Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 84


__ADS_3

🍀 Bahagia 🍀


Satu jam berlalu Gilang menatap wanita dihadapannya.ia tersenyum akan masa lalu dan kini,ia mengelap sisa steak dan minum seteguk air... dibibirnya.Tapi mata nya tak berkedip dan selalu tersenyum memandang arumi.


"Kenapa menatapku seperti itu?"tanya Arumi.


"Karna kamu wanita berarti,aku tersenyum akan tingkah agresif mu dahulu saat disekolah.tapi aku mengabaikanmu."


Heuump...arumi menelan saliva,ia langsung minum seteguk air karna terasa serat.Gilang mengingat masa lalu membuat wajahnya semakin malu."Iya dulu itu arumi bodoh,yang buta akan mengejar pria yang menurutnya akan terpesona."gumam Arumi.


"Tapi..aku kini yang terpesona padamu.karna dirimu dan adanya danzel aku makin menyukaimu,kamu berbeda aku yang bodoh baru menyadarinya."balas Gilang.


Heuump..jadi semua karna Danzel ada ya?tanya Arumi.Bukan begitu maksudku sayang.


bukan karna ada danzel.tapi adanya Danzel aku semakin gila dan mengenal sosok ibu yang luar biasa.sosok wanita agresif yang aku abaikan.Namun aku berjuang agar tak di abaikan.balas Gilang.


"Heuumph..kamu gombal.pria yang perfect pandai memikat dan merayu."


Gilang..menyentuh tangan Arumi.ia menarik halus dan berdiri menatap sisi lautan.dari ujung balkon lantai Empat.ia berdiri di belakang tubuh Arumi.tubuhnya menempel dan memeluk erat.Namun tangan kanan selalu dikecup manis.Lalu ia membalikan tubuh Arumi. sehingga saling berhadapan.ia menyentuh bibir tipis manis arumi dengan jari nya.


"Aku punya sesuatu,pejamkan matamu!"bisik Gilang.


"Heuum..sekarang?"tanya Arumi.ia pun tersenyum dan memejamkan matanya.


"Bukalah sekarang!"


Arumi terperanjat menatap Gilang yang duduk bertungku,dengan satu kaki menopang dan kedua tangannya mengangkat satu kotak cincin.bagai film drama romantis yang pernah ia mainkan.Namun suasana ini lebih nyata dan real sangat indah.ia pun tersenyum,bulir air mata kebahagian tumpah tak percaya.


"Maukah kamu menikah denganku!"ucap Gilang.ia pun berdiri dan mendekat ke wajah arumi. sepuluh menit ia pun menjawab."Ya aku bersedia,jadilah pria yang melindungiku."


Lima menit tak percaya,"Apa ini mimpi?" tapi Gilang membalas jika ini nyata.ia pun menjelaskan Jika oma merestui untuk ia menikahi wanita manapun.Tapi ia meminta arumi untuk bersabar dan mengambil hati oma.


Beberapa jam kemudian mereka telah sampai di hotel,mereka saling memandang akan bahagia."Gil..berjanjilah jika kamu bosan.terus teranglah.aku telah gagal dalam menikah.aku berharap pernikahanku bahagia tanpa meninggalkan luka!"


"Sayang...panggil nama calon suamimu ini dengan halus dan sexsi,seperti aku memanggilmu.... aku tak akan pernah mengkhianati wanita dan ibu yang sangat baik untuk anak anak ku sedunia. Aku,kamu kita bersama selamanya!"

__ADS_1


Arumi pun tersenyum memeluk hangat seorang pria di hadapannya.ia sesekali menatap cincin yang melingkar pemberian Gilang.rasa bahagia telah hanyut dan terbuai.ia tak peduli akan masalah omongan oranglain,Jika aku jatuh cinta kembali dan menginginkan bahagia sama hal seperti sahabatku.. apa aku salah?benak Arumi.


Gilang mendongakan wajah arumi.ia mencium ranum bibir arumi,sama hal hasrat yang tertunda. ia mengrilya dan membuka sletting gaun dipunggung arumi terbuka lebar turun hingga tepat dipangkal pinggul.


ia membawanya hanyut dalam asmara,jatuh cinta diusia yang tidaklah muda.Tapi siapa sangka wanita dihadapannya yang pernah ia tak sukai karna terlalu agresif dan sembrono. menjadi wanita yang membuatnya gila,seluruh kepemilikannya membuatnya candu tak ingin melepas.


Arumi hanya bisa pasrah,baginya ia percaya pada pria dihadapannya kali ini.Dan ia berharap takdir tak mempermainkannya kembali.


