Dady Danzel

Dady Danzel
BAB 63


__ADS_3

🍀 Merajuk 🍀


"Ayo masuk,kita searah dan tetangga bukan?"tutur Gilang.


"Tidak perlu,pergilah lebih dulu aku masih ada urusan."balas Arumi.


"Naaanaaanaa....I miss you. I Need you."


tak lama dering ponsel Gilang berbunyi.


haahaa... Fandi pun tersenyum menahan tawa. karna nada ponsel sang big boss begitu lucu dan mellow,girls banget boss?lirih Fandi.berbicara kecil,sementara Gilang menatap tak suka.


Gilang menahan malu karna nada deringnya,ia pun menjawab sudah pasti kerjaan Clara sang sepupu.jika meminjam ponsel selalu merubah dering aneh."Yes, Clara kau sudah...baiklah,apa di bandara.tunggu ya honey?"lirik jahil Gilang.ia menatap wajah Arumi yang masih berdiri diluar pintu mobilnya.


"Baiklah Arumi,jika tak ingin ikut kami pergi!"


"Ya pergi sajalah,mana sudi saya duduk di kursi mobil yang sudah beristri!"Arumi berbalik arah dan berjalan ke arah halte.sehingga mobil Gilang tak terlihat.namun fandi masih tersenyum.Big boss sultan puber kedua.


"Eheuum...setir yang konsen Fandi!"ucap Gilang.


Setengah jam berlalu, Arumi masih di halte.menunggu taxsi tak kunjung tiba.Hujan mendung gelap terasa.Ia amat kedinginan percikan tetesan hujan sedikit menyembur tubuh dan kemejanya sedikit lembab basah.ia menutupi kepalanya dengan tas,namun tak sengaja seseorang menutupinya dengan Jasnya.


"Pakai agar tidak kedinginan,maaf aku terlambat!"


Arumi mendongak menaiki wajahnya,ia menatap pria disampingnya.tanpa melihat beberapa orang memperhatikannya."Gilang bukan nya kamu menjemput istri mu Clara ke bandara?"


"Tak perlu khawatir.kita naik bus saja,taxsi jam malam sulit.aku akan temani,cuaca tidak baik jika berkendara dalam keadaan basah.Clara bukan istriku.Ayo masuk bus sudah datang!"

__ADS_1


Arumi tak menghiraukan,lalu lalang yang melihat ke arahnya.ia hanya menunduk ketika berdiri,mendapati gilang yang memang dengan kemeja putih sedikit transparan karna basah nya hujan.Sementara Arumi dibalutkan Jas Gilang menutupi bahu dan tubuhnya sehingga terasa hangat.


"Bukankah itu pak dirut Gilang ya?Apa dia sekretaris baru itu?"Seseorang berghibah seisi bus.Arumi malu hanya menunduk.namun ketika Gilang menatap ke arah bising.semua mata dan mulut diam tak bersuara.Arumi pun terkejut bingung.


"Hei.. kenapa sepi,ada apa dengan tatapan matamu Gilang,mengapa semua orang diam hanya dengan ditatap olehmu?"tanya Arumi.namun Gilang hanya diam dengan gaya cool menutupi wajah dan tubuh Arumi dengan Tubuhnya.agar pandangan orang lain tak menatap ke wajah Arumi.


Arumi merasa tak bisa bernafas,"mundur sedikit terlalu dekat tubuhmu!"tak lama bus terhenti,lengan Arumi ditarik paksa dan turun


dari bus itu,Gilang membawa ke sebuah cafe.


ia segera memesan coffe hangat dan coklat hangat untuk menghangatkan tubuh.Di kedai seven.


"Ya Fandi setelah itu,jemput kami di kedai seven tempat biasa,di depan toko tea green!"Arumi terdiam dan menyeruput coklat hangat.sesekali mengusap kedua telapak tangannya karna dingin.tiba saja Gilang spontan mengusap kedua telapak tangan Arumi.


