Dady Danzel

Dady Danzel
Bonchap 1


__ADS_3

🍀Hasutan🍀


Malam Oma, aku datang sama papa !! Clara di pertengah anak tangga langsung terhenti, ia kembali nimbrung turun tak jadi ke kamar. Lalu mendekat dengan ka Arumi untuk menguatkan.


"Kenapa lagi tuh cewe ular datang?" Ssst.. Cla jaga sikap, ada pa Tahyo datang bersamanya. bisik Fandi. Clara hanya melirik sebal tak peduli.


Ka Gilang, mending bawa ka Arumi pergi, mau jemput Danzel kan? titahnya. Gilang pun menyapa Papa Tahyo dan Sadiya. hingga berlalu mereka pamit. tak Lama Clara menginjak sepatu Fandi saat melangkah.


"Apa sih Cla, bocah ini menyulitkan saja." bisik Fandi.


Aku ga paham, dua makhluk ini pasti punya maksud tersembunyi, aku ga tau bidang kantor kak. please !! Fandi pun ikut duduk, ditemani sambut Oma Seiyen berada di ruang tamu.


pikiran Clara bercabang akan kedatangan tamu Ular dan kakek ulat berbisa bertamu.


"Sebaiknya kita makan dulu ya?" Oma Seiyen mengajaknya. Clara pun ditemani Fandi. mereka saling berbincang dan pembicaraan mereka semakin ngaur kearah tak mengenakan bagi Clara dan Fandi. sehingga suasana itu amat canggung sekali untuk Oma.


"Apa maksud pak Tahyo ya?" tanya Oma.


"Kita sudah lah tua, hanya menikmati masa masa bukan. Jika Gilang berhenti rehat dari perusahaan. siapa yang mewakili, bukankah tidak adil jika orang lain yang menangani?"


Oma Seiyen terdiam, apa maksud dari mantan besan ini. "Jadi saya harus gimana, lagi pula Clara masih penerus, terimakasih sudah khawatir. ada anak satu ini. pasti bisa diandalkan, ia kan Cla?" lirik Oma.


Apa.. Oma, bidangku parfum. model dan bukan hitung kerjasama klien. mencari klien, bukankah dengan Ka Fandi sudah cukup. Oma Seiyen tersenyum dan melirik Sadiya dan pak Tahyo. agar Clara bisa lebih berfikir saat menjawab.


"Begini jeng, saya turut prihatin akan sakitnya istri Gilang. tapi tak baik, lebih baik Sadiya dinikahkan kembali dengan Gilang. dengan begitu kita bisa membantu bukan?"


Clara berhenti dari makan, ia menaruh sendok dan garpu. Lalu ia menatap arah Oma yang sedikit bingung. entah harus menolak atau menerima adalah pilihan sulit. "Soal itu, saya tidak janji. tapi soal hati Gilang tak bisa dipaksa. lagi pula harus benar runding lebih matang untuk semua hal."


Baiklah, kalau begitu kenapa tidak Sadiya ikut mengelola. bukankan sudah bagian keluarga juga kan, kita jadi tak canggung. Jadi Gilang lebih tenang fokus pengobatan sang istri!

__ADS_1


"Ada baiknya, kita lanjutkan pembicaraan ini nanti. selesaikan makan dulu saja, ayo pak Tahyo. nanti makanan keburu dingin!"


Sadiya menatap Clara si bocah ingusan, dan Fandi si kacung. ia meminta sang papa untuk membujuk Oma. dengan begitu ia bisa berkuasa dan menendang Arumi, babak selanjutnya adalah menyingkirkan Fandi. dan membuat Clara patuh padanya. Hahaaaa Sadiya tertawa senang dalam batinnya. ia menyuap makanan dengan penuh kegembiraan dihatinya, pasti ide papa akan mudah disetujui oleh Oma Seiyen.


........


"Honey, apa sudah lebih baik. besok pagi kamu benar meninggalkan perusahaan. kasian Fandi dan Clara?"


