Clara,ka arumi ikut ya.bolehkan?"
dengan memohon dan suara yang patah karna gugup.
"Dengan baju seperti itu,kenapa tidak dengan kostum lingerie saja.agar mudah di photo banyak orang?"ucap Gilang.Clara pun tertawa dan berlalu pergi meninggalkan dua sejoli yang tengah gengsi saling cinta.
"Dasar kakak yang gila,masa iya ka arumi ikut denganku,memakai lingerie!"gumam Clara.
"Kemana saja,kenapa menghilang kau telah melupakan pertemuan menemani ku dengan klien?"
Namun arumi membalasnya."Heeu...aku meninggalkanmu memang pantas.bukan kah kau senang bertemu mantanmu. berfoto,tersenyum, merangkul tangan dengan senyum.so sweet sekali.terlihat mengesankan bukan?"
Gilang mengkrilit alis guna mencerna,lima menit ia sadar."Itu pasti salah paham,kau melihat dari siapa?"tanya Gilang.
Itu tidak penting.sudahlah aku bukanlah siapa siapa dirimu,tidak perlu sungkan dan canggung.Bruugh....tubuh Arumi berpangku pada tubuh Gilang.ia sadar karna tubuhnya direngkuh paksa dan membuatnya terkejut.sehingga mereka saling dekat memandang.
"Kau mau apa,minggirlah aku sulit bernafas!"
bagaimana tidak tatapan itu mendekat.ia duduk di sofa namun dihadapannya pria yang betubuh sempurna dan hanya itungan jengkal mereka menatap dan arumi mendengarkan perkataan Gilang padanya.sehingga nafas teratur harum itu membuat degub jantung Arumi sulit bernafas,tak beraturan.
Huuft...sial pria ini selalu saja menyebalkan.kenapa aku bagai burung dalam sangkar,padahal telah lepas dari ikatan pernikahan tapi hidupku masih saja diambang sekarat tak menentu.batin Arumi.
ia pun mencari wadah teflon yang menampung wadah air. dan saringan untuk membuat mie.
"Bagaimana ini cara menghidupkan kompornya?"ini pertama kalinya.arumi memasak di kompor elektrik tanpa api.sehingga ia kebingungan menatap kompor itu.
"Bisa tidak kau pakainya?"tanya Gilang.ia mendekat.lalu ia membantu menyalakannya.
"Kau jangan berada di belakangku seperti itu!cari kesempatan saja pria ini."arumi pun menjauh dan mencoba mencari mangkuk.ia menunduk dan mencari alat untuk menyiapkan.
tapi Gilang yang melirik arumi.ia menaikan sedikit tangan baju nya untuk dinaikan.ia melepas dua kancing kemeja sehingga memperlihatkan setengah roti sobek.
"Kau berusaha mengodaku ya?"Gilang merengkuh berada dibelakang tubuh Arumi.
ia pun berbalik terkejut ketika tubuh sempurna itu menyundul tubuhnya dan menutup kedua matanya.
"Kau gila,jangan melakukan hal bodoh."Siapa yang bodoh,aku atau dirimu.balas gilang,ia pun
berusaha ingin melepas tangan pelukan gilang.
Stop jangan seperti ini! Kau yang memulai menggodaku dengan pakain yang belum jadi.Jadi jangan salahkan aku?Kau pikir aku mau,aku juga sedang menunggu pakaian ku tiba.balas Arumi tak ingin kalah.sehingga perdebatan mereka semakin panas.
__ADS_1
Arumi mengibas keras tubuh gilang,sehingga gilang merasa terkejut dan semakin cinta.ia melihat wanitanya berjalan kearah sofa dan mengambil selendang kuning melilit menutupi celana jeans pendeknya.
"Sudah jadi,mie mangkok panasnya?"Clara kemana sudah satu jam belum kembali.apa kau sedang mempermainkan aku?Tidak jawab Gilang.tapi ia tersenyum.
Tak lama pesan Clara.
"Ka Arumi,aku harus pergi ke bandung lebih dulu.ada skripsi ku yang tertinggal.tinggalah
menginap di apartementku.tenang saja aku akan mengirim pesan pada Ka gilang untuk menjaga kaka."ucap pesan Clara.
Arumi mendengus kesal,ia meremas botol air mineral dengan keras.sehingga membuat bunyi.menatap kesal pada pria dihadapannya itu.
"Kau kenapa,kepedasan minumlah air mineralku.kasian nanti suara mu hilang tak bisa aku lihat wajah marah dan senyum mu lagi nanti!"
Gilang pun berlalu,ia ke kamar guna ingin mandi.Huuft...Arumi mencoba sabar mengehela nafas.ia mengambil tas dan membuka pintu apartment.
"Kenapa tidak bisa di buka?"ia mencoba menghubungi Clara.ia berusaha ingin pergi dan meninggalkan Gilang.tapi nahas ketika suara sandi itu berbunyi.Maaf sandi anda salah.
ia coba kembali mengingat sandi yang di bicarakan Clara.mengapa tak bisa dibuka,ini sudah benar.
"Stop jangan merusak,jika ingin keluar berbaiklah padaku.aku sudah mengubahnya.kau tak bisa kabur seenaknya istriku!"
"Pyuuuh..istri haaah pria yang halu."Arumi hanya melemas.dan kembali duduk di sofa.menyandar tubuhnya,merebahkan dan menutup wajahnya dengan bantal.
Sementara dari ujung,Gilang tersenyum kecil melihat wanitanya tak bisa kabur dengan mudah.tak lama ponsel gilang berbunyi dan terlihat pesan Clara."Ka..jangan lupa transfer aku,aku sudah berkoloborasi menutupi persekongkolan yang tak aku inginkan,tapi karna aku menyukai ka arumi.ka gilang tetap harus transfer malam ini!"
Haaa.. dasar wanita selalu matre dan beralasan!Gilang pun tersenyum dan meletakkan kembali ponselnya.ia melirik kearah dimana Arumi yang menutupi dirinya di atas sofa.
.
.
.
Aku harap readers selalu setia tak bosan menunggu kelanjutan Up nya.
Bonus weekand 2 episode.. di waktu yang berbeda,hari yang sama.
Dukungan jejak dan vote kalian adalah suatu dukungan bagi karya kedua Author ini.
di Novel Toon.
Terimakasih.tekan love biru jangan lupa.
🌹 Happy Reading 🌹
__ADS_1