
🍀 Perang dingin Sahabatku 🍀
Keiiyra menatap laut didepan mobil.dengan baju yang sedikit feminim yang belum sempat ia ganti, namun ia mengganti dengan piyama tidur yang sedikit sopan. Agar ia kembali pulang jika Mama mertua memergokinya, ia hanya bisa memberi alasan keluar cari makanan pinggir jalan. kini ia berdiri tegak di bidang bawah pasir yang tergenang ombak air di bawah lutut malam hari. ia pun duduk dengan merangkul kedua tangannya merangkul pada siku kakinya. ia merunduk dan menumpahkan tangisan amarah kekecewaan dan kekesalan yang selama ini ia tahan.
"Aku akan melepaskanmu Erico."Teriaknya.ia menangis dan berkali kali berteriak seperti itu.
Erico yang telah sampai dan mendengar sang istri, kali ini melihat betapa marah nya sang istri. ia membalut tubuh istrinya dengan Jas nya.
"Sayang, maafkan aku, aku tak bermaksud. jangan lagi berteriak seperti itu, aku tidak akan melepaskanmu. ayo kita pulang!"
Keiiyra tersenyum tertawa kecil," Haah.. aku bahkan ingin sekali lahir kembali dengan pria yang biasa saja, jodoh yang sederhana dan hidup tak bergelimang apa yang kita miliki akan membosankan dan tak ada habisnya.bagi pria itu semacam hiburan dan mainan. Tapi bagi seorang istri itu hal menyakitkan." lirihnya.
[ Ahyooo.. kok aku jadi netesin air mata ya.Kasian Keiiyra, belum lagi Author menulis bab ujian Arumi kelak. ]
"Sayang, pukul aku. aku siap di hukum olehmu.maafkan aku yang tidak peka, dan selalu mengira dirimu tak pernah cemburu berlebih, dan dirimu tak akan semarah ini.aku tak mengira telah menyakiti hati batinmu."
Tiba saja Keiiyra berdiri, ia menepis pelukan hangat Erico. ia beradu argumen dan bertengkar.hanya ada ombak air yang menyaksikan mereka di malam hari.
Erico memeluk paksa Keiiyra yang mengamuk tak ingin disentuh, ia menahan agar sang istri tenang. namun Keiiyra berhasil melepas dan berlari ke dalam mobil, tapi ketika ia membuka pintu mobil pandangannya sedikit kabur dan ia terjatuh.
"Sayang..Aargh." Erico segera mengangkat tubuh sang istri dan membawanya ke rumah sakit terdekat.ia meminta asisten untuk menjemput mobil yang ia tinggalkan.
Hingga sampai di rumah sakit ia bersyukur karna sang istri hanya kelelahan. ia pun membawa nya pulang, Agar mama dan papa tak menanyakan hal yang bisa menyebabkan amarah dan fatal akan ia bertengkar karna masalah apa.
Sudah pukul enam pagi, Keiiyra yang telah di bersihkan dan berganti baju oleh Erico, ia mengelap kening wajah, tangan sang istri dan mengompresnya. ia pun terbaring di samping tempat tidur dan menunggu sang istri terbangun.Tapi ketika Erico tertidur Keiiyra segera membersihkan diri dan mandi bersiap.
Menjelang pukul sepuluh pagi.
Tante maya yang sarapan lebih cepat mengajak Danzel,pergi bersama baby Kayna ke rumah sepupu. di hadiri pula dengan Merlin dan sang anak. Danzel pun ikut serta. Gilang yang bersiap dengan Alvin pamit akan menuju proyek yang sedang mereka geluti dengan banyak meeting. Tak lupa Erico yang sudah hadir dengan jas rapih.
"Keiiyra belum turun Mah?"tanya Erico.
"Heuumph.. dia tidak sarapan memangnya kamu tidak tau?"
Erico terdiam dan menatap seisi meja, sementara Merlin dan Owzie menatap pasangan sahabat trio sungguh Aneh.
