
🍀Kehaluan Rindu🍀
Baca adegan part 18+ Mohon bijak!
.
.
.
Clara mengetuk pintu kamar Oma, ia lalu masuk ketika oma membukanya.
"Semalam ini kamu mau tidur dengan oma ya?"
Heuuumph..., ya oma gpp kan ?Oma seiyen pun tersenyum dan kembali menarik selimut.Sementara Clara mencari sesuatu yang dibicarakan Oma, kenapa ada nama ka Arumi.Sebenarnya apa yang disembunyikan oma,kenapa tak menyukai ka Arumi dan sebenci itu pada kaka ipar? benak Clara.
Sreeeth....,, Braaagh. sesuatu terjatuh saat Clara mengambil barang penting. ia menjatuhkan sesuatu membuat oma Seiyen menatap bulat sempurna menatap tajam.
"Kau sedang apa Clara?"
"Clara ingin mematikan lampu, tapi tak sengaja menjatuhkannya oma, maaf."
Oma Seiyen bergegas merapihkan berkas, namun Clara sudah menyelipkan dengan cepat secarik tulisan. ia hanya penasaran akan tulisan dengan nama Arumi. sehingga ia ingin sekali tau apa, yang terjadi sebenarnya.
.
.
.
Pagi hari seperti biasa, Arumi memakaikan dasi, merapihkan kemeja dan menatap postur tubuh indah sang suami.
"Suami tampanku."Arumi.
"Istri cantik terbaikku!"Gilang.
Gilang mengecup kening istrinya, ia mendaratkan dengan sempurna. tapi Arumi membalas dengan kecupan mesra pada bidak jenjang leher kokohnya.
"Sayang, kamu nakal. seperti inikah, caramu menggoda suamimu yang hampir terlambat?"
Arumi terkekeuh tawa dengan renyah, ia melangkah ke arah cermin. menyemprotkan parfum ke leher indahnya. membuka lebar kancing kemeja. menepuk telapak tangannya yang wangi ke area pelupuk indah wajahnya.
__ADS_1
Sementara Gilang tak percaya kegokilan sang istri, rupanya menghilang membuatmu nakal menggodaku sayang? ia hanya menggigit bibir dan meremas jari. mengambil ponsel dan mengirimkan pesan suara.
"Tunda meeting satu jam !"
Arumi tersenyum tak percaya, baginya selagi ia merasakan sehat, ia ingin sempurna membuat Gilang bahagia, tanpa terlihat ia sedang sakit.Tak menunggu lama, Gilang maju menghampiri dan menarik dasi yang telah rapih. Tangan kokoh itu melingkar kebidak dada Arumi. mereka saling memandang saling menatap dibalik cermin besar.
"Kau menginginkannya sayang?"
"Ya, honey aku hanya ingin membuat sarapan terbaik semangatmu!" meski batinnya. ia akan sadar jika ia perlahan tak bisa melakukannya, meski ia yakin jika ia akan hilang ingatan, meski ia sadar jika kelak ia akan tak melihat kelak suami sempurnanya.
Gilang semakin tak bisa menahan ketika Arumi membuatnya memejamkan mata. ia perlahan melucuti bajunya, membuka kancing dan resletingnya. Arumi memainkannya dengan perfect, sementara Gilang masih merengkuh dengan menjambak rambut halus sang istri. meski tangan kokoh itu masih berdiri bertolak pinggang dengan gaya yang cool.
Tapi itu semua Halusinasi di pagi yang tertunda! 😂
.......
"Honey, honey kenapa melamun?" tanya Arumi.ia yang menyelesaikan merapihkan dasi sang suami dibuat bingung.
"Astaga...,, ternyata aku Halu?" Gilang tersadar.
Honey, ada apa? Gilang tersenyum. andai ia tak mempunyai rapat penting. sudah pasti ia akan meminta istrinya membuatkan sarapan spesial.
alhasil hanya kecupan manis di ranum Arumi dipagi itu. Arumi pun terdiam bingung ketika mengantar suaminya tepat didepan gerbang, ia memikirkan akan expresi Gilang yang berubah ketika ia bertanya.
Beberapa saat kemudian, Arumi segera bersiap untuk theraphy pengobatan. selain herbal dari sang mama. ia tak ingin menyembunyikan lebih lama, hanya saja ia takut dan memulai dari mana mengatakan sesungguhnya pada Gilang.
Sesaat ketika ia menutup pintu, langkahnya terhenti.
"Mau kemana kamu?"
"Oma, euum.. Arumi akan pergi sebentar bertemu pengantar paket."
