
🍀Surprise🍀
Gilang mengajak sang istri ke kamar, sudah larut malam. Karna esok pagi mereka harus berpamitan, mereka pun beristirahat.
Namun di satu sudut kamar, Erico menyangga sang istri yang sedang berjalan menuju kamar, ia menutupi jalan dengan tangan kokohnya di balik dinding pintu."Katakan, apa maksudnya Expired. apa kamu meragukan suamimu ini melemah tak seperti sediakala?"
"Cciiiieuh...,, hubby. apa maksudnya. kamu salah dengar mungkin?"masih menatap dua bola mata tajam.
Tapi Erico yang ingin menyergap, tak lama Dua sorot mata tajam menatapnya dan bicara.
"Papi, Momy. kalian sedang beradegan romance genre apa, apa uncle Tristan meminta Momy dan Papi sebagai modelnya?"
Hoooooah...,, lagi lagi uncle Tristan? Keiiy pun memutar mata. ia mengajak sang putra keluar, menghirup udara dari balkon. Menceritakan kisah bulan dan bintang yang indah, sementara Erico merasa terabaikan. ia ikut serta disamping mendengarkan sang istri bercerita, Tapi tangan kokoh itu jail melingkar ke pinggang sang istri.
"Papi, Get Out...,, Kaico dan Momy sedang rapat!"
Erico terdiam, ia mendengus nafas lemas. Ketika sang putra tak mengajaknya. ia paham Kaico marah, ketika papinya selalu lengket berada pada Momy. ia cemburu karna hanya momy yang bisa membuatnya nyaman, selain momy ia seperti teman, sahabat yang selalu membuatnya tak rela jika momy dihampiri pria lain, sekalipun itu papinya sendiri.
"Owh..,, tidak. aku harus mengalah di jam, hari, dan bulan tahun ini sayang?"Hubby...Stop!! Keiiyra memutar mata, agar sang suami tidak mengacau, karna Kaico tidakklah anak kecil lagi, ada kala pembahasan di Jam seperti anak, seperti sahabat. Alhasil Erico mengalah menyebut Ok. dengan senyuman manja dan bersandar pada dada sang istri. Sehingga Kaico memanyunkan bibir dan menaikan alis malas melihat papi. ia menoel punggung sang papi dan memberi kode untuk keluar tak menggangu.
"Mama, apa laliana akan kesepian?" tanya Danzel pada sang mama. Arumi mencari jawaban yang tepat. ia pun baru menyadari, kesehatan mama le'un tidaklah sesehat dulu, entah apa yang ingin Arumi katakan, ia hanya memeluk Danzel.
"Kelak, apapun yang terjadi Danzel tetap kuat, semangat dan tak kesepian ya. Owh ya, ka Kaico itu sangat baik. ia pasti akan jadi sahabat dan sekaligus kakak terbaik untuk Danzel!"
"Apa.., Kak Kaico sama seperti Mama dan Aunty Keiiy?"Heuuumph...,, mama berharap seperti itu. Tapi bagaimana dengan Laliana mah? tanya kembali Danzel.
Arumi menarik nafas, ia tak mungkin mengadopsinya, Gilang dan Oma pasti akan marah! "Sayang,... bagaimana jika laliana ikut dengan kita?"ucap Gilang. Arumi menatap terkejut akan lontaran itu. meski ia ingin sekali, mungkin hidupnya akan lebih berwarna adanya satu anak lagi.
"Benarkah Honey,?" Gilang memeluknya dan berkata ia mengijinkan. Danzel pun tersenyum senang mempunyai teman kecil.
Beberapa saat dalam pelukan,Arumi terdiam."Honey, aku tidak bisa mengajak laliana.kita hanya bisa mengunjunginya saja!"
Gilang menaikan alis, mengapa ia menolak. padahal ia ingin sekali membuat sang istri bahagia, ketika permintaan Danzel. ia tersentuh dan berinisiatif untuk sang istri mengasuh putri kecil Laliana."Aku takut tidak bisa menjadi ibu yang baik kelak," ia terdiam mengingat dirinya pasti akan seperti Dani. terlebih apalagi ketika Oma Seiyen tau pulang membawa bayi kecil hasil dari mantan suami.