"Bagaimana sudah lebih baik,hangat?"Sudah terimakasih.tidak perlu seperti itu,jika Fandi tiba dengan Clara istri atau simpanan mu lihat tidak baik.Aku tidak ingin jadi orang ketiga di hubungan pasangan orang lain.


Gilang pun mengiyakan,dalam batin nya ia masih tidak percaya,jika di pikiran Arumi Clara adalah istri.Dasar wanita antik jelas dia sepupu manja oma.Bagaimana bisa ia jadi istri.


"Sayang mengapa Arumi,tidak kau transfer ke kantor Ricky,yang masih satu cabang dengan kantor kita?"tanya Erico.


"Hubby.. aku paham,niatmu baik pada sahabatmu.Apa Dani masih berharap untuk bersatu pada Sahabatku,please tak perlu merisaukan dua saham saling kuat.Aku tau perusahaan mu dan Gilang sama sama sejajar.Tetapi akan lebih sulit jika aku tak menerima tawaran Gilang? Arumi pasti akan semakin sakit Jika melihat Dani hubby.aku mempertaruhkan harga diriku demi kebahagian Arumi.Ia bukan lebih dari sahabat hubby.Bagai adik,bahkan keluarga ku juga.Apa masih ingin berdebat panjang dengan wanita hamil ini?"


"Baiklah maafkan aku sayang,aku tak kan membicarakannya kembali."kecup Erico.ke kening istrinya.


"Hubby.. jika aku di posisi Arumi,dan kamu telah menodai pernikahan kita,aku pastikan kamu tak akan pernah bertemu anak kita,aku tak akan pernah kembali apapun yang terjadi dengan penjelasan yang masuk akal.bagiku cinta yang mendalam berkhianat.Aku harus melupakan dan mungkin tuhan memberikan kebahagian gantinya tapi bukan dengan ...?"


"Sudah sayang,jangan dilanjutkan aku selalu menomorsatukan kebahagianmu istri briliantku,mana mungkin aku bodoh seperti Dani,aku begitu dibutakan oleh cinta. wanita secantik apapun aku tak bernafsu,aku hanya tergoda pada wanita dihadapanku ini!"Erico mencium perut sang istri.Tak lama Kaico pun hadir dan ikut bergabung.Jelas mereka

__ADS_1


menghabiskan waktu dirumah dengan indah.


sehingga keiiyra memeluk sang putra handsomenya.


"Ka Arumi basah,pakai jaket Ka Gilang?habis hujan -hujanan ya?"ucap Clara.


"Ka gilang,maksudmu dia?"


"Ya,ka Gilang kaka ku.memang ka Arumi belum tau jika aku adalah adik sepupu,aku dirumah itu karna tak boleh tinggal di apartment sendiri.masih kuliah dan ikut bisnis parfum oma di bandung dan malaysia!"Tau ga ka,Ka Gilang itu orang nya super duper....Auuw."


"Sudah Diam,sudah sampai cepat masuk!"


ucap Gilang.menutup mulut sang sepupu.


"Kaka yang jahat,selalu spontan menepuk mulut dan rambut,memang aku masih bocah ingusan apa,aku adukan pada oma nanti!"Clara berlari masuk kerumah.sementara Arumi memperhatikan.


Hingga berlalu,mereka pamit tak terlihat.


Arumi masih tertegun akan sikap,dan perkataan Clara tadi."Eekh ini jas nya,baiklah aku cuci keringkan dulu?"


Terlihat Danzel dan oma Yani menatap kebingungan,"Mii cepat ganti bajumu,besok bawa saja mobilnya!"iya bii, Danzel mama mandi dulu ya,nanti mama akan menemuimu ke kamar sayang!"oke mama siap 86.


Oma yani pun mencubit pipi sang cucu.yang semakin hari semakin gemas dan pintar.Namun langkah Arumi terperanjak."Arumi bisa kita bicara sebentar?"


Arumi pun menatap kearah belakang,dan terkejut siapa yang datang?


---Bersambung----

__ADS_1


__ADS_2