Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 125


__ADS_3

πŸ€ Ancaman πŸ€


Arumi perlahan membuka mata, menatap seisi ruangan putih, tak sadar ia menoleh kedua kalinya ke arah kanan. Terlihat sang suami ikut terbaring, meski tak seperti dirinya mendapat banyak selangan infus. perlahan ia ingin membuka penutup infus oksigen, yang menutupi hidung dan mulutnya. Namun tubuhnya terasa lemas.


"Honey, benarkah apa yang ku lihat. mengapa kamu ikut terbaring juga?"


Sadiya yang tersadar Arumi membuka mata. ia segera menghampiri dengan gaya lenggak lenggok yang tersenyum jahat. Bukalah penutup itu, jika bisa ayo kita bicara! tutur Sadiya. Arumi mencoba bicara untuk meminta bantuan agar dia mau membukakan selang tabung oksigen yang menempel menutupi mulut dan hidungnya. "Tolong, bukakan Sadiya. tanganku sulit digerakan. please!"


Hahaaa.. kamu minta tolong sama aku. coba aku dengar sekali lagi! Kamu tau Arumi. aku senang saat kamu terbaring seperti ini, jadi aku ga perlu susah payah melawanmu untuk bersaing merebut hati Gilang. bisiknya.


Arumi melirik ke arah wajah Sadiya. nafasnya tersenggal dan sakit, andai saja tangan nya bisa digerakan ia sudah pasti akan menampar wanita tak tau malu dihadapannya ini. Sadiya semakin menang ia tertawa kecil menutup mulutnya dengan jari manisnya. Ya menurutnya yang terlalu pede tingkat Ratu.


"Ka Arumi dah sadar?" Clara membenturkan bahunya pada Sadiya. agar ia minggir lalu Clara membantu membukakan penutup oksigen dan memencet tombol darurat. agar dokter datang memeriksa keadaan Arumi.


"Ka Sadiya yang terhormat. kalau kaka berani berbuat kesalahan. siap siap masuk sel kembali!" ancam Clara.


Sadiya menatap tajam pada bocah ingusan, tak lama dokterpun memeriksa Arumi dan Clara mendampinginya. "Kaka pasti sembuh, jangan khawatir ka Gilang kelelahan karna seharian letih, ia lupa makan dan tak teratur minum!"


Mendengar hal itu, Arumi tersenyum dan menatap arah samping."Honey, ayo bangun. kamu harus sehat !"


Dokter senang akan respon yang begitu cepat, kondisi yang stabil Arumi membaik. sehingga bisa dilanjutkan proses operasi dan rujukan. Clara pun antusias, tak lama Gilang sadar. ia duduk perlahan terkejut menatap arah samping. Ada apa ini, ada apa ramai sekali. istriku masih hidup kan dok, istriku sehat kan dok? Teriak cemas Gilang mencoba berdiri tegak tapi masih lemas.


Dokter Faiyus, Clara dan suster menoleh dan memberi ruang agar Gilang berada ditengah. menatap sempurna keadaan Arumi kini. Sehingga Arumi yang terbangun menatap sang suami yang cemas terlihat Jelas.


"Honey, aku baik baik saja. apa kamu bermimpi?"


Gilang turun dari ranjang rumah sakit, ia langsung memeluk sang istri. dengan menahan airmata yang hampir jatuh. Akhirnya luber juga, ia sangat khawatir. Arumi mengelus pelukan punggung sang suami yang lebar dan gagah itu dengan berbisik halus. "Honey, kamu cengeng. Aku sudah jauh lebih baik. Lagi pula aku hanya tertidur sebentar?"


"Sayang, aku tidak tau harus apa. jika kamu tertidur sangat lama. jika kamu tidak kembali membuka mata..."


Sssst.. honey sekarang aku baik baik saja. ijinkan aku membahagiakanmu dengan sisa waktu yang aku punya. Aku akan ikhlas kedepannya, aku tidak akan egois. Jika kamu menikah dan kembali dengan Sadi..!


