Dady Danzel

Dady Danzel
Bab 83


__ADS_3

🍀 Miss Halu 🍀


"Untuk apa berdiri disana,apa kau menjadi penjaga pintu hotel sekarang?"tanya Gilang.


Heuump... aku hanya mencari sesuatu balasnya.dengan tatapan gugup.


Arumi memutar mata karna degub jantungnya amat kencang.Gilang mendekat telah dihadapannya.wajahnya mendekat dan mulai mengexplore seluruh bibir.dari atas hingga ke seluruh tubuh nya.tangannya bergerilya membuat darah mengalir semakin deras,kaku lemas terasa ketika ia berdiri.ia menatap pria dihadapannya.


"Kamu memang pria yang menakjubkan, mengapa aku bisa jatuh hati kembali padamu.?"lirih Arumi.


"Hei.. Arumi sayang kenapa diam,mata mu kenapa merem..kelilipan?"tanya Gilang.


"Haaah... apa maksudmu?"Arumi memutar mata,ia tersadar jika semua tadi hanya halusinasinya saja.Cieeh.. sejak kapan aku mulai menghalu.memikirkan gilang.


ini pasti karna perlakuannya membuat pikiranku selalu bercabang saja.wajah merah menahan malu,nampak tilas disudut wajah.


"Aku..menunggu koper barangku tiba Gil,dan sedikit mengantuk.mangkanya aku tadi pejamkan mata sedikit."spontan jawabnya.


Gilang yang mengeringkan rambut dengan handuk kecil.telah memakai celana panjang dan baju panjang berkerah tinggi namun ketat,memperlihatkan lekuk tubuh.membuat arumi semakin salah tingkah.


"Kenapa aku bisa jatuh cinta lagi sih,pikiran ku. hati ku kenapa jadi bercabang dan tak rela jika gilang tak terlihat semenit pun.ternyata dia pria yang perfect."batin Arumi.


"Kamu kenapa,apa tidak masalah?"


"Heuum..masalah apa?"tanya kembali Arumi.


Sepertinya dirimu harus membersihkan tubuh sayang...cepatlah mandi.aku akan pergi sedikit lama.beristirahatlah dan jangan pergi!


Gilang pun berlalu ia hanya menghela nafas karna wanitanya sedikit aneh,setiap ia bertanya selalu diam,memejamkan mata tak menjawab.


"Dia kenapa,apa masalah rumah belum selesai?"lirihnya.Gilang pun menutup pintu. meninggalkan Arumi didalam hotel.arumi menghela nafas dan memegang dadanya.ia merasakan degub jantung semakin kencang.


ia mencoba mengipas ngipas agar suasana hatinya normal kembali.


"Sungguh.harusnya aku tak boleh jatuh cinta lagi,ini hal yang memalukan dihadapan gilang tadi."ucap Arumi.bagus saja aku bisa sedikit mengeles mencari alasan lain.


Arumi pun segera merileks mandi dan bersiap rapih.perutnya terasa sedikit bunyi,ia pun segera menghubungi pihak hotel.memesan makanan.satu jam kemudian ia pun makan di tepi balkon dengan memandang pesona cantik.


mengarahkan pemandangan yang asri dan kolam yang berlalu lalang pengunjung hotel sedang bersenang senang disana.

__ADS_1


"Mii..akhir pekan jangan lupa datang ya!"


Chat pesan sang sahabat,tak lupa ia menerima notif pesan email dari Karti.yang berada di negri jauh."Hoooh aku pasti datang sahabat terbaik.kamu pasti tau..aku rindu kita berkumpul bertiga.sayang kalian dan kita semua telah sibuk setelah menikah.Andai dapat diputar aku rindu happy bersama.tak memikirkan konflik setelah jatuh cinta,dan berkeluarga.ingin rasanya aku menikah tanpa ada mertua yang kejam.Kalian beruntung sahabatku."benak Arumi.memikirkan dan ia tersenyum melanjutkan chatting dengan kedua sahabatnya itu.


.


.


.


"Terimakasih atas kunjungannya tuan."ucap seorang kasir.


Gilang pun berlalu,ia membelikan sebuah gaun dan cincin untuk Arumi.ia berniat untuk melamarnya,mengajaknya dinner nanti malam.


ia menginginkan pernikahan itu tiba,sebelum acara ulang tahun sang anak.


................


"Pokoknya oma ga rela,ga terima jika Gilang tetap ingin menikahi wanita bekas seleb itu.apa sih kelebihan wanita itu.bukan nya sudah sepadan dengan banyak uang kita bantu.Oma ga habis pikir.kenapa gilang jadi berani membantah oma dan masih bersikeras menikahi Arumi!"


"Oma..udah dong jangan marah terus.Clara merasa ka arumi baik.dia ga seperti wanita yang pernah dipacari ka gilang kan oma?buktinya sampai saat ini dia jual rumah karna ekonominya sulit.oma tau gak,dia ga mengeluh didepan ka gilang,sampai saat ini juga ka arumi gak tau kalau yang membeli rumah adalah...?Upps...eeeum Clara terdiam.ia lupa akan pesan gilang untuk tak memberitau soal rumah lama Arumi yang dibeli olehnya,melalu orang kepercayaannya.


