
🍀 Aku Bukan Saingan 🍀
Bibie,antie memeluk sahabat teman kuliahnya.ia benar terkejut jika dihadapan nya kini adalah,"Arumi kamu benar,ini benar - benar kamu kan?"sepuluh menit mereka menyapa.sehingga Gilang keluar arah bising.
"Sudah mulai jam kerja,cepat kembali ke meja masing -masing!"ucap Gilang.
Arumi menoleh dan tertegun,ia tak berani menatap.sejak pagi hatinya tak karuan.ini pertama kalinya ia merasa canggung ketika wajah Gilang tiba saja dekat."Baiklah antie jam makan siang jika ada kesempatan kita lanjut oke!"lirih Arumi.memberi isyarat karna ia pun rindu,dan bersyukur kini bertemu kembali.setidaknya ia ada teman.
"Mii.. aku senang bertemu kembali,kamu dekat dengan Tuan Gilang mii?kelihatanya bos kita lebih perhatian sekali padamu mii?timpal Bebii.
sudahlah kalian terlalu berlebih,antara kami dikantor hanya atasan dan bawahan.diluar karna kami pernah kenal teman sekolah saat jaman lampau.hehee terkeukeuh arumi berusaha tertawa padahal tidak lucu.hingga mereka makan siang dan saling bercerita.
Beberapa bulan kemudian,Arumi telah bekerja dan mulai beradaptasi bekerja kantoran.ini sudah memasuki enam bulan.
Satu bulan lagi danzel,genap lima tahun.
ia membulatkan tanggal di kalender.
ultah handsome.dan terbayang ingin memeriahkan bertema pilot.ia pun mencari eo terbaik untuk kejutan,namun menatap uang yang tak sedikit ia pun berencana menerima tawaran laga film trailer romantis.kini ia menjadi wanita mandiri.semenjak orangtua tiada,pabrik yang bangkrut dan diakuasisi.ia hanya mengandalkan kerja keras.setidaknya aku pernah menikah,pernah mencintai dan dicintai dan pernah bahagia.aku tidak boleh jatuh cinta lagi pada siapapun,termasuk gilang yang memang mempunyai perhatian lebih,bisa saja semua karna aku adalah ibu dari Danzel.kini saatnya fokus kebahagianku bersama danzel.aku tak punya siapapun selain oma yani dan Danzel.
"Ya heru,oke baiklah jam pulang sore jemput aku ya,kebetulan mobil sedang di bengkel.oke aku sharelock!"
Arumi merasa sering lembur,kini kegiatan nya sedikit sepi namun sering menatap meja dirut.
__ADS_1
"Baguslah semoga dia di paris masih lama,jika ia tau aku kembali menerima tawaran film layar lebar.ia pasti akan mencari cara untuk mengagalkan."lirih Arumi.itu akan membuatku semakin sulit.
Sore hari di Cafe XR.Jadi bagaimana heru,aku harus apa nanti ?.Heru pun menjelaskan dengan adegan Arumi yang hanya 12 kali.
sebagai pemeran kedua.Ia pun menerimanya.
selain membutuhkan waktu tak banyak,hanya empat hari ia pun tak terganggu karna ia akan cuti selama seminggu.
"Tak apa heru,aku butuh untuk kejutan putraku."
kau tau aku membutuhkan banyak uang,aku akan mengumpulkan uang dan memulai bisnis.satu satunya adalah aku kembali menjadi model dan akting kembali.
"Kenapa kau tidak meminta saja pada Gilang kan ayah biologisnya?"Heru please.aku tidak ingin sepersenpun uang darinya.kau kan tau oma Seiyen seperti apa? ia tak menyetujui.Aku rasa dengan aku kembali dunia akting Gilang akan marah dan melepaskan itu yang aku harapkan.
"Apa kamu yakin,tak sedikitpun kamu ada rasa perasaan untuk Gilang.dia sudah banyak berkorban,jika kamu mengatakan yang sejujurnya aku yakin gilang akan,ingat dua kali lalu ia membayar finalti Seratus juta agar kau,tidak ...?"
.
.
.
Arumi kini telah sampai di rumah,ia menunggu kedatangan sang putra handsome yang kini di ajak oleh Clara dan Gilang ke paris.ia pun mengingat bagaimana ia merasa tertekan."jika ada pria yang lebih baik,aku akan menerima pria biasa saja asalkan aku bahagia dan tak tertekan dan ia selalu setia padaku."batin Arumi.
__ADS_1
Flashback.
Satu bulan lalu."Tidak perlu menangis,kamu hanya wanita model rendahan.tidak sepadan dengan derajat marga keluarga kami.Meski kau keturunan tiongkok.tapi level orangtua mu tak sejajar.ingat berapa banyak uang kami telah menolong dan melunaskan hutang Tjin saksono ayahmu.Ingat hutang Herdaus yang dilakukan oleh selingkuhanmu Zack.kami menolongmu.kamu hanya perantara Rahim penerus Perusahaan kami.Jika kau tak ingin kehilangan Danzel selamanya tak akan melihat,jauhi Gilang!"ucap Seiyen.
Begitu terpukul,akan tuduhan aku wanita rendahan dan Zack selingkuhan.aku wanita hina dimata nenek Danzel.Baiklah saya akan menepati janji untuk membuat Gilang membenci dan melepas harapan untuk bersama."Arumi pasti akan menepati janji itu,oma seiyen tak perlu khawatir,jika saya telah mendapat karier yang lebih baik.saya akan secepatnya keluar dari perusahaan Gilang,asalkan jika saya rindu pada Danzel tak dipersulit!"
"Mii.. kamu melamun,kangen Danzel ya?"ucap Oma Yani.
"Heuum.. mii rindu sekali,Clara bilang akhir pekan Danzel akan kembali.Tapi mii juga menerima tawaran akting kembali,setelah ini mungkin mii akan menemui Paman Beni.semoga Tugas mii di jakarta selesai sebelum Danzel tiba."
Oma yani pun,memeluk keponakan tercinta yang sudah seperti anak.Ia tau harapan nya ingin bahagia tapi sulit."Oma yani harap kamu bisa bahagia menemukan pria yang menerima kekuranganmu.sebelum oma pergi selamanya.
"Arumi menatap bi yani.jangan bicara seperti itu.Mii tak punya siapa lagi selain penguat hanya oma yani,seperti ibu.harapan Mii yang menguatkan dan mengerti mii cuma oma yani.
tangis arumi dalam pelukan.Arumi pun membayangkan dirinya tanpa Danzel dan Bibi yani."
Fandi yang sedang mengambil berkas lain rumah sebelah tak sengaja,mendengar dan memvideokan kegiatan Arumi.Tentu saja pelepas rindu Gilang."Ada yang aneh.akhir ini Arumi cepat menghilang,apa dia sudah mendapat pekerjaan baru?"batin Fandi.
Satu jam berlalu Fandi yang keluar dan akan pergi kembali,berpapasan dengan Arumi yang keluar dari dalam mobil."Mii kamu kenapa,ada masalah?"tanya Fandi.
Arumi merunduk dan berlalu masuk kedalam rumah tanpa balas kata.Fandi khawatir karna wajah Arumi sembab dan memegang ponselnya.
Kira kira kenapa ya?
__ADS_1
---Bersambung---
Jangan lupa,like,favorite love.dan vote sebanyak banyak nya agar mendukung karya author menjadi lebih baik. thanks Happy Reading.