
🍀Ke'Uwuwwaan yang tak sirna🍀
"Sayang, pantas saja adikku Owzie menyukai Keiiyra berlebih?"
"Heuump, ya honey. kesederhanaan dan kepintarannya selain cantik. aku amat sayang padanya melebihi kakak."
Tak terasa bulir airmata jatuh, Arumi memeluk bahu sang suami, Gilang ikut mengusap wajah sang istri.
"Semoga kita selalu romantis seperti ini ya!"Arumi mengangguk dan saling menatap amat dekat. dua nafas yang saling berdempetan dan mengubah suasana itu menjadi seram.
~Jika para jomblo yang lewat!" Hahaaaa...., senyum dikit..!! ~
Setengah jam kemudian, Arumi dan Keiiyra tak sengaja tertidur dalam sandaran bahu para suami mereka. Erico masih mengusap pucuk rambut dan wajah sang istri terkejut.
"Honey, kamu tertidur ayo bangun.kita pulang tidur dirumah ya!"
Gilang pun tak kalah antusias,"Hai bung, sepertinya tak ada cara lain. kita harus menggendong para istri kita yang sudah pulas!"
Erico terdiam, ia menatap sekeliling meski sudah malam tapi masih banyak alu lalang lewat. Jika pulang sekitar sepuluh menit kita menggendongnya."Heuuump...,, kasian para istri kita sudah lelah!"
Padahal malam ini aku ingin meminta jatah honey! bisik Erico. ia pun mencium berkali kali sang istri bermaksud untuk bangun. Hingga Erico dan Gilang akhirnya berdiri. dan menggendong ala brides style. Para dua pria itu tak menghiraukan sorot mata yang lewat.
mereka melilitkan tangan istrinya kejenjang lehernya. Lalu berjalan dengan gaya cool, mata yang lurus. hanya tersenyum membalas orang yang menyapanya sangat romantis.
Tepat dihalaman rumah, ia kembali masuk kedalam pintu. Tapi Sadiya tiba saja keluar dan berkata dengan menghalang pasangan yang sedang lelah berjalan itu.
"Kenapa ini, mereka pasti pingsan karna makanan pinggir jalan itu beracun kan?"Gilang menggelengkan kepala, ia malas jika menanggapi Sadiya."Apa kau hanya bisa menghalangi jalan kami?"ketus Erico. ia meminta Sadiya minggir dari hadapannya yang ingin masuk kedalam rumah.
Kalian kenapa ketus begitu sih pada wanita?"Aaakh.., apa ini tolong...tolooong aku, Gil tolong, Erico tolong ada sesuatu yang melilit di kaki ku!"
Gilang dan Erico berbalik badan, meski ia masih tetap pada posisi menggendong para istri mereka. Tapi disamping itu Arumi dan Keiiyra melirik sedikit untuk kode tidak bangun.
karna mereka ingin menguji kegoyahan iman para suami mereka.
Gilang meneriaki Fandi yang baru saja keluar dari teras. "Fandi, tolong Sadiya!" Sruuuput... secangkir kopi tiba saja hampir tumpah. Karna bosnya itu selalu menganggu disaat santai.
"Jika seperti ini terus, nyawaku terancam.hidupku tak bebas dan terusik."lirih Fandi yang menghampiri.
Mana, ada apa kakimu? Fandi bertanya pada Sadiya. namun Gilang dan Erico masuk kedalam rumah. mengabaikan Sadiya. ia pun tak sengaja menatap Fandi, "Aku cuma caper, puas!" Lalu ia masuk kedalam rumah dengan kesal karna diabaikan.
Fandi tertegun tak percaya, pantas saja Clara menyebut wanita ular kepala belut."Mengapa bosku bisa menikahi wanita bernama Sadiya ya?" Pikir Fandi.
diatas anak tangga, Keiiyra yang menatap dari belakang. ia menatap Arumi masih naik keatas tangga. Namun ia melingkar jari berbentuk hati dan tersenyum. "Berhasil." kode oppa Saranghae di film korea.
