
🍀Membuat Suami bingung?🍀
"Sadiya...,, kamu wanita itu!"
"Kaukah... Eheuuum.tunggu sepertinya kau salah. sebelumnya kita tak pernah bertemu bukan?" gelagap Sadiya.
Oma terkejut, menatap kami."Kalian sudah saling mengenal?" ingin sekali Keiiy menceritakan. tapi Sadiya menepis belum pernah bertemu. sehingga membuat kesal.
akhirnya ia pun hanya tersenyum pada Oma dan pamit mengunjungi Arumi.
Diluar Keiiy masih tak percaya, ia sudah lama tak bertemu dengan wanita yang membuatnya kesal tempo lalu. belum lagi ia pernah membuat alibi saat bertemu di toko kue, dan terlibatnya Tristan!! Kenapa dia jadi keluarga Oma. apa tidak ada tempat lain, kenapa ia masih tinggal berdekatan dengan Arumi?benak Keiiy.
"Keiiy, apa sudah berkunjungnya?"
"Heii, Mii sudah ni. baru aja aku mau masuk."dalam batin keiiy. ia masih tak percaya menatap beban sahabatnya itu. Sehingga mereka berbicara serius ditaman.
Jadi kamu mengenal Sadiya? Please Keiiy, aku harap ga perlu membahas perlakuannya pada Gilang.karna aku malas membuat masalah dan keributan! Baiklah, Arumi sayang. lagi pula kamu kan tau siapa dia, aku pernah terlibat saat itu, tapi ia masa lalu karna ada nama kembaran suamimu saat itu, hieeehiee.., tertawa kecil renyah Arumi dan Keiiy kala itu.
"Sayang!"
"Honey!"
Arumi dan Keiiyra menoleh, ia mencari sumber suara yang bersamaan memanggilnya.
Honey? Hubby?
Sejak kapan kalian disana? tanya Arumi dan Keiiy. mereka saling menatap diam!
Erico menghampiri sang istri,"Apa yang aku ga tau, soal apa. berhubungan dengan saudara suamimu. itu berarti Gilang kan. artinya si Ow..."
"Hubby, kamu pasti lelah. ayo masuk di luar angin nya tidak baik!" ia menyambar sebelum suami menyelesaikan pertanyaan.
Arumi menyambut Gilang, ia menatap sang suami yang sedikit lelah."Sayang, kamu mengobrol apa?"
"Owh..,, bukan serius. soal masa lalu. Keiiy ternyata mengenal Sadiya honey. ini ada kaitannya saat dulu dia masih berhubungan dengan adikmu!"
"Serius sayang?"Heuuum...,,kamu ga percaya honey. balas Arumi. Gilang pun memeluk Arumi dan mengusap punggungnya. ia percaya dan selalu senang keterbukaan sang istri.
Menjelang malam, Keiiyra meminta Erico berjalan mencari nasi goreng piggir jalan. ia turun bersama kebawah anak tangga, dengan gaya hotpants pendek dibawah lutut dan sweaters hitam ia berjalan menyusuri anak tangga.
"Keiiy mau kemana?"tanya Arumi.
"Mau makan diluar, sambil berjalan aja.kamu mau Mii, aku pesenin?"
Gilang menghampiri, ia pun berniat ikut. antusias Arumi pun mengambil dompet dan ponselnya. ia yang tadinya ingin beristirahat.menatap Danzel sudah tidur lebih awal bersama Clara, padahal ia ingin sekali mengajak makan diluar.
Tepat di halaman, ia melihat Sadiya menghampiri. antusias terlihat Oma juga menyambutnya.
"lho pada mau kemana ini?" Waah, Ya nih kalian pada mau keluar. double date ya. sambung Sadiya sok akrab.
__ADS_1
Arumi terdiam, tapi Keiiyra menjawab,"Kita mau cari makan diluar, Oma mau biar sekalian dipesenin."
"Gimana kalau nak Keiiy, ajak Sadiya juga. kasian dia sendirian terus. si Clara itu sibuk temanin Danzel dan kuliahnya kan."
