Dady Danzel

Dady Danzel
BAB 28


__ADS_3

🍀 Bertemu Dia 🍀


Ke esokan harinya.


Mila mengantar dengan mobil sederhana kesekolah bersama bi ceci.


Sang pengasuh terlihat jelas jika ibu bersama mbok siem pembantu rumah tangga, yang seperti keluarga sedang menerima tamu.


Mila mendapat panggilan dari Bayu,Anak dari pak hasan di pabrik.


"MiL, jadi ke pabrik mengunjungi pertemuan!"


Mila pun membalasnya, Ia sama sekali tak tertarik dan Terpesona pada sosok Bayu. Meski ia lelaki yang cukup tampan, Dan gigih pekerja Keras.


Mila berkomitmen untuk mencari tau siapa dirinya. Terutama siapa sosok ayah Danzel, hanya saja ia tengah mempersiapkan dirinya dari kemungkinan yang terjadi.


****


Tiba di Sekolah taman bermain.


"Sayang mama sekolah yang rajin,dengarkan cikgu Adel, menurut juga ikuti pada biceci. Jangan nakal ya!" tutur Mila pada sang anak.


"Yap... Mama Danzel Janji." gaya seorang bocah yang menggunakan ransel, tangan di pinggang dan mencium pipi ibunya di ikuti sang pengasuh masuk.


"Bi... titip danzel ya! Nanti pak karsa Jemput pakai motor, aku ada urusan mendadak tidak bisa jemput Jangan Pergi kemana mana. langsung pulang ya bi ceci!


"Baik ... Non mila."


Selepas mengantar, Mila bergegas ke toko Fax untuk mengcopy dan mengirim. Ia menyambungkan Flashdisck ke laptop.


"Berkas ini Aku harus tampilkan dengan baik, demi balas budi. Mila tak boleh mengecewakan Bapak." Mila bergumam.


Mila pun menjalankan mobil ke sebuah gudang, Ia Turun dengan Tas laptopnya. Berjalan menuju gudang. Satu Jam berlalu memerintahkan data yang akan dipersiapkan dan mengkroscek Gaji para petani, dibantu oleh bayu.


"Bay... Tamu kerjasama dengan kita nanti datang Kapan?" tutur Mila.


"Tiga Jam lagi,Sepertinya sehabis Dzuhur Mil, Tapi kamu tenang saja, kamu tidak akan gugup. Karna ada aku yang menemani mu."balas Bayu.


"Haiiyo... apa katamu sajalah." mila pun mengambil ponsel dan menghubungi bi ceci. Jika masih sempat. Ia ingin menjemput dan mengantar pulang Sang Anak.


Saat mila menghubungi bi ceci,Terlihat sang anak memelas untuk di jemput dan ingin bersama nya.Hingga membuat perhatian bayu yang melintas dan menghampiri Mila.


"Kenapa mil, Danzel manja ya?"


"Eeuum... dia ingin ke sini,tapi nanti pertemuan kita gimana, aku takut membuyarkan Bay..?"


Tak lama Bayu pun menaruh kotak dimeja. Dan ia Segera Tanjap Gas Dengan Motor bebek nya.


"Eeekh... mau kemana kamu bay?"


"Aku Jemput Danzel ya, nanti aku belikan nasi padang untuk maksi... itupun jika aku ingat ya!" Mila pun terkeukeuh dengan Aksi Bayu yang cekatan,mengerti akan dirinya.


"Dasar pria aneh, bilang saja tak ingin mampir beli makan siang."


Setengah Jam Berlalu. Terlihat mobil mewah terparkir di depan gudang. Mila pun beranjak dan menghampiri.

__ADS_1


Pak hasan antusias lebih dulu bersama pak bagas menyambutnya.Mila menatap pria berjas navy dan wanita dengan dress kemeja kantor senada membawa berkas hitam.


"Pria itu, tidak pasti mirip lagi pula bayanganku tak jelas, itu pasti bukan dia. Hanya kebetulan nama yang mirip Mila pasti bukan dia, lagi pula sudahlah akhiri untuk mencari keberadaannya. Saat ini Mila bukan Arumi." batin mila bergumam.


Tak lama pak bagas pun mengenalkan sosok Anak angkatnya yang akan mengantar lokasi lahan untuk Kroscek.


"Mila kemarilah!" Kenalkan ini Bella Sekretaris Dari E group, yang akan bekerja sama pada industri pabrik kita?" tutur pak bagas.


Mila pun tersenyum dan Menyapa nya.


Tapi bella menyambut nya dengan gemetar.


sesekali ia menatap Pak Dani yang sedang berbicara melalui ponsel nya.


"Mila.."


"Be- Bella Nama saya." dengan gugup khawatir.


Tak lama Mila mengantar dan menjelaskan, tapi raut wajah bella tak berkedip menatap wanita yang sedang menjelaskan. Selama setengah Jam, tak lupa Pria itu pun menghampiri dimana dua wanita sedang menjelaskan proposal kerjasamanya.


"Bella sudah siap unt...."


Pandangan Dani tertuju pada Wanita yang ia cari. Ia terdiam sejenak menatap dan bella pun paham. Jika situasi ini akan terjadi, Jika pak Dani akan Terkejut ketika melihat Wanita yang mirip mendiang Istrinya telah tiada. Jika saja bella lebih tau dari awal, mungkin ia batal merekomendasikan lahan kerjasama ini.


