
"Oma yani sakit apa memang sayang?"
"Clara tak begitu tau detailnya oma. tapi yang jelas oma yani menyembunyikan penyakitnya telah lama hingga kini ka Arumi amat syok."
"Aku sedikit prihatin pada anak itu,tapi...?"oma seiyen terdiam,dalam batinnya bergemuruh.
..............
"Oma Jangan tinggalkan Arumi, mii mohon oma bangun!"
Terilihat dokter memberikan sebuah alat pacu jantung. Namun sia-sia selama berapa puluh menit.dokter pun terhenti menyelesaikan pemeriksaan terhadap pasein.
Arumi menatap dari bilik kaca bening,air matanya semakin deras.tubuhnya lemah tak berdaya, mata semakin sembab dan lingkar gelap terlihat jelas.pola makan yang memang sedikit tak teratur dan kurang tidur gilang akui.
Gilang semakin sedih menatap sendu wajah kekasihnya. ia menyangga peluk tubuh arumi yang hampir hilang kendali,lemas tak berdaya duduk di kursi luar kamar perawatan. Entah harus bahagia atau sedih, karna semua itu bercampur rasa,terlebih beberapa hari akan menjelang pernikahan namun dibaluti dengan duka. ia amat terluka dan prihatin memahami perasaan luka dan duka yang Arumi alami.
"Arumi, aku tak akan membuatmu sedih.ada aku yang akan membuatmu tersenyum dan selalu melindungimu dengan Danzel percayalah!" lirihnya.
Gilang mencium kening Arumi,tubuhnya tergontai lemas duduk dengan tatapan kosong wajah pucat pasi karna ia berlarut dengan menangis.
#Flashback dua jam yang terlewati.
Dokter memanggil Arumi karna pasein telah siuman dari masa koma nya.ia melaju langkah dan mendekat pada sosok oma yani pengganti ibu kandungnya.
"Oma.. pasti sembuh,Mii sudah siapkan operasi terbaik dan oma akan sembuh." ucap nya.
Arumi pun bercerita Jika ia telah bahagia,dan Gilang melamarnya.
Oma yani hanya tersenyum wajahnya yang pucat menampakan cahaya senyum yang berbinar aura kebahagiaan. Oma Yani segera memajukan gerakan tubuh tapi amat sulit. dengan suara yang tersenggal dan nafas yang sulit ia memaksa bicara.
"Arumi, berbahagialah oma merestui, sebagai wali orangtua mu sayang." ucap oma yani.
Oma pasti sembuh dan menyaksikan akan pernikahan Arumi dirumah.balas nya.
"Lindungi Arumi,jangan membuatnya menangis dan buatlah ia bahagia nak Gilang.Jangan mengingkari janjimu untuk selalu setia membahagiakannya. Jangan kecewakan oma dan mulai kini kalian berbahagialah."ucap Oma.
oma hanya ingin tidur lelah.Mii sayang jangan bersedih.
Gilang tersenyum dan berjanji akan membahagiakan Arumi. tak lama oma yani tersenyum dan terkejut mata Arumi dan gilang.
__ADS_1
Sebuah monitor berubah menjadi garis datar kesamping, Arumi memencet tombol darurat.
tak berselang lama arumi kembali menangis dengan panik.gilang tak sabar dan sedih ingin rasanya ia melindungi selalu.
"Arumi sayang, ayo kita tunggu keluar!"
arumi pun mengekor.
Terlintas dokter kembali dan akan berusaha sebaik mungkin.tak berselang lama dokter dan beberapa tim medis kembali.
"Maafkan kami nona Arumi, kami pihak medis turut berduka cita.maaf kami sudah berusaha sebaik mungkin." ucap nya.
Aaaakh.. oma yani...! Teriak Arumi berlari ke dalam ruangan. ia mengoyak ngoyak tubuh oma agar kembali bangun, berharap ada keajaiban datang oma kembali sadar dan membuka matanya.
