
🍀 pilihan yang sulit 🍀
"Suster lani bawa pulang danzel ya,dan sus tari tolong jaga perhatikan danzel ketika aku tak ada dirumah!"Baiklah mii..jangan lupa makan,dan tetap sabar ya.nanti sore sus gantikan,bertukar jaga ya.balas sus lani.
Danzel pun menurut,karna di rumah sakit tak baik untuk sang putra."Mam..jangan menangis danzel sayang mama."lirihnya.membuat Arumi terharu dan semakin bersyukur.
Ya mama akan baik baik saja danzel sayang !ucap Arumi.ia mencium kening anaknya.ketika berpisah dan pulang bersama sus lani dan sus tari sang babysister.
Satu jam menunggu,terlihat dokter keluar dari ruang ugd.sekilas dokter membuka masker dan mengajaknya untuk keruangan dokter.
"Nona arumi.ini sudah terlambat,mengapa kondisi sudah terlalu parah baru ke rumah sakit?"
"Apa maksud dokter,oma saya selalu sehat apa yang terjadi dok?"tanya Arumi.
Arumi keluar dari ruang dokter,tubuhnya lemah terasa ingin ambruk.ia duduk bertepi hingga menunggu oma yani kembali dipindahkan keruang yang lebih nyaman.matanya sedikit kabur.memikirkan penjelasan sang dokter.
jika pasein mengidap komplikasi dan gagal ginjal.dokter tak bisa memastikan operasi akan berjalan baik atau akan kehilangan.
"Mengapa oma yani tega,sakit tak memberitau mii..apa saat mii hilang kehidupan oma yani memburuk,itulah adanya selalu suster lani.suster pribadi yang selalu setia mendampingi oma."Haaah..tubuh arumi melemas,memikirkan banyak hal yang ia takuti.
oma yani harus sembuh,arumi hanya punya oma untuk berbagi kebahagian.
"Kau sudah membaik?"tanya Arumi.ia masuk keruangan Dani.
"Ya ..terimakasih mii kamu menjengukku."balas Dani.
"Ya.. aku berada disini,karna oma belum bisa dijenguk dan belum siuman.Jadi aku bawakan sedikit makanan dan buah."
"Terimakasih,kamu pasti saat ini sulit mii..aku bersalah padamu,semua salahku yang tak ada di sisimu."
Arumi menatap Dani pikirannya kini bercabang.
ia menatap Dani karna memikirkan hal kehilangan,ia merenung nasib Dani dan putri kecilnya.mengapa aku harus bertemu dan terlibat kembali,padahal aku sudah ingin bahagia bersama Gilang.apa aku terlalu ceroboh ?batin Arumi.
"Apa kau mendengarkanku arumi,?"
Euum..kamu bicara apa tadi,maaf.. aku telah menghubungi orang untuk menjemputmu.
mama le'un akan menjemputmu dan kamu akan segera kembali pulang,setidaknya disana ada mama yang merawatmu dengan baik,semangatlah demi putri mu Dani.!"
Arumi pamit dan berlalu,ia ingin segera menemui oma yani.tapi suara itu membuat arumi merinding,menangis dan sakit.
"Aku harap disisa akhirku,kamu mau mendampingiku kemo.kamu orang terpenting dalam hidupku mii.. polaku salah tak beraturan karna selalu memikirkanmu,aku menyakiti bella mengabaikannya.disaat hamil karna terlalu mencintaimu.hingga ia melahirkan komplikasi pendarahan.aku kehilangannya,ku mohon kembalilah padaku Arumi Tjin Saksono!"
__ADS_1
Eeeuuum... arumi terdiam dalam langkah.ia menangis tak menampakan pada wajah dani dan tetap melangkah lurus.
"Maaf aku bicara hal yang tidak tepat,uhuuuk..." Dani bicara sedikit terbatuk dan nafas yang tak bisa sempurna.
"Aku pergi dulu.. maafkan aku Dani aku tak bisa jawab!"
Langkah arumi tetap lurus meninggalkan.sesampai diluar ia menuju kamar oma yani.namun masih belum bisa dijenguk karna oma yani belum siuman.tak lama suster menemuinya.
"Nona arumi,ini data dan biaya yang harus segera dilakukan untuk operasi dan perawatan selama dirumah sakit!"Baik suster terimakasih.
Satu jam berlalu,arumi melemas ia tak mungkin menyulitkan.dan yang tak sedikit untuk operasi yang jumlahnya lumayan.selama ini oma yani hidup hanya mengandalkan uang pensiun sang mendiang yang tak seberapa.Tapi tanah usaha dirumah pak bagas hasil tabungan oma yani itu,telah dihibahkan untuk desa membangun mesjid.ia pun menarik nafas dalam karna tak ada lagi yang dapat ia jual.
"Hallo heru...ya aku minta bantuanmu ya,heuuum. ia rumah peninggalan orangtuaku.baiknya aku minta tolong kau bantu jualkan ya.Aku butuh untuk oma,ya oke baiklah...aku mohon jangan libatkan Gilang!"Baiklah mii..segera aku coba bantu ya.balas Heru.
