Dady Danzel

Dady Danzel
BAB 40


__ADS_3

🍀 Pertemuan 🍀


"Ada apa sayang?" tanya papi menatap sang anak,Keiiyra pun mengatakan maaf jika membuatmu khawatir.


Tak lama oma le'un dan oma yani datang.


ia menggendong anak usia empat tahun itu dan


mengatakan terimakasih."Oma.. siapa anak manis kecil ini?" tanya Keiiyra,Kaico pun memegang erat anak usia empat tahun itu dengan tersenyum,Erico dan Keiiyra menatap sempurna pada anaknya yang memang kesepian.


"Dia anak Arumi namanya Danzel keiiy."


bolehkah aku menggendong nya oma.


sementara kaico menarik tangan sang mama dan berkata,"No... no... mami pria tidak boleh digendong dia bukan wanita!" Keiiyra menatap pembicaraan sang anak dan melirik sang suami.Erico pun tersenyum lalu membuang wajahnya kesamping menghindar tatapan sang istri, Karna kata - kata itu pernah ia lontarkan pada sang anak.Saat bertanya mengapa mami selalu kedapat peluk gendong sang papi.Mama le'un dan bi yani pun ikut tertawa kecil karna Kaico sudah semakin besar protes.


Oma le'un dan oma yani pun mengajak mereka ke ruang tamu dan makan bersama.Kaico yang


mengajak Danzel bermain bersamanya.hingga berjam jam mereka berbicara dan menunggu sang pengantin telah selesai.


.


.


.


Menjelang malam dani telah membuat resepsi pernikahan nya kembali,Keiiyra memeluk sahabatnya itu penuh rindu."Mii... aku akan datang dilain waktu dan bercerita kembali.


selamat untuk kebahagian mu sayang."


"Thanks keiiy." balas Arumi.tak lama danzel pun memeluk sang mama,dan mendapat kecupan dari sang mama.

__ADS_1


Sementara Erico menarik tangan dani dan berbisik,"Dani kau sudah menemukan kebahagian kembali.ku harap kau bahagia dan menjaga tak mengecewakannya.Lalu bella apa sudah tau dan kalian putus dengan baik -baik?"


Dani pun menatap sang sahabat,"Tenang saja semua baik dan oke co."balas dani.


Mama le'un pamit semua tamu pun sudah pergi,pernik yang masih terhias Arumi pun beranjak ke kamar di ikuti dani menggendong sang anak.Bibi yani pun pamit bersama sang asisten yang menemani, diantar orang dani ke kediaman Arumi.


Kaico terlelap dalam tidur disamping sang istri,Keiiyra yang kelelahan bersandar pada bangku empuk dalam mobil alphard.Namun Erico merangkul wajah sang istri ke pundaknya dan membelainya."Sayang...,kau tidak menyembunyikan sesuatu padaku kan,ingat jika menyembunyikan dari ku sedikit pun aku akan membuat perhitungan nanti malam!"


ancam Erico.pada Keiiyra yang memang sedikit lelah,namun mendengar nada sang suami ia membulatkan mata dan menatap wajah suami dalam senderan bahunya.


"Aku ... tidak ada tapi....,Keiiypun teringat akan si Zack yang tadi memberi pesan akan menemui ku dan berkata,Jika ia ada rahasia besar karna tak bisa mengagalkan resepsinya!"Keiiy pun menceritakan dan meminta maaf, ia menayakan pada sang suami.bagi keiiy ia tak bisa berbohong atau merahasiakan,meski lambat mengatakan suaminya pasti lebih tau akan gerak gerik nya sedang melakukan apapun.


"Hubby... hubby apa kau akan bersikap selalu seperti ini,bahkan aku ingin pergi ke toilet sekedar pepsi dan boke'ur pun selalu dipantau oleh ponsel mu!"gumam Keiiyra.memicik sebal.


"Maaf sayang, aku melakukan semua ini karna tak ingin kehilangan fatal.aku begitu mencintaimu,tapi aku akan buat perhitungan kembali dengan hal berbeda!"kenapa hubby...


aku sudah mengatakan nya?"tapi kau mengatakan nya karna aku pancing lebih dulu sayang!"Keiiy pun kembali lemas dan menidurkan kepalanya di pangkuan perut sang suami dan melingkar tangan kepelukan tubuhnya.Jelas terasa hangat,membuat sesuatu bangun sehingga Erico ....?"Baiklah aku terima apapun itu hubby.tapi aku pastikan aku yang akan membuat mu meminta ampun dan maaf padaku!"lirih batin keiiyra."Owh benarkah sayang?"tanya Erico.dan mereka pun saling beradu argumen manja.