"Thanks Keiiy, idemu membuat aku bahagia malam ini. aku bisa membuat Sadiya perlahan muntah dan pergi dari kediaman Gilang."batin nya.
............
__ADS_1
Erico bersandar dan membersihkan dirinya, lalu ia kembali ingin tidur disamping sang istri.Namun ia menaikan alis mengapa sang istri tak ada di kamar. "Honey, sayangku...?"
Mata itu terpana menatap dari balik kamar ruang ganti, ia menatap sang istri telah memakai lingerie putih transparan. Kulit yang putih susu itu menyerupai dan membuatnya menelan sesuatu terasa kering.
"Hubby, terimakasih. kamu pasti lelah sudah menggendongku." Keiiy pun menjatuhkan tubuh sang suami, ia memijit seluruh tubuh dan terakhir ia membuka sesuatu kepemilikan dan menarik,menari diatas tubuh Erico. Sehingga suaminya itu memejamkan mata dengan exspresi gerah tak karuan.
Gilang merasa tak percaya, ia bisa melakukan rasa cintanya pada Arumi seperti ini. Dahulu ia selalu bermain pada wanita, meski ia sudah menikahi Sadiya. pernikahan bisnis itu membuatnya terbelenggu tak bisa berkutik. tapi rasa cintanya pada Arumi semakin dalam. ia mencium jari manis sang istri, bertubi tubi ia lakukan dengan sikap yang sangat manis.
"Sayang, dahulu aku terlalu frontal. dahulu aku tak setia pada satu wanita. dahulu aku terlalu keras dan kasar. Tapi dirimu mengubahku, jangan tinggalkan aku dan jangan menodai cinta kepercayaanku ya!"
Arumi yang masih memejamkan mata,tapi ia tidur begitu sedih. Bagaimana jika kamu tau aku sakit Honey. sebisa mungkin aku menutupinya agar berobat dan sembuh. Tapi jika kamu tau, bukankah Oma akan lebih mudah membuangku. dan menekan aku agar meninggalkanmu, sama hal seperti mantanmu yang pernah kamu cintai dan ia tiada. Lalu kamu menikah dengan Sadiya! batin Arumi.
.
.
.
Pagi hari, Arumi bersandar pada tubuh suami yang luas berisi itu. ia mengecup bidak tubuh suaminya dipagi hari, Sehingga Gilang yang terbangun terkejut."Sayang, kamu sudah bangun dan Wangi?" Arumi menatap Gilang.ia duduk dan berada diatas tubuh suami dengan sempurna.
"Terimakasih, maaf merepotkanmu tadi malam honey. pagi ini aku akan membalas dan lebih dulu memainkannya. Kamu cukup hanya menerimanya!"
Gilang tersenyum tak percaya, ia pun pasrah dan membiarkan sang istri berolahraga mengkoyakan tubuhnya. "Aaaakh..., sayang cukup!" Gilang sudah tidak tahan. sudah beberapa puluh menit ia lemas. kini ia mendorong halus tubuh sang istri. melebarkan kedua paha yang terlihat mulus dan lingerie merah itu terbuka begitu saja. bersandar dan menekan pada dua buah gunung kembar kepemilikan sang istri yang sempurna.
"Honey, aaaaakh... pelankan!" Maaf sayang, tapi suasana pagi yang masih gelap itu terasa sangat bergairah. Gilang memacunya sangat kasar dan cepat. Membuat Arumi lemas dan kelelahan. Satu jam berlalu mereka melepasnya dan jatuh saling memeluk dan membalut selimut putih ketubuhnya saling menatap.
"Sayang terimakasih kejutan pagi ini."tutur Gilang. yang menghalangi pintu. Ketika Arumi ingin keluar. Honey.. itu sudah jadi tugasku sebagai istri, tunggulah aku akan membuatkan teh jahe dan beberapa cemilan!
