
🍀 Salah tingkah 🍀
Tak lama,suara dering ponsel Gilang berbunyi."Ya oma,apa..baik satu jam lagi Gilang akan sampai dirumah dan mengabarkan oma!
Berdirilah aku tak ingin kamu menangis,berbagilah setiap masalahmu.kamu ga sendiri."Ayo pulang.bawa mobil sendiri atau naik taxsi?"tanya Gilang.
"A-aku naik taxsi.maaf."lalu arumi mengekor saat gilang menggengam tangannya.rasa bahagia itu nampak,ia sedikit malu akan sikap ke kanak-kanak nya.merasa dilindungi namun ia terhenti diakhir tangga."Sebaiknya aku pulang naik taxsi gilang,maaf."ia melepas erat tangannya.dan berlalu dengan cepat,tapi cekatan gilang dalam menarik pasangan amat ahli.ia merengkuh tubuh wanita itu,dan berkata.
aku tidak ingin ada penolakan,jangan mengkhawatirkan oma,sikap oma seperti itu ada alasan.jika kamu masih takut soal Danzel,ingat selagi aku ada kamu tak akan kesulitan!jika ingin status kita diam.rahasiakan dari oma.aku berjanji akan membuat oma menerimamu dan pantas menjadi pasangan terakhirku.mendengar hal itu dari gilang, senyum terpancar pada wajah Arumi membuatnya sedikit tenang.
Sesampai di apartment Gilang."kenapa kamu bawa aku kesini?"tanya Arumi."Lalu kenapa kamu mau dan ikut?"balas Gilang.
Cieeh..mendengar lontaran itu,arumi hanya memicik sebal.ia menggerutug semakin bodoh jika telah jatuh ke lubang asmara.harusnya tak perlu mengikutinya.
"Kenapa diam,ganti lah baju mu sebentar akan ada paket baju untukmu dalam waktu dua puluh menit.istirahatlah jika lapar aku akan pesankan delivery.tunggulah disini aku akan kembali!"
Satu jam kemudian,Arumi yang telah masak dan membersihkan ruangan yang sedikit berdebu,nampak terlihat jika apartment ini jarang di kunjungi.ia telah usai masak dari bahan yang ada dikulkas,dan sedikit memesan bahan makanan untuk ia masak."Baiklah semua sudah siap."ia pun menatap paperbag.ia tau jika itu adalah baju yang gilang kirim.segera ia mandi mengucurkan air yang mengalir diatas kepalanya.membiarkan aroma keringat dan bau asap masakan yang menempel.ia membasuh wajahnya,sengaja membiarkan air itu menggenang pada wajahnya.bagai iklan sabun.ia memikirkan dengan masak,"Apa keputusanku sudah benar bersama gilang.apa tidak terlalu dini kembali merajut asmara.bagaimana jika aku akan kecewa dan masalah baru kembali tanpa restu?"batin Arumi.
Setengah jam kemudian.arumi yang terbawa suasana berendam,ia kembali mengucurkan tubuhnya berdiri diatas shower. guna membilas air susu madu yang ia balurkan dengan rilexs.
mengingat jika Gilang tadi berpesan akan sampai dirumah akan terlambat pulang malam.
Diluar dugaan Gilang sengaja memberi kejutan. ia membawa bucket bunga mawar,kue tart untuk Arumi.ia segera masuk dan membuka kunci cardnya.ia terpesona akan ruangan yang rapih.satu persatu ia telusuri.dari meja makan dan segala hal ia sentuh ke jari tangan."Calon istri yang baik,ia membersihkan semua ketika aku kembali.ruangan ini rapih dan wangi."
Tapi ia terkejut akan genangan air.ia segera masuk ke kamar,ia berfikir Arumi membenarkan keran yang sedikit bocor dan menjadi besar.mengingat apartemet nya sudah lama ia jarang kunjungi.tapi ia terkejut panas dingin."Dasar ceroboh ia mandi tidak ditutup pintu nya!"segera ia keluar kamar dengan panas dingin.dan menunggu di sofa ruang tamu.
__ADS_1
Arumi yang telah selesai dengan piyama handuk navy,dan mengeringkan rambut.ia segera berlalu keluar mengambil buah karna sedikit lapar,ia mengingat jam masih terlalu dini.pasti Gilang belum datang.namun saat ia membelok arah ia terkejut dan kembali ingin masuk kamar dengan tak hati- hati ia menabrak rolling pintu pembatas.
"Bruuugh...auuw.. aaakh sejak kapan kamu disana?"tanya Arumi.ketika tubuhnya terbentur Gilang menghampiri dengan senyum.ia segera membelakangi wajah tubuhnya dan berlalu.tapi gilang langsung menyambar dengan cepat.ia menyodorkan minuman dan meneguknya pada Arumi agar ia tenang.
