Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 102


__ADS_3

🍀 ide para suami 🍀


"Erico, kenapa istri kita tetap diam dan acuh?"


"Ya benar Gil, ini tidak sesuai expetasi. Mereka tidak cemburu atau mereka memendamnya. Sudahlah akhiri saja, sudah pasti ini ide istriku!"


Gilang pun berlalu melangkah dengan Erico.tak lupa mereka mengusap kening yang basah dengan handuk kecil. Mereka berjalan ke arah di mana istri mereka duduk. Sudah banyak wanita yang memandangnya dan menggoda. tapi Gilang dan Erico mengabaikan.


Saat Arumi dan Keiiyra selesai membeli kebab mini, ia melahap dan berbalik arah.


Sluurrrp... aksi mereka menyuap terhenti.


Arumi membulat sempurna tersenyum menatap Gilang.tubuhnya melangkah mundur hingga menepi di balik batang pohon kelapa.Gilang merengkuh dan memandang Arumi.


"Honey, jangan mendekat tubuhmu basah!" Benarkah? balas Gilang.


"Kenapa tidak melihat aksi kami?" tanya Erico.


"Aku harus apa hubby, aku sudah maju tapi wanita disana lebih antusias melihat aksi kalian. Suka kan, di puji, di tatap, di sorak handsome. sampai sampai tubuh kita terdorong."


"Benarkah?" tanya kembali Erico.


"Heuumph.. sudahlah lanjutkan saja aksi kalian. tebar saja Roti sobek, kalau perlu jual saja Aura mu itu. mungkin lebih tinggi dari investasi!"


Keiiyra berjalan dan berlalu. Sehingga Erico mengejar sang istri dan tersenyum lebar. Jelas terlihat sang istri amat marah dan kesal terbakar cemburu. ia pun menatap Gilang dan bersiul. "Yes, behasil." lirik Erico. Menaikan satu alis menatap pada Gilang. sementara Arumi terdiam dengan bingung.


........


"Kenapa diam, sayang?"tanya Gilang.


"Sudahlah honey, aku bantu bersihkan ya. ganti bajunya aku ga mau kamu sakit!"


Gilang tersenyum. ia merangkul dan memegang dagu sang istri. Wajah yang merah terlihat. ia mengusap pipi dan bibir sang istri.wajahnya tiba saja mendekat membuat Arumi tertegun dan menunduk dan menjauh dari tubuh gilang yang melingkar pada sebuah pohon.


"Ccceeh.. kenapa menghindar?"

__ADS_1


"Honey, ini di luar area terbuka. apa yang kamu lakukan?" Aku hanya ingin menghapus noda merah di bibir mu sayang. balas Gilang.


Arumi terdiam, apa maksudnya. Haah benar saja, suamiku ingin menciumku di area terbuka ini. tidak sekalian buat film drama! batin nya.


"Kenapa diam ? Ayo bantu suamimu ini ke ruang ganti!" Heuumph.. baiklah honey. tak ku biarkan wanita lain melirikmu. balas Arumi.


.


.


.


Beberapa jam kemudian.


Kini mereka makan di tempat restoran terdekat.Arumi pun menatap sahabatnya yang masih terdiam."Keiiy, apa masih ada masalah?"


"Heuum.. ada, ingat besok kamu harus ikut aku dengan Merlin. oke!"


Arumi tersenyum getir, ia bingung harus menjawab apa. antara Ya atau Tidak. tak lama Gilang yang dari toilet ikut hadir dan kembali duduk. Sementara Erico kembali dari panggilan ponsel dari Klien penting. Arumi dan Keiiyra hanya mendengus nafas panjang. dan menatap sibuknya para suami mereka. sehingga makan bersama pun seperti sendirian, suasana pun hening terasa. Hanya ada bisikan mata dan sendok garpu yang melayang pada piring.