"Benarkah...,?"tapi saat oma ingin menanyakan hal serius, ia menatap seseorang tak jauh dibalik pohon yang tak asing. Oma Seiyen pun mendekati dan mengabaikan Arumi. namun tak menemukan seseorang disana. hingga ia kehilangan Arumi yang telah pergi dengan taxsi begitu saja.
"Dasar menantu tidak sopan, main pergi begitu saja." ketus Oma mengomel.
Beberapa jam kemudian, Arumi yang melakukan theraphy. ia beristirahat selama kurang lebih dua jam paling sedikit. ketika merasa sudah membaik ia akan segera pulang, sebelum tiba sang suami dirumah.
"Sebaiknya kamu ditemani suamimu Arumi!"
"Tidak perlu Terra, kau kan tau aku bingung bagaimana bisa aku mengatakannya?"
__ADS_1
"Bisa saja, kau tau Arumi kondisi kritis bisa sembuh dari dukungan orang tersayang."
Dokter Terra yang menemani Arumi, sekaligus teman sekolah kala itu. Namun dokter Faiyus adalah dokter yang menangani. kanker otak penyakit Arumi yang masih stadium lanjut.
Kau pikir mudah terra, aku berbicara itu. Honey aku menderita kangker otak. Honey aku sakit parah. apa jadinya Oma seiyen pasti akan senang, dengan mudah menyingkarkan aku. lebih baik aku seperti ini saja lah! Terra sebagai teman baik mendengarkan, ia memahami apa yang dirasakan Arumi. sehingga ia akan berjanji menutup rapat janji penyakitnya itu.
"Tapi aku janji, janjiku tidak tau sampai kapan batasnya. kau tau, belum lama aku bertemu Keiiyra. aku tak bisa berbohong pada kaka senior kita itu. ingatan, mulut, dan pikirannya tajam melebihi aku Mii."
"Ya, benar dia wanita sempurna yang tak mempunyai masalah kan Ter?"
Terra pun memeluk Arumi. kau salah sayang, justru masalahnya adalah terberat, belum lama ia selalu berkunjung rutin menemuiku! Apa maksudnya Terra? balas Arumi.
Trauma Keiiyra pada kakak tiri suaminya, konfliknya kau kan tau. dia belum bisa melupakan, apalagi ketika ia berkunjung. satu meja dan menatap saja membuatnya ingat ketakutan. Keiiyra diam diam selalu rutin minum obat penenang tanpa Erico tau.
"Kenapa aku sampai tidak tau Terra?"
Karna aku pandai menjaga rahasia, tapi aku katakan padamu jangan Omesh ya! aku mengatakan ini, agar kau sadar tidak semua yang terlihat tak mempunyai masalah, meski beban terlihat senang bahagia yang kau lihat!
Arumi terdiam, ia berfikir apa Keiiyra sahabatnya masih menyembunyikan sesuatu. apa ka Tristan diam diam masih membuat hidupnya tertekan dan menyembunyikan perasaan yang dalam?
"Kau melamun apa?" tanya terra. Tidak balas Arumi. sehingga Arumi pun mengambil obat yang diberikan terra dan meminumnya dengan segelas air putih.
.......
Arumi telah sampai dikantor.
ia menunggu tiba keluarnya suami tercinta, karna Gilang berada dalam ruangan penting. bertemu klien. Tapi sudut matanya menatap ke arah berlawanan. ia menatap wanita berpakaian feminim datang mencari suaminya.
"Dimana pak Gilang?" Sedang meeting, silahkan tunggu saja bu! ucap receptionist.
Arumi pun menatap sempurna, ia menatap sekujur wanita itu amat perfect dan rambut pirangnya membuat semua mata memandang takjub. Kenapa tak asing wanita itu?
"Kenapa dia mirip dengan...?" Arumi mencerna mengingat seseorang itu. Tak lama salah satu karyawan menunjukan arah dan memintanya untuk keruangan yang ditunjukan atas perintah pak Fandi.
"Kenapa Fandi, Pak Gilang dimana?"
"Maaf, bu Sadiya. tapi pak Fandi meminta ibu menunggu sebentar lagi diruangan lantai tiga.!"
Arumi terdiam, ia memotret wanita itu diam- diam. lalu ia berlalu melangkah untuk pulang, ada rasa sedih, kecewa. mengapa mantan istri itu datang tapi ia tak mengetahuinya, apa yang disembunyikan suaminya itu.
"Apa dia akan kembali pada istri terbaiknya?" gumam Arumi berjalan mencari taxsi.
__ADS_1
Tak lama seseorang memanggilnya, mereka saling menatap.
🌹**Happy Reading**🌹