Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 71


__ADS_3

🍀 Klien Nakal 🍀


Keesokan harinya.


Arumi telah kembali bersama dengan Gilang.ia hanya diam dan berusaha mengalihkan pandangan.ia tak ingin lebih jauh.debaran perasaan itu semakin dalam semakin menyakitkan.ia harus segera pindah bekerja. dan melupakan pria disampingnya kini.bukankah pria yang datang begitu saja,ketika tergoda wanita lebih muda.ia pasti akan meninggalkan dan mengkhianatiku.benak Arumi.ia menahan bulir air mata dengan banyak memikirkan hubungan asmara.ia yakin perasaan itu datang dan akan pergi begitu saja.setelah resmi kejenjang serius,sudah pasti akan mengalami pengkhianatan.


Tiba dikantor.


"Mii..selesaikan berkas dan fax ini ya?kamu tak keberatan kelantai lima bertemu klien.berkas yang tertinggal.setengah jam dia menunggu di lift koridor,jika tidak ke ruangannya saja!"ucap Reto.bagian divisi.sementara Arumi pun mengiyakan.


Setelah selesai,ia keluar dari lift dan menuju lantai lima."Selamat pagi Pak Bayckliun saya sekretaris pak Gilang.mengantar berkas yang diperlukan.dari bu reto."ucap Arumi.ia pun berjalan dan mendekat.sementara arumi masih berdiri menunggu berkas yang akan distempel.


"Baik terimakasih panggil saja Pak bayck!"


"Baik pak."


"Arumi ini berkas yang dibutuhkan Bos anda!"Pak bayck.dengan gaya rambut melingkar tak ada rambut.hanya bagian sisi dan memakai kacamata tebal.memberikan berkas pada arumi.namun ia mengusap tangan arumi.sehingga membuat terkejut dan marah saat itu."Maaf pak,jangan salah paham.saya tidak sama disini saya bekerja.saya pamit jika telah selesai!"


Arumi pun meninggalkan ruangan persetan yang dipenuhi iblis mesum dengan mendongkrak pintu dengan keras.sehingga semua mata karyawan diluar menatapnya.ia segera berjalan cepat.memikirkan perlakuan pelecehan yang terjadi.apalagi saat pak bayck berbicara.Jika ia adalah wanita telah dikhianati suami.pasti merasa sepi dan haus akan kasih sayang.


Di dalam lift ia tak bisa menahan air mata,ia menyandarkan kepalanya dan menutup dengan map.berusaha menghapus air mata.tak lama pintu lift terbuka.saat itupun ia terkejut menatap dua pria yang ingin masuk.sementara arumi ingin keluar lift.


"Nona arumi tidak apa,anda menangis.apa terjadi sesuatu?"tanya Fandi.Gilang ingin sekali merengkuh wanitanya.tapi ia profesional wibawa dalam kantor.


"Tidak apa,hanya kelilipan."ucap Arumi dan berlalu.sementara Fandi melihat pesan.dari sang atasan yaitu gilang,padahal dia ada disisinya.tapi ini semua paham karna banyak mata karyawan memandang.


"Cari tau,kenapa dia menangis dari mana,ia menemui siapa!"perintah Gilang.


.


.


.


Jam makan siang,arumi bersama bebi dan antie.ia meluapkan rasa suka duka bekerja selama di perusahaan gilang.mereka pun tertawa penuh ceria,namun wajah arumi tampak termenung memikirkan satu hal yang ia tak terima,namun tak berani bicara.


"Kau ada masalah mii?"

__ADS_1


"Tidak aku hanya rindu pada putraku saja."spontanArumi.membuat ia keceplosan.


padahal setau Bebi dan Antie.jika Dani dan Arumi tak memiliki anak.akan tragedi saat itu.sehingga Arumi pun mengalihkan pembicaraan lain.


.............


Cafe Romance.arumi bertemu eo untuk menanyakan perihal kejutan ulangtahun sang anak.meski terlihat sederhana tapi berkesan mewah.ia bahagia karna hasil jerih payahnya.


tak lama pesan notif pesan ketika pembayaran akting trailer telah masuk 60%.lalu menatap email terlihat dari paman beni.


"Arumi akhir pekan paman beni akan kabarkan segera,tapi apa kamu sanggup menggantikan tugas keiiyra?sebaiknya kamu bicara padanya!"isi pesan.


Kriing... dering ponsel Arumi.ia mengangkat dan berbicara serius selama lima belas menit.


"Baik clara,ka arumi akan segera kesana sekarang!"


Setelah selesai,ia melaju ke lokasi dimana Clara memintanya untuk melerai.ia tak ingin di perusahaan Gilang semakin ricuh.karna tragedi dikantor pak baycliun merayu nakal.ia bingung kenapa gilang bisa tau,jika dikantor ramai bagaimana jika isu ini terhembus oma seiyen."Mati lah aku,aku bisa gila jika tak bisa bertemu Danzel kelak."gumamya.


"Pak cepat sedikit ya!"ucap Arumi.pada supir taxsi yang menuju stadion GX.dimana sebuah bangunan besar yang mengisi latihan karate dan tinju.supir pun melaju cepat tak terasa dua puluh menit ia sampai.segera arumi turun dan memberi beberapa lembar uang lebih dari tagihan lalu berlari dengan cepat.


.


.


