Dady Danzel

Dady Danzel
BAB 43


__ADS_3

🍀 Salah paham 🍀


"Danzel... sudah lama dirumah kakek?"Tanya bayu pada anak kecil itu.Danzel pun menjawab dan memeluk erat sang paman yang sudah terbiasa dan nyaman.


"Paman kesini menemui Danzel kan, ayo kita main paman... kita main bareng kak taya dan kak naya!"tutur danzel.dan semua menatap nya.


"Bay... maaf sikap danzel ya, dia..." Bayu pun memotong pembicaraan Arumi dan berlalu melangkah. bagi bayu menatap Arumi ia semakin sakit.


"Tak apa dia hanya anak kecil mii,Danzel sayang... lirih suara lembut bayu. Paman akan bermain, Tapi ... nanti setelah urusan pekerjaan paman pada kakek selesai ya !! Danzel sekarang main dulu sama kak Naya dan kak Taya!"


"Oce... paman rasa dady."balasnya.Bayu pun melirik ke arah pak bagas karna ucapan anak kecil itu.Tak lama pak bagas mengajaknya ke ruang kerja.sementara arumi tersenyum.


Arumi merasa bersalah akan sikap nya pada bayu,Namun ia paham jika danzel telah terbiasa dan dekat pada Bayu,ketika ia mengetahui siapa dady nya mungkin tak terbiasa akan sikap baru yang secara mendadak dan kehidupan yang berbeda tak biasa,Arumi hanya menghela nafas panjang ketika danzel lebih akrab pada bayu,ia paham akan sikap bayu kini apalagi tak ada ucapan selamat untuk pernikahan dari mulutnya.


.


.


.


Apartment.


"Honey ... terimakasih aku harap kamu tetap selalu mengunjungi ku,bahkan aku bingung aku harus apa di apartment ini sendirian!"


"Tak perlu kamu bersedih, bella aku sudah seharusnya bertanggung jawab,maaf karna masuk dalam kehidupan ku,istriku kembali kamu harus seperti ini, ada asisten yang menemanimu setiap hari tapi dia tidak tinggal di apartment kita!"


Bella merangkul peluk tubuh Dani dari belakang,ketika itupun dani menatap helaian lembaran foto hasil Usg yang diberikan bella.


Dani membalikkan tubuhnya dan menatap bella,ia bingung untuk meninggalkan bella dan memberikan nya kemewahan.tapi ia tidak tega karna bella tak mempunyai siapapun, hanya ada satu paman yang acuh, berbeda dengan Arumi masih ada bi yani dan keluarga angkat baru."Ya tuhan aku kenapa berat mengatakan untuk meninggalkan wanita baik,bagaimanapun bella ada lah kesalahanku terlebih ia sedang mengandung anak darah dagingku."

__ADS_1


"Honey... kenapa diam?"tanya bella.yang sedang menatap sang suami diam memandang. Ada yang kamu ingin bicarakan suamiku.


"Aku mau kamu sehat dan bayi kita sehat,jangan berpikir aneh aneh aku akan berkunjung,tapi jangan menghubungi ku di malam hari ketika Arumi ada, lusa aku akan menjemputnya.Dia akan selalu berkunjung ke jogja seminggu dalam sebulan,Aku bisa tinggal dan menemani mu!"Bella tersenyum getir,meski ia yakin jika semua akan tercium,dia bukan perebut suami wanita manapun.tapi ia juga tak ingin selamanya menikah seperti tak mempunyai suami seutuhnya.


Dani pun bertekuk dan menyandarkan telinganya ke perut Bella,meski ia penasaran


dan bahagia ketika ada janin hidup darah dagingnya,ia teringat bagaimana Arumi saat hamil bahkan ia tak disampingnya dan perkembangannya pun jauh ia tak merasakan.


"Anakku sehat selalu dalam perut bunda ya,


papa akan selalu ada untukmu."tutur Dani.


