Dady Danzel

Dady Danzel
BAB 5


__ADS_3

🍀 jalan hidupku 🍀


Dani, kamu ga bisa seperti ini hubungan kita, sudah lama berakhir. Bukankah kamu juga memutuskan jika aku wanita tak berperasaan.


Arumi wanita aneh, Arumi wanita buruk yang kamu kenal."Tolong jauhi aku, jangan pernah muncul dihadapanku!"


"Ar-Arumi please maafkan aku.baiklah aku akan mengirim sharelock nanti malam! Aku tau dia tidak ada kan? Aku akan menjemputmu lewat pintu jendela. Please kali ini saja!"


Semua mata memandang dan Arumi segera mengambil buku dan bergegas dari ruangan perpus.


"Cieh! bisa bisanya dia datang lagi. Dani kamu jangan mempersulit hatiku, hidupku sudah sulit tak tentu."


Auch.. air mata apa ini kenapa jatuh, Arumi pun mengusapnya, entah kenapa perasaan ini sikap ini. Harusnya aku ga bertemu pria yang mengatakan jika aku adalah wanita buruk, tapi kenapa dia datang lagi?


Sebal!! Sebal!! Gemuruh Arumi. Ia terdiam dengan mengepal membulat kertas tak tau arah.


"Kenapa kamu mii, kusut sekali macam itu ye?"


Antie, dan bibi mendekat wajahnya kehadapan Arumi yang berada dimeja kampus.


"Apaan sih kalian ini, aku sedang badmood tak ingin diganggu!" kedua temannya pun duduk disamping Arumi. Menatap penuh tanya,karna mereka yakin terjadi sesuatu hal.


"Untuk apa kalian duduk disini, lagi pula aku tidak apa santai aja. Kalian lebih baik fokus materi kita ini ya! Aku dah senyum kok, tadi masih kesel aja sama wanita tadi yang aku tabrak." Arumi mengeles.


"Owh! gitu toh kiraiin wajahmu berubah kenapa, benar - benar macam kasut yang telah dipakai tak dicuci berbulan bulan kau Mii."


"Udah deh, jangan ngeledek terus. mending perhatiin aja dosen kita cool ya?" Antie tersenyum dan kembali akan makala yang harus diselesaikan. Setelah mendengar Arumi berbicara tak sehat.


"Eeeiikh, tadi bilang apa kamu, Arumi mulai kumat deh. Bae - bae jelalatan nanti ada yang kambuh cowonya datang,"


Antie meledek, tapi Arumi hanya memutar malas untuk berdebat, karna yang dimaksud Antie adalah Zack. Kekasih yang tak di inginkan.


"Oke tie, suka kamu mau bicara apa."

__ADS_1


lepas pulang kuliah, Arumi sudah di depan menunggu, ia mampir ke kedai coffe.


Hari ini rasanya nafas terasa lega, karna Zack kembali ke paris. Ia pun meregangkan tangannya dan berjalan menepi di tempat duduk, sebuah taman ia melihat lalu lalang keramaian, anak kecil bermain.


"Huuuh, rasanya sepertinya indah sekali melihat anak itu bermain dengan riang, tak punya masalah dan beban."


"Kamu lihat apa Mii? Dani tiba saja datang sudah duduk disampingnya. Arumi memutar mata jika yang ia lihat hanya salah, tapi memang jelas di sampingnya adalah,"


"Dani please! kamu jangan disini! Aku gak mau kamu dekat sama aku!"


Dani tetap pada pendiriannya. Ia memakaikan jaket hitam pada Arumi, topi hitam dan kacamata, menggulung rambutnya masuk kedalam topi. Sehingga wanita dihadapannya terkejut dan tersenyum.


"Oke! kalau begini kamu aman. Sekarang kamu mau ikut aku sebentar atau duduk seperti ini?" Arumi pun luluh.


"Baiklah, aku akan ikut padamu."


Dani pun tanpa aba- aba langsung menarik tangan Arumi, berjalan cepat masuk kedalam mobilnya.


Lama terdiam duduk diparkiran, ponsel Arumi bergetar. Zack menanyakan apa ia sudah sampai rumah, tapi ia membalas sedang dalam perjalanan dan akan sampai rumah.


"Zack kenapa kamu memperlakukanku, seperti ini, aku seperti hewan peliharaan.suasana tanpa cinta didekatmu rasanya tak nyaman." batin Arumi yang membuka ponsel dan menutup di dadanya.


Dua puluh menit berlalu saling hening diam didalam mobil. "Arumi tatap mata aku, sekarang please!" Dani, yang dari tadi memegang setir mobil diparkiran menatap intens wanitanya.


"Dani, kita tak boleh seperti ini. Kamu sudah .... ?"


Namun jari telunjuk Dani mendarat sempurna ke bibirnya, agar Arumi diam tak banyak bicara.


"Aku tau dan aku tidak akan berhenti untuk mengikutimu. Meski harus sembunyi sembunyi dan kamu menyamar. Jika didekatku dengan penyamaran seperti ini. Aku rela, sampai benar benar kamu milik seseorang aku akan berhenti."


"Dani tapi, .. Arumi sedikit panik, tapi Dani menggenggam tangan Arumi dan mengecup jari jemarinya.


"Maafkan aku, percayalah aku pernah membuatmu kecewa. Maafkan aku pernah bersikap dan mengabaikanmu. Tapi kamu tau, aku tak bisa menghilangkan kamu didalam hidupku. Semakin jauh aku semakin cinta bertambah dan tumbuh. *G*umam Dani.

__ADS_1


"Apa kamu mau menerimaku kembali, kita sama sama memperjuangkannya?"


"Dani, aku! aku gak bisa melibatkanmu, aku takut kamu celaka nanti!"


"Arumi, please! meski aku celaka olehmu. Aku akan berhenti jika Zack benar - benar melamarmu dan dia benar mencintai melindungimu. Ijinkan kita kembali lagi.


Aku mencintaimu, meski sadar aku salah di waktu yang tidak tepat!"


Aku ingin disampingmu, membantumu, dan jadilah Arumi yang tegar berani, aku tau posisimu sulit. Kita akan coba hadapi. Aku akan membantumu, dan memperjuangkannya. Akan ku tebus apapun luka yang membekas karna telah mengabaikanmu, dan hubungan kita.


Arumi terbawa suasana ia bingung harus berbuat apa ketika dani memaksa untuk kembali."Dani aku bisa apa meski aku takut?


Aku takut suatu hari musibah menghampiri lebih kuat dari sebelumnya, aku pun menderita jika kita berpisah darimu." batin Arumi.


Cinta memang membuat mata tertutup, tapi dengan kekuatan cinta, semua masalah pasti tak mungkin jika tak ada jalan keluarnya.


akan kah Arumi bisa melewatinya??


Jangan lupa scroll lanjut dan jangan lupa .


⭐like


🌟rate


☄vote


Agar author semakin bersemangat. tinggalkan jejak kalian selalu dibawah komentar ini ya.


kritikan dan masukan Author selalu intip berterimakasih atas supportnya.


Scroll tunggu bab lanjutan lagi ya reader 👇❤


jangan bosan terus lanjutin kelanjutannya.

__ADS_1


**To Be Continue**!


__ADS_2