"Sayang.. tenanglah ada aku,oma yani telah sembuh dari rasa sakitnya.ikhlaslah!" tutur Gilang.
"Oma yani,mii harus apa jika sendiri. keluarga mii cuma oma pengganti mama, mii ga bisa oma yani ga boleh meninggalkan arumi begitu aja.., mii mohon kembali." Sesenggukan dan lemas tubuhnya.
Gilang menatap wanitanya amat bersedih,ia sebagai pria tak pernah menitikan air mata dihadapan wanita. tapi ini pertama kalinya ia rapuh ikut hancur begitu saja,melihat ketegaran Arumi tapi hatinya amat rapuh.Jika Arumi tau oma mengijinkan nya menikah bukan karna restu."Sayang aku pasti akan membuat oma menerimamu dan hidupmu adalah hidupku. keluargaku adalah keluargamu juga."lirih Gilang.
Dipemakaman Chemetery.
surat itu pun berisi, Jika Arumi menjenguk pemakaman sang papa ia juga akan dikunjungi secara bersamaan.
Dua hari kemudian Arumi menatap rumah telah dihiasi pernik untuk pernikahan, meski akad dirumah sebelah yang ditinggali Gilang.tapi tak jauh beda karna dua rumah satu pekarangan ini hampir sama hanya dibatasi beberapa jarak dua mobil. ia turun dari tangga entah ia harus bahagia atau sedih, kini ketakutan itu semakin takut.
"Sayang rupanya kamu disini?"
"Gilang..aku euum.., aku rasa kita harus membatalkan pernikahan ini. maaf!"
"Tidak sayang, tapi kenapa esok pagi kita akan resmi menjadi sepasang suami istri. keluarga yang utuh untuk kebahagian kita dan Danzel."balas Gilang.
"Maaf.. aku ga bisa gilang." ia pun menangis dan duduk dibawah tangga.
Gilang mendekat dan merangkul peluk.
"Aku paham, kamu masih takut tapi ini bukanlah takdir,pernikahan kita memang di liputi duka.Tapi cara semesta mempunyai banyak arti yang tak kita ketahui. Aku paham akan jadi dirimu. tapi satu hal, aku akan membuatmu bahagia selamanya dan setia.
kita berjuang tunjukan pada Oma Seiyen.
__ADS_1
aku harap kamu tak menyerah."
Arumi menatap Gilang,ia membalas peluk erat.meski ia amat takut akan kembali gagalnya pernikahan yang ia impikan. ia berharap keputusannya untuk menikah adalah terakhir kalinya ia benar mendapat kebahagian.
"Baiklah..maafkan aku,terimakasih sudah membuatku tenang."lirih Arumi.
Arumi terkejut menatap oma seiyen tiba saja datang dan muncul dihadapannya ketika sedang saling memeluk.
"Eheuuum...."
"Siang oma seiyen ada yang mii bisa bantu ?"
Oma Seiyen hanya memutar mata, mendengus nafas panjang menatap kedua pasangan dimabuk asmara."Istrihatlah.." ucap oma seiyen dan berlalu pergi ke atas tangga melewati Arumi dan Gilang.sehingga sedikit heran arumi tak seperti biasanya ketus.
.
.
.
Kira kira apa yang terjadi pada oma seiyen nanti ?
Jangan lupa mampir ke karya New.
Dan klik tombol Love berubah menjadi biru.
"Salah Jodoh ."
"Wanita seperti dia."
Jangan lupa tekan tombol love. dan dukungannya. Kisah Salah Jodoh seharusnya kelak jika "Dady Danzel." berakhir.
Tapi Author sedang kejar untuk mencoba keberuntungan. Di writer season 5.
Salah satu peran nya. Ada di karya ini dan love my flaws hubby.
Mungkin Readers bisa menebaknya....
Terimakasih sudah membaca setia.
__ADS_1
🌹Happy Reading 🌹