
🍀Salah Paham🍀
Arumi menoleh pada seseorang yang memanggilnya. "Terra, kau kenapa menyusulku?"
"Hah, kau ini cepat sekali. aku lupa ada pertemuan di gedung Xc bolevard lantai 3.
aku sengaja menyelipkan, kartu vip untukmu datang!"
Arumi mengambil undangan itu, jelas sangat bermanfaat ketika ia datang. sebuah acara penyuluhan dan semangat hidup untuk berbagai penyakit serius, yang diselenggarakan rumah sakit ternama. Oleh dokter tak biasa, dan acara yang tak bisa ditebak berapa tahun sekali memang di adakan. Penyakit serius lanjut atau stadium akhir selalu diberikan terbaik.
Sehingga Arumi berterimakasih dan menatap jam."Sepertinya keburu kalau aku datang Ter." Heuum datanglah! balas Terra.
"Thanks ya, Terra makasih sekali lagi."
"Oke, good luck. semangat Arumi kamu pasti sembuh!"
Arumi dalam perjalanan, menuju gedung dimana dokter Terra memintanya datang. ia juga ingin tau seberapa persen kemo berhasil. Hingga tiba Arumi masuk kedalam ruangan. ia duduk didepan baris ketiga dibagian tengah, sehingga terlihat oleh dokter Faiyus.
Tak berselang lama, acara dimulai. dokter Faiyus yang kebetulan menangani dalam perawatan Arumi. tak sengaja memandang pasein vip yang diminta oleh sang kekasih, untuk membantu menyemangatinya Sembuh.
"Dia datang juga?" lirih Faiyus. saat penyambutan acara berlangsung.
Selama beberapa jam, acara telah selesai. Arumi segera berdiri, mengambil tasnya dan melangkah keluar. Tiba di pintu utama, kepala Arumi sedikit kambuh, ia merasakan sakit yang tak reda ketika ia sandarkan tubuhnya. Dokter Faiyus menyangga tubuh Arumi agar tidak jatuh.
"Hati hati, terimakasih sudah datang!" Arumi pun menoleh, mengucapkan terimakasih karna telah memberinya kesempatan untuk hadir.
"ini sangat membantu saya, semangat untuk bisa sembuh." ucap Arumi.
Dokter Faiyus mengajak Arumi duduk ditepi tempat umum, tempat yang berlalu lalang. sehingga tak sedikit banyak menatapnya. Arumi tak mengkhiraukan pandangan orang lain, ia masih menatap serius tablet tentang materi kesehatan apa yang harus ia lakukan, menghadapi kangker 1:10 ada kemungkinan bisa sembuh.
__ADS_1
"Jadi teraturlah, jaga pola sehat dan makan ya!" ucap Dokter.
"Terimakasih dok, saya pasti akan semangat kemo, herbal dan rutin apa yang harus dilakukan saya akan coba!" balas Arumi.
.
.
.
Apa ini, istriku dengan siapa? tanya Gilang.
Gilang menatap beberapa lembar foto. Arumi ada apa denganmu, kenapa dengan pria lain. mengapa duduk semesra tajam seperti itu, tatapan mereka? ia pergi tak meminta ijin padaku. bukankah harusnya ia menghampiriku sekarang.
Gilang segera keluar ruangan, meninggalkan meeting yang masih berlanjut. sesekali ia memegang pelipis, rasa gundah nya berkecamuk menatap kegiatan foto sang istri.
"Sebentar lagi meeting dimulai, Tuan Albert segera datang!" tutur Fandi.
Gilang menaikan alis, ia memutar mata dan berkata."Cepat beri perintah laporkan seseorang, cari tau sekarang juga!"
"Laporan hasil meeting sudah selesai, lalu laporan yang tidak ada..?"
Gilang menatap Fandi dengan tajam."Laporan tentang istriku!" ketus Gilang.
Gleuuk...,, Euum...baiklah. Fandi menutup bibirnya. seolah terkunci, ia segera menoleh memerintahkan untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Gilang pada seseorang.
"Cepat lakukan tugasnya, sebelum meeting selesai!" titah Fandi.
Fandi terdiam, ia segera memerintahkan kembali. sungguh kejam jika Gilang marah, mendapati penkhianatan kelak, murka kemarahannya bisa melebihi iblis yang menggoda manusia di muka bumi. lirih Fandi.
__ADS_1
........
Arumi telah keluar dari Taxsi, namun ia mendapati sorot mata tajam dari Oma Seiyen yang menghampirinya.
"Kau dari mana, dengan pria lain?"
"Apa maksud Oma, Arumi ga ngerti apa yang oma ucapkan,"
Sudahlah Arumi, kamu memang dengan ibumu sama tiada beda, tiada duanya. Kau pikir Oma bodoh, dari mulai sembunyi, diam diam bertemu pria lain. Selingkuh berpaling dari Gilang? Oma ga sangka kau wanita seperti itu! sepertinya Danzel harus membuang ibu sepertimu. Oma akan mencari penggantimu yang terbaik darimu, jadi jangan harap nafasmu bisa teratur untuk tetap tenang.
Arumi membisu, ia mengejar Oma Seiyen. ia tak mengerti ucapan Oma sepedas sambal yang menyayat hati. tuduhan yang tidak benar, membuatnya perih. "Oma, apa yang terjadi. apa maksud Oma. mengapa Oma bawa nama ibu. Ada apa yang sebenarnya?"
Oma Seiyen terhenti, ia menatap Arumi."Kau wanita pengempul uang, pembohong, rampok. tak jauh beda dengan dirimu seperti ini Arumi!"
Oma Seiyen meninggalkan Arumi. hingga ia merasa sedih akan perkataan oma,"Mii harus bertemu mama, apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Oma membenciku dan mama?" lirih Arumi.
Arumi membalikan tubuhnya, ia menatap ponsel. Jika Danzel masih bersama Clara dipenginapan acara School. tapi tak berselang lama ia mendapati mobil sang suami yang sudah pulang, Arumi pun terdiam dan menghapus jejak kesedihan air mata yang jatuh begitu saja dipelupuk pipi bawah mata.
"Honey, kamu sudah pulang?"
Tapi Gilang mengabaikan, ia masuk begitu saja kedalam rumah. Arumi bertanya pada Fandi, tapi dia meminta Arumi berbicara pelan dan lembut, susananya sedang tak baik.
Arumi mengekor, membuntuti langkah suaminya masuk kedalam Rumah. Sementara di sudut jendela, Oma Seiyen menatap Arumi seperti tertawa bahagia."Aku harus memisahkan kalian, Arumi entah mengapa wajahmu mirip dengan wanita yang aku benci!"
Honey, apa kantor sangat padat? Gilang masih terdiam duduk disofa. sementara Arumi melepas jas dan sepatu sang suami, meski hatinya sedikit teriris akan perlakuan Gilang hari ini, tapi ia berprasangka baik jika tekanan kantor sangat berat. beberapakali Arumi menanyakan, tapi raut wajah sang suami tetap diam, ia hanya bisa melihat wajah Gilang yang sedang pusing, menutupi kening matanya dengan tangan kokohnya.
"Honey, aku siapkan air hangat untuk mandi ya?"
Braaaagh....,, sebuah telepon rumah Gilang lempar begitu saja, membuat Arumi terdiam kaku. "Ada apa? apa aku membuat salah honey."tanya Arumi.
__ADS_1
🌹 Happy Reading 🌹