Gilang tak bisa menolak jika itu permintaan Oma. ia juga ada di posisi salah, tak ingin membuat Arumi risih."Mii, gpp ?"Heuump.., apa boleh buat Keiiy. dia memang seperti itu,ajaklah... !!"
"Baik Oma, Keiiy pasti akan ajak Sadiya. Oma masuk gih kedalam, biar nanti Keiiy dan Arumi pesanin!" Baiklah, kamu anak baik Keiiy, Oma.juga ga suka angin malam. lirik Oma Seiyen. tapi ketus menatap pada Arumi.
Gilang dan Erico saling menaikan alis, ia ingin sekali makan bersama pasangan, tapi jika ditambah satu orang apa tidak canggung dan menganggu.
"Kalian kenapa saling menatap, suka?" tanya Keiiy. melihat Erico dan Gilang saling memandang.
Hahaaaha...,, Keiiy kamu aneh deh. masa gitu aja suamimu di bilang suka, berarti dia ga normal dong...Mmmmh,, bhuaahaaa... Sadiya menepuk pundak Keiiyra dan hanya dia sendiri yang heboh tertawa. "Sudah tertawa nya?"tanya Keiiy. sehingga Sadiya diam menutup mulutnya. Thanks ya kamu sudah ijinin aku ikut gabung Keiiy! menepuk pundak Keiiy kembali.
"Ga usah lebay, yang ijinin itu Arumi bukan aku, dan ga usah sok akrab. kita ga pernah berteman kan. ingat masalahmu denganku!"Perkataan itu tiba saja keluar,ia lupa Erico disampingnya.
"Soal itu, Maaf please kita teman ya?" tapi Keiiy hanya memutar acuh.
Gilang, apa Fandi ada didalam. bisa hubungi dia sekarang! Menatap para wanita yang menyuruh membuat para lelaki tak berkutik. Sekitar lima menit, Fandi pun tiba setelah dihubungi oleh Gilang.
"Ya, ada apa?" Fandi tersenyum menatap Gilang.
"Kita semua mau makan, tapi benalu masa lalu bos mu ini ingin ikut, kamu bisa temenin dia makan kan. Apa ada pacarmu disini.Jika keberatan apa boleh buat..,,aku minta tolong ya!"
Fandi melirik Gilang, wanita ini asal menyebut dengan jelas, padat, dan ringkas.tanpa menatap rasa tak enak hati, ia menutup wajahnya. Tapi Gilang mengangguk untuk ikut. ia pun melirik Erico yang mengigit jari ketika wajah istrinya seperti kesal.
"Gil, aku bingung. Wanita itu mantan istrimu kan, lalu kenapa sikapnya lebih kesal istriku dibanding Arumi.maafkan perkataan yang seperti sambal ya. istriku kalau kesal selalu to the point?"
.........
Jadi aku harus melihat mereka berjalan bergandeng, tapi gimana dengan aku? lirih Sadiya. ia berjalan dibelakang Keiiyra dan Erico. sementara Arumi dan Gilang di depan bergandengan.
"Ya, ini kan mau anda. jadi nikmatilah, justru saya yang berada di zona tak aman. mengapa saya harus terlibat!"
Sadiya melirik dan memanyunkan bibirnya.ia tau jika Fandi ikut terpaksa, sudah berjalan selama sepuluh menit.
ia kesal dan berkata," Kalian ingin mengerjaiku ya, mau makan dimana. kita udah lewatin resto dan ruko makanan loh?" ketus Sadiya.
Keiiyra berbalik arah menatap Sadiya."Kalau tidak mau ikut, pulanglah sendiri!" Kok gitu sih,Keiiy? Ya suruh siapa ikut, mau membuntuti pasangan bahagia ya? tanya kembali Keiiy.
"Bukan begitu, aku cuma udah laper."
"Kita makan disana, udah deket kok."
Sadiya melirik arah makanan itu, ia melihat nasi goreng keliling. dan duduk dipelataran jalan. mereka memesan makan nasi goreng,sedangkan ia membeli air mineral di warung terdekat tak jauh.
Lima belas menit mereka makan, Sadiya memutar piring dan merasa jijik. ia mengembalikan piring itu ke pedagang, dan bicara saat pasangan Arumi dan Keiiyra sedang asik makan saling memandang.
