
๐ Sakit hati ๐
Dani menatap ke kamar utama, menelusuri langkah demi langkah mencari sang istri.Lalu ia mencari ke kamar lain dan di setiap sudut.ia pun tak melihat danzel.Lalu ia menanyakan pada asisten dan dari sana lah ia melangkahkan kakinya,Ia melihat Arumi yang sedang berenang dengan sang anak dengan tawa ceria."Syukurlah apa Arumi tadi melihatku?"benak Dani.
"Suamiku sayang kemarilah!"tutur Arumi.ia memanggil dan menyambut sang suami.
Dari perlakuan manis tak ada tanda kecurigaan. Jika Suara bunyi tadi dilantai bawah adalah sang istri benak dani menatap menghampiri.
"Rupanya kamu disini aku mencarimu !" Tutur dani, Maaf aku dan danzel berenang sayang apa kamu membutuhkan sesuatu?tanya Arumi.
"Baiklah aku akan berganti baju dan bergabung bersama istriku ini,"Senyum dani.Dady ayo cepat turun temani danzel! Dani pun menyambut dan melingkar jari O pertanda siap oke pada sang anak.
Sementara Arumi menatap dari ujung sudut terlihat Bella sedang menatap nya.Arumi menghela nafas dan berlalu ke meja gajebo.
ia mengambil ponsel dan memencet seseorang."Baiklah pak... segera kirim via kilat. kamera pena dan kancing saya tunggu besok pagi, ingat tulis foundation di paket itu!"Arumi pun menutup panggilan dan ia memegang dada nya amat sakit.
Perlahan Arumi mengingat perkataan keiiyra saat dinner date.Jika Bella bukan adik sepupu.
dan rasa penasaran hubungan nya pada suami semakin kuat,resah.Tapi satu sisi ia pun bingung harus mengambil keputusan apa jika
memang Dani dan bella ada hubungan lain.Bagaimana statusku dan danzel yang sebenarnya.
Dani pun merangkul sang istri,dan bergabung manja dengan sang anak.Membuat Arumi terkejut dan mengusap air mata nya."Sayang kenapa?"tanya Dani lalu Arumi membalas,"Tidak apa suamiku aku tadi terharu
mendapat pesan,jika Keiiyra sudah sampai di malaysia,tapi dia kesal karna tak bisa ke negeri sakura karna..?"
"Karna apa sayang?"Dani kembali bertanya.
Keiiyra hamil anak kedua, dan ia tak bisa kembali ke jakarta sampai waktu yang stabil.
Aku merasa kehilangan tak ada teman,Tapi...
apa aku boleh jadikan Bella sebagai teman baik disini!tutur Arumi.ia berlaku bodoh sementara Dani tersedak dan mencoba berusaha tenang,mengatur nafas untuk menjawab permintaan istrinya.
__ADS_1
Sayang Bella menjadi teman mu,jelas boleh dia kan adik sepupu ku.Tapi dia tak akan lama disini,karna sebentar lagi suaminya menjemputnya!
"Apa secepat itu sayang?"tanya kembali.Namun Dani diam dan menengguk segelas air mineral di gelas,seperti bingung menjawab kembali dengan memutar mata ke arah kanan dan berlawanan,serta tersenyum pada sang istri dengan sedikit gugup.
Arumi kembali merasakan sakit hatinya,Terlebih lagi ia mendapati sang suami berbohong.Tapi apa bedanya dengan aku yang belum berterus terang akan buku diary Almarhum Bayu,Jika danzel adalah hasil bayi tabung ku dengan pernikahan kontrak yang memang aku tidak ingat."Tuhan pernikahan macam apa ini,pasangan macam apa aku ini,wanita macam apa aku ini." Batin Arumi bergumam.
"Mama,danzel sudah lapar !"
Danzel menarik tangan sang mama yang melamun,Sementara ketika sadar Arumi menatap sang anak dan menggendongnya tersenyum.Namun menatap sang suami sedang menerima panggilan sedikit menjauh darinya.Sehingga Arumi pun bergegas lebih dulu ke kamar karna sang anak sudah kedinginan.
.
.
.
Setelah makan malam,danzel pun memeluk sang dady dan bertanya."Dady apa anak pria handsome ini boleh tanya satu hal?"
"Tentu pangeran dady ...apa yang ingin kamu tanyakan sayang?"
"Sayang tentu dady amat mencintai mama."
"Janji dady...!"tanya kembali danzel.yang mengulurkan jari kelingkingnya pada sang dady.
"Yes sayang,kenapa pangeran ini bisa bertanya seperti itu?"lama danzel terdiam dan berkata.
"Teman sekolahku bernama kanala berkata mami dady mereka berpisah,apakah artinya mereka tidak bersama lagi kan,Karna teman danzel bukan lah anak nya.Jika aku bukan anak dady apa dady akan meninggalkan danzel dan mama?"
Tubuh Arumi bergetar dan mendekat pada sang anak,Ia memiliki anak yang cerdas dan pandai menyikap di usia dini.ia yakin karna sosok ayah yang di dambakan selalu ingin ia tau dan dekat.Tapi jika Dani tau kebenarannya aku harus berbuat apa.Arumi pun memeluk sang anak dan Dani ikut memeluknya.
"Danzel kamu akan selalu jadi anak dady selamanya!"
Mereka pun tersenyum dan Dani pamit pada Arumi keluar,untuk menerima panggilan klien.Tapi hatinya pun tak bisa berbohong ada rasa campur di dekat sana,sedih dan penuh tanya.
__ADS_1
.
.
.
Pagi hari Arumi terbangun ia membuka gorden jendela,melihat suami tak disampingnya.ia pun segera ingin membersihkan diri.Namun ia melihat bella dari arah belakang kolam menuju taman berjalan cepat.Arumi pun ingin menghampiri karna khawatir ia berlari kecil dengan piyama tidurnya.Membuka pintu belakang dan melangkah dimana bella dan sedang apa?Karna khawatir bella yang sedang hamil tersesat.karna ia menuju pintu belakang taman yang menembus hutan di tepi pantai.
Namun ia terkejut hati nya begitu sakit melihat Bella sedang memeluk sang suami yang sedang menerima panggilan.Sementara bella memeluknya dari belakang.Seakan sakit luka kembali,Air mata jatuh mengalir deras begitu saja.Tubuhnya gemetar ada amarah kesal dan benci menatap suami dengan wanita lain.
"Dani,Bella aku yakin kalian ada hubungan sesuatu lain,Apa tempat ini kalian akan sembunyi bertemu untuk menumpahkan rindu."
Arumi pun berlari kecil menuju kamar,sesampainya ia mengemas pakaian kedalam dua koper.Ia tak sanggup jika satu atap dengan wanita lain.Tiba saja suara ketukan pintu dari asisten menemuinya.
"Nyonya ada tamu yang mencari ingin bertemu !" Tutur asisten, ia pun segera menghapus dan merapihkan diri dan melangkah ke lantai bawah ruang tamu.
.
.
.
All Mampir New karya baru.
Yang berjudul .
๐Wanita Seperti Dia.
karya tertunda berbeda judul.
beri like dan vote dukungan ya.
Makasih
__ADS_1
Happy Reading All Terimakasih atas dukungan kalian.