No.. Aku hanya mempunyai istri cantik, luar dalam seperti mu sudah cukup. Aku menerima apa adanya, bahkan kehilangan asetpun aku akan berjuang hidup sampai akhir hanya dirimu dan Danzel kita bersama oke!


Seketika pembicaraan Gilang, membuat Arumi bahagia. ia bersyukur diberikan hadiah suami yang setia menerimanya kelak dengan wajah dan diriku kelak yang tidak secantik sesegar wanita lain. "Tapi kelak aku akan tak cantik, aku tidak akan segar dan layu. kamu berhak bahagia dan memberikan seorang ibu sambung yang baik bagi Danzel Honey?"


Aku tidak ingin berfikir kearah sana. dan aku tak mau memikirkannya. aku hanya mau kamu Sayang. apapun keadaannya. Setelah ini aku akan cuti dari kantor. Kita akan fokus, berobat ke penang! Arumi mengangguk dan memeluk erat sang suami. ia akan berusaha berjuang demi Gilang dan Danzel.

__ADS_1


Clara tersenyum, ia meninggalkan ruangan memberi jarak yang intim pada kakaknya itu. setelah dokter dan suster keluar. Namun berhenti pada tatapan Sadiya yang masih menatap dengan meremas dan mengepal jari ketidaksukaannya.


"Ka Sadiya, Hello.. sudah menatapnya. saran aku kaka lebih baik menyerahkan bakti dan hidup kaka, dengan menjadi relawan dinegara lain yang sedang kritis. lebih faedah!" bisik Clara tertawa senang. ia sangat tidak menyukai Sadiya semenjak kakaknya menikah dengan ka Gilang saat itu. karna ia tau kelakuan Sadiya yang berwajah dua.


iiikh.. Clara bocah ingusan, awas saja kelak. jika Gilang benar pensiun pada kantor. Kau yang memulai perang denganku. aku pastikan kamu mengecewakan Oma dan dikeluarkan dari anggota keluargamu nanti! lirih senyum jahat Sadiya.


Beberapa minggu kemudian. Dokter Faiyus memberikan sebuah surat rekomendasi. Arumi berpeluk pada dokter Terra.


ia pun mengucapkan rasa terimakasihnya. Terlebih saat Oma Seiyen hadir menghampiri.


"Arumi, maafin Oma ya. selama ini kamu jadi sasaran empuk kesalahan yang bukan dirimu. kali ini Oma ga mau tau, kamu harus sembuh demi Danzel dan Gilang. berjuanglah, kuatlah sayang!"


Arumi menatap Oma dengan wajah sendu. ia memeluknya. karna ia jauh rindu akan sosok ibu yang membuatnya teduh. Clara, Gilang dan Fandi saling menatap tersenyum. ada rasa tak percaya, namun ia bahagia jika akhirnya semua tenang dan damai.


"Oma, aku pasti sembuh. semangat Mii,kemo. semangat Mii, harapan itu ada dan pasti!" balasnya pada Oma Seiyen.


Namun Arumi berbicara dalam hal setidaknya aku masih diberikan umur satu tahun paling panjang, setelah operasi itu berhasil. pada akhirnya aku tidak akan lama untuk menghirup nafas yang diberikan tuhan. Setidaknya aku bisa membuat Gilang bahagia dan tersenyum. Setidaknya aku bisa diberi kesempatan untuk menseleksi calon ibu dan wanita terbaik untuk Danzel dan suami gagahku !!


..............


Oma, serius ini. Aku harus pakai baju kantor sampai kapan? tanya Clara pada Oma Seiyen.


Clara menatap ka Gilang, ia paham akan fokusnya pada Pengobatan Arumi di negri seberang. lalu menatap Fandi yang senyum sendiri saat tau kalau Clara akan tidak beres,bahkan soal kantor saja ia tidak bisa menghandle saat rapat. hanya datang dan memutuskan saja, ia harus diskusi padaku. fikir Fandi mengehela nafas panjang.