Bella sayang aku harus kembali ke kantor nanti malam kita makan bersama,tak perlu masak


aku sudah menyiapkan nya.Jaga dirimu dan istirahat yang cukup ya.


mendapat perlakuan manis membuat bella menurut,dan ia tak sanggup jika merelakan Dani untuk Arumi meski ia istri dan cinta pertama sang suami,tapi ia berhak atas segalanya.


.


.


.


Dijogja.


"Suami mu sudah bisa dihubungi ndok?"tanya bu bagas.yang sedang menjahit sulaman, dan bi yani yang sedang menyiram bunga anggrek persis disampingnya.Arumi pun menggeleng dan berkata,Jika sang suami sulit dihubungi.


Nanti arumi coba hubungi lagi,Sebab semenjak pernikahan, arumi merasa Dani orang yang sulit ditebak,ketika dibutuhkan sulit tapi tiba tiba sudah ada dihadapan arumi apa kehidupan sebelumnya memang dani seperti itu,arumi tak ingat bu.

__ADS_1


Bu bagas menatap bi yani,dan menggeleng. Sementara Arumi yang menatap album terdiam lama hingga tak sengaja jarinya tertusuk isi staples yang merekat pada plastik album."Auuw... sakit." telunjuk arumi pun berdarah dan perasaan nya sedikit sakit.


sementara bayu yang ada di ujung pintu tak sengaja menatap wanita nya.ia mengobrol hanya bisa menyaksikan,hingga dering ponsel bayu berbunyi keras,menarik perhatian.semua wanita pada tatapan bayu.Bayu pun pamit dan berlalu.


"Hello... Ya saya sendiri bayu, Apa dok hasil DNA sudah keluar. Baik saya segera datang dua jam lagi!" Arumi yang mendengar celah


perkataan bayu yang menerima panggilan sedikit samar,merasa bingung Apa bayu sakit pergi ke dokter.terlihat jelas jika ia pamit pada bapak dan pergi melangkah dengan cepat.


"Aku kenapa jadi perhatiian pada bayu,Dasar arumi kamu aneh.ini pasti hanya perhatiaan bayu yang seperti keluarga dan sikapnya berubah jadi aku rindu..." Tak lama arumi terdiam dan menutup bibirnya.apa tadi aku bilang rindu,ia pun menganga membuat mulutnya sedikit terkejut berpola O.


"Mama aku mengantuk,"ucap Danzel.baiklah sayang kita akan pergi ke kamar.dan bergulat manja dengan robot.arumi pun menggendong sang anak dengan bahagia.


"Baiklah mam,tapi kita buka robot terbaru dari paman bayu ya mam!"Arumi tersenyum menatap sang anak,ia memalingkan perkataan agar danzel tak bertanya sang dady,bukan berarti ia tak ingin menghubunginya.namun memang nomor nya masih saja tak aktif meski menghubungi lewat ponsel bi yani.


Dua jam berlalu.


Bayu telah menatap satu helai kertas,Dan ketika ia membuka nya.rasa getar tubuh itu jelas terlihat ia bingung akan hasil tes DNA yang tak sesuai prediksi nya. " ini pasti ada kesalahan, Aku harus menemui suamimu dan juga zack!" tutur bayu dalam melangkah.


seketika ia teringat sahabat sekaligus atasannya.


"Sial apa kau lakukan tanpa aku tau,apa oma seiyen telah mengelabuiku!"gumam Bayu.


Saat bayu sedang mengendarai mobilnya terhenti,rem mendadak blong.ia pun berusaha untuk menghindar agar tak mengenai pejalan yang melintas,lima menit... sepuluh menit... Setir tak terkendali,bayu pun melintas ke tepi pohon untuk menabrak nya hingga asap dan mobil depan itu hancur.


Mata bayu berkunang dan berbayang semakin samar,ia menatap senyuman wajah wanita dan


anak kecil berpakaian putih menyambutnya.


"Dady aku rindu...!" hingga gelap suasana hening diakhir bayu pun tak sadarkan diri.

__ADS_1


🌹 **Happy Reading** 🌹


__ADS_2