"Apa yang kakak sembunyikan dari kami?"ketus Merlin.
"Tidak ada?"
__ADS_1
"Sudahlah ayo makan, Keiiyra sedang berolahraga pagi ini. ia ada latihan untuk melatih senam dengan ibu komplek. Tubuhnya sedikit tak enak, jadi ia ingin berolahraga gym. siang juga akan tiba. Mama bawa Kayna hari ini. Danzel ikut temani Kaico ya. Dan kamu merlin bantu mama temani memantau anak anak kali ini!"
Merlin hanya mengangguk, setelah mereka sarapan mereka pun bubar. Merlin, Karti, Arumi menyambut pagi ini dengan indah. mengantar para suami mereka hingga kedepan Rumah.
"Haaah.. aku iri pada mereka."lirih Erico.
Di perjalanan Erico yang menatap sebuah taman. ia melihat sang istri sedang memandu dan meminta sang supir berhenti.Erico berusaha menghampiri. Namun Gilang berkata," Kita hampir terlambat. jangan biarkan bisnis kita gagal karna tidak tepat waktu."
Tak lama Erico yang kembali ke mobil, ia mendapati sang istri berlari melewatinya dengan seorang pria binaragawan yang terkenal hot dikalangan pelatih sang istri di komplek itu.
Keiiyra yang menyadari sebuah mobil akhirnya mau tidak mau ia menyapa, "Selamat pagi Tuan. kami permisi." ucap Keiiyra. sementara Erico terdiam.
"Siapa dia Nona Keiiy?"tanya Ardan. pelatih pria yang mengenakan singlet putih dan celana olahraga dengan tubuh kekar dan handuk kecil hitam melingkar di leher.
"Hanya Kakak yang baik hati, yang selalu memperhatikan aku." ketus Keiiyra melirik pria berjas rapih itu.
Erico masuk kedalam mobil dengan kesal,wanita tak berperasaan beraninya bilang suamimu ini kakak, apa dia ingin benar melepaskanku, lihat saja nanti !
Sementara mobil melaju. Alvin dan Gilang tersenyum menahan tawa.
.......
Arumi dan Karti yang duduk di sofa ruang tv, Karti yang memutar acara karna bosan. Arumi yang mencari tempat ingin refreshing ia pun menggerakan layar ponsel mencari tempat yang ingin ia kunjungi.
Hai.. Mii, Kart, bosan tidak ? kita pergi yuuks..! Owh ya para suami pulang jam berapa? kita keluar gimana, tapi kabarkan jika kalian ingin keluar ijin pada mereka. Karti dan Arumi pun menuruti dengan senang, tapi ia tak berani mencampuri dan menanyakan bagaimana kelanjutan Keiiyra dan Erico jika ia tak dahulu bercerita.
Jam makan siang, Alvin dan Gilang mendapat pesan setelah meeting dari istri mereka. mereka tersenyum karna mendapat potret kegiatan sang istri."Rupanya kejenuhan bosan mereka bisa menikmati bahagia, aku ikut andil senang sebagai pria."ucap Alvin.
"Heuumph, dia sedang melakukan perawatan seluruh body, shopping. Rasanya aku iri karna istri kita mempunyai sahabat yang kompak, dan saling melengkapi dalam menghadapi pria seperti kita memang harus kuat."tambah Gilang.
Erico tiba saja duduk dengan segelas coffe. ia membalikan ponselnya karna tak mendapat kabar dari sang istri. Gilang pun bertanya dan meminta nya untuk memberi kejutan agar sang istri luluh, bagaimanapun idenya lah mereka ikut serta kedalam jurang. ketus Gilang.
Arumi dan Karti sedang bercerita tawa. Arumi yang menerima panggilan dari sang suami menghampiri. tak lama ia menatap Erico dan Alvin ikut serta.
"Kalian ingin makan siang bersama kami?"
"Heuump.., istriku ada disini."balas Erico.
