
🍀 Pertemuan 🍀
Taqy memberikan sebuah informasi pada Tuan Zack.dua bola mata tertuju tanpa berkedip,terlihat ia membesarkan wajah foto dalam layar ponsel.
"Benarkan dia kembali?"tutur zack.menatap taqy.
"Andai benar tidaknya,kita harus buktikan dengan mendekat tuan.tapi bagaimana dengan Dani?"
"Hiraukan ancaman dani taqy,kita dekati wanita pujaanku yang telah lama menghilang,bahkan sekalipun anak itu bukan darah dagingku.Apa wanita itu masih ingin bertahan bersama ...?" ancam Zack.
"Maksud anda... ingin mendekat dan memberi kebenaran tentang serbuk kematian papa Tjin. yang dilakukan Nyonya le'un."Zack pun menatap asisten dengan penuh senyum,ia memutar gelas kosong dan meletakkan kembali.
"Bersiaplah pesan tiket ke jakarta sekarang taqy!"
.
.
.
"Hah... sampai juga kita dikediaman mu ini Mil,
lelah dan banyak sekali orang tadi memotret bertanya padamu?Apa akan masuk kabar berita nanti mil...?"
"kenapa kamu bicara seperti itu tadi bay..?"tanya mila.
"Andai saja,aku masih lusuh dan tidak rapih.kalau tau tadi seperti itu harus nya aku pakai jas agar terlihat...." Mata bayu membulat ketika menatap wanita dihatinya berubah tak sedap.Sudah lah mil tadi itu,aku hanya bergurau kenapa kau memasang wajah jantan cieeh, menakutkan!"
"Sudah ceritanya ?please....sekarang tugasmu kerumah itu,Apa bibi yani masih tinggal disana!"ucap mila.dan bayu membalas.
"Oke kau wanita rubah tunggu disini!Aku akan kedalam untuk memastikan, sudah jangan memasang wajah seperti itu mila.... kau seperti Pak bagas saja menatap seperti itu membuatku merinding.
Bayu menghela nafas panjang,setelah ia memarkir langkah demi langkah ia mencoba menatap sisi kanan dan kiri,sebentar mundur sebentar maju dan sebentar menatap kanan dan kiri.sementara mila dan danzel masih di dalam mobil.
__ADS_1
Pluuugh....,"Auuuuw... sakit mil...?"Lemparan sapu kecil dan seorang wanita tua menatap bayu, yang ia kira adalah mila.
"Siapa kamu,dan mau apa... celangak celinguuk
kamu mau maling ya?"sini aku pukul sebelum kamu maling, mau kemana kamu, kemana ayo! dengan langkah mundur menghindar bayu menjauh dari pukulan itu,sambil mencerna ia mau bicara apa.
Bayu di cercah pukulan ke lengan kiri dan kanan dengan sapu injuk.bayu pasrah tanpa membalas,"tante eekh... omaa.. aduh apa ya?ucap bayu.Kamu pikir saya sudah oma oma, kamu pikir saya tante kamu...!jelaskan kamu datang kesini untuk Apa?"
"Bibi maaf... turunkan sapu nya lebih dulu, sa- Saya Bayu perkenalkan nama saya bayu bukan maling."tutur bayu.melemas dengan posisi duduk diatas tangga depan rumah yang menghalang kedua tangan nya ke wajahnya.
Bicara apa kamu, bibi siapa bibi mu tak ada disini!
Ke point nya saja saya tidak suka basa basi.jika tidak ada keperluan penting pergi dari sini cepat,sebelum saya panggil security!Bayu ditatap seperti tadi seolah nyali menciut,pikiran nya buyar karna kemarahan ibu yang sudah lanjut usia memarahinya."Hah.. bayu kenapa jadi lupa,lidah ini jadi sulit bicara tadi mila suruh aku apa ya ...?"guman bayu.
KENAPA DIAM.....!!!bayu hanya menatap merunduk dengan jari menggaruk ke kepala,padahal tidak Gatal.berteriak ketika satu pukulan padanya.
PERGI SEKARANG....!!! bayu hanya menohok ketika di usir."Tapi.... bibi saya hanya ...?"
tiba saja Mila datang dengan menggendong baby Danzel.
"Hah...mil untung kamu datang,Jelaskanlah!"
"Bibi saya datang....!"Maaf mengejutkan tapi dia kerabat saya di Jogja.
Terlihat bibi yani menoleh ke arah belakangnya, ia begitu syok air mata tak terbendung... antara mimpi atau nyata.ia memajukan langkah dan menyentuh pipi keponakan nya yang hilang itu, bagi nya raganya telah mati ketika tak ada kerabat satu pun ia menjadi sebatang kara. Semenjak kecelakaan dan hilangnya Arumi ia hanya ditemani asisten dengan kehidupan yang sederhana dan mengandalakan gaji pensiunan yang puluhan setiap bulan.
