
🍀 Kejutan Gilang 🍀
Beberapa hari kemudian,arumi masih cuti dalam kantor.esok ia harus kembali bekerja.setelah mengajak baby iana,ia menggendong dan memberikan nya susu.
Sementara dani dikursi roda tersenyum bahagia,andai Arumi kembali dan ingin bersamanya.ia akan menjadi pria yang paling bahagia.ia tak akan menyianyiakan dan membuat kesalahan luka pada wanita yang amat ia cintai itu.
"Lihat dadymu sayang...cup..cup jangan menangis lagi ya,tumbuhlah dengan baik dan sehat.aunty akan selalu mengunjungimu sesering mungkin!"ucap Arumi.
ia mendekat ke kursi roda Dani.mendekatkan iana putri dari bella dan sang suaminya dahulu.kenyataan ikhlasnya ia berdamai,ia melupakan masa yang sakit itu.bagaimanapun iana seorang bayi yang tak bersalah.
"Iana anak dady,maafkan dady...kini harus membuatmu sulit.dady tak sepenuhnya bisa mengurusmu sayang."lirih Dani.
"No..dady pasti sembuh.iana sayang dady."ucap Arumi.meniru suara anak kecil.menatap dani.sebuah wajah terpancar bahagia.mereka pun saling menatap hingga lama.iana sang bayi merasa tenang damai hingga terlelap dipelukan tangan Dani sang dady,dan dibantu sangga oleh tangan Arumi.
Mama le'un membiarkan sang putra dan Arumi.
mereka saling memandang,dani membutuhkan Arumi.begitupun iana membutuhkan sang pengganti mama untuk membesarkannya. meski terasa klise dan menyakitkan.kesehatan umur oma le'un.tidaklah mudah untuk merawat dani dan seorang cucu.
"Waah..iana sepertinya hangat jika didekat peluk oleh mu sayang?"ucap Mama leun.pada Arumi.ia pun bangkit dan sadar membenarkan posisi duduknya. lalu meminta ijin untuk iana kembali ke kamar bersama babysister.
Setengah jam kemudian.Arumi mendorong kursi roda dan membawa Dani ke taman.tugasnya kini membuat suasana Dani semakin baik agar terdorong untuk bersemangat pada kesembuhannya.
Dani menggenggam tangan Arumi."Mii.. aku tidak lah pantas,kini hanya pria cacat sakit yang meminta seorang wanita untuk tinggal dan bersama kembali.apa kamu memberikan ku kesempatan?"tanya Dani.
Arumi terdiam,ia amat sedih ketika berada dua pilihan.ia yakin jika perasaan kepedulian saja pada mantan suaminya.tapi ia tak bisa berbohong jika dihatinya sudah terisi nama orang lain.Arumi diam kaku,bibirnya tak bisa berkata.jika ia berterus terang dani pasti akan lemah kondisinya akan fatal,tak bersemangat.
arumi memikirkan iana.bayi yang membutuhkan sosok Dady nya kelak.
"Aku belum bisa menjawab,kamu harus fokus pada kesembuhanmu.kapanpun itu,aku akan meluangkan waktu dan menemanimu kemo.
serta berkunjung menjenguk iana dan mama le'un!"
"Baiklah..aku menunggu terimakasih untuk beberapa hari ini."balas Dani.arumi tersenyum.
ia berlalu membawa dani untuk istirahat.
.
.
.
Gilang dalam perjalanan,ia kembali memesan hotel untuk tinggal.dimana rumah sakit dekat dengan Dani dirawat menjalani kemo yang Fandi berikan. Sehingga ia bisa memantau jelas wanitanya kini.
"Mama.. mii akan kembali esok,dani sudah istirahat.ada hal yang penting yang harus mii urus!"Mama le'un pun tersenyum. ia berterimakasih akan luang waktu arumi yang sibuk,ia masih mau membantu untuk menyemangati Dani proses kemo.ia yakin jika Arumi bisa kembali pada putranya kelak.