"Istrimu, sahabatku Erico."ketus Arumi.
__ADS_1
Gilang pun memeluk sang istri agar menahan emosinya, dan membantu sang sahabat agar memaafkan sang suaminya. karna Erico saat meeting tak bersemangat sehingga ia merasa kasihan.
"Honey, untuk apa kasihan padanya. aku tidak janji. Karna Keiiyra jika sudah kecewa ia tak bisa dirubah, kau tau ia pernah kecewa pada adikmu dan berakhir end." ucap Arumi.
"Kau jangan bicara seperti itu Mii, aku mengaku salah. jangan mendoakan."balas Erico.
"Kau, menguping saja. ku kira kau sudah menghampiri Keiiyra."
Sementara Gilang, ia tak bisa bantu banyak. karna masalahnya dengan istri mereka sudah selesai. Hingga mereka makan bersama dengan ceria penuh tawa, tapi tidak dengan sikap Keiiyra pada Erico yang dingin.
"Sayang.. kau ingin kemana?" tanya Erico.
"Aku ada urusan. Mii.. dan Karti maaf aku duluan, kalian pulang lebih dulu saja ya.kamu kan tau aku ada hal pertemuan penting."lirik Keiiyra mengedipkan mata. Oowh ya Keiiy, hati hati ya. Karti berbisik namun Arumi pun berkata, ia juga bingung tidak tau.
kedua para suami mereka jadi tegang.Arumi pun mencairkan suasana kembali dan melanjutkan makan siang dengan suami mereka masing masing.
"Keiiy, kamu tak meminta ijin pada suamimu pergi. biar aku antar?"
"Maaf Tuan Erico. sudahlah jangan mempersulit. aku sudah meminta ijin pada Mama maya, dan papa Stevanus. Video semalam dirimu aku sudah memberitaunya.aku butuh waktu untuk mencerna, Jika kau tertarik pada Shera silahkan. urus saja aku sudah tidak sanggup mempertahankanmu."
"Keiiyra, tolong jaga ucapanmu!"teriak Erico.intonasi yang amat tinggi. ia menatap seluruh mata memandangnya. Erico pun mengejar sang istri. Keiiyra terhenti kaget akan teriak suaminya yang marah karna ia berusaha ingin melepasnya.Arumi, Karti dan para suami mereka tertegun.
"Hayoo.. aku syok sekali jika suami sudah berteriak." ucap Arumi.
"Heuum..aku jadi merinding Mii."balas Karti. sementara para suami mereka memegang erat tangan istri mereka masing masing dan memeluknya.
Gilang mengantar Arumi, ia mengecup kening sang istri dan berkata,"Lusa kita kembali ke rumah. bisnisku dengan Alvin dan perusahaan Erico berjalan dengan baik.jika kamu bertemu sahabatmu. coba untuk tenangkan sayang!"
"Ya.. honey, akan aku coba. Arumi pun memeluk dan berkata,jaga diri dan hatimu untukku honey."
"Pasti sayang, maafkan khilaf aku kemarin ya."ucap Gilang.
..............
Nasib Keiiyra sahabat Arumi entahlah seperti apa ?
Arumi menarik nafas, ia berharap ujian nya kelak tak serumit yang ia lihat pada Keiiyra sahabatnya itu. ia pernah berfikir ketika kesulitan menghampirinya, ia meyakini kisah kedua sahabat yang membuatnya iri dengan senang tak sepertinya. sulit ia bayangkan dengan kenyataan. "Heuump...yang terlihat memang belum pasti terjadi bahagia yang kita bayangkan, selalu ada level di mana ujian dan sabar para istri yang mempunyai pria rupawan berkecukupan, begitupun kehidupan dengan pria biasa pasti akan ada ujian berbeda untuk kita sebagai istri." lirih Arumi.
Next ditunggu update selanjutnya ya !
__ADS_1
Mampir kembali ke "Salah jodoh." dan "Wanita seperti dia."
🌹 **Happy Reading** 🌹