"Auuuw...bibir arumi sedikit berdarah karna tergigit."


Gilang terkejut,karna kecupannya membuat arumi terluka.ia tak sadar akan hasrat yang amat dalam,segera ia mengobati luka di bibir arumi,berulang kali meminta maaf.namun Arumi tersenyum.tangannya menopang pundak leher Gilang.lalu berkata,"Aku tak apa -apa.aku milikmu..kamu bebas dan berhak atas diriku.malam ini dan selamanya."


Gilang tersenyum,ucapan Arumi tanpa berkata ia pun melanjutkan aksi hasrat terpendamnya.


sehingga suasana erotis,lemah,lembut hingga semakin panas dan kencang.bagai angin melewati lekuk kan diudara.ia pun menghirup suasana insan sejoli yang dimabuk asmara.


mereka dimabuk asmara hingga melakukan tubuhnya saling beradu dan menyatu.


,


.


.


Arumi telah sampai di kediaman,sesekali menatap kabar oma yani.ia masih terlihat kritis.


ia merenung di dalam kamar rumah sakit.


"Oma..ayo bangun.sembuh bertahanlah..mii ada kabar baik,beberapa hari ini Gilang sedang menyiapkan pernikahan mii!"


Menatap tak ada pergerakan selama setengah jam.Arumi menyeka sisa air mata dipipinya.


"Oma benar,arumi telah siap membuka hati.siapa sangka Danzel mempunyai seorang ayah yang perfect dalam segala hal.itupun membuat Arumi semakin gila dan cemburu,karna ketampanan nya semakin bertambah semakin muda dan handsome."


Arumi berbicara selama satu jam tak terasa,ia menghela nafas dan hanya bisa berdoa agar kelak.di pernikahannya oma yani siuman.

__ADS_1


menyaksikan ia menikah dan menjalani operasi sehingga ia tak kehilangan satu-satunya keluarga yang ia punya.


"Sayang..bangunlah ! Aku selalu ada,dan keluarga ku adalah keluargamu juga."ucap Gilang.ia meminta arumi berdiri untuk kuat sabar, beranjak dari kursinya.


"Gil.. sejak kapan disini?"Arumi terkejut.karna gilang tiba saja sudah berada diruangan oma yani.dan ia tak berbicara mengabarkan.tiba saja datang dan ucapan yang sama meminta restu ia datang menghampiri."


Tak Lama dikejutkan sebuah layar mesin tampak terlihat garis melurus tak melengkung.


arumi terkejut,ia segera memencet tombol darurat.Gilang berlari kecil membantu arumi terbawa panik.


"Oma.. bertahanlah. Jangan tinggalkan mii!" ucapnya. ia berteriak dengan menetes bulir airmata.


"Oma yani pasti sembuh sayang!"lirih Gilang.mencoba menenangkan.sehingga arumi pun bangkit mendekati Gilang dan memeluk tubuh kekarnya.


Dokter yang sedang menangani oma yani.terlihat para suster mundar mandir.Arumi menatap Gilang,ia khawatir akan terjadi sesuatu."Oma tidak akan meninggalkan mii kan?"tanya Arumi.dengan berkata suara yang terpenggal penggal.


............


"Ya jeng..sedang menemani Clara.heuum.. bertemu Eo untuk pernikahan gilang.Aaah..hanya sederhana.Tapi jika ulang tahun Cucu ku Danzel.kemungkinan akan digelar besar...Jangan lupa datang ya!" ucap Oma Seiyen.


Clara menatap sang oma dan bertanya,"oma mengundang semua teman oma?"


"Tidak..semua hanya bibi ratna dan galih saja.Mereka pandai menyimpan rahasia.Jika nanti danzel ulang tahun dirayakan,para klien hadir pasti bertanya siapa mama nya?Heumm..oma harus jawab apa dan bersikap."


Mendengar hal itu,membuat perasaan Clara tidak tenang.tapi ia berjanji pada ka gilang,untuk membantu agar oma seiyen menganggapnya.Tak lama clara menerima panggilan dari Gilang.


"Apa ka..serius haaah...tidak,apa yang harus aku lakukan?"


Sebuah ponsel terjatuh dan membuat mata oma seiyen membulat kebingungan.


"Ada apa Clara sayang?"


Maaf chapter bab kali ini sedikit tapi esok akan double.Jangan lupa like,coment,dan sukai.


Love you... maaf jika hanya 1 chapter. Jangan lupa tekan tombol love agar tak tertinggal update.

__ADS_1


Kira kira keselamatan oma yani seperti apa kelak ?


🌹 Happy Reading 🌹


__ADS_2