
🍀 Dinner Date 🍀
Arumi mendengarkan sang suami bercerita, ia membalas peluk hangat sang suami dan memeluk erat sehingga saling berhadapan.sementara tangan kanan Gilang menatap satu teropong dan tangan kiri memeluk erat pinggang Arumi."Aku lebih beruntung hidup bersama mu Gilang, andai kita bertemu lebih awal?" tutur Arumi.
"Tapi kita telah berjodoh, Masalahmu adalah masalahku juga. katakanlah jika membuatmu beban jangan."
Tak lama, ketika mereka saling memandang dan berciuman seseorang mendekat dan melangkah menghampiri atap balkon terbuka itu.
"Mii.., Aaakhw. aku ga liat," ucap Keiiyra. ia membalikan tubuhnya dan meletakkan satu helai kartu reservasi hotel.
Keiiyra...,? Arumi pun melangkah dan menghentikan aksi mesra mereka. ia berlari dan menggapai tangan sahabatnya itu.
"Jangan lari,bukankah wajar jika menyatukan bibir?" jahil Arumi.
"Heuum... kamu Mii, agresif terang sekali dirimu, tapi aku tak biasa melihatnya.kita bertemu nanti dilokasi ya."
Arumi pun tersenyum, ia menatap sang suami.
lalu mereka segera bersiap untuk triple date makan malam."Honey.. aku akan membuat permainan, Aakh sungguh papa Erico selalu memanjakan menantunya.apa dia selalu bahagia ya?"
"Belum tentu, ku rasa godaan sahabatmu itu berat, tapi ia mempunyai cara sendiri agar suaminya tak berpaling."
Arumi mengekor ketika Gilang berjalan, dengan gaya cool ia masih bingung lontaran perkataan suaminya begitu saja. Apa ia juga akan sanggup ketika kelak ujian hubungannya bersama Gilang.
Malam berlalu, dinner acara mereka dimulai pukul sembilan malam, Arumi dan Gilang yang akan berangkat di susul dengan pasangan Merlin dan Owzie. Anak anak telah dibawa oleh sang oma dan opa ke suatu tempat. sehingga seisi rumah hanya di isi asisten dan beberapa penjaga.
"Honey.. bukankah itu Keiiyra, kenapa dia malam seperti ini berolahraga. ini sudah pukul delapan malam dia belum bersiap?"tanya Merlin.
Gilang tersenyum, apalagi Owzie ia mengenal akan wanita itu jika menyembunyikan kecemburuan, ia akan berlari delapan putaran hingga lelah dan berkeringat. ia akan mengganti tangisan itu dengan lelah.
Arumi terdiam masih belum mencerna, "Keiiy kamu dari mana, kenapa tidak pakai Gaun, dimana Erico?"
Keiiyra terkejut akan kedua pasangan dihadapan nya telah cantik dan handsome.
"Erico.., sedang ada urusan penting. kalian datang lebih dulu saja. aku hanya bosan, dan berlari kecil."
Arumi menatap wajah sang sahabat yang menyembunyikan amarah, ia meminum seteguk air dalam botol hingga habis. menarik nafas dan memutar bola mata agar tidak tumpah."Kenapa kalian menatapku seperti itu?"
"Ayo.. sayang, sahabatmu unik. dari pada kita terlambat lagi pula kelak kita nanti bertemu kan." ucap Gilang. Hingga semua berpamitan.
Arumi pun ingin memeluk Keiiy. "No... mii aku berkeringat, sudah pengantin dan pasangan perfect kalian berangkat lebih dulu saja." Arumi tersenyum dan menurut.
Dua puluh menit pasangan Arumi dan Merlin telah sampai, mereka menatap seisi ruangan kamar hiasan sebelum mereka ke meja makan.
Arumi menghubungi Keiiyra apa ia sudah bersiap karna ia menunggu.
.........
Erico yang telah sampai mengantar Mama dan papa serta anak anak ke villa terdekat, bersama sang asisten lainnya. ia memang bertemu dengan seseorang klien yang pernah mengisi hatinya, tapi ia hanya menganggap pertemuan itu sebagai kontrak project kerjasama yang terikat. "Sayang.. apa kamu sudah bersiap?"teriak Erico. mencari keberadaan sang istri.
Disudut ia menatap sang istri masih berpakaian olahraga, ia meminum soda hitam.
__ADS_1
"Sayang, apa yang kamu lakukan?"
"Hubby.. sudah pulang, aku hanya rindu berolahraga. tiba saja tubuhku ingin berkeringat."senyum manis tersumbing di wajah Keiiyra.
Baiklah, ayo bersiap mereka pasti sudah menunggu.Erico paham apa yang disembunyikan sang istri,"Sayang.. aku sadar jika kecemburuan mu tak pernah ditampakan, tapi kamu marah cemburu dengan menyibukkan diri seperti ini."batin Erico.
Satu jam kemudian.
"Dimana pasangan tuan rumah, kenapa belum datang?"tanya Arumi.
Terlihat Gilang, Owzie tertegun menatap wanita bernama Keiiyra hadir bersama Erico."Pantas saja adikku tergila, selain unik dia pandai sekali menyembunyikan kekecewaan dan kesedihan.bukankah ia terlihat bahagia dan Aura senyum khasnya terlihat."lirih Gilang.
"Keiiy, akhirnya yang ditunggu datang juga."