"Baiklah sayang,kabarkan mama nanti ya!"
Satu jam berlalu,Arumi mengemas baju nya dihotel tak jauh dari rumah sakit.ia berlalu pergi dengan heru untuk proses penjualan rumah.
Hingga tiga jam berlalu mengurus segala hal,"Baiklah terimakasih dan semua selesai."
__ADS_1
Arumi berjabat tangan pada pemilik dua orangtua paruh baya,yang membeli rumah peninggalan orangtuanya.terlintas ia pun akan mencairkan dana dan proses nya untuk beberapa hari sisa 40%.
"Heru.. makasih ya,berkat kamu aku selesai dan aku tak pusing jika oma dirawat sedikit lama."
"Jangan sungkan,aku doakan oma yani cepat siuman dan sembuh!"
"Heru aku sudah mengirim uang ke rekeningmu,anggap saja itu uang bonus penjualan rumah dariku.jangan menolak!"
Heru pun tersenyum,ia sebenarnya sudah menerima uang dari Gilang.dan orangtua tadi hanya sewaan gilang.Jelas rumah itu dibeli harga lumayan oleh Gilang.jika menolak Arumi pasti akan marah dan menolak.
"Baiklah..mau aku antar?"Tidak usah,aku ada perlu dengan seseorang.kamu pergi duluan saja! balas Arumi.
.
.
.
Tiba di salah satu gedung Arumi menatap bangunan besar berbentuk bulat. Stadion gbk ini pertama kali nya ia kembali. Terus terang ia pernah saat sekolah ketempat ini saat mengejar Gilang.Betapa tidak ia ingat seorang kakak kelas yang taruhan untuk simpati, memperebutkan hati gilang. Tapi nahas ia kalah. terlebih kaka kelas itu tak berpihak memilihnya.
"Untuk apa Dona kembali mengajak aku ketempat ini?"gumam Arumi.
"Sudah sampai,ayo masuk apa kau takut arumi?"tanya Dona.ia tersenyum jahat.
haah baru tiba juga rupanya.ketus arumi.
Arumi pun mengekor,setengah jam berlalu ia telah berganti dengan kostum mobil balap.ia bukanlah adik kelas yang dulu mudah menyerah.meski oma seiyen berpihak pada wanita sepadan dan itu termasuk kriteria bernama Dona.tapi ia tak ingin menyerah selain perasaannya yang begitu yakin untuk mempertaruhkan jika ia pantas untuk gilang.ia pun tidak rela meninggalkan gilang begitu saja,setelah malam panas terjadi begitu saja.
Arumi minum segelas teh botol dingin.ia segera memakai sarung tangan dan membawa helm ketempat untuk ia bertarung mobil balap.
sudah ada pemandu yang membantu dan mengarahkannya.Kini ada dua mobil balap yang di isi oleh seorang dua wanita cantik berani bertaruh.
"Hei..adik kelas kau sudah siap,Jika kau kalah kau harus melepas Gilang.aku harap kau kembali pada mantan suamimu saja yang penyakitan itu !"ucap Dona.Arumi menatap mata tajam dan mengepal kesal.ia tau siapa Dona,dari dulu hingga kini ia selalu meremehkan dan menjatuhkannya.
"Silahkan dirimu berkoar..dulu aku mengalah karna Gilang tak melirikku.tapi kini kau hanya wanita dahulu yang tak akan dilirik dan mungkin dibuang setelah kau tau siapa Arumi!"lirih Arumi tersenyum.
.............
"Apa kau yakin dia sedang gedung itu Fandi?"tanya Gilang.
Fandi pun mengirimkan video live saat arumi sedang bertarung balap pada Dona.gilang tersenyum senang.Jika arumi mau melakukan itu demi ingin menang dan mempertahankan hubungannya.ia merasa pria yang bangga karna telah membuat arumi bisa mencintainya.
meski masa lalu sangat pahit,tapi ia menatap arumi yang kini dan dulu sangat lah berbeda.
