Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 120


__ADS_3

🍀 Salah tempat 🍀


"Kenapa dia lagi, apa tidak ada rumah?"Honey. sudahlah, mengapa kamu terlihat kesal dengan mantan istri Gilang. apa karna Arumi, sahabat mu kini tertindas?"


Keiy terdiam, ia membuyarkan pikiran kesal saat di masa lalu. Lalu bergabung dan menyapa Oma seiyen di meja makan. Tak lama menatap Arumi dan Gilang turun bersama Danzel.


"Ayo, kalian sarapan jangan sungkan!"


"Ya oma, terimakasih."


Danzel yang duduk disamping Clara, tapi Keiy yang berhadapan dengan Sadiya merasa tak berselera. Erico mengusap punggung sang istri dan berkata." Honey, aku akan pulang larut tak apa?" Tak apa. owh ya, nanti siang aku akan keluar dengan Arumi. bertemu teman? Baiklah honey. kabarkan jika aku selesai, aku akan menyusul!


Senyum Keiy begitu saja, tak jauh ada seseorang yang memegang garpu dengan tak suka menatap pasangan yang ia rindukan.


Kenapa aku kesal? lirih Sadiya dan berkata,"Owh Ya Keiy. tempo lalu saat kau bersama pria yang mirip dengan Gilang, aku minta maaf ya!"Gleeeuk ucapan Sadiya membuat Keiy terhenti menyuap makanan. ia mengunyah dengan pelan dan menatap sang suami, serta meminum sesuatu terasa kering.


"Sadiya, apa yang kamu bicarakan?"tanya Oma.


ia pun menceritakan detail, berkali kali Keiy mendeheum, ia menatap Erico merubah wajah dengan mengigit jari dan bibirnya. sehingga suasana makan itu menjadi canggung dan sunyi.Lihat saja aku akan membuat keuwuwan kalian berubah setelah ini, seringai jahatnya.


Setelah mereka pergi, Arumi dan Keiy pamit pada Oma. ia pun mengendarai mobil Arumi, kali ini Keiy yang menyetir. Setelah mendrop Danzel bersekolah."See you, nanti sore sayang mama!" Yes, mama I love you. kecup Danzel saat ingin masuk kedalam gerbang sekolah. ia melambaikan tangan dan tersenyum.


"Keiy, apa suasana ini akan bertahan,bagaimana jika aku tak bisa bertahan lama?"


"Mii, udah deh. kamu pasti sembuh oke, Owh ya. aku sudah membuat janji khusus pada Terra. dokter Faiyus cuti, tapi mereka membuat khusus demi kamu." Haah, benarkah aku jadi terharu? balas Arumi.


Erico yang mengadakan rapat penting, ia terkejut ketika Owzie ikut hadir." Kau disini, kenapa bukan ka Triistan?" Ya, ka Triistan tak bisa hadir karna bertemu pa Seo. Erico terdiam, kakaknya itu memang mempercayai Owzie adik dari suaminya. aku adalah adiknya juga tapi, adik tiri.


Jika tau begitu, harusnya tak perlu repot mereka kejakarta. Biarkan saja Owzie mengurusnya! benak Erico, selesai mereka hadir. Jam lunch mereka makan siang bersama, Erico menanyakan perihal yang dikatakan Sadiya! Tunggu, Sa- Dii- ya?Owzie mengeja. ia mengingat suatu hal, yang memang ia lupa, kecuali ingatan tentang Keiy.


Owzie pun tersenyum, beberapa saat ia menepuk pundak Erico. "Sudahlah, aku tau maksud Sadiya itu, ia pasti memancing keributan karna iri kalian harmonis. Aku tau banyak istri pertama ka Gilang, dari Clara keponakanku juga!" Owh. begitu Ya?" Erico menyeringai dan melanjutkan kembali makan siang.

__ADS_1


Hai, Terra mengecup pipi kiri dan kanan kedua teman baiknya itu, ia pun berjabat tangan pada Faiyus. Yang memang, Keiy sudah mengenal Faiyus sejak lama, sehingga temannya itu, Terra sang dokter kini mempunyai hubungan baik dan serius.


"Hai dokter, aku akan menunggu dengan kekasihmu. terimakasih sudah memberi waktu time romantis kalian terganggu?" Dokter Faiyus. ia tersenyum menjawab tak apa. ia akan membantu Arumi untuk sehat dalam kemo yang berkepanjangan, Arumi ditemani Keiiy dan Terra beberapa saat. setelah lemas ia pun keluar dan berbicara serius.


Kamu tidaklah berbohongkan, Apa serumit dan sekeras itu. Aku ga percaya, bagaimana jika semakin parah? Terra meminta Keiy untuk membujuk Arumi mengatakan hal serius pada suaminya. " Bukankah suami kalian juga orang berpengaruh, Keiy aku rasa Gilang harus tau. bisa saja ia mencari pengobatan jauh lebih baik. mendapat pendonor dan pengobatan yang jauh lebih maksimal dari rumah sakit yang kami tangani!"


"Kamu benar, Terra aku yakin. biar aku akan membujuk Arumi?"


