Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 80


__ADS_3

🍀 Pergi menenangkan diri 🍀


"Dona...?"haaah aku merasa wanita bodoh,gilang ketempat ini bertemu dengan mantan terindah.Fandi memberitauku kesini.


ia sengaja memberikan kebenaran jika Gilang akan kembali pada Dona.wanita terindah yang baru saja bercerai.


Arumi pun kembali melangkah mundur,ia menyusuri jalan melaju kecepatan dengan waktu tempuh yang cepat.ia terhenti di tepi lorong jembatan.ia keluar menatap langit yang dibawahnya ada sungai dan lampu perumahan.


ia berteriak sekeras mungkin.ia menangis sejadi jadinya,menyalahkan dirinya yang mudah membuka hati.ia telah bodoh merelakan harga dirinya namun kini ia akan menerima dicampakan kembali."Baik lah,aku akan menjaga jarak denganmu mulai saat ini gilang."


ia pun menghapus sisa air matanya,ia berusaha tersenyum dan menarik nafas.


ia berusaha meyakinkan jika airmata kini harus mengering,berubah menjadi beku untuk tak menyiakan takdir yang mempermainkan.


keesokan harinya.


"Ini berkas nanti rapat,dengan klien arumi!"tutur Fandi.owh ya bagaimana semalam apa kalian berbaikan.apa Gilang sudah mengerti dan tak salah paham.


Arumi pun menggertak,ia merapihkan berkas dengan menghentak hentakan beberapa lembar kertas kedasar meja sangat kesal dan berisik. Sehingga membuat fandi bingung.ia melaju berjalan dan diam."Arumi.. ada apa,apa semalam semakin parah bertengkar?"tanya Fandi.


Sudahlah aku akan mengurus pekerjaan ini.biarkan saja bosmu untuk melakukan semaunya.Ia tidak akan merasa kesepian.tanpa aku dan ia tak membutuhkan penjelasan,dia pasti akan menemukan kembali tambaan hati belahan jiwanya.meski bukan aku!


Fandi tertegun,ia menatap arumi berjalan dan pergi."Ada apa dengan wanita bosku itu,kenapa aku berusaha membantunya malah kena omelannya?"


"Gilang ini berkas klien,Arumi meminta ku untuk kamu menandatanganinya!"


"Wanita itu..bukan nya meminta maaf,malah semakin menjauh.apa ini yang dia inginkan.


agar kembali bersama Dani?"batinnya.


Gilang dengan kilat menandatangani,ia pun berlalu.dan menyibukkan diri setelah jam pekerjaan kantor.ia akan mengunjungi Danzel.namun ketika ada Arumi ia akan segera pamit.dan berlalu latihan karate untuk pelatihan atau sekedar melatih olahraga tinjunya.


Satu minggu kemudian,Arumi dan Gilang masih dalam keadaan memanas dan salah paham tak berbicara hangat manis.tak seperti biasanya.


Fandi yang berfikir mereka telah menyelesaikannya ternyata semakin buruk,ia pun tak ingin masuk lebih jauh.karna baginya ia telah menjelaskan sisi Gilang mengapa ia marah akan potretnya.tapi nahas arumi belum sempat menjelaskan karna saat di gedung cgx.


Ia berfikir Gilang datang bersama sang mantan.


............


"Sudah ka Arumi tak perlu khawatir,clara dan suster tari akan menjaga Danzel dengan baik.ka arumi paham kan,oma tak bisa dicegah


perintahnya selalu meyebalkan!"bisik Clara.


Arumi pun kini harus berpisah dengan sang anak.Menjelang hari ulang tahun nya,dua minggu lagi ia harus berada di paris."Danzel mam akan selalu hubungi,jangan lupa jam vcall kita ya!"tutur Arumi.

__ADS_1


"Yes..mama jangan bersedih,aku menunggumu.mama adalah peri hati Danzel."


Arumi pun merelakan oma seiyen mengajak sang putra dengan Clara.setelah mereka pergi.arumi pun membawa koper dan tasnya.ia melaju dengan taxsi.karna kali ini ia tak membawa mobil.rumah ia titipkan pada suster lani,dan kedua pembantu rumah tangga.


"Sus lani...pakai mobil mii ya.titip oma yani dirumah sakit!"mereka berpeluk,haru dan segera melangkah ketika taxsi telah datang.


Beberapa jam kemudian,arumi yang menyewa hotel untuk beberapa hari tinggal.ia kemudian menyerahkan dokumen untuk berkas penjualan rumah.bulir air mata tumpah ia mengenang rumah peninggalan orangtuanya harus ia relakan,karna tak sedikit uang untuk pengobatan oma yani.yang kini masih kritis dan belum stabil untuk menjalani operasi.


"Maafin mii...papa,mama mii harus menjual rumah ini."menatap seisi ruangan kenangan.


.


.


.


