Dady Danzel

Dady Danzel
BAB 61


__ADS_3

🍀Tak Bisa Berkata🍀


Selepas dari rumah sakit,Gilang mengendarai mobilnya membawa Arumi kembali ke rumah.sementara Danzel,oma yani dan suster telah diantar kembali sampai rumah.Arumi terdiam merenung,saat kejadian ia pingsan di dalam lift.ia masih sadar ketika lemas dan terbangun sesuatu masuk kedalam bibirnya."Apa dia memberikan nafas untuk ku,di dalam lift ?Huuaa.. aku benar -benar ceroboh."batin Arumi.


"Ada yang ingin kamu beli atau makan sesuatu Arumi?"tanya Gilang.


"Ada... aku ingin cepat sampai rumah!"


Kruuk...kruuk tiba saja suara perut arumi berbunyi,ia pun menutupi perutnya dan wajahnya berbalik ke kaca menatap jalan.


Sementara Gilang hanya tertawa.


Lucu sekali sikapmu semakin menggemaskan saja mii."Apa tadi kamu bilang apa?"Arumi mendengar.


Tidak.. saya hanya bilang ada yang lucu penjual kue disana.Gilang mengalihkan dan tersenyum menatap wajah Arumi semakin merona.


Mobil pun terhenti,Gilang mengunci dan meminta agar Arumi menunggu di dalam mobil.Lima belas menit kemudian ia masuk dan memberikan Satu gelas coklat hangat,dan kopi hangat untuk dirinya."Ayo minum dan roti isi campuran daging dimakan,kamu lapar kan?"


Gleek... suara desahan air yang bunyi ketika Gilang meneguk kopi hangat dan meniupnya.


lalu ia membuka permen mint.Apa dia mengantuk.Arumi menatap pria disampingnya.


"Kenapa ga di makan,minum coklat hangat nya.kalau dingin jadi aneh rasanya!"Aaaa.. ya makasih Gilang.balas Arumi yang masih saja terdiam.


"Kamu kenapa,tangan mu masih dingin!"


spontan Gilang.tapi Arumi melepaskan pegangan erat Gilang dan meminum nya dengan gemetar campur aduk."Aku kenapa seperti ini?"gumam Arumi.


"Mungkin kamu terpesona akan pria disamping mu mii..,ya kan,udah ngaku aja?"spontan Gilang mencoba jail.

__ADS_1


Ciieh..Jangan harap anda terlalu sombong,


terlalu pede 180 derajat,kuadarat ditambah berkali kali.


Gilang hanya tersenyum dan berkata,"Besok kamu mulai bekerja menjadi guru matematika ya,atau guru Les?"Apa maksudnya.Hah pria ini selalu menyebalkan.ia pun hanya memutar mata mengabaikan dan makan roti dengan wajah amat kesal. terpaksa ia menatap jendela.


sementara Gilang menyetir dengan tersenyum.


Dering ponsel Arumi,ia pun mengangkatnya.


Lima belas menit ia berbicara.sementara Gilang mendengarkan padahal ia berpura-pura menyetir memakai handsfree di kedua telinganya.berharap Arumi melirik jika ia tak mendengarkan.


"Baik terimakasih hakim anton.Keputusan saya tunggu besok, saya tidak akan hadir ke persidangan.Cukup dua pekan Dani menyulitkan untuk perpisahan kami,saya harap besok final.Jika sidang telah resmi Saya Dan Dani resmi berpisah!"Baik terimakasih.sekali lagi saya ucapkan terimakasih telah membantu saya menjadi pengacara agar perpisahan kami cepat selesai,Jika tanpa bantuan anda mungkin akan semakin lama.Tak lama Arumi menutup ponselnya,terdiam menatap Gilang dengan menaikan alis.Arumi paham sikap Gilang seperti apa?


Gilang terdiam,tapi ia masih berpura - pura


tidak mendengar dan berguman suara kecil seolah sedang menyanyi yang ia dengarkan dan kedua tangan nya masih menyetir dengan lihai.Arumi menatap kesal penuh tanya,ia pun mencabut satu handsfree gilang dan mencoba mendengarkan apa ada suara.


"Oowh.. ya mii tapi memang saya tak mendengar,Jika esok kamu sedang menunggu hasil sidang dari hakim Anton."Arumi terdiam menatap Gilang.benar saja ia penuh muslihat.


"Dasar pria kepo,menyebalkan selalu saja banyak alasan."Maaf mii.. tadi hanya sekilas mendengar tidak semua.balas Gilang.


"Lalu bagaimana apa ingin ke pantai,aku paham akan perasaan mu saat ini.Aku minta maaf oke."tutur Gilang.mencoba menenangkan.


Dua jam berlalu.


Arumi yang telah mampir dari butik mengambil baju kantor.Mengabaikan Gilang yang mengantar.Dan ketika ia ingin membayar ke kasir." Maaf nona sudah di bayar oleh suami nona,ini belanjaan nya!"seorang kasir memberi tiga paperbag besar.


"Baik terimakasih."Arumi mengigit jarinya dan berbalik arah,wajahnya kesal mencari Gilang.namun ia tak ada hingga ia memutuskan ke parkiran.Nampak ia melihat Gilang disamping mobil sedang berkutat dengan ponselnya.

__ADS_1


"Rupanya,ia sedang menerima panggilan sepertinya ia sibuk melihatku saja,ia mengabaikan."Arumi pun masuk ke dalam mobil.Ia berusaha untuk rileks dan ingin berterimakasih karna perlengkapan kantor esok


telah di bayarkan olehnya.


Tak lama Chat Heru tampil di layar ponselnya.


ia segera menghubungi Heru."Ya heru bagaimana,baiklah aku akan menunggu.


sementara aku bekerja di kantor yang keiiyra rekomendasikan.Tapi jika ada project akting atau apapun itu kabarin aku ya,meski freelance.


iya benar pak sutra juga bicara,Jika nanti akan ada project layar lebar.Semoga kita dipersatukan ya.Aku sudah lama tidak akting.oke baiklah thanks heru.bye..!"


Arumi membalik kan arah,dan kembali ingin masuk kedalam mobil.Saat ia menerima panggilan memang ia keluar guna sinyal lancar di loby butik.Tapi ia menatap wajah Gilang berbeda."Gilang kamu tadi bayar ke kasir,aku akan transfer ya?"Tidak perlu kamu pakai saja semoga besok pekerjaan baru mu lancar.


"Baiklah terimakasih maaf aku merepotkan."


Arumi pun terdiam ketika sampai dirumah,wajah Gilang menjadi masam dan kecut.ketika sampai ia pun kembali masuk kedalam rumah.Namun tak seperti biasa,Gilang acuh tanpa pamit.Biasanya ia akan berbagai cara untuk mampir bertemu Danzel meski lelah."Pria yang aneh mood nya selalu berubah-ubah."ucapnya.


Fandi laksanakan tugasnya,pindahkan Wanita itu ke bagian divisi dan pastikan ia selalu sibuk dan mengatur segala hal kemanapun saya berada!


Fandi tertegun akan emosi Gilang yang memerintah,dan berlalu ke kamar."Ada apa lagi,sultan memang merepotkan jika sudah falling in love?"gumam Fandi.


.


.


Happy reading. Jangan lupa like,vote jejak nya.


terimakasih selalu hadir readers setia.

__ADS_1


-----bersambung---


__ADS_2