Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 68


__ADS_3

🍀 Kesempatan 🍀


"Jadi kau cuti seminggu,kembali dengan pekerjaan menjadi terkenal.apa kau mengajukan pengunduran diri demi menjadi dirimu yang dulu mii?"tanya Gilang.


"Kau.. untuk apa mengurusi aku,kehidupanku


kau tak berhak mencampurinya.ingat tuan Gilang aku bukan siapa-siapa dirimu.hanya sebatas penyambung rahim karna keluarga Syahzanet tak mempunyai penerus kan.jadi jangan campuri kegiatan masalahku,ku mohon!"Arumi berlalu.ia meninggalkan dimana Gilang berdiri dengan diam.


.


.


Gilang yang emosi,mengapa wanita itu menjadi liar perkataan,tak bisa ditoleransi.aku sudah mempertaruhkan,mengapa ia tak paham.jika aku tulus berusaha membahagiakannya.


mengapa dia selalu saja menolak.


"Hai sob,malam ini kita ke cafe club...peresmian usaha terbaru ku.Jadi jangan menolak ya!"ucap Sutratna.Gilang pun tak menolak ajakan sahabatnya itu.


Tengah malam di Club CFR. cafe dengan teman clubing dunia malam.semua para artis dan kalangan orang waah... pastinya yang datang.


"Rupanya kau semakin sukses ya sutrana?"tanya Gilang.Ya Gil..kan kau tau,aku mengembangkan bisnis seperti ini dunia ku dari dulu,kau sepertinya semakin rapih saja.aku tak bisa bekerja rapih ala dirimu yang kaku itu.balas Sutratna.namun gilang hanya tersenyum.


"Lihat itu susan,ku kenalkan dia adalah artis baru.rintisan model lingerie."Heuum..Gilang menaiki satu alis,ia sudah minum tiga gelas.rasa kesal nya pada perkataan arumi.membuatnya tak mencerna baik.Tak lama sutra pun memanggil.susan dan kedua wanita lain menghampiri.sementara Sutratna menerima panggilan di ponselnya.sehingga ia menjauh ke area luar,yang sedikit sepi tak bising.tapi gilang hanya datar tak menatap wanita disampingnya itu.ia hanya fokus pada ponsel menatap foto Danzel dan Arumi.dan meminum beberapa tegukan gelas.


"Mas ganteng,mau ditemenin gak?"susan mendekat dan mencoba merayu,memperkenalkan dirinya.dengan menelusuri sebuah paha diatas kantung celana Gilang alias meraba.


Apartement Heru.


"Mii..ikut aku yuuk?"kemana tanya arumi.


temanku sedang ke CFR.kedai pak sutra yang baru saja belum lama di dirikan.arumi yang telah menghubungi sang anak.ia pun merasa sepi karna sang anak masih berada di paris bersama kedua orangtua dari Gilang.yaitu ibu dan ayah dari owzie juga.ia adik kembar dari Gilang.ia pun hanya menarik nafas,dan mengekor pada Heru.baikalah aku ganti baju dulu ya sebentar!

__ADS_1


"Haah...ini yang kamu maksud kedai cafe cfr?"tutur Arumi.ia mengepal kesal karna yang ia pikir cafe tempat makan.rasanya ia ingin kembali,tapi karna sudah terlanjur dan ia sedikit takut kembali.her..jangan lama ya.aku malas ketempat seperti ini.


"Tenang aja,ayo masuk..dan ini kartu kunciku,pegang aku punya cadangan."


Owh ya mii..ketika aku nanti lama,kamu bosan kamu bisa pulang lebih dulu.tapi ingat masuk dulu sebentar.ini peresmian pak sutra..kapan lagi coba.arumi pun menurut karna tak enak.


Setengah jam berlalu,arumi terpenggal.ketika Heru memanggil teman wanitanya."Sus..susan kau disini,ayo ikut aku!"tak lama heru dan arumi terkejut.pria disampingnya adalah Gilang.sehingga arumi membalikkan tubuhnya.berusaha ingin menjauh.tapi alih Gilang sudah melihatnya.


"Mau kemana kamu,wanitaku?"gleuuk.arumi panas dingin,susan dan heru mengkrilit alis.


Mii.. selesaikanlah.aku benar gak tau ada tuan gilang...sueer samber gledek gw berani mii.