"Maaf ..Gilang kita adalah partner.aku tidak tau jika sekretaris mu adalah wanitamu.aku janji tidak akan mengganggunya lagi!"Bayckliun.


yang mana ia adalah pelatih juga.namun karna kesalahan nya,ia pun berlalu dan dipecat.amat mudah bagi Gilang untuk menghentikan orang atau klien yang membuat masalah dan dirinya marah.karna dirinya adalah orang berpengaruh.


Arumi masuk kedalam ruangan,dimana karyawan memberinya arah.ia berlari kecil dan terkejut saat berbelok.terlihat Pak bayck keluar dengan wajah memar dan hidung sedikit berdarah dengan satu tangan yang menutupi.


"Pak anda tak apa?"tanya Arumi.Bagaimana bisa saya memar bonyok kamu bilang baik.satu lagi saya minta maaf atas kejadian tadi pagi.


balas bayck.dan ia berlalu pergi.sementara arumi masih stay diam ditempat.apa Gilang yang membuatnya begitu,bagaimana jika dia mengadu pada oma seiyen.arumi pun duduk melemas.


Ia pun duduk tak bisa berkata dan mencari Gilang.sehingga disatu sudut ia menatap dan melihat Gilang sedang berlatih dengan beberapa orang.


Arumi pun duduk menunggunya.selama tiga puluh menit kemudian. Gilang menghampiri keberadaan Arumi.

__ADS_1


"Sudah lama disini,tau dari mana?"ucap Gilang.sambil mengusap keringat dengan handuk kecil dan duduk menatap Arumi.


"Apa kau yang membuat pak baycliun memar seperti itu?"tanya arumi.Jika tidak apa masalahmu.memang kenapa jika dia memar?tanya kembali Gilang.


"Sudahlah bicara dengan mu,hanya sia -sia saja.aku harap tak perlu mencampuri urusanku,hubungan kita hanya rekan kerja.dan aku tidak terikat olehmu dan keluargamu.aku hanya ingin diakui dan tak dipersulit ketika menemui Danzel itu sudah cukup baik,kumohon berhentilah!"Arumi pun berlari.


Gilang terdiam dengan kata seorang arumi begitu saja,ia pun mengejarnya,tapi sesaat


ia kembali dan mengambil ransel kecilnya.ia pun menyusuri mengejar arumi.hingga ia berkeliling dan tak mendapati arumi.sia-sia saja gilang kehilangan jejak.sehingga ia mengganti kostum sebelum kembali pulang.sesekali ia menghubungi Arumi.namun ponselnya tidak aktif dan selalu berada diluar jangkauan.


Tak lama saat gilang menuju parkir,ia ingin sekali melihat keramaian kota diujung atap gedung.ia pun berlari kecil menyusuri anak tangga.dan terkejut menatap wanitanya sedang berdiri dengan sebuah ponsel.ia pun tiba saja berjongkok dan menangis menutupi wajahnya.


dengan ponsel yang masih menyala dan tersambung dengan loudspeaker.


Kau dengar itu wanita rendahan,mulai saat ini kau tidak bisa menemui Danzel tanpa ijinku.dan satu lagi cepat kau keluar dari perusahaan jauhi sekarang juga.. Hei kau masih dengar tidak wanita rendahan!


Arumi terkejut,ketika sebuah dua tangan kokoh menyangganya untuk bangun.ia segera mungkin menutup ponselnya."Kau disini dari kapan?"Arumi menatap Gilang.


"Maaf aku telah membuatmu sulit,apa oma yang menyulitkanmu.sehingga sikapmu berubah?"Arumi hanya menangis.ia dipeluk erat oleh pria dihadapannya.semakin dalam ia merasa wanita hina yang tak berhak bahagia.perkataan oma seiyen menyayat hatinya.tak bisa dipungkiri perasaan itu semakin dalam namun.ia tak bisa


Menangislah sekencang mungkin,aku minta maaf yang tak peka.aku pastikan oma tak akan mempersulitmu,aku akan selalu melindungimu bukan sebatas ibu dari anakku,tapi kau wanita yang aku cintai saat ini dan selamanya.ku mohon jangan menghindar.!Arumi mendongak wajahnya menatap wajah gilang.ia menangis dan tersenyum."Maaf tapi aku tidak ingin menjalani hubungan tanpa restu,takdir ku telah gagal karna sebuah kesalahan tanpa restu.aku tak ingin terjadi kembali!"ucap Arumi.


"Mulai saat ini,tetap lah berbagi cerita suka dukamu,biarkan aku jatuh cinta.biarkan aku mencoba nya,tak perduli kamu mau atau tidak.aku akan memastikan hubungan kita berjalan dengan semestinya,aku pastikan kita mendapat restu oma.tetaplah disisiku jangan menjauh!"lirih Gilang.


Tak lama,suara dering ponsel Gilang berbunyi."Ya oma,apa..baik satu jam lagi Gilang akan sampai dirumah dan mengabarkan oma!"


Arumi menatap gilang,perasaannya semakin tak menentu,apa yang harus aku lakukan jika oma seiyen tau jika aku tak bisa menjauh dari Gilang.


.


.


Visual Clara sepupu.dan Gilang saat pelatihan karate.



Semoga badai hubungan mereka berjalan mulus.Thanks readers semua.selalu tekan klik love ya.

__ADS_1


🌹 Happy Reading 🌹


__ADS_2