"Sayang, aku tak mau meninggalkan kamu. kamu akan sembuh, ada aku dan danzel disampingmu!"


Danzel keluar bersama baby sister. ia segera menyambut peluk pada sang mama dan Dady.


lalu masuk kedalam mobil dan melaju kesebuah tempat.


Gilang membawa Arumi dan Danzel makan di sebuah tempat yang sangat indah. dekor taman, tapi hanya ada satu meja.Pemandangan hijau dan bunga membuat nafas segar. tak lupa permainan taman untuk Danzel meski sebuah ayunan.


"Dady, kita makan siang disini. aku suka banget. makasih Dady. ayoo bi ikuti Danzel kesana!"


"Sayang, aku selalu mencintaimu."


Arumi menatap dan membalas tatapan mesra sang suami. Gilang mengusap rambut sang istri, namun tiba saja segumpal rambut Arumi sangat lebat berada ditangannya. perlahan Arumi sadar dan menatap tangan suami dipenuhi segumpal rambutnya.


"Honey, rambutku sudah banyak yang ron..."


"Sayang, setelah berobat. rambut indah pasti akan kembali, meski semua hilang. cinta rasa sayangku tidak akan pernah hilang. dan meninggalkanmu, percayalah !"


"Aku mempercayaimu honey." lirih Arumi. hatinya kacau dan amat sedih.


Tak lama pesanan makan mereka datang. Gilang memanggil Danzel dan bibi untuk makan bersama. selama berjam jam mereka habiskan dengan tawa penuh ceria. Arumi pun senang akan bibi tani wanita separuh baya yang tak punya keluarga dan anak. ia telaten menjaga Danzel dan bisa ikut setia mendampingi kemana ia pergi.

__ADS_1


 


Cla ga habis pikir, apa rencana wanita ular itu. Jangan jangan dia mau mengusai perusahaan Oma. terus mendekati Gilang dengan sempurna. itu pasti yang ada dipikirannya? pikir Clara.


"Cla, jangan suudzon. Sadiya mungkin niatnya mau bantu aja sayang. tapi hal ini Oma mau bicarakan pada Gilang."


Sssshh.. Oma. masih aja percaya sama wanita licik itu, Cla harus hentikan dengan bicara lebih dulu dengan ka Gilang. "Baiklah Oma. Clara pamit ya. mau ke perpus ada hal penting soalnya !"


"Hati hati sayang, Fandi tolong kali ini antar Clara ya!"


Haaah.. Saya Oma. antar Clara? Cla pun terdiam, ia meminta Fandi untuk menolak. lalu tak lama, Oma Seiyen mendapat pesan sehingga meminta Fandi untuk mengantarnya di musim libur tanggal merah ini.


"Fandi, gak apa. biarkan saja Clara. sekarang antar Oma kesuatu tempat." Baik Oma.


Arumi tertawa penuh ceria, tak lama sebuah pesan dari Clara. Arumi menatap sang suami amat serius. "Honey, apa ada masalah?"


Tak lama, seseorang datang menghampiri merubah mood Arumi yang benar bahagia saat itu. "Loh, pak Tahyo. sendirian ada disini juga?"


"Ya, sama putri om. ikut gabung gpp nih. ada Sadiya juga kok,"


Gilang pun menatap sang istri. terlebih Danzel terdiam kaku ketika melihat Aunty Sadiya menghampirinya menyapanya. "Aku mau pulang Dady. aku lelah ayo antar aku pulang!"


Nak, jangan berlari sayang. "Bibi, cepat kejar Danzel!" titah Arumi di ikuti Gilang. sementara Arumi terdiam ia lemah tak bisa mengejar.


-----bersambung---


Maaf, up nya sedikit lambat. Berhubung tangan kanan terkilir, jadi Author amat sulit mengetik.


diusahakan akan kembali setiap hari up.

__ADS_1


🌹 Happy Reading 🌹


__ADS_2