"Aku pulang dulu, aku ga lapar. Fandi ayo antarkan aku pulang!"
__ADS_1
Haaaup...,,apa baru mau nyuap ini. ganggu aja, tapi ia melirik Gilang untuk ikut pulang juga!
Ya sudah tunggu, "Pak tolong bungkuskan ya nasi goreng ini!" alhasil Fandi hanya mengelus dada dan pulang meninggalkan pasangan romantis."Kalian semua, membuat makanku tak berselera saja!"batin Fandi.
"Kenapa dia pulang Mii,?" saat Keiiy bertanya pada sang istri yang tidak tau, Gilang menjawab jika Sadiya anti makanan pinggir jalan. ia selalu serba Wah dan melihat kebersihan tempat utama.
Hoooh pantas,aku jadi teringat sebuah belanjaan warung yang terjatuh karna ulah Sadiya yang menabrak, menyalahkan ku. Jalan pake mata dasar wanita jelek, idiot! Hahaa..,, perkataan itu masih jelas saja aku pikirkan hingga kini, selalu aku tunggu moment tiba untuk membalas.
"Sayangku, Honeyku kenapa diam?"tanya Erico.
"Aaaaakh, gpp hubby!"
Kalau dipikir kamu banyak kemiripan dengan adik ku Keiiy, dia suka banget makan nasigoreng dan selalu dipinggir jalan. kalau kau Bung, apa sudah terbiasa? tanya Gilnag spontan pada Erico. ia lupa membicarakan adiknya adalah masalalu terindah dan menyakitkan baginya dan istrinya.
"Honey...,,?"tutur Arumi menatap sang suami.
Astaga, sayang aku lupa! Sorry bro, menepuk pundak Erico. ia pun malu sehingga diam beberapa saat.
"Keiiy sebelum bertemu adikmu, dia lebih mengenal aku honey. jadi memang kita tuh selalu makan dipinggir jalan, karna kita bukan dari keluarga berada seperti kalian dua pria yang sudah Waaaah.. dari lahir."tutur Arumi.
"Heuumph..kita ditakdirkan dan bisa terlihat wah, itu proses murni dari kegigihan usaha orangtua kita yang selalu jatuh bangun." tambah Keiiy.
Erico dan Gilang yang beberapa saat canggung, memeluk istrinya masing -masing. setelah itu mereka berjalan dan berhenti disebuah tempat yang menurutnya indah dan alami.
"Kita duduk sebentar disana hubby, Mii kamu dan Gilang mau pulang duluan?"
Enggak, kita bareng aja Keiiy. Arumi tersenyum menatap sang suami yang ia juga menginginkan moment romantis layaknya abg labil sedang kasmaran.
Dibukit , Keiiyra duduk diatas koran bersama Erico. dan jarak tak jauh oleh Arumi dan Gilang.
Mereka duduk di atas rumput beralas koran. ia menyilangkan kedua kakinya dan Bersandar pada bahu sang suami. Gilang tak percaya momen sederhana seperti ini, membuat jati diri sang istri tersenyum dan bahagia. duduk menatap langit penuh bintang berkelip dan bulan yang cerah, posisi ini menyenangkan.
"Sayang, pantas saja adikku Owzie menyukai Keiiyra berlebih?"
"Heuump, ya honey. kesederhanaan dan kepintarannya selain cantik. aku amat sayang padanya melebihi kakak."
Tak terasa bulir airmata jatuh, Arumi memeluk bahu sang suami, Gilang ikut mengusap wajah sang istri. "Semoga kita selalu romantis seperti ini ya!"Arumi mengangguk dan saling menatap amat dekat. dua nafas yang saling berdempetan dan mengubah suasana itu menjadi seram.
"Aaakh.., apa ini tolong!"
-----Curcol Author----
Hai Readers dan ka Tor. yang selalu suport dukung karya aku. aku cuma mau ucapin buat kalian semua. 2 bab full.
"Mohon maaf lahir bathin Ya!"
---Selamat hari raya idul fitri---
Bagi yang merayakan. Tetap jaga jarak dan dirumah aja!
__ADS_1
*Salam dady danzel*.
🌹 Happy Reading🌹