Arumi berjalan kearah dapur, tapi ia menatap ruangan dapur sepagi ini sudah terang. ia terkejut menatap asisten rumah sudah bangun dan menyiapkan bersama sahabatnya itu.
"Keiiy, kamu udah bangun?"
"Heii, Mii rambutmu juga. udah basah basah ya?"
Heeeiikh...,, apaan sih. kamu nih malah balik tanya. Owh ya,kamu sepagi ini udah masak sama bibi? tanya Arumi.
"Aku masak, sepagi ini sebanyak ini. kasian asisten mu dong sayang.Aku tadi pagi pesen makanan yang emang udah aku pesan dari semalam. kesukaan Danzel, dan suami kita.
aku juga pesen cake kesukaan Oma dan Clara juga pastinya!"
Keiiy, kamu berlebihan. aku jadi ga rela kamu cepat pulang deh? Arumi bersandar peluk pada Keiiyra." Mii, aku akan kembali satu atau dua hari lagi. nanti siang kita ke Terra ya. tenang ada aku akan dampingi, anggap aku sebagai ibu, dan kakak yang mendampingimu sehat. Ok!"
Arumi tersenyum dan memeluk erat."Eeekh, udah aakh..kaya bocah deh kamu. terlalu erat sesak tau, untung kamu bukan cowo, kalau cowo aku udah ajak ke kasur!"
"Eeeikh, dasar mesum sekali sahabatku ini!"
Arumi ikut membantu menata makanan, bibi asisten itu tersenyum geli melihat tingkah nyonya dan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Honey, teh jahe dan cemilan aku letakan di meja ya. Hari ini pakai baju formal atau ada rapat penting?"
"Seperti biasa saja sayang, tak ada rapat penting hari ini!"
Gilang terdiam menatap wajah sang istri, ia memeluknya dengan erat. Entah ada apa Arumi terdiam dan bingung."Honey ada apa?"
Gilang masih diam memeluk, ia tak sengaja mendengar pembicaraan Keiiyra yang bicara akan menemani sehat. Sebagai ibu dan kakak."Jika kamu sakit, aku pria yang gagal tak peka padamu sayang." batin.
Aku akan bersiap, kita akan sarapan bersama bukan? Heuump..., Yap Honey. aku akan menunggu dan seperti biasa memakaikan dasi!
"Ya, seperti biasa aku akan mengecup ranum indah manismu sayang!"balas Gilang.
Saat Gilang dan Arumi keanak tangga. Danzel menghampiri dan berjalan menuju meja sarapan. Tapi lagi lagi Arumi terkejut menatap seseorang yang tak ingin dan membuatnya mengganggu.
Keiiyra di meja makan, masih menatap orang tak ingin ada juga, baginya ia merusak mood segala hal.
"Sayang, maafkan aku. aku tak bisa marah pada Oma, tak bisa menghentikan dan mengusir wanita itu?"
"Tak apa honey, aku akan terbiasa!"
.
.
.
---bersambung--- 2 bab full
Hai Readers, bisa mampir aplikasi orange. Aku mau kasih pengumuman. Mampir karya new aku jika berkenan.
Di apk sebelah. karna apk ini, ga bisa satu dan cerita yang sama. beri dukungan dengan sering baca, kumpulkan poin nya. Tenang bab berbayar kumpulin poin aja, diatas 20 bab akan terkunci. 😉 Makasih untuk dukungannya.
*Cara dukung, kumpulkan koin dengan checkout tugas harian. kumpulkan star dan koin setiap hari untuk nabung bab yang terkunci diatas bab 20.
Lalu klik :
"My Perfection Triis" kasih star dan hadiah juga boleh.
Aku tunggu ya jejak nya !
My Perfection Triis
..
🌹 Happy Reading 🌹
__ADS_1
.......