"Kenalkan Saya Mila anak dari Bagas sasrowijoyo. Pabrik, Lahan dan industri yang sedang dikembangkan." tutur mila saat menyodorkan tangan.


Namun Dani masih terdiam, terlihat mata mulai memerah. Sementara mila terkejut akan tatapan pria dan wanita yang sedikit berbeda.


"Ada masalah Tuan, Dan bu bella bagaimana?"


"Secepatnya kita akan memberi Jawaban Nona Mila." balas bella.


Sementara Dani dibalik celah, ia membalikkan tubuhnya dan mengusap air mata agar tak terlihat. Dan ketika memberanikan diri membalikan salam pada Mila. ia pun menyambutnya dengan hangat. Ada rasa yang hangat, lembut dan berbeda. Seperti magnet yang pernah ada ikatan. Mila pun merasakan nya ketika Dani lama memegang tangan nya.


ingin melepas seolah tangan pria itu enggan melepas. Hingga menarik perhatian bella.


"Maaf pak... Mila berusaha menyadarkan agar genggaman itu dilepas, Bella pun demikian menyadarkan atasan nya itu!"


Tak lama suara anak kecil memanggil.


Sehingga Dani melepas dan meminta maaf.


Mereka menoleh, pada anak dalam genggaman pria.


"Mama .... Danzel datang."


Mila pun menyambutnya, Dan ketika Dani melihat sosok Anak kecil yang menggelayut dipangkuan wanita yang mirip dengan istrinya.


Tiba saja di buyarkan dengan seorang pria di samping nya yang bernama Bayu karna terlihat dalam kemeja itu tertulis Nama Bayu Karsono.


sehingga dia sedikit menjauh dan melangkah kaki seribu ke dalam mobil.


"Baik nona Mila kesepakatan tunggu dalam 24 Jam kita akan menghubungi!"


"Baiklah bu bella,terimakasih."

__ADS_1


Dan bayu pun menanyakan,Setelah itu mila menceritakan. Jika kerjasama orang yang bapak bilang bukan nanti siang, Mereka datang lebih Awal.


"Dasar pria pembual, katanya dia datang tiga jam lagi dan kenapa kamu lama tiba. Aku sudah lapar, bawa nasi padang nya tidak ...?" Mila menglitik cubit pinggang pria bernama bayu itu, sehingga membuat Danzel tertawa.


Sementara dari kejauhan. Dani menatap wanita yang mirip istrinya. Berfikir dia hanya mirip dan sudah berkeluarga.


"Ayo .... jalan kita kembali kejakarta!"


Dengan tatapan diam kaku,bella pun menuruti.


berada disamping Tuan Dani. Ia yang luwes dan tidak kaku,Seolah berubah sekejap ketika bertemu dengan wanita bernama mila.


...........


"Ndok ... Bapak dan pak hasan akan mengadakan pertemuan. Bapak pakai mobil nya ya?" Mila pun terdiam dan senyum, ia pun memberikan kunci mobil.


"Ia pak, hati hati ya. Perlu mila antar ga pak?"


hal itu sengaja agar mila tak di antar oleh bayu.


"Tak usah ndok dan kamu bayu antar anak dan cucu Bapak sampai rumah yo!"


"Wiis...tenang ae pak siap nonstop pokoknya."


( Ya. Tenang saja 24 jam penuh Pak. Siap )


Mila pun tersenyum dan danzel yang lengket pada sosok bayu pun membuat mila menggelengkan kepalanya.


Setengah Jam berlalu mila terpaksa dibonceng dengan Motor bebek Bayu, pria sederhana pekerja keras yang sangat baik padanya dan anaknya.


Danzel yang duduk di depan terlihat gembira, mila membayangkan andai saja ia kembali utuh bersama keluarga tercinta.


"Mil..pegangan ada polisi tidur dan menanjak jalannya!"


Bayu pun senang ketika mendapat kesempatan mengantar mila,ia tau Mila tak akan menolak jika orangtua nya telah memerintah.


Saat motor bayu menyelip di kerumunan Macet, Terlintas motor bayu menyelip tepat di samping Mobil Dani yang sedang menoleh ke arah kaca tersebut.


Sontak membuat perhatian Dani. Ia menatap Mila dengan Anak kecil yang riang bernyanyi.


dan Mila tersenyum menepuk pundak seorang pria yang membonceng.Meski tak jelas mila berbicara apa?Tapi sakit menyakitkan membekas."Mengapa wanita itu mirip bella?"


Bella pun mendengarkan Bos nya itu bicara, padahal ia menaruh hati pada tuan nya.


terlebih Pak Dani melihat Wanita itu bernama mila, memang tidak ada perbedaan dengan Nona Arumi.


Sekilas bella menatap ketika lampu hijau tiba. Mila memegang erat pinggang pria itu, Dani pun menyandarkan bahu dan berkata.


"Dia telah berkeluarga dan bahagia, dia pasti bukan Arumi wanita yang saya cintai."


"Apa project Pak bagas sasrowijoyo kita lanjut atau ditunda atau Batal pak?" tanya bella namun ditatap tajam sehingga bella pun tertunduk.


---bersambung----


Jejak vote dan like. Jangan lupa tekan tombol love.

__ADS_1


__ADS_2