Tidak Keiy, ku mohon. aku belum siap mengatakannya pada Gilang? Tapi Mii.., kau tau


fasilitas rumah sakit ini tidaklah penting, kamu harus ke Penang. disana banyak pasein yang berhasil ku mohon, aku ga mau kamu pergi secepat dengan rasa sakit ini! Keiy memeluk Arumi. ia tak ingin segalanya berubah.


Arumi diam yang memeluk Keiy, ia menatap seseorang tinggi, yang menatap tajam padanya. mata yang merah menahan rasa kesedihan,terlihat jelas dipelupuk mata meski sedikit jarak yang tak begitu dekat.


.


.


.


"Keiy, kamu sahabatku kan. kamu ga bicara pada Gilang kan?" tanya Arumi. yang masih menatap pria tak jauh menatapnya.


"Maksudmu Gilang, aku memang berniat ingin dia tau tapi,?"Haaah..., tiba saja Keiy terkejut akan sesosok Pria begitu saja memeluk Arumi dengan erat. ia memundurkan langkah, saling menatap Terra dan dokter Faiyus.


Gilang merengkuh peluk sang istri, kamu ga bisa mengelak. aku membuntutimu saat di dapur kamu diskusi dengan Keiy. aku menemukan sebotol obat, dan tau segalanya dari sana!


"Kenapa kamu tega, serapat ini menyembunyikan pada suamimu?"


"Honey, maaf aku tak ingin kamu bersedih!"


Arumi masih menangis, ia pun lupa akan keberadaan sahabat yang berada di sisinya. Tak lama Keiy pamit, membiarkan Arumi dan Gilang untuk berdua tenang didalam ruang perawatan kemo.

__ADS_1


Sementara dokter memberikan kebutuhan yang diperlukan dibantu Terra. diberbeda hal Keiy yang dalam perjalanan, meminta Taxsi kealamat kantor yang dituju sang suami. Setengah jam kemudian sampai. ia masuk kedalam gedung wah, ia menuju lift dan masuk beberapa saat setelah menunggu sepuluh menit. Beberapa orang berhenti di tujuan lift, mengakhiri ia yang akan naik ke lantai 27. tapi lift yang beraksi no 11 ketika pria didalam bersamanya keluar, Keiy terkejut akan owzie yang masuk dari lift lantai sebelas.


"Zie, kamu disini juga. bukan ka Triis?"


"Aku sengaja mengambil ahli, membuatnya sibuk dengan pak Seo."


Keiy terdiam, ia begitu senang saat tak bertemu Tristan. tapi ia juga merasa canggung saat Owzie di dekatnya. terlebih dalam lift hanya mereka berdua. "Sampai kapan, kamu menyembunyikan dari Erico?"


"Maksud mu?"


Ka Triistan masih sering memaksamu kan, ia masih begitu menyukaimu sehingga masih sendiri. Aku berusaha ada dipihak suamimu, ia selalu berusaha membuat Erico sibuk, jika ada celah kalian tak bersama. ia sudah pasti akan mengunjungimu diam diam, anak buah itu membuat geram saja!


Zie, jika kamu ada di posisi aku, harus mulai dari mana. Apa akan percaya, aku baik baik saja sekarang? Tapi Keiy, kamu pasti bisa. obat penenang tak baik dalam waktu jangka panjang. Jika kamu hadapi bersama Erico. sudah pastikan Triistan perlahan melupakan, dan mengikhlaskan dirimu, Erico berhak tau. hal yang menyakitkan adalah sembunyi!


Tredth....,, Lift terhenti di lantai 20. lampu pun padam, Keiiy terkejut ia mengecek ponselnya pun mati."Ada apa ini, aaaakhw... gelap aku tak bisa seperti ini. Zie aku ingin keluar!"


Keiy menggedor gedor pintu lift, Owzie tak kalah sibuk dengan ponselnya sinyal yang begitu sulit, mencoba beberapa saat untuk meminta bantuan, mengirim pesan pada Erico.


Lalu, ia menatap Keiy yang berjongkok. Owzie pun dengan cekatan, menatap Keiy yang berkeringat panik ketakutan."Keiy, pakai jas ku, berdiri lah, ada aku disini!" Owzie memeluk Keiy, ia mencoba untuk menenangkan.


"Tenanglah, semoga perbantuan. perbaikan cepat selesai!" Mereka berdiri dan bersandar di ujung dinding. Owzie menatap Keiy yang menutup mata, berkeringat lupa akan situasi dalam pelukan hangat Owzie.


"Maafkan aku honey?" Arumi masih menatap nanar. genggaman dan pelukan Gilang yang tak percaya, seolah membanjiri air mata begitu saja.


"Kamu pasti sembuh sayang!" Gilang memeluk kecup Arumi, ia mencoba ada disamping sang istri menguatkan, rasa kemo yang membuat Arumi lemas dan Mual. ia memeluk sang istri agar tetap kuat.


.........


Akhirnya Gilang udah tau? Nah, gimana nasib Keiy. jangan bilang clbk di dalam lift!


🌹Happy Reading🌹

__ADS_1


__ADS_2