"Kenapa dia ijin lagi,apa kesibukan nya penting untuk sang mantan suami nya itu?"tanya Gilang.


Fandi tertegun dan bertanya,"Apa arumi belum menjelaskan kepergiannya.apa kau belum tau kebenarannya gilang?"tanya balik Fandi.


"Apa maksudmu Fandi?"


Gilang...renungkanlah,ini semua pasti salah paham.kalian benar belum bersapa dan menjelaskan ya.aku pikir kau sudah mengetahui semuanya?Fandi pun menceritakan segala hal hingga satu jam berlalu.


"Jangan sekarang Gil.. oma seiyen akan semakin murka.jika kau membatalkan rapat ini demi arumi,hubungan kalian akan semakin rumit.Jika alasan batal karna menyusul arumi,


selepas rapat telfon lah. berbaikanlah!"ucap Fandi.sehingga perkataan fandi yang masuk akal,ia urungkan untuk menurut.


"Haah.. kau menceramahiku seolah kau sudah punya pasangan dan pernah pacaran ya ?"tutur Gilang. tersenyum menepuk pundak Fandi.


"Dasar bos atasan gila,aku sudah membantu malah di ejek."lirih Fandi.


.


.


.


"Kamu pasti bisa,aku harap kamu kuat dani!"


"Ya,terimakasih telah memberikan aku kesempatan.terimakasih kamu mau menemaniku untuk kemo."


Arumi menyemangati,dani memeluk erat arumi ketika sebuah jarum menusuk.tak lama ia merasa mual akan reaksi kemo.Arumi begitu pilu menangis...ia tak menyangka pria yang pernah ia cintai,dan mengisi hatinya dahulu semakin terpuruk.ketika ia meninggalkan ia berharap kehidupannya akan bahagia."Maaf ini salahku,andai aku bertahan mungkin dirimu tak akan sesakit seperti ini dani!"lirih Arumi.


sehingga dani tersenyum getir.baginya ia sembuh atau tidak ia merasa senang jika Arumi disisa akhir hidupnya menemaninya dan disisinya.

__ADS_1


Tiga jam telah berlalu,arumi menyuapi dani dengan telaten dan setelah jam besuk habis.ia pun menyelimuti dani ketika ia terpejam.ia selalu memberikan suasana hangat,bercerita,


dan membuat perasaan hati suasana dani tenang semakin rilexs.


"Istirahatlah,esok aku akan kembali.aku akan menjaga iana putrimu dengan baik bersama mama.Aku akan mengunjungi dan menemanimu!"


Arumi pun berlalu ditemani mama le'un.dan babysister yang menggendong iana untuk kembali pulang. ke kediaman rumah besar yang pernah sempat Arumi dan Dani tinggali,


ketika telah menikah.


.


.


.


Gilang yang merenung di rumah ruangan meja kantor.ia menatap video dan berkas.ia amat seius dengan perlahan,ia berkutat dan meminta seseorang untuk membeli rumah kediaman orangtua Arumi atas nama oranglain.ia pun meminta video resum soal penyakit dani.


Begitu bodoh,aku tak menyangka jika beberapa hari lalu,Arumi mengunjunginya dan bertepatan adanya Dona


Ketika itu ia pun menatap email database ponsel yang rusak kedalam ponsel baru.ketika ia marah ternyata Arumi mencoba menghubunginya,meminta ijin padanya.


"Maafkan aku wanitaku,aku akan berusaha percaya padamu.aku akan berdamai pada masalalumu dan tak akan membiarkanmu bersedih dan kembali pada mantanmu.kamu hanya miliku kini dan selamanya."gumam Gilang.


.


.


.


"Aauw...apa yang kamu lakukan disini? Gilang jangan bodoh kamu melakukan ini,lepasin ini rumah sakit!


"Tidak..aku tak akan melepaskan dirimu,aku bersalah aku minta maaf.aku rindu...maafkan aku.kita harus bicara!"


"Baiklah..beri aku waktu satu jam,aku harus menemani dia kemo!"Gilang pun tak keberatan,dibalik ruang kamar yang tak ada pasein.Gilang menyangga dan memeluk erat.ia mencium ranum bibir Arumi dengan panas.


sebuah pewarna bibir itu telah pudar menjadi warna pink pucat.arumi terdiam akan perlakuan gilang yang memberinya ijin.


Namun memberinya sebuah tindakan dan bisikan yang membuatnya tertegun dan tubuhnya beku sulit untuk berkata.


"Scane bab kelanjutannya... Ada yang tau arumi kenapa? Harap tenang dan sabar tunggu bab berikutnya ya!"


Jangan lupa mampir. "Wanita seperti dia." klik tombol love dan tebar poin nya. Tinggalkan jejak kalian,sampai saat ini bagaimana kisah arumi ?


🌹 Happy Reading 🌹

__ADS_1


__ADS_2