"Fandi, selama aku tak ada. bimbing handle kantor dan adik ku yang manja ini!"


"Aaaaakh.. aku bahkan tak punya waktu untuk berkencan, apalagi mencari seorang istri." Lirih Fandi. Mana ada yang mau sama ka Fandi. Pria yang ga peka, pria yang tidak gagah. Cla rasa ka Fandi itu ga normal penyuka sesama jenis. Soalnya...?


"Cla, eheeum..!! tau dari mana kalau Fandi penyuka sesama jenis?" tanya Oma.


Clara terdiam, ia tidak mungkin bicara jika ia pernah mengintip. Saat pulang dari mall dan makan siang sama temennya, memergoki Fandi yang membayar bill. Tapi ada wanita yang amat cantik dan seksi mengelus punggungnya. ia malah begidik ngeri dan pergi tak menatapnya. Haaaahaaahaaa.


"Hei, Clara.. oma panggil tuh. kamu kenapa ketawa sendiri?"


Gilang bertanya, Arumi bingung menatap sang suami. terlebih Fandi menaikan alis sebelah karna bingung dan keingintauannya. ia ingin mendengar jawaban Clara.


"Haaah.. enggak. Cla cuma spontan aja. udah ya Clara pamit ke kamar. byee.. Oma, bye ka Gilang dan bye kak penyuka sesama jenis. juga bye penghuni tak kasat mata, cicak dan mahkluk lainnya!"

__ADS_1


Dasar gadis aneh. serempak Oma, Gilang dan Fandi. lirih mereka hingga tertawa kecil. Tak lama seseorang mengetuk pintu dengan pria paruh baya.


Malam Oma, aku datang sama papa !! Clara di pertengah anak tangga langsung terhenti, ia kembali nimbrung turun tak jadi ke kamar. Lalu mendekat dengan ka Arumi untuk menguatkan.


------ Hayoo kira kira ada apa ya?----


Yuuks tinggalin jejak. masih ada kelanjutan bonus chapter ya!!


Masih ada kelanjutan cerita Arumi. Jangan tinggalkan atau unfavorite. Karna masih banyak bonus, dan keseruan cerita setelah ini.


End


Kisah Arumi masih berlanjut di negri Penang Ya. bersama Gilang yang pensiun dari Perusahaannya !!


Tamat tapi Belum Tamat beneran😁


Masih setia menunggu bonus Chapter gak?


Yuuks tinggalkan kesan jejak kisah Arumi.


Jujur cerita ini begitu aja terngiang dari pikiran setelah melamun kesaharian, pyuur kisah konflik yang ga kalah jauh dari kehidupan yang pernah terjadi. Hal itu sedikit membuat khayalan Author berimajinasi.


Semoga diluar cerita ini ga ada Ya. kisah Arumi Gilang menikah dua kali, bukan keinginan. Karna cinta pertama itu manis bersama dani tapi di khianati karna pisah sangat lama. Sudah pasti pria mana yang bisa bertahan sangat lama ditinggalkan. 1 : 100 ya kan.


Karya kedua dari love my flaws hubby. peran memang nyata akan nama sahabat Author semasa kecil berakhir dengan nama Kartin dan Arumi yang telah tiada sebenarnya. Thanks Readers semua dan Ka Author yang jadi panutan aku menulis hobi.


See you next bonus chapter.


Author juga mau tamatin kisah.


Wanita Seperti dia, dan Salah jodoh.


mohon maaf jika ending nya kalian ga suka.


Tapi bakal lanjut kisah Clara dan Fandi yang masih selalu di liputi Gilang dan Arumi.


karna Author kepusingan akan cerita peran nama yang banyak di novel ini dan sebelah.

__ADS_1


Maafkan Curcol Author.πŸ™ jangan bosen ya!!


__ADS_2