"Maaf.. kalian kenapa tidak pesan dulu saja, ada sedikit urusan. owh ya Mii pengantin kamu sudah coba ke satu tempat belum?"
Keiiyra menarik Arumi dan merlin. ia mengajaknya ke suatu tempat yang hanya pelanggan vvip. Merlin dan Arumi mengekor sementara para pria duduk menatap aksi istri mereka dari kejauhan.
"Oowh tidak, bagus sekali, perfect."
Merlin menatap Arumi dan Keiiyra tersenyum.
"Syukurlah kalian menyukainya."balas Keiiy.
Bagaimana bisa hotel ini menyediakan tempat salju buatan, dengan hiasan cantik. aku pikir ini hanya di luar negri saja."Jika suasana dingin bukankah, akan semakin bergejolak pasangan seperti kalian kan masih hangat."
"Bisa aja kamu keiiy."
"Bahas wanita mungkin?"spontan dan ketus Keiiy.
Merlin menatap wajah Keiiyra, juga Arumi.
Keiiyra kamu sedang cemburu menahan kecewa dan emosi ya?ucap Arumi. Enggak siapa aku, Huuuh yang benar saja. Ayolah kita kembali sepertinya makan sudah siap.Arumi dan Merlin menatap aneh akan gelagat mimik yang berbeda.
"Kakak ipar, aku baru tau sikap unikmu ini, dari bicara itu sudah jelas kau menyembunyikan cemburu!"ucap Merlin.
Sekembalinya di meja makan, mereka duduk saling berdampingan pada pasangan mereka.
Meja berleter bulat itu saling beradu pandang dan menatap. sehingga para wanita terdiam.
"Kalian kompak sekali menatap wajah pasangan seperti ini?" tanya Merlin.
"Kenapa.. kamu tidak suka,kalau begitu aku menatap wanita lain saja."tutur Owzie menatap Keiiyra.
"Heiy hentikan mata itu.., bukan berarti menatap wajah kakak iparmu !"balas Erico. Owzie pun menoleh menatap Arumi.
"Heii.. bukan berarti kau menatap wajah pengantin wanita kakakmu. Ga sopan." ketus Gilang.
"Hah,serba salah."lirih Owzie.
Tiga wanita saling memandang. dan mereka tertawa keras bersamaan sehingga para Pria tercengang. "Hahaaa... kalian pantas menjadi pemain film." ucap Arumi.
__ADS_1
Arumi terdiam, tangannya di genggam oleh sang suami. dan suasana pun hening.
"Sudahlah kalian ini ingin menikmati makan atau wawancara Debat."tutur Keiiyra yang dengan santai memotong steak. lalu ia menyuapi satu potongan daging ke mulut Erico yang terdiam dan menganga. ia pun kembali memotong dan memakannya. Ketika wajah lain menatapnya, ia membalikan tubuhnya untuk memandang Erico. Erico pun tersenyum dan mereka berdua tertawa kecil. sementara Arumi, Merlin dan Gilang serta Owzie terdiam melihat pasangan aneh,tingkah Erico bak remaja.
"Haaah... seperti inikah triple date?"tanya Owzie.
"Yes.. honey menyatukan kepribadian pasangan yang unik dan berbeda. kau pikir aku tak jenuh di meja bundar selalu membahas pekerjaan yang tak aku mengerti." ketus Melin.
"Jelas kau tak mengerti karna kau adik yang menyebalkan, bisanya hanya menghamburkan uang." ucap Erico.
"Haha.. bukankah tugas istri happy menghabiskan."balas Merlin.
Keiiyra hanya memutar mata, dan melanjutkan aksi makan nya dengan lahap. ia tak memikirkan perdebatan karna pikirannya amat kacau.
Arumi menatap Gilang, ia pun sama dan tersenyum. benar saja mereka saling tertawa kecil, triple date hahaaa.. ia mengulang kata dan tertawa. "Mirip dirimu yang masih labil abg mengejar seseorang ya?"bisik Gilang.
Arumi terdiam dan ia tertawa, sehingga semua tertawa kecil meski Merlin menatapnya tak mengerti. tapi momen mereka di malam itu cair sehingga makan malam berjalan dengan lancar. mereka saling menyuapi pasangan dan bersandar ketika telah selesai.
"Bagaimana setelah ini kita ke batender, hanya ada kita kan. karaoke ditempat private dan kita bermain adu pertanyaan yang kalah harus jawab jujur."ucap Melin.
"Oke.. baiklah." semua menyetujuinya.
Keiiyra terdiam, semoga saja tak ada perkataan
yang memancing di air keruh.
Di satu sudut, Keiiyra menatap seseorang ia pun pamit untuk ke toilet.
"Mau aku antar sayang?"
"Tidak hubby, tunggulah!"ia mengusap bahu suami tercinta untuk menunggu.
Keiiyra berlari disatu ruangan, ia naik lift mengejar seorang wanita. "Heii.. tunggu berhenti, kau dengar tidak tunggu !"
Kira kira siapa dia.. ?
.
.
.
Jangan lupa mampir new karya. Maafkan update sedikit Lambat. Karna Author berada di perbatasan susah sinyal selama bulan Ramadhan. Berusaha mengetik melanjutkan sebaik mungkin, maaf jika terlambat satu hari.
Author berterimakasih masih setia menunggu update "Dady Danzel." 😉
"Wanita seperti dia."
"Salah Jodoh."
🌹 **Happy Reading** 🌹
__ADS_1