"Aku ganti baju dulu!"ucap Arumi.Baik lain kali ditutup jika mandi.balas Gilang.Haah kau mengintip ya?Tidak.. maksudku memang salah jika aku pulang lebih awal,lagi pula tadi aku tak melihat seluruh tubuhmu.hanya saja terlihat seksi aku jadi gemas andai kaca tengah itu transparant penuh,apa kau sengaja membuka pintu nya ya?balas Gilang.dengan jahil.
"Kau.."ia meremas ngepal jari.tapi Gilang mendekat ketika ia menatap wanita memakai piyama dengan rambut terurai basah didekatnya.Segera ia mendekat namun Arumi selalu melangkah mundur.ia mendekat kembali dengan membuka baju kancing,hingga terlihat belahan membuat roti sobek nampak.ia melepaskan baju itu sempurna hingga membulat tubuhnya bagai bayi.namun masih sempurna ia memakai celana panjang.ia pun perlahan membuka gespernya dan membuka kancing celana.
"Jangan..kau mau apa?dasar mesum.kau pikir aku menggodamu.aku hanya menumpang mandi.tapi aku tak tau jika kau pulang lebih awal,apa tujuan mu ini mengajak ku ke tempat ini?"tanya Arumi.
Gilang tersenyum mendekat,dan merengkuh pundak arumi.ia terdiam dan menggeser bahu tubuh arumi kesamping kanan."Minggirlah..kau menghalangi pintu kamar mandi,cepatlah ganti pakain dan tunggu di luar!"
"Makanlah sesuatu jika tak ingin terjadi sesuatu kau masih menungguku dikamar ini! Aku lelah ingin mandi.kau pikir aku tergoda dengan baju piyama dan rambut basahmu?"ucap Gilang.
Gleeuuuk... Arumi hanya mengecap mulutnya,menelan sesuatu yang amat kering.
"Sial..gilang benar benar membuat hatiku tak karuan,harusnya hari ini aku menjauh hal ini tak mungkin terjadi kan?"lirih Arumi.
Satu jam kemudian,mereka makan bersama.dengan diam dan membisu hanya suara sendok garpu yang terdengar.Gilang paham akan arumi yang malu.karna ia selalu menunduk dan tak menatapnya.
"Akhir pekan Danzel akan pulang bersama oma,apa kau ingin kejutan atau butuh sesuatu untuk persiapan hari lahir anak kita?"
Mata arumi berbinar bahagia,ia tersenyum.ia menghubungi sang anak amat sulit jika berada di tangan oma seiyen."Benarkah aku senang sekali,aku rindu pada Danzel."Heuum..baiklah makan segera habiskan.jika kau tak habiskan aku yang memakanmu!balas Gilang.
"Apa kau..bicara apa tadi?"tanya Arumi.
__ADS_1
namun gilang tersenyum jahil."Aku bilang aku yang akan memakannya nanti!"Ooowh..kau lapar.baiklah setelah melatih tadi makanlah.
Aku sudah kenyang.aku akan segera mengambil tas,dan pulang dengan taxsi!"
Haaah..gilang terdiam,padahal perkataannya itu hanya alibi,agar arumi kembali bicara."Tunggu sebentar!"Yaa..ada masalah kah.balas Arumi.
ia pun menatap gilang yang menghampirinya dan reflek tubuhnya melemas jika Gilang telah mendekat,ia merengkuh tubuhnya dan wajah itu berjarak dekat hanya satu centi."Apa yang kamu lakukan?"tanya Arumi.
"Menurumu apa?"
Suara nafas itu amat dekat,Gilang membuka mulutnya ia mendekat ke arah bibir Arumi.tangan nya memegang tungku leher arumi.ia hanya bisa diam kaku akan perlakuan manis dengan tiba tiba Gilang seperti ini."Kau mau apa?"ucap Arumi.tapi Gilang hanya menatap dengan bola mata dan bibir yang amat dekat.
dan tersenyum.
"Aku antar,tapi habiskan makan lebih dulu,Jangan pernah meninggalkan sisa makanan.!"lalu Gilang berlalu menggeser tubuh arumi kesebelah kiri.ia membuka pintu dengan kunci card nya.Tunggulah setengah jam lagi aku akan kembali,dan mengantarmu!
Arumi hanya menghela nafas,matanya membulat tak percaya.lagi -lagi Gilang membuat hatinya semakin tak karuan.ia menginjak injak kedua kakinya dengan kesal ke arah lantai.seolah sedang berolahraga jalan ditempat.dan berlalu ke arah sofa serta melahap salad dengan satu suapan besar.ada rasa malu,kesal,dan debaran hati yang tumbuh disana yang sulit ia singkirkan.
"Kasiaan...kira -kira Arumi kenapa ya?"
.
.
Thanks readers Jangan lupa klik tombol love.
__ADS_1
dan jejak kalian.tunggu up selanjutnya ya.
🌹 Happy Reading 🌹