"Heru..kamu kenal tuan ini?"tanya susan.bukan kenal lagi.


kau susan jangan coba - coba mendekati.


dia milik sahabat gw namanya Arumi.tuh disamping lo...!ucapan Heru.membuat arumi ingin berlari kencang.namun sulit karna tangannya terkunci oleh gilang yang tiba saja berdiri.ia menghampiri dan menarik lengan arumi keluar.


namun tak da gubrisan,sehingga arumi berada dalam mobil.ia ingin sekali keluar tapi tak bisa.


mencoba bicara tapi tetap saja.wajah merah dan sorot mata yang terlihat marah terlihat jelas dimata gilang,sehingga arumi memilih diam karna lelah dari tadi banyak bicara.


"Kau kenapa ajak aku kesini!"


Masuk Arumi.apapun penjelasanmu.bagiku kau ibu dari anakku.mana mungkin,aku biarkan kau tidur di apartment pria lain.arumi pun langsung terdiam mendengar lontaran gilang begitu saja.


Pria menyebalkan,kau kan tau heru itu teman baikku.mana mungkin dia macam macam.aku tak bisa tidur disini,jangan halangi aku keluar.


menyingkirlah!ucapnya.


Baik..jika kamu tidur diapartement teman priamu,aku pastikan dia akan tamat dalam akting.dan kau tak akan ku ijinkan bertemu Danzel..!

__ADS_1


Arumi,membalikan tubuhnya.ia mendekat ke wajah Gilang."Ternyata kau sama saja,selalu menggertak kelemahanku.baiklah aku akan tinggal dan tidur disini.tapi ku mohon jangan campuri pekerjaan baruku ini!"Baik.ucap Gilang.


tapi tergantung perlakuanmu padaku,aku tidak berjanji akan mengagalkan esok kamu masih bisa berakting film atau kembali bersama ku bekerja seperti biasa,tak ada cuti lembur.


Sial..gilang kau membuatku dalam jurang.menghadapimu sulit rasanya.bagaimana dengan oma seiyen jika tau."Baik apa mau mu ku mohon jangan membayar pinalti.aku menginginkan pekerjaan itu gilang,aku lelah dan membutuhkannya!"Arumi memohon.


Gilang tersenyum,"Baiklah kali ini saja,tapi tidak untuk selanjutnya.aku ingin kau menemaniku.


selama dua hari aku akan dijakarta.Tugasmu temani aku bertemu klien,reuni kuliah, dinner.Kau harus jadi pasanganku!"


"Apa..?"bisa tidak kita nego yang lebih sopan dan baik.aku ga bisa menerima permintaan itu.


Gilang pun mendekat, ia mendekat wajah arumi.ia maju dan semakin maju.sehingga arumi tak bisa mundur karna ruangan yang buntu dan mentog dibalik dingding."Aku tidak sopan."Gilang merengkuh pinggang arumi.ia mengusap ranum bibir arumi.namun ditepis.


"Jangan bertingkah jauh Gilang!"


Gilang mendekat paksa,sehingga bibir mereka saling beradu tatap dengan jarak satu centi.arumi yang telah panas dingin,bergetar perasaan tak karuan.ia hanya menutup mata dengan kedua tangan yang masih terkunci oleh Gilang dan sedikit memberontak agar gilang melepas.Lalu gilang berbisik dan berkata,"Kamu lolos arumi."sontag Gilang tertawa kecil dan meninggalkan arumi.dan menyuruhnya beristirahat.karna Gilang akan kembali menemui Sutratna.


"Dasar gila..kau mengunciku disini sendirian?"


namun gilang hanya tersenyum.istirahatlah dan jangan membantah.lihat di kulkas ada stok makanan,bisa masak kan.coba menurut jangan nakal atau berusaha kabur pada suamimu ini!


Cegleek...pintu terkunci dan tertutup.


"Pria gila..mana bisa aku kabur,kunci kau pegang.sandi saja aku tak tau.kau pikir aku laba - laba.keluar lewat balkon jendela di lantai 37 ini!"ia pun kesal dan berusaha untuk tidur dengan menyetel tv.rasanya ingin menangis namun tak bisa.


Keesokan paginya,arumi terkejut menatap celah dinding dengan sinar cahaya.


"Aaaakh...tidak kau kenapa disini?"


Kira kira ada apa dengan Arumi ?

__ADS_1


🌹 Happy Reading 🌹


__ADS_2