"Baiklah aku akan menyusul menemui mu wanitaku,terimakasih!"
Satu jam berlalu,dona amat kesal karna ia kalah.Arumi membuang sapu tangan dan berlalu.ia menyenggol pundak kaka kelas yang menyebalkan dan berkata."Dahulu aku hanya berpura untuk mengalah,tapi kini kamu tidak bisa seenaknya memerintah jika aku harus meninggalkan gilang,memang kau siapa?
"Aku Dona." balasnya.dengan wajah menahan kesal.
"Ciieh... kau yang harus tinggal dengan masa lalumu itu,Dona ter-ca-antik."dengan terbata arumi tersenyum jahat dan berlalu melangkah.
__ADS_1
Dona tersenyum dan menghubungi Fandi."Sudah selesai berjalan dengan lancar!"
Ketika diluar,Arumi yang menunggu taxsi dan berlalu terkejut sebuah mobil dan ia terpana jika pria yang turun adalah Gilang.Tak lama dona sudah disampingnya.
"Selamat pangeran mu datang,aku memang mengaku kalah.aku jujur jika aku tak seperti dulu.balapan mobil hanya hobi.tapi aku tau kau bertalenta saat disekolah.sayangnya gilang tak melirikmu.Aku tau kau sengaja melakukan kalah agar tidak dipermalukan lebih dalam saat itu.Tapi kau menang saat ini Arumi!"ucap Dona.
"Kau..kenapa dia ada disini?"tanya Arumi.
"Heuump...apa ya.., aku memang sengaja membuat drama untuk melihat seberapa serius dirimu bersama gilang,kurasa dia sudah tau dari Fandi dan melihat aksi kita tadi!"
Haah...kau bersekongkol sial...kau masih sama kaka kelas menyebalkan.gumam Arumi.
Arumi pun berlari,ia menjauh dan mengumpat melewati pintu lain.wajahnya malu karna gilang mengetahui aksi nya bersama dona.ia tidak ingin dicap wanita yang bertaruh,ia malu akan harga dirinya jika Gilang tau.ia menerima tawaran taruhan bersama Dona.tapi endingnya Dona hanya bersekongkol dengan Fandi."Awas saja nanti kau fandi!"lirih Arumi.
"Kemana dia?"tanya Gilang.
"Wanitamu..berlari mungkin dia malu.aku bilang tadi jika Fandi pasti sudah mengirim aksi kita tadi.habis dia bertanya kenapa kau tiba saja disini,apa aku salah ?ucap Dona.
"Siaal..kau harus jangan bicara sebelum aku bertemu dengannya. Untuk soal tadi terimakasih Dona,aku akan mengejarnya!"
Dona pun tersenyum,meski ia sebenarnya sakit masih ada hati. Tapi ia paham siapa Gilang jika sudah jatuh cinta pada satu wanita, tak mudah untuk merubah hatinya. terkecuali wanita itu mengkhianatinya.
"Baiklah... semoga kalian berbahagia."
Dona meninggalkan tempat itu dan berlalu.
.
.
.
Kira kira.. arumi berlari malu,tertangkap ga oleh gilang ?Hayo.. adakah readers yang bisa menerka.
Jangan lupa mampir ke karya New.
Dan klik tombol Love berubah menjadi biru.
"Salah Jodoh ."
"Wanita seperti dia."
Jangan lupa tekan tombol love. dan dukungannya. Kisah Salah Jodoh seharusnya kelak jika "Dady Danzel." berakhir.
Tapi Author sedang kejar untuk mencoba keberuntungan. Di writer season 5.
Salah satu peran nya. Ada di karya ini dan love my flaws hubby.
Mungkin Readers bisa menebaknya....
Terimakasih sudah membaca setia. Hari ini bonus 2 episode.
__ADS_1
🌹Happy Reading 🌹