"Arumi kamu nak....benarkah ini kamu?"terlihat bayu mengambil ahli danzel untuk digendong,sementara mila memeluk sang bibi yang ia ingat dan rindu, hingga setengah jam berlalu."Bisakah kita masuk bi?" bibi yani pun masuk dan menoleh sesekali ke arah bayu dengan tatapan tajam dan penuh tanya.
"Mil...seram sekali tatapan bibi mu?"mila menatap bayu,dan mendapat pukulan kecil ke arah pipinya.
"Dasar pria gemoy... kamu mengagalkan rencana kita yang awal,Jika seperti ini penyamaran ku bisa putus karna kamu."ucap mila yang melangkah, sementara bayu hanya tersenyum membusungkan gigi yang putih seperti tak bersalah."Maaf mil."
Lama bibi yani mengobrol, dan Mila pun menceritakan seluruhnya dan meminta bi yani tetap menyamarkan namanya hingga waktu yang tepat.bibi yani pun menceritakan seorang Dani suaminya,dan sosok Zack. semua keluarga zack dan dani satu persatu dengan menunjuk sebuah album.
__ADS_1
Bayu menohok menelan saliva nya sambil membuatkan susu Danzel yang erat selalu dalam pelukan nya.Sesekali bayu menatap foto bingkai pernikahan Arumi dengan Dani,dan foto nya dengan seorang Zack.
"Mil...,kamu masih seorang istri pengusaha itu rupanya.jika demikian lebih baik aku mendaftar jadi pengasuh baby danzel saja,lebih tepatnya pengawal tuan muda."
"Kenapa kamu menyerah bay...?"balas mila.
"Mil... kehidupanmu terlalu sempurna di masa lalu.ketenaranmu pantas saja tadi di butik dan aku seram melihat seorang zack,apalagi saat bibi mu cerita.Aku lemah tak bisa mila,biarlah perasaan sakit hati dan patah ini aku simpan dalam jiwa dan raga."ucap bayu.
Bibi yani menggelengkan kepala melihat sikap pria bernama bayu,mila hanya terkeukeuh menatap bayu yang menjadi ciut."lantas jika kamu pulang ke Jogja kamu akan tau akibatnya berhadapan dengan Pak bagas bay...!" Bayu yang mendengar pun membalas dengan gemetar, "Dasar wanita bisa nya mengancam."
Mama... danzel mau maem!Mila pun menatap bayu dengan mengkrilit alis,bayu memutar bola matanya pada mila dan menatap sang balita kesayangannya.
"Oke.. kesayangan paman mau makan apa?" tutur bayu.pada balita yang handsome menggemaskan itu.sementara mila merasa kehidupan sederhana ia bahagia,menatap bayu yang penyayang pada anaknya membuat ia tersenyum.
Mila tersenyum menatap bayu dan Danzel,ia melamun membayangkan jika memiliki pendamping,dan tak lama bahu nya ditepuk oleh bayu."Sudah mila... jangan menatap ku penuh harapan,baru sadar kan kalau aku tampan bugar, tenang saja aku mengurungkan niat menjadi suami mu karna status mu masih istri sang pria lain!"bayu pun menggendong dan berjalan ke arah luar dan menyalakan mobil.
"Ciieh... bugar konon, kau lebih pantas jadi binaragawan pelatih olahraga ibu ibu kompleks bayu!"Pria tapi tenaga dan sosok melindungi tak ada.dasar pria aneh pede sekali kamu,siapa juga yang mengkhayal dirimu jadi suami ku nanti,Kamu mau bawa ajak danzel kemana bay...!" Teriak mila namun bayu membalas, mengajaknya ke drive thru mil.
Tak lama bayu datang kembali mengambil tas kecil yang tertinggal,tas selempang berisi dompet. lalu mendekat ke arah mila hingga mila terdiam bingung,"Meski aku tak sehandsome pria di masa lalu mu yang jago dan penuh body body badan kekar,tapi aku terlahir pria lembut,setia dan penyayang dan satu lagi takut sama mertua karna takut kehilangan sang istri tercinta nanti!"bisiknya.
Haaah..,mila pun terdiam ketika bayu bisa membalas ucapannya,sehingga ia melihat danzel yang tertawa bahagia digendong oleh bayu sehingga tak terlihat.
Mila pun mendekat pada bibi yani dan suster lani, yang menjadi asisten nya dirumah.ia pun
membantu bibi memasak dan menyiapkan untuk makan sore,hingga lama mereka berbicara dan meminta saran."bibi mila harap jangan panggil Arumi ya!"
"Kenapa sayang?" mila pun membalas jika ia ingin lebih tau tentang kehidupan dani,karna ia takut jika dia sudah menikah kembali dan bahagia sehingga ia bisa melanjutkan langkah nya dan mencari kebahagian untuk anaknya.
Bibi yani pun pucat ketika lontaran itu tiba,mila menatap bibi yang berbeda menjadi penasaran.
Tak lama bel pintu berbunyi....,"Siapa yang datang ya,kamu tunggu disini ya mila bibi bukain pintu lebih dulu!"
-----bersambung----
__ADS_1