Gilang pun tak bisa memaksa, baginya keputusan sang istri ia selalu dukung."Danzel sayang, kita bisa menjumpai putri laliana. tapi tidak bisa membawanya. Ada saatnya kelak anak mama yang tampan ini akan mengerti!"
__ADS_1
Danzel hanya mengangguk dan mengerti.
.
.
.
Pagi hari mereka bersama sarapan, Arumi sempat bercengkrama pada sang Mama tadi malam. Jika ia akan tinggal bersama mama Le'un sementara waktu. ia amat sedih akan kenyataan pahit, ingin sekali ia dan mama bersatu. Tapi sang mama memintanya bersabar sampai Oma Seiyen tidak marah.
Arumi mengambil air putih kedapur, tapi ia terkejut akan Sang mama yang memeluk Keiiyra. sahabatnya itu amat luar biasa, beribu keberkahan meski beban psikisnya cukup berat, tapi ia pandai menyembunyikan karna ia mencoba mengimbangi siapa sang suami, siapa itu mertuanya."Keiiy..., kalian sedang apa?"
Mama Retna memeluk sang anak, ia memberitau jika ia kelak akan tinggal di malaysia, bersama mama leun dan memboyong putri laliana, ia akan tinggal di asrama villa yang dibangun disana, bersama anak anak yang tak lengkap mempunyai kedua orangtua. Keiiyra berniat mengadopsi menjadi putrinya kelak, tentu ia harus berunding pada Mama maya sang mertua.
"Keiiy, tapi Erico...?" Mii, aku sudah ijin padanya. masalahmu adalah aku mau, kamu tetap jalani pengobatan oke! Arumi terharu dan menitikan airmata. ia tak habis pikir begitu baiknya ia mempunyai sahabat yang tak terkalahkan, sayangnya melebihi kakak kandung, bahkan sang kakak pada adiknya belum tentu seperti Keiiy.
"Aku tau apa yang kamu rasakan saat ini Mii,aku minta maaf, karena diam diam aku selalu berkomunikasi pada mamamu beberapa bulan ini!" Bisiknya.
Saat berjalan ditaman, Keiiyra menceritakan sedikit. Mii, jangan berfikir disetiap pasangan suami istri yang bahagia terlihat, ia tak mempunyai beban. Semua itu bisa diatur, diselesaikan secara dewasa. Hanya saja kita sebagai wanita harus banyak mengimbangi, dan mengalah bukan? Hahaaaa..., renyah Arumi tertawa kecil, ia semakin bersandar memeluk sahabatnya itu." Owh ya, kamu hebat mendirikan asrama untuk anak anak disana, pasti ide papa Stevanus dan Mama Maya sang mertua terbestmu kan, dia kan kaya luar biasa?"
Hoooooh...,, Ya benar. Terus gimana? tanya Arumi !! Ya aku kembalikan tapi ditolak, alhasil aku jadikan usaha asrama, tapi karna aku pindah Aku jual dan semua anak disana diboyong. Tidaklah mudah sayang, banyak hal yang di urus. Tapi dia selalu membantu memudahkan. Semua pasti ada kaitan dengan Ka Tristan, ia setia pada Merlin tapi menganggap ku sebagai adik saat ini, lucu kan?
"Heuuumph...,, lucu kisahmu beruntung. di taksir pria tajir dan mapan Keiiy."
"Eeeikh, apa sih. memang kamu apa bedanya. kau pikir ini kemauan, udah takdir tapi kita harus tetap kuat mental oke!" Terlebih pamanku dan bibi melepas tak sanggup akan usaha semakin berkembang, belum lagi ia sudah mempunyai anak angkat. Si Danu dan Deliza kamu ingat gak? Heuuumph...jadi kamu keteteran ya Keiiy. balas Arumi.
[Owh ya, kisah ini bisa Readers lihat di Flashback kisah Keiiy ya, takut bingung kenapa banyak nama nama baru. Sebenarnya orangya itu itu aja kok kalau baca kisah sebelumnya, meski Author minta maaf. masih banyak dan kurang rapih tulisannya !! ]
.