Pembicaraan pun berakhir,ia memilih pergi ke surau untuk mengadu.ia memohon meminta untuk tuhan memberi yang terbaik dan menghapus rasa sakit oma yani menjadi sembuh.
.......
.
.
Gilang telah sampai dirumah bersama Fandi.
"Daaaady..... sudah kembali."teriak anak itu.
sekilat mungkin Gilang memeluk.namun mata itu sedikit merah terlihat memendam kesal,
dan amarah mencari seseorang,karna terlihat ia memeluk sang anak.namun matanya melirik kesuatu arah.
"Dady..oma sakit. aku tak berselera makan.karna mama selalu menangis.aku ingin tumbuh besar cepat,danzel ingin melindungi mam..tak ingin buat mam menangis!"
Amarah gilang redam,ia mempunyai kebiasaan buruk akan tempramen yang luar biasa ketika seseorang yang ia cintai berbuat salah,apalagi mengkhianati.Fandi mencoba menanyakan ada apa yang terjadi.suster lani yang segera ingin ke rumah sakit menceritakan.
Dua jam berlalu,gilang mengkesampingkan emosi cemburunya.karna hal yang tidak tepat.terlebih menatap sang anak yang menyadarkan."Aku tidak boleh membuat arumi menangis.. sudah terlalu menyedihkan kehidupannya.aku harus mengontrol keseimbangan emosiku.aku tak boleh memperlihatkan emosiku pada arumi!"
Gilang meminta Fandi untuk menjaga keluarganya dirumah.Terlebih oma seiyen dan clara akan tiba esok.ia segera menyalakan mobil dan pergi kesuatu tempat di malam hari.
Gedung Cgx. gilang telah berganti pakaian ala tinju.hanya mengenakan boxer dan singlet ia meninju dengan sangat keras,segala emosi dan hal apapun ia lakukan selama dua jam tanpa henti.tak lama ia duduk dan minum.ia belum siap bertemu arumi karna amarahnya masih tak terkontrol akan video arumi yang bertemu dengan Dani.
"Dady akan melindungi mom..dan tak akan membuatnya menangis sayang!"tapi janjinya pada sang anak.tak dapat dikalahkan jika hatinya bertolak sehingga dengan melatih dan menyendiri adalah hal yang membuatnya sedikit baik untuk meredakan emosi.
........
__ADS_1
"Sus.. oma masih belum siuman,besok arumi akan kembali.ini card untuk keperluannya. sus..tolong dipegang.jika ada hal mendesak biaya obat mungkin cukup.Jika oma sadar aku mohon untuk membantu keperluan oma ya sus!"Suster lani pun memeluk tersenyum.ia meminta maaf dan memohon agar nona arumi bersabar,tabah.
"Tuan gilang sudah ada dirumah,dari siang kok,
Danzel bersama Fandi,apa menyusul non Arumi?"
"Apa sus..?"tanya kembali Arumi.
Arumi pun pamit,sedikit aneh mengapa Sudah selarut ini dia tak menemuiku.dan sus bilang ia langsung pergi.pantas saja sus lani bertanya dan mengira Gilang menyusulku.Sudah larut apa yang ia lakukan tanpa Fandi.pasti bukan soal perusahaan kali ini.gumam Arumi.
Satu jam,ia membuka website di cafe seven dekat rumah.ia mempromosikan rumah orangtuanya yang selalu di sewa. namun beberapa bulan kosong.sehingga ia mempersiapkan untuk menjualnya."Aku tak boleh melibatkan gilang,Oma seiyen pasti semakin membenciku."
Tak lama... Arumi menatap mobil Gilang.telah kembali melewatinya dengan secangkir coffe dan laptop yang masih ia ketik,namun matanya membulat menatap begitu saja Gilang berlalu.
"Arumi... sayang apa mama boleh ikut duduk bergabung denganmu?"Arumi terkejut,ia menoleh dengan seseorang wanita paruh baya mendekatinya dan ikut duduk di hadapannya.
"Kira kira siapa ya ?"apa ada yang tau.
.
.
.
Ditunggu. update Hari ini 3 episode di Jam yang berbeda.
Kisah cerita yang Author buat akan selalu berusaha untuk Happy ending.
Kisah Arumi tak panjang... Mungkin tak jauh sama hal seperti karya pertama author yang lulus. "Love my flaws hubby." karya tulisan yang masih tak beraturan,dan mohon maaf Jika cerita alurnya sedikit kentang.
"Dady Danzel." berterimakasih.
Sebab Author mau buat cerita yang mungkin dengan perkataan tak berbau pengusaha dan wanita karier. Ditunggu saja nanti ya Readers setia.
Tapi masih beberapa pekan,selepas tamat cerita Arumi.Yang pasti masih berbau kisah yang sering ditemukan.
Jangan lupa,mampir "Wanita seperti Dia."
tekan tombol love,klik dan poin hadiah boleh jika berkenan.
Terimakasih selalu menunggu setia updatenya.
semoga jalan cerita author kalian menyukai dan menikmatinya.
__ADS_1
🌹 **Happy reading 🌹**