
🍀 Rencana Merlin 🍀
"Sayang, tetaplah tersenyum seperti ini.aku tak terbiasa menatapmu selalu bersedih!"
"Hubby maafkan aku telah mengabaikanmu,aku telah mengabaikan sebagai istri, ibu dan menantu di mata mama dan papa mu."
Erico memeluk sang istri, ia mencium ranum sang istri yang selalu manis dan seksi di matanya. semenjak pernikahan dan berjalannya waktu. ia mengenal wanita dihadapannya tak pernah tergoda akan wanita lain yang akan membuat kebahagiaan keluarganya hancur. sudah beberapa wanita yang sembunyi dan terang terangan menggoda, terlebih ia pun yakin jika sang istri mengetahuinya secara tak sengaja, tapi perlakuannya tetap manis dan tak pernah menampakan cemburu. ia akan menyibukan diri dengan gym dan berlari jauh untuk meluapkan emosi, kecemasan cemburunya. ia akan berlari ke salon untuk perawatan diri seharian. hal yang membuat nya semakin Gila dan mencintai sang istri.
Erico mengunci pintu kamar, menatap baby Kaiyna yang sedang tertidur di box bayi. Erico tak patah arang meski masih terang jika ada kesempatan ia akan meminta jatah haknya sebagai suami, Keiiyra yang paham akan hasrat sang suami ia segera mengambil alih untuk menjadi wanita agresif ketika bercinta.Sudah tak dapat di pungkiri apa yang mereka lakukan.dua insan saling menyatu menumpahkan segala hal yang terkumpul menjadi aura keharmonisan.
Dua jam berlalu, Arumi yang sedang menonton fim di kamar tamu bersama Gilang. ia merebahkan dirinya bersandar pada dada lebar sang suami."Honey... terimakasih atas kejutanmu.ku rasa Danzel bahagia ia bertemu teman, aku berharap Danzel dan Kaico bisa bersahabat kelak nanti sama seperti mamanya."
"Ya benar sayang."
Gilang tak ingin kehilangan momen kesempatan di waktu sang Anak yang sedang asik dengan teman sebayanya. ia segera merebahkan tubuh Arumi, tubuh yang harum ia memulai aksinya mencium kening dan seluruh kepemilikan sang istri. hingga ia berlama menyatukan bibir manis yang lembut hingga menjadi bringas. Gilang tak dapat menahan tapi ketika ia telah membuka pakaian, arumi segera ingin melepas kancing kemejanya.
Toook.. took...
"Dady.. Mom, apa aku boleh masuk?"
Gilang dan Arumi yang tersadar segera merebahkan dan membuka pintu untuk sang anak. Gilang pun segera kembali memakai bajunya. kini Danzel memeluk sang mama.
hasrat yang tertunda begitu saja. sehingga mereka kembali bersama dan menemani sang anak.
Merlin dan Owzie yang memang menginginkan hal sesuatu baru, tak lama ia melihat Erico turun dari arah tangga.
"Waah.. siang begini pakai baju berkerah tinggi,rambut basah lagi?" jahil Merlin.
Mama Maya, papa Stevenus yang ikut menatap ke arah itu hanya ikut tersenyum,"Sudah jangan menggoda, jika Keiiyra turun dengan rambut terurai basah. sudah pasti apa yang dilakukan mereka berdua."ucap sang papa.
"Merlin.. kenapa kau tak ajak istirahat Owzie sayang?" tutur sang Mama.
"Heuum.. ya benar saja,tapi aku tak mood ketika kondisi ramai dan aku menyukai suasana yang romantis."
Kau terlalu manja Merlin, ubahlah gaya sosialitamu. ini bukan drama pangeran dan Ratu. bukan pula sebuah dongeng kisah cinta modern yang perfect.ketus Erico ikut duduk bergabung di sofa ruang Tv.
Owzie tersenyum, dan benar saja tak lama Keiiyra turun ke anak tangga dengan menggendong bayi mungil nan cantik.
dengan rambut yang basah terlihat ia..?
__ADS_1
sudah lama ia tak pernah melihat wanita yang ia cintai hingga kini, janjinya selalu abadi untuk mencintai Keiiyra meski kini ia bahagia dan cinta pada Merlin. tapi istri dan masa lalunya adalah dua wanita yang berkpribadian berbeda.
"Kamu beruntung Erico mendapati sang istri,
pembawa berkah rejeki dan kebahagian.jika saja aku ada disisinya kini dan selamanya."
pikir benak Owzie.
"Sayang, Owh cucu oma sini nak."
Keiiyra mencium kening sang mama, dan papa.
Mama maya menggendong baby Kaiyna dari tangan sang menantu."Hai kak Merlin, aku senang ka merlin hadir dan kita berkumpul."
"Keiiyra, heuump aku jadi rindu wajahmu mengapa selalu baby face saja.aku jadi kagum."
Keiiyra pun menyapa dan menatap Owzie, ia sungguh amat canggung di hadapannya kini.
tapi bagaimanapun kini dia adalah keluarga, tak sedikitpun ada perasaan pada sang mantan.
Keiiyra pun di ajak ke kamar Kaico. karna semua anak mereka berkumpul disana.
Satu jam lebih mereka bermain, Keiiyra memeluk si sulung Kaico."Maafkan momy nak."
