Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 91


__ADS_3

🍀 Salah Sangka 🍀


Arumi menatap langkah sudut ruangan,"Dimana Keiiy, kamu kemana?"ucap Arumi. Namun tiba saja ia bertemu suaminya yang tiba saja mengejar."Aku kehilangan jejak Keiiy, honey."


Tak apa, ayo aku bantu. aku sudah menghubungi yang lain, tapi Erico sulit di hubungi entah ada apa yang terjadi.


"Semoga saja tidak ada yang terjadi."


Tak lama sepuluh menit Owzie dan Merlin datang."Kalian sepagi ini ada apa sih, mengapa menganggu saja?" tutur Merlin.


Tak lama Arumi menjelaskan.Ditambah Gilang menceritakan soal teror wanita pada Keiiyra.


hingga semua amat panik, mereka bermaksud berpencar ke berbeda tempat. Tapi ketika melangkah mata mereka tertuju dengan terkejut.


Keiiyra.. , tak lama Erico menyusul. mereka membawa beberapa empat paparbag.Arumi pun menghampiri dan memeluk sang sahabat karna khawatir."Keiiy, kamu ga apa apa kan?"


"Kalian kenapa berkumpul disini,ada apa?"tanya Keiiyra. Erico ikut terdiam merasa di kepung oleh empat pasang sorot mata tajam.


"Ponselmu kenapa tidak aktif?"tanya Gilang.


"Ada di kamar, karna lowbatt aku sedang mengisi dayanya lemah, ada apa?"


"Mii.. kalian sedang mengkhawatirkan aku ya, maaf tapi tadi aku menyusul Erico yang mengantri bubur terenak di depan seberang jalan itu, sepagi ini kami membelikan sarapan. aku menyusul Erico karna dia telah lebih dulu antri."


"Haah.., keributan mengganggu rutinitas pagi, Honey Arumi sahabat mu berlebihan."ketus Merlin.tapi Owzie hanya tersenyum.


Arumi menarik nafas, ia tak menyangka jika ia panik dan telah salah sangka.sehingga suasana mencekam jadi cair kembali.Tak lama mereka melihat taman, akhirnya mereka sarapan di taman Hotel dengan seadanya. Gilang, Arumi,Merlin dan Owzie yang belum mandi masih memakai piyama pun ikut tertawa.


Hahaaa.. baru kali ini para pengusaha dan belahan jiwanya sarapan duduk dibawah pohon.kami semua belum mandi langsung turun begitu Ka Gilang menghubungi. Owzie yang masih muka bantal, Gilang yang menyuap bubur sedikit ragu karna belum menggosok gigi.ia melirik ke kiri dan ke kanan agar tak ada yang memotretnya, karna ia tidak pede ketika bangun tidur langsung berlari mengejar sang istri.


"Sudahlah, ayo sarapan selagi hangat. setelah selesai buang ketempat sampah itu, bukankah ini sarapan yang berbeda, lebih nyaman dibanding breakfast dengan rapih dan berdandan. tapi berkeringat lagi."


"Heuuumph... Hubby, apa maksudnya dengan berkeringat dan makan,riasan?" Erico hanya tersenyum dan mengelap bubur yang menempel pada bibir sang istri dan tak menjawab.tapi Gilang dan Owzie paham maksud perkataan Erico.


"Ccccch... Arumi sayang, tatap wajah suamimu ini. setidaknya kamu tidak berhalusinasi menjadi peran film laga romance, jika menatap pasangan disebelah mu itu!" tutur Gilang. tapi Arumi tersenyum dan mencium pipi suaminya agar ia berhenti menggerutu. "Maaf...,aku.minta maaf karna membuatmu bangun sepagi ini."balas Arumi.


"Haaah...Ayoo.. Honey, bunny sweety. aku sudah selesai.Ayo kita lebih dulu naik ke atas, kita harus menuntaskan rutinitas yang terganggu oleh dua pasangan romance menyedihkan ini!"ketus Merlin. Owzie hanya menggaruk kepala yang tak gatal dan tersenyum. ia tak berani membalas karna sang istri amat cerewet jika kesal.

__ADS_1


"Hei... wanita sosialita nan manja.kami memang benar pasangan perfect romantis." Erico berteriak. Keiiyra menatap Arumi dan saling tertawa.


................


Sore hari.


"Dady.. aku amat senang, kini aku amat betah disini, apa kita akan segera kembali aku masih ingin bermain dengan Kak Kaico dan Keiysha."


Arumi memeluk sang anak,Lusa dady harus kembali. Tugas dady sudah selesai tapi kita akan ada waktu dua hari untuk liburan."Mam.., aku akan merindukan tempat ini. sungguh ramai dan Kak Kaico sangat menyenangkan. meski ia berwajah datar dingin, tapi ia lebih asik ketika kami mengobrol bercerita.


"Dimana cucu oma, Mii lihat Keiiyra ?"tanya Oma Maya. ia menyusuri anak tangga dan melihat Danzel dan Arumi. oma pun menanyakan.