"Oleh apa...?"tanya oma.


"Kamu aneh sekali Cla?"Mata oma seiyen menatap tajam pada Clara.tak mengabaikan dan ia bersikukuh untuk tidak merestui.


"Oma please.. bukankah ka gilang selalu menurut apapun yang oma minta.Cinta itu sulit,lagi pula bagus untuk perkembangan Danzel.cucu kesayangan oma.clara harap oma restui jika oma sayang cucu dan cicit oma."


Satu jam berlalu oma seiyen banyak memikirkan.ia menatap Clara dan Gilang selama ini yang berjuang. karier dan memang terlalu memaksa kehendaknya."Clara hubungi ka gilang,oma restui ia mau menikah Arumi.tapi oma tetap pada pendirian oma.tak akan menganggapnya menantu di keluarga kita dan jangan pernah muncul ketika teman oma datang kerumah!"ucapnya dan berlalu pergi ke kamar.


Clara mendengar hal itu membuat tersenyum.


setidaknya restu oma sudah ada lampu hijau.Clara pun mengabarkan ka Gilang.


ia pun akan membantu ka arumi untuk mendapat perhatian dan diterima baik oleh oma.Semua itu memang masa lalu ka gilang.sehingga oma selalu trauma akan menantu yang notabane terkenal.sayangnya kini apes saja ketika ka arumi memang mempunyai karier model dan perfilman,dan termasuk penolong generasi kelak,Jika tak ada ka arumi saat itu.mungkin tak ada danzel.dan semua harta oma pasti akan di ambil ahli.


.


.

__ADS_1


.


Gilang membuka pintu hotel.ia masuk dengan id cardnya.tak lama ia meletakkan bucket dan kado kecil di ujung kelopak bunga.ia menghias meja itu dengan beberapa lembar bunga dan ia bulatkan seperti huruf love.


Sayang bukalah matamu!Gilang meminta arumi berjalan pelan,dan membuka sebuah kotak kecil.ia pun perlahan membukanya.dan terkejut akan sebuah cincin dengan kertas tulisan."Maukah kau menemani sisa akhir hidupku.. menikahlah denganku!"bisik Gilang ketelinga Arumi.


Arumi pun tersenyum,ia membuka matanya dan mengucek matanya.ia terperanjat kaget ketika disofa.Gilang sedang merebahkan dirinya di kasur tepat disampingnya.kemeja yang kancingnya terbuka lebar.lengan nya yang diangkat ke atas,membuat bola mata Arumi semakin tak karuan tak sanggup menatapnya.


"Sudah bangun sayang,kamu tidur lelap sekali dengan senyum tidurmu,apa tadi mimpi indah?"tanya Gilang.


Arumi merasa senang,ketika tangan kokoh pria yang dicintai itu mengelus kening dan helaian rambutnya."Heuumph..sepertinya tadi aku bermimpi sangat indah,semoga itu benar nyata."balas Arumi.


Arumi merenung,ia kira tadi itu bukan mimpi.


seperti nyata,ketika Gilang melamarnya.


nafasnya amat sulit.benar saja jatuh cinta seperti bukan dirinya.


ia merasa senang,terbang,rindu terbakar.jika dekat selalu tidak ingin menjauh.perasaan senang berdebar itu membuatnya ingin selalu memeluk pria dihadapannya itu.pria yang perfect tubuh yang kokoh.Ia berharap Gilang benar mencintainya tanpa batas dan tak pernah mengkhianatinya.


"Ada apa sayang,kenapa menatapku seperti itu?"tanya Gilang.


Arumi tersenyum,ia menggapai tubuh gilang dan memeluknya."Terimakasih sudah menemani dan membuatku bahagia."ucapnya.


Gilang pun membalas erat pelukan arumi.ia tak sabar untuk mengajaknya dinner dan memberi kejutan.mereka pun terbawa hanyut saling memeluk dan bercumbu manis.sebuah bibir saling menempel dan membakar gairah itu semakin memanas.Sebuah acara tv sedang menyaksikan dua insan saling jatuh cinta.


Gilang tak bisa menahan hasrat ia pun.


menatap arumi penuh cinta.


"Aku berharap kamu tak lelah mendampingiku, kelak sampai akhir arumi.bergegaslah aku sudah menyiapkan gaun!"


"Gaun?"tanya Arumi.ia pun mengerti jika pria dihadapannya itu ingin mengajaknya ke suatu tempat.


Gilang terhenti akan aksinya,bukan berarti ia tak menginginkan.tapi ia berharap Arumi menerima untuk segera menikah.arumi pun terperanjat ia menyibak selimut dan segera bersiap.ketika gilang telah keluar dari kamar dan menerima panggilan dari seseorang.arumi menguping dibalik pintu mendengarkan pembicaraan serius gilang ketika dia dibalkon.


.....


Siapa yang tau nanti di kelanjutannya.Apakah arumi akan menerima ketika Gilang ingin mempercepat pernikahan.Lalu bagaimana reaksi Dani saat tau ?

__ADS_1


Tunggu kisah bab kelanjutannya.jangan lupa klik tombol love.dan tebar poin untuk mendukung karya author.Terimakasih


🌹 Happy Reading 🌹


__ADS_2