"Pria ini menyulitkan mood dan pandangan mata kita Mii, bagaimana tidak aksi mereka yang super sibuk. tidak bisakah mematikan sebentar ponselnya?" Arumi pun hanya tersenyum tak bisa berkata. meski kesal tapi ia telah terbiasa di abaikan Gilang karna sibuknya.


"Aku rasa, ada yang mereka sembunyikan Mii. mengapa bersamaan mereka?"


"Benarkah, apa itu Keiiy?" tanya kembali dan berlalu mengabaikannya.


Sekembalinya Erico dan Gilang. ia kembali makan bersama. Kali ini mereka melihat aksi para istri mereka yang sibuk dengan ponselnya. Keiiyra yang bertatap wajah pada Kaico dan Kayna melalui mama Maya. Sementara Arumi yang bertatap pada Danzel melalui Clara.


Eheuuum.., Heeeum,Euuuk..eeuuheuum.


Suara deheman Gilang dan Erico bersamaan.simbol mereka menyadarkan jika telah kembali.agar para istri mereka sadar dan mengakhiri.


Tak lama Erico geram karna sang istri tak mengajaknya berbicara pada putra sulung yang menanyakan. Mereka berdua pun hanya bisa menunggu selama dua puluh menit. Aksi istri mereka berakhir dan menutup ponselnya.


Arumi dan keiiyra tersenyum lebar saling menatap. Namun tiba saja senyum mereka mengecil ketika menatap wajah flat menyeramkan suaminya."Apa salah, aku vcall anak kita hubby?" tanya Keiiyra.

__ADS_1


"Honey, aku rindu Danzel anak kita!" lirih Arumi.menatap Gilang.


Gilang dan Erico kembali menarik nafas. ia berbisik. Jika para istri mereka bersikap demikian membuatnya sadar bagai Karma.


ia pun lupa sering mengabaikan, ketika makan sebaiknya mematikan ponselnya sejenak, karna terlihat istri mereka menginginkan itu meski beberapa menit.


"Sayang, kita akan ada di kota ini paling cepat tiga hari!"


Mendengar kabar itupun, Keiiyra senang dan antusias."Mii, gimana kamu menginap di rumah. Mama maya pasti ga akan keberatan."


Tapi Gilang menepis halus, jika ia telah memesan kamar di hotel untuk mereka istirahat. Bisnisnya dengan Erico membuat para istri mereka sering bertemu.


"Keiiy, apa kita harus selalu ontime. Jika kemanapun suami kita dinas ke berbagai daerah terpencil sekalipun, kita harus ikut?"bisik Arumi.


"Yaa, euum... tidak juga sih Mii, itupun jika kau ingin suamimu tersalurkan pada wanita lain!"


"Ccciieh, kejam sekali kamu Keiiy." Arumi memicik sebal dan mengoprek Garpu dengan lantang. pikirannya jadi meracau tak karuan akan perkataan Keiiyra. Tapi satu sisi Keiiyra tersenyum jahil. "Udah, aku bercanda Mii."


 


Di Ruang parkir, Arumi dan Keiiy lagi lagi harus menatap suami mereka sibuk dengan klien yang menghubungi."Beginilah, mempunyai pria rupawan amat sibuk."


Benar Keiiy, besok sharelock ya. seperti katamu.Kita harus menghabiskan Jerih payah nafkah Lahir yang suami kita berikan. Arumi pun tersenyum tos pada Keiiyra. Erico dan Gilang yang melihat aksi istri mereka hanya menggelengkan kepala karna bingung.Hingga mereka berpisah pada mobil masing - masing.


Erico dan Gilang berjabat tangan.


"Sampai jumpa bung, sampai jumpa esok!"


"Sampai jumpa, semoga kerjasama kita lancar jaya." balas Gilang.


.......


Di perjalanan Gilang mendapat sebuah chat pesan yang membuatnya tertegun. ia menepi di jalan yang sepi dan membuka chat pesan itu.


-----Bersambung---

__ADS_1


Ada yang tau Gilang kenapa?


🌹 Happy Reading 🌹


__ADS_2