"Jangan lagi bersedih momy aku tak menyukai wanita yang menangis di hadapanku."balas Kaico dengan wajah dingin datar.
Makan malam pun tiba, sebuah Meja makan amat ramai mereka semua tersenyum dan saling bercerita satu sama lain. Erico yang selalu memeluk erat pinggang sang istri ketika meneguk minuman setelah selesai makan.
Keiiyra yang menyuapi buah anggur untuk Kaico dan suaminya bergantian. Karna ia sadar memiliki dua pria yang manja terhadapnya.
Arumi tak kalah bahagia dan manja, sebagai pengantin Gilang memang tak pernah menampakan kemesraaan. ia hanya menampakkan dengan perkataan dan manis perlakuan tanpa Arumi sadar. karna ia tak bisa menahan sesuatu yang selalu gagal ketika menginginkan.
Merlin yang menatap sang suami dan Gilang sedikit gusar akan wajah menahan sesuatu dan cemburu pada pasangan tuan rumah. ia mempunyai ide gila yang spontan ia katakan dan lupa ada mata anak anak mereka memandang dan mendengar.
"Erico.. ciieh, kau selalu saja membuat orang lain iri merasa gelisah, tidak kah kau lihat wajah pria disamping Arumi seperti menahan sesuatu, dan wajah suamiku yang tak nyaman. menurutmu apa arti mereka?"
Erico terdiam, menatap kebingungan. Arumi ikut keringat dingin mengusap tungku leher ia duduk seperti tak nyaman karna paham sang suami sedang menahannya.Keiiyra merasa malu dan sedikit senyum menatap mama Maya dan papa Stevenus."Maksud intimu apa Merlin?"ucap Keiiyra.
"Heuum..bagaimana nanti malam kita, Triple date.. Party Honeymoon?"
__ADS_1
Haaah.. maksudmu party dengan sepasang di ruang terbuka kah? tanya Arumi. Keiiyra tersedak dan ia meminum segelas air. sementara Kaico dan keiysa menanyakan pada sang mama. Apa itu Party Honeymoon apakah ia boleh ikut meramaikan.Spontan pertanyaan itu membuat seisi di meja makan kebingungan hening dan diam."Bukan sayang,itu hanya dilakukan oleh orang dewasa seperti momy dan papi."Keiiyra menjelaskan.
Owzie memeluk sang istri dan menutup wajahnya dengan bahunya."Maaf istriku sepertinya selalu tak sabar ingin berlibur, ia selalu ngaur ketika jenuh pembicaraannya akan koslet seperti kabel yang terlilit."
Keiiyra dan Arumi terpana akan tingkah Owzie.
"Honey... apa maksudmu, kamu membekap bibirku dengan bahumu."
Semua pun tertawa, papa stevanus pun menghubungi seseorang dan lima belas menit.
"Papa sudah reservasi untuk kalian bertiga dinner dan party bersenang, bukan berarti satu ruangan kalian terbuka honeymoon Merlin.anggap saja kado untuk kalian piknik.dan kado untuk Arumi yang masih hangat akan pengantin bukan?"
"Papa ini berlebihan, Keiiyra dan Erico dirumah saja."tapi Papa Stevanus menolak.
"No.. pasangan muda seperti kalian harus ada waktu time berdua!"
"Opa aku ingin ikut, aku juga, aku juga."
seru anak anak.
"No... kalian semua harus temani opa dan oma.
kalian tidak boleh mengganggu momy dan papi kalian mengerti!" mereka pun menurut.
Danzel yang bingung akan pembicaraan hanya menggelengkan.Keiysha anak dari Merlin hanya menjawab."Baiklah.., ini sungguh tidak asik. opa selalu saja memberi kado surprise hanya untuk orang dewasa.Lihat saja jika aku sudah dewasa jika opa tidak memberikanku juga. Aku akan marah."ketusnya. Seisi di meja makan pun menjadi humor dan tertawa akan pertikaian anak anak mereka yang setuju dan tidak setuju.
Semua mata memandang satu sama lain,Mama maya menatap sang menantu merasa tak nyaman."Keiiyra, ada banyak asisten disini, lagi pula opa dan oma akan mengajak semua anak anak bermain sky. Biar Kayna momy urus sayang. Jika ada sesuatu mama akan kabarkan kamu. bersenanglah untuk malam ini!" Keiiyra hanya menurut dan mereka kembali berbincang.
Menjelang malam, Gilang menatap bintang dengan sebuah teropong di atap balkon bersama Arumi. ia memeluk sang istri dari belakang. Ketika sang anak telah terlelap
sebuah kamar di lantai atap atas memang menakjubkan."Erico sangat tepat memilih lokasi,dan view denah ruangan yang berbeda."
Arumi mendengarkan sang suami bercerita, ia membalas peluk hangat sang suami dan memeluk erat sehingga saling berhadapan.
sementara tangan kanan Gilang menatap satu teropong dan tangan kiri memeluk erat pinggang Arumi."Aku lebih beruntung hidup bersama mu Gilang, andai kita bertemu lebih awal?"
Tak lama, ketika mereka saling memandang dan berciuman seseorang mendekat dan melangkah menghampiri atap balkon terbuka itu.
Kira kira siapa dia ?
__ADS_1
----bersambung---
🌹 Happy Reading 🌹