.
.
Menjelang siang Arumi berpamitan, ia memeluk Keiiy. Danzel pun sama berjabat pada Kaico yang meniru Dady dan Papinya. Seolah senyum tertawa amat lepas bahagia.
__ADS_1
Arumi memeluk terakhir mama Retna,"Mama jaga kesehatan ya?" Ya sayang, kamu juga mama akan selalu memantaumu dari jauh. kelak hubungi mama dan Keiiy ya nak! bisiknya.
Arumi pun kembali memeluk sahabatnya bergantian.
"Mii, aku akan mengunjungimu mungkin satu atau dua pekan Ya. aku akan berkunjung ke kediamanmu!"Ya Baiklah. balas Arumi. Sehingga merekapun berpamitan pergi.
Sementara Erico yang berkutat dengan ponsel, ia sibuk menyiapkan berkas kepindahan iana dan Terlebih Kaico sangat antusias, ia menempel pada balita putri Laliana yang lucu dan cantik itu."Hai, kau adalah adikku sama seperti adik Kaiyna!" lirih Kaico. Sementara Keiiy tersenyum peluk pada mama leun dan mama Retna. Karna ia begitu kesepian ketika kedua orang tuanya dan adiknya Eiiyo tinggal bersama Kakak Kaiyro yang lama menghilang dan kembali, ia tak mungkin ikut kemanapun terlebih ia mempunyai kehidupan sendiri bersama keluarga kecilnya.
........
Dini hari, Arumi sampai dikediaman bandung. ia amat lelah, Gilang menggendong Danzel. ia pun membuka pintu agar sang suami masuk kedalam rumah lebih dulu. "Sayang, aku bawa Danzel ke kamar ya!"Heuuum..., baiklah Honey. biar aku bawa koper kecil ini.Gilang tersenyum dan mengecup kening sang istri."Terimakasih sayang!"
"Sepagi ini kamu membuat Gilang mengabaikan kantor Arumi?" ia memutar mata dan melirik jam yang melingkar.
"Oma belum tidur? Arumi hanya itu..., Eeum...,, tidak bermaksud Oma maafkan Arumi."
"Tidurlah diruang tamu, karna didalam ada tamu penting!" Arumi terdiam, ia malas untuk berdebat dengan Oma Seiyen.
"Oma, cukup untuk menyudutkan Arumi. oma tidak berhak mengatur Arumi tidur dimana, karna Arumi istri sah Gilang. apapun yang membuat benci pada Arumi, itu hak oma. Tapi untuk satu hal ini. Arumi minta maaf, Oma ga akan bisa memisahkan Arumi dengan Gilang dan Danzel. Setidaknya sampai beberapa saat Arumi bernafas!"
"Heii....,, kau itu menantu kurang ajar!" Oma Seiyen kesal, ketika Arumi berkata lantang mengancam, terlebih Arumi meninggalkannya sebelum ia selesai bicara.
Dibatas anak tangga ia berjalan, dan berpapas pada sang suami, Arumi pun tersenyum menyembunyikan kekesalannya atas sikap Oma. ia tak ingin terlihat lemah dan mengadu pada Gilang.
Sayang, aku bantu, maaf aku sudah membuatmu sibuk dengan koper ini? Tidak apa Honey, aku tak keberatan !! Dibawah anak tangga, Gilang merengkuh pinggang sang istri, ia mengecup ranum sang istri.
"Aku rindu, maafkan aku yang marah berlebih padamu sayang!"
Arumi menunduk, berkali kali ia meminta maaf dalam batinnya. ia masih belum bisa mengatakan jika ia sakit meski masih tahap lanjut, masih seujung jari tapi tentu saja, ia takut mengatakannya. ia tak ingin Gilang khawatir dan bersedih.
Gilang mendongakan wajah sang istri, beberapa saat ia mencium lembut. Tapi tiba saja seseorang turun dari atas tangga. membuat mata Arumi dan Gilang terkejut kaget.
.............
-----Hayoo... ada apa ya?----- Dua bab full.
__ADS_1
🌹Happy Reading🌹