"Sepertinya belum turun dari kamar, biar Arumi lihat ke taman oma."


Danzel yang berlari dan mendekat bersama Kaico. sedangkan para suami yang belum kembali akan tugas pekerjaan.Merlin pun mendekat ke Arumi. ia juga penasaran kemana Keiiyra sudah seharian ia belum melihatnya.


Kini mereka tinggal di kediaman Erico sudah hampir sepekan. Rumah bak istana memang membuatnya bingung, Arumi sering kali tersasar karna begitu luas dan nyaman.


Trrrth...trrrth... dering getar ponsel Arumi berdering."Sayang, sudah makan aku akan pulang larut malam.kamu sedang apa?" pesan Gilang.


"Honey..aku sedang mencari Keiiyra dan baby kaiyna aku tak melihatnya dari pagi."


balas pesan Gilang.


Arumi menutup ponselnya, tak lama ia melihat sebuah album yang terbakar setengah di tong sampah kaleng." Apa ini, wanita ini sepertinya aku pernah melihatnya.Tapi dimana ya?"


Arumi meniup sebuah foto Erico yang bergandeng dengan seorang wanita.ia menemukan foto itu dengan guratan hangus terbakar meski tidak full tapi wajah setengah itu membuat Arumi tidak asing."Keiiyra.. apakah sangat sulit jika kita mempunyai suami tampan,kaya dan penerus generasi pengusaha. eeeuum.. kamu benar aku harus kuat mental sebagai istri pria itu.karna takdir kita harus kuat dengan berbagai ujian, kamu benar pria semakin tua semakin tampan tapi kita wanita akan ada masanya kita akan tergeser oleh yang muda, kamu benar kita tidak boleh membiarkan wanita lain disamping para suami kita." lirihnya.


.


.


.


"Selamat siang Nyonya Erico, Pak bos sedang rapat."ucap sekretaris.


"Tak apa, Yiemi saya akan menunggu diruangan nya.tolong hubungi pantry antarkan air panas dan teh hangat keruangan ya!"

__ADS_1


Keiiyra berjalan dengan menggendong baby kaiyna dengan babysister. ia bermain dan bermanja di ruang kebesaran Erico bekerja. setengah jam berlalu menatap sang putri tidur ia pun meminta babysister menemaninya.


"Tunggu dan jaga Kaiyna ya sus!"Baik bu saya akan menghangatkan asi dibotol dan menjaganya.


Keiiyra berjalan ke arah ruangan kantor, ia mencari wanita yang pernah di isukan skandal bersama sang suami, dia memang artis baru yang menjadi bagian model namun kerap kali ia selalu menggoda. "Wanita itu sombong sekali,huuft... seperti ini rasanya tersiksa.jika melihat wanita gulali yang ingin tenar dan mudah kaya.ia bisa merayu tanpa berfikir pria itu sudah mempunyai keluarga,tak berperasaan menyakiti wanita." ia pun mengatur nafasnya untuk membuang nafas agar tetap rileks. aku tak boleh terpengaruh aku percaya pada suamiku. dan ketika Keiiy membalikkan tubuhnya, ia pun terkejut akan sang suami sudah merengkuh peluk diam diam."Hubby, jangan seperti ini, banyak mata karyawan memandang!"


"Biar saja, aku lebih suka kamu marah sayang, aku tak pernah melihat expresi cemburumu yang tampak."Ada begitu banyak pria yang bosan,jenuh bahkan lari ketika pasangannya egois cemburu berlebihan.apalagi mengomel.


aku mempercayaimu meski khawatir tapi aku hanya ingin keluarga kita utuh dan harmonis.itu sudah cukup." Erico pun tersenyum ketika sang istri membalas pertanyaannya.


Tak lama Arumi datang bersama Gilang. "Hei.. kalian datang juga?" tutur Keiiyra.


"Heuum..aku tau dari suamiku, jika kamu ingin menyambut Karti. aku bosan jadi aku akan ikut denganmu." balas Arumi.


Arumi berdampingan dengan Keiiyra yang menggendong baby kaiyna.ia satu mobil bersama babysister. sementara para suami di berbeda mobil. ia banyak bercerita dan tertawa seru ketika tanpa suami, ia menjadi lepas kendali ketika bercerita. mengingatkan akan masa remaja yang konyol. mereka senang dalam keadaan sudah berumur persahabatan dari jauh tetap lancar dan terjalin baik.


Tiba di ruang tunggu penyambutan, sepasang wanita dan pria yang bergandengan dengan berbaju putih couple dengan berkerah tinggi. dan kacamata hitam mereka menampakan dirinya.


"Lihat lah, gayanya semakin cool dan perfect."


lirih Arumi.


siapa dia ya?


.


.


.


Jangan lupa mampir new karya.


"Wanita seperti dia."


"Salah Jodoh."


"Love my flaws hubby." end

__ADS_1


🌹 Happy Reading 🌹


__ADS_2