"Maafkan mami sayang kami menggangu tidurmu."selalu balas kaico dengan wajah datar dinginnya.


Sementara keiiy sebagai mama hanya bisa menggigit bibir menatap suami,ia memeragakan jarinya kemulut.memperagakan agar bibirnya tak bersuara dan terkunci seperti membuka sleting."Oke tuan muda papi akan diam!"bisik erico.pada sang anak.


.


.


.


Villa dani.


"Sayang terimakasih sudah kembali, dirimu melahirkan putra kita begitu tampan terimakasih."sementara Arumi.menatap sang suami,dan meminta maaf.tapi danzel mungkin sedikit kaget dan bingung ia mempertanyakan banyak hal,dia anak yang pintar dan kuat."

__ADS_1


Dani dan Arumi memeluk dan bercerita dongeng pada sang anak, danzel yang tersenyum dan menatap sang anak yang kebingungan akan pria dewasa yang memeluk sang mama pun berkata."Mama apa paman itu papa baru ku, mengapa paman bayu tak memeluk mama tidur dengan ku dan mama juga?"tanya danzel.


Arumi menatap Dani, ia pun memberikan jawaban apa yang tepat untuk sang anak,karna ini adalah hal yang terburu-buru dan membuat bingung sang anak."Sayang dia papa Dani dia adalah papa danzel sekarang dan selamanya."


Mendengar ucapan sang mama,danzel pun mendekat dan merangkulnya,Dani pun menggendong sang anak dan saling bercermin menatap."Lihat lah boys kita mirip sekali,papa tak akan meninggalkan mu dan selalu akan menjaga kalian dengan jiwa dan raga papa!"


Danzel tersenyum haru dan bahagia.Kala itu malam yang panjang,danzel masih ingin bermain.Dani pun mengurungkan hasratnya.


ia mengajak sang anak bermain bersama sang istri.


Begitupun Arumi ia merasa bahagia,tapi hatinya mengapa sedikit sakit mengganjal."Aku perasaan apa yang ada dihatiku ini,bahagia sesak mengapa terasa.Apa aku salah mengambil keputusan?" batin Arumi.


"Jadi paman adalah papa danzel?" yes aku adalah papa mu tampan."bolehkan danzel panggil Dady?"dani pun tersenyum dan mengatakan.tentu saja sayang.Aku akan jadi Dady terhebat dan selalu menjadi dady terbaik untukmu anak dady dan mama pastinya.


Dani menatap sang istri dan memutar tubuh sang istri, ia menggoda sehingga membuat Arumi tersenyum bahagia,Sementara danzel dalam dekapan pelukan sang dady ia tertawa lebar hingga kebahagian pada sang anak terlihat jelas.


Dan saat itu pun Danzel lelah hingga ia terlelap di pangkuan sang dady. Arumi pun merebahkan ke kamar kedua untuk sang anak.sekembalinya arumi ke kamar, ia menatap sang suami tak ada dan terdengar jelas jika sang suami berada dikamar mandi."Sayang kemarilah aku menunggumu!" Arumi menatap ke arah sang suami yang menonjolkan kepala saat dikamar mandi mengajaknya....?"Baiklah aku akan menyusul."balas Arumi.


Saat arumi mengambil handuk dan terdengar suara ponsel berdering,Arumi pun menatap ponsel dani, Jelas terlihat panggilan tak terjawab dari sekretaris bella. " Ada apa malam seperti ini,apa pekerjaan masih dibahas jam sudah larut seperti ini?"gumam Arumi.


Namun ketika ingin meletak kan nya mata Arumi membulat penuh nanar, terlihat pesan yang membuatnya terkejut.


Apa sayang... ?tutur Arumi.menatap tulisan Suamiku sayang sedang apa?


Arumi terdiam tak bisa berkata,tubuhnya terdiam kaku,sesak dan sulit berkata dan melangkah,sementara dani terdengar memanggilnya berkali kali.


Akankah pertikaian dimulai atau tetap rahasia?


.


.

__ADS_1


Thanks reader happy reading,Jangan lupa beri kan dukungan like,rate dan vote untuk mendukung